Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 17


__ADS_3

Flashback On..


Satu tahun yang lalu tepat di hari ulang tahun Ayuna, Rian sengaja menyiapkan sebuah pesta mewah di atas kapal pesiar miliknya untuk sang pujaan hati karena pada malam spesial itu pula Rian berniat melamar Ayuna untuk menjadi istrinya.


"Selamat ulang tahu sayang, aku sudah menyiapkan pesta ulang tahun spesial untuk mu, malam ini aku akan menjemputmu untuk kita pergi ke tempat spesial". Ujar Rian lembut kepada wanitanya di seberang sana melalui sambungan telepon.


"Sayang, aku akan ke rumahmu saja karena aku sedang tidak di apartemen".


"Kamu dimana, aku akan menjemputmu dimanapun kamu berada?".


"Aku sedang di salon untuk mempercantik diri, kamu tidak perlu menjemput ku karena begitu aku selesai aku langsung ke mansion mu saja". Ujar Ayuna manja sehingga Rian tidak bisa membantahnya lagi.


Rian membiarkan calon istrinya itu mempercantik dirinya untuk malam spesial mereka malam ini karena dia memang ingin segala sesuatunya sempurna bahkan Rian juga mentransferkan sejumlah yang cukup besar untuk Ayuna agar wanitanya itu tidak kekurangan apapun.


Dengan hati yang berbunga-bunga, sepulangnya dari kantor Rian mampir di sebuah toko bunga untuk membelikan bunga untuk Ayuna namun langkanya terhenti saat sebuah pesan masuk ke ponselnya dan yang cukup membuatnya terkejut pesan itu berisi sebuah foto, yaitu foto gedung apartemen Ayuna yang tampak dari luar.


Rian mendadak cemas setelah menerima pesan itu apalagi nomor yang mengirimkannya pesan tidak dia kenali sama sekali dan ketika Rian menghubungi si pengirim pesan nomornya sudah tidak dapat di hubungi lagi. Rian sangat takut jika terjadi hal buruk kepada calon istrinya itu sehingga dia mengurungkan niatnya untuk membeli bunga dan langsung kembali ke mobilnya.


"Shiit, Ko putar balik mobil kita menuju apartemen Ayuna sekarang juga". Titah Rian dengan wajah cemas yang terlihat jelas sehingga membuat Ricko juga khawatir.

__ADS_1


"Apa yang terjadi tuan?, apa terjadi sesuatu dengan nona Ayuna?". Tanya Ricko penasaran namun dia tetap fokus melajukan mobil dengan sangat kencang.


"Aku tidak tahu tapi ada pesan aneh dari orang yang tidak aku kenal, dia mengirimkan aku foto gedung apartemen Ayuna yang tampak dari luar". Jawab Rian.


Tanpa bertanya lagi Ricko langsung memacu mobil dengan kencangnya karena dia tahu betapa berharganya Ayuna untuk majikannya. Hal itu bisa Ricko lihat jelas dari kecemasan di wajah Rian yang terus mencoba menghubungi Ayuna namun ponsel wanita itu juga tidak dapat di hubungi.


Tiba di gedung apartemen Ayuna yang menjulang tinggi itu, Rian langsung berlarian menuju lantai atas tempat apartemen Ayuna berada, bagitu juga dengan Ricko yang terus setia menemani majikannya. Rian tidak langsung memanggil Ayuna karena dia tidak ingin jika memang Ayuna sedang dalam bahaya, orang yang berniat mencelakai Ayuna tersebut menyadari kehadirannya.


Rian Memencet tombol pin apartemen tersebut dan masuk dengan perlahan untuk membaca situasi yang ada namun dia tidak mendengar atau merasakan jika Ayuna sedang dalam bahaya sehingga dia sedikit lega dan berpikir jika wanita yang di cintainya itu sedang tidak berada di sana karena memang Ayuna mengatakan jika dia akan pergi ke salon kecantikan.


