Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 67


__ADS_3

Jangan pikir sesuatu terjadi antara Maira dan Rian setelah kejadian tadi malam karena tidak terjadi apapun di antara mereka bahkan mereka terlihat harmonis sekali apalagi Maira tidur pulas dalam pelukan Rian namun mereka tidak lagi berada di lamaran Maira melainkan di privat jet yang membawa mereka kembali ke indonesia.


Pria itu ternyata telah memberikan obat tidur kepada Maira agar wanita itu tidak memberontak saat dia membawa Maira kembali ke indonesia karena dia tahu jika Maira pasti akan melakukan hal itu. Rian tidak ingin selalu berdebat dengan Maira sehingga dia langsung mengambil jalan pintas.


Rupanya Rian telah merencanakan sesuatu di Indonesia sehingga dia harus membawa Maira kembali ke Indonesia baik itu di setujui oleh wanita itu atau tidak dan setelah itu Rian tidak akan melarang jika Maira ingin kembali lagi ke Swiss.


"Kau sangat cantik sayang". Gumamnya sambil tersenyum memandang wajah Maira yang sedang tidur pulas. "Maafkan aku sudah melakukan hal ini tapi hanya dengan cara ini kamu mau ikut denganku tanpa kita harus berdebat terlebih dulu". Kemudian Rian ikut tidur karena perjalanan yang akan mereka tempuh akan lumayan lama.


Setelah lebih dari tiga belas jam berada di dalam privat jet akhirnya mereka tiba juga di Indonesia namun bukannya Maira yang masih belum terbangun melainkan Rian yang masih setia dengan alam mimpinya meskipun privat jet yang membawa mereka sudah mendarat beberapa saat yang lalu.


Sedangkan Maira sendiri sudah terbangun sejak satu jam yang lalu dan terus menggerutu di dalam hatinya karena aksi nekat yang di lakukan Rian kepadanya namun wanita itu tetap tidak tega membangunkan pria itu karena dia tahu jika Rian pasti sangat lelah karena perjalanan pulang pergi yang di tempuh dari Indonesia ke Swiss, dasarnya hati wanita memang tidak pernah tega apalagi kepada pria yang sangat kita cintai karena hati memang tidak pernah bisa berbohong meskipun mulut berkata lain.


"Dasar pemaksa, padahal aku masih ingin di Swiss karena studiku belum selesai". Gumam Maira yang meskipun kesal namun harus pasrah toh mereka telah tiba di indonesia.


Malas berdebat, Maira hanya mengikuti semua yang di inginkan oleh Rian tanpa membantah apapun namun ketika sesampainya di jakarta dan mobil yang mereka tumpangi menuju arah yang berlawanan dengan mansion mereka Maira mulai bertanya-tanya sebenarnya kemana pria itu akan membawanya dan apa yang sedang dia rencanakan.


"Kita mau kemana?". Tanya Maira penasaran.


"Duduk manis saja sayang nanti kamu akan tahu sendiri jawabannya". Jawab Maira kemudian mengecup mesra punggung tangan Maira.


"Tapi setidaknya katakan dulu kita akan kemana dan mau apa?, putar balik aku mau pulang ke mansion dan bertemu dengan papa". Titah Maira.


"Kamu milikku sekarang dan aku akan membawamu kemanapun aku pergi". Jawab Rian datar.


"Jadi kamu berniat menculik ku ya?, kamu lupa siapa papaku". Ancam Maira spontan.


"Jangan mendramatisir keadaan sayang, lagipula dia juga papaku dan kita akan segera bertemu dengannya jadi kamu tenang saja dan cukup duduk manis seperti tadi heemm". Maira memutar bola matanya ketika mendengar ucapan Rian karena walau bagaimanapun dia tidak akan menang jika berdebat dengan pria itu.


Mobil yang membawa mereka akhirnya tiba di sebuah hotel mewah, Maira masih tidak tahu apa tujuan Rian namun dia tidak lagi mempermasalahkan. Sesampainya di dalam hotel mereka langsung di sambut oleh tuan Dhika sehingga Maira semakin tenang karena Rian tidak membohonginya.

__ADS_1


"Selamat datang sayang, bagaimana kabarmu?". Ujar tuan Dhika langsung memeluk putrinya itu.


"Baik pa-". Jawab Maira namun Rian langsung memotong pembicaraan mereka.


"Tidakkah papa lihat jika yang tidak baik itu adalah aku saat ini". Celetuk pria Rian.


