Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 56


__ADS_3

Maka di sinilah mereka saat ini, di ruang tengah mansion mewah milik keluarga Mahendra. Maira dan Rian tengah menunggu tuan Dhika siap untuk menceritakan perihal yang terjadi di masa lalu sehingga mereka bisa berada di posisi yang saat ini mereka tempati.


Tuan Dhika beberapa kali tampak menghelakan napas panjang dengan wajah yang tampak sangat bersedih dan mata yang terlihat basah. Sangat jelas terlihat apa yang akan beliau ceritakan sungguh bukan lah hal yang mudah untuk beliau lalui selama ini.


"Apapun yang terjadi di hidup kalian adalah tanggungjawab papa, papa sudah bersalah kepada kalian berdua sehingga kalian harus menjalani masa sulit di hidup kalian". Ujar tuan Dhika dengan suara bergetar.


Itulah kalimat pembuka pertama yang di lontarkan pria paruh baya itu dan kemudian di lanjutkan dengan kisah yang terjadi di masa lalu dimana Rian ternyata adalah putra dari sahabat baiknya yang telah meninggal dunia bersama dengan sang istri dalam sebuah insiden kecelakaan.


Flashback On...


Sandhika Mahendra muda adalah seorang mafia yang memiliki banyak musuh apalagi setelah dia memutuskan untuk meninggalkan lembah hitam itu ketika dia mulai jatuh cinta kepada wanita cantik bernama Mirna dan menikahi wanita yang di cintainya itu yang tidak lain adalah mama kandung Maira.


Para musuh selalu mengincarnya sebagai target untuk di habisi nyawa karena selain memutuskan untuk meninggalkan lembah hitam dunia mafia, tuan Dhika juga membongkar kejahatan dan kebusukan dunia gelap tersebut sehingga banyak para mafia yang menjadi target pencarian polisi.


Suatu hari musuh sudah menargetkan untuk menghabisi nyawa tuan Dhika dengan menyabotase mobil miliknya namun naas tidak bisa di tolak yang menjadi korban justru kedua orang tua dari Rian. Tuan Dhika sudah mengetahui jika dia akan menjadi target di hari tersebut namun dia tidak menyangka jika para musuhnya menyabotase mobilnya karena dari informasi yang dia dapatkan dari orang kepercayaannya hari itu musuh akan menaruh racun dalam minuman atau makanannya sehingga dia sudah mempunyai rencana antisipasi untuk mengatasi rencana musuh.


Karena kepercayaan dirinya tuan Dhika justru tidak peduli dengan apapun lagi kecuali perihal stok makanan dan minuman yang masuk ke dalam mansion nya hari itu. Bahkan tuan Dhika tidak pergi kemanapun hari itu agar musuh merasa menang karena mengira terjadi sesuatu kepadanya namun yang terjadi justru sebaliknya, sebuah kecelakaan terjadi dan menimpa sahabat sekaligus asisten pribadinya yaitu orang tua Rian.

__ADS_1


Dalam kecelakaan tersebut asisten pribadi dan sang istri meninggal dunia karena tingkat keparahan yang terjadi dalam kecelakaan tersebut. Tuan Dhika merasa sangat terpukul sekaligus merasa sangat bersalah apalagi harusnya dia lah yang berada di mobil tersebut namun karena istri harusnya dia yang pergi menghadiri sebuah pesta hari itu namun karena nyonya Mirna yang saat itu sudah hamil tua meminta tuan dhika menemani dirinya memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan karena dia merasa jika akhir-akhir ini peritnya sering mengalami keram.


Nyonya Mirna sendiri tidak tahu menahu tentang masa lalu suaminya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia gelap sang suami bahkan dia juga tidak tahu jika suaminya adalah seseorang yang sangat kaya raya dan memiliki anak buah dimana-mana karena dalam keseharian mereka hidup dalam kesederhanaan karena tuan Dhika memang sengaja menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya.


Saat pemeriksaan kehamilan berlangsung dokter menyatakan jika nyonya Mirna harus segera melahirkan bayi dalam kandungan dengan segera melakukan operasi namun hal itu juga terjadi bertepatan dengan tibanya kedua orang tua Rian ke rumah sakit itu sehingga tuan Dhika harus meninggalkan istrinya bahkan tidak menunggu operasi yang sedang di jalani oleh nyonya Mirna untuk melihat kondisi sahabatnya itu.