Namun baru saja Rian hendak mengistirahatkan tubuhnya di sofa akibat kelelahan berlarian sejak tadi, indera pendengarannya dan juga Ricko menangkap suara yang tidak asing seperti sedang mendesah, bukan ******* karena rasa sakit atau ketakutan namun ******* yang sangat Rian mengerti sebagai mantan players itu.


Dengan menyeret langkahnya secara perlahan Rian berusaha menggapai kamar Ayuna untuk memastikan apa yang terjadi pada calon istrinya itu. Dari tempat Rian dan Ricko berdiri terlihat jelas apa yang sedang Ayuna lakukan di dalam kamar karena pintu kamar tersebut terbuka lebar.


Rian maupun Ricko membuang pandangan mereka dari adegan menjijikkan yang sedang di pertontonkan oleh sepasang anak manusia yang sedang berbagi kehangatan di atas tempat itu tanpa sehelai benangpun. Namun demikian Ricko dengan sigapnya mengambil ponselnya dan merekam adegan itu, entah untuk apa namun rian selalu saja dihapus akan hal-hal kecil seperti itu tanpa Rian perintahkan.


Rahang Rian mengeras, kedua tangannya mengepal kuat dan hati panas membara melihat wanita yang selama ini dia jaga dan tidak pernah dia sentuh itu justru sedang mendesah nakal di bawah kungkungan pria yang selama ini menjadi rivalnya di dunia bisnis.


"Dewantara, kenapa harus dia, jika memang kamu tidak mencintaiku kenapa harus membohongiku seperti ini, Ayuna". Batin Rian.

__ADS_1


Selama ini Rian tidak mau menyentuh Ayuna sebelum Ayuna sah menjadi istrinya karena dia mencintai Ayuna dengan sepenuh hatinya sehingga dia sangat menghargai wanita itu, beda dengan para wanita yang selama ini dia kencani yang selalu berakhir di atas ranjang seorang Rian Mahendra.


Namun nyatanya Dewantara lah yang justru menjamah dan mencumbui seluruh sisi tubuh wanita yang di cintainya itu secara membabi buta, bahkan mereka saling memanggil sayang satu sama lainnya.


"Sayang, ini nikmat sekali lakukan terus, aahh". Ujar Ayuna manja membuat Rian sangat jijik pada suara wanita itu.


"Kamu tidak akan mendapatkan kenikmatan seperti ini setelah menikah dengan pria bodoh itu, lihat saja nanti kamu pasti akan mencari ku lagi". Jawab Dewantara di sela-sela dia memacu Ayuna di bawah sana.


Ingin sekali Rian menghajar Dewantara dan Ayuna saat itu juga namun dia urungkan karena dia akan memberikan sesuatu nyang akan sangat berkesan kepada mereka terutama Ayuna yang sudah tega membohongi dan mengkhianati dirinya.


Rian memberi kode kepada Ricko untuk meninggalkan apartemen tersebut dan membiarkan kedua insan itu menuntaskan segala sesuatu yang mereka ingin tuntaskan. Ria menjatuhkan tubuhnya yang mendadak lemah di kursi belakang mobil sambil memejamkan mata.


"Anda baik-baik saja tuan?". Tanya Ricko.


"Kita pulang sekarang Ko". Titah Rian dan Ricko langsung melesatkan mobil menuju mansion. "Persiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam karena aku ingin memberikan calon istriku itu kesan yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya". Sambung Rian lagi.


"Baik tuan". Jawab Ricko karena pria itu selalu tahu apa yang di inginkan oleh majikannya itu.


Sangat tidak level bagi Rian memergoki perselingkuhan Ayuna dan Dewantara yang berakhir dengan baku hantam di antara mereka karena Ayuna pasti akan merasa sangat percaya diri ketika Rian dan Dewantara sedang memperebutkan dirinya sehingga Rian punya cara sendiri untuk memberi wanita itu pelajaran yang berkesan.

__ADS_1


__ADS_2