Tuan Dhika langsung tertawa terbahak-bahak sedangkan Maira bingung melihat kedua pria yang berada di hadapannya apalagi wajah Rian yang terlihat sangat kesal kepada tuan Dhika.


"Harusnya kamu berterimakasih kepadaku". Ujar tuan Dhika kemudian.


"Ya, ya, tapi aku hampir saja membunuh seseorang orang karena ulah papa". Jawab Rian ketus.


"Ada apa ini?". Tanya Maira penasaran karena wanita itu tidak tahu jika karena rencana dari sang papa, Rian menghajar Dewantara habis-habisan kemarin.


"Tidak ada sayang, jangan pikirkan hal yang tidak penting karena kita akan menikmati waktu kita bersama di sini". Jawab tuan Dhika sambil merangkul Maira menuju restoran hotel.


"Kamu akan tahu jawabannya nanti, nikmati saja waktu mu selama di sini".


Mendengar jawaban tuan Dhika sama dengan jawaban Rian, maka wanita itu tidak lagi menanyakan apapun melainkan dia hanya menikmati waktunya bersama sang papa. Selesai menikmati makan malam siang mereka di hampiri oleh dua wanita cantik yang memakai seragam yang sama dan tersenyum ramah kepada mereka.


"Selamat siang tuan, nona, apa anda sudah siap nona?". Tanya salah satu dari mereka kepada Maira.


"Si-siap apa?". Maira balik bertanya.


"Kita akan mulai perawatan anda mulai dari sekarang nona". Jawab mereka.


"Ikutlah dengan mereka sayang, sudah papa katakan nikmati waktumu selama di sini anggap saja kita sedang liburan dan memanjakan diri selama di sini". Tuan Dhika turut menjawab pertanyaan Maira sedangkan Rian masih sibuk dengan makanannya dan tidak mempedulikan apapun.


Maira tidak membantah lagi mendengar penjelasan tuan Dhika, dia mengikuti langkah kedua wanita cantik itu yang ternyata membawanya ke salah satu kamar yang ada di hotel tersebut, kamar yang begitu mewah dengan fasilitas lengkap tentunya.

__ADS_1


Para wanita itu mulai melakukan perawatan di tubuh Maira mulai dari ujung rambut sampai ujung kepada, dalam hatinya Maira berterimakasih kepada sang papa yang mengirimkan kedua wanita yang sedang memanjakan tubuhnya itu karena tuan Dhika seolah mengetahui apa yang di butuhkan oleh tubuhnya yang akhir-akhir ini memang sudah sangat lelah.


"Papa memang paling mengerti apa yang aku butuhkan". Gumamnya ketika kedua wanita cantik itu memakaikan lulur di seluruh tubuhnya.


"Anda memang sangat beruntung nona". Ujar salah satu dari mereka.


"Iya, papa memang tahu jika sekarang tubuhku sangat membutuhkan tangan-tangan lihai kalian". Jawab maira antusias.


"Calon suami anda juga sangat pengertian karena beliau lah yang memesan jasa kami untuk datang kemari".


"Benarkah?, tapi aneh sekali dia sangat perhatian, pasti dia menginginkan sesuatu dariku". Ujar Maira ketus. Mendengar jawaban Maira kedua wanita cantik itu tertawa kompak sehingga membuat Maira heran.


"Kenapa kalian tertawa?".


"Tentu saja tuan muda menginginkan sesuatu dari anda apalagi setelah pernikahan nanti". Jawab mereka.


"Kalian ini bicara seolah-olah aku akan menikah besok saja".


"Tentu saja besok, anda begitu polos bahkan bercanda saja seperti benar-benar tidak mengetahui apapun".


"A-aku bercanda?, maksudnya?".


"Iya, anda pura-pura tidak tahu jika besok adalah hari pernikahan anda padahal kami di sini untuk memastikan jika anda terlihat cantik di hari pernikahan anda besok bahkan gaun pengantin anda sudah siap itu". Tunjuk wanita cantik itu ke sudut ruangan.


Maira membulatkan matanya dengan sempurna melihat sebuah gaun pengantin yang sangat mewah terpajang sempurna di sudut kamar tersebut dan anehnya dia sama sekali tidak memperhatikan hal tersebut dari tadi. Maira bangkit dari tempatnya dan mendekati gaun pengantin bak gaun seorang tuan putri itu untuk memastikan jika dia sedang tidak bermimpi.


"Jadi aku akan menikah besok?". Tanya Maira kepada dirinya sendiri.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2