Nyonya Mirna merasa sangat kecewa ketika suaminya meninggalkan dirinya bgitu saja bahkan tanpa mengatakan apapun namun dia tetap harus memprioritaskan keselamatan bayinya sehingga dengan atau tanpa tuan Dhika di sisinya dia tetap akan menjalani operasi saat itu juga.


Sedangkan di Unit Gawat Darurat tuan Dhika merasa hancur melihat kondisi kedua orang tua Rian yang sedang melawan maut bahkan beliau melupakan kondisi anak dan istrinya untuk beberapa saat apalagi ketika dokter sudah angkat tangan akan keselamatan nyawa dari ayah Rian, dimana ibu Rian ternyata sudah meninggal dunia terlebih dulu saat perjalanan menuju rumah sakit.


"Tu-tuan, waktuku sudah tidak lama lagi, aku punya satu permintaan untuk anda tuan". Ujar ayah Rian terbatas bahkan tuan Dhika masih ingat jelas bagaimana sulitnya pria itu mengeluarkan kata-kata itu dengan susah payah.


"A-anakku, tolong jaga dan rawat Rian dengan baik tuan, hanya di tangan anda nyawa Rian akan selamat maka aku mohon jadikan Rian Sebastian ku sebagai Rian Mahendra anda tuan dan jangan biarkan dia kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, aku mohon tuan". Ujar ayah Rian penuh harap dan kemudian perkataan itu terhenti sebsamaan dengan napasnya yang juga berhenti seketika.


Tuan Dhika benar-benar merasa hancur berantakan apalagi ketika Rian yang saat itu baru berusia lima tahun hadir disana dan menangisi kematian kedua orang tuanya. Tuan Dhika memeluk erat bocah tampan itu dan membisikkan jika mulai sekarang tuan Dhika lah yang akan menjadi papanya sehingga dia tidak akan sendirian di dunia ini.


Tuan Dhika yang larut dalam kesedihan dan kehancurannya menghadiri prosesi pemakaman sahabatnya itu hingga akhir dengan selalu menggenggam tangan mungil Rian tanpa ingin melepaskannya bahkan dia melupakan dimana keberadaan sang istri saat ini sampai pihak rumah sakit menghubungi dirinya dan mengatakan jika istrinya telah melahirkan seorang putri namun kondisi sang istri masih sangat lemah dan terus menanyakan keberadaannya.

__ADS_1


Tuan Dhika yang baru tersadar itu segera menuju rumah sakit tentu saja dengan membawa serta Rian bersamanya karena dia sudah tidak sabar melihat sang putri yang telah dia nanti-nantikan itu. Melihat kehadiran tuan dhikabtentu saja nyonya Mirna yang masih sangat lemah itu sangat bahagia namun pemandangan yang dia lihat sangat mengusik pikirannya.


"Bagaimana kondisimu sayang?". Tanya tuan Dhika mendekati nyonya Mirna dan membelai rambut istrinya dengan sangat lembut namun tetap saja tangan tuan Dhika yang satu lagi masih setia menggenggam tangan Rian.


"Kamu dari mana mas?". Nyonya Mirna justru kembali bertanya dengan tatapan penuh intimidasi apalagi selama ini dia merasa jika suaminya itu memang sedikit misterius.


"Apa kamu dan putri kita baik-baik saja hemm?". Tuan Dhika masih belum mengerti jika istrinya sedang mengintimidasi dirinya dan juga bocah yang berada di sampingnya.


Nyonya Mirna menghempaskan tangan suaminya dengan kasar. "Apa ada hal yang lebih penting dari pada aku dan putri kita sehingga kamu meninggalkan aku begitu saja padahal aku akan menjalani operasi mas?". Teriak nyonya Mirna kehilangan kesabarannya.


"Dan siapa anak yang terus kamu genggam tangannya itu?". Tanya nyonya Mirna lagi.


Tuan Dhika bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskan semuanya kepada sangat istri karena dari awal dia memang sudah tidak jujur kepada istrinya itu sehingga dia hanya bisa menenangkan Rian yang saat itu merasa ketakutan dengan teriakan nyonya Mirna.


"Jawab aku mas, siapa anak ini?". Seru nyonya Mirna tak sabaran bahkan membuat Rian sampai menangis sehingga tuan Dhika juga tersulut emosi.


"Dia anakku, Rian Mahendra". Jawab tuan Dhika lantang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2