
Malam harinya seperti yang sudah dijanjikan oleh Ayuna wanita itu benar-benar datang ke mansion Rian dengan penampilan yang sangat cantik, karena dia tahu jika Rian sudah menyiapkan pesta ulang tahun yang sangat mewah untuknya.
"Sayang". Seru Ayuna dan langsung memeluk Rian tanpa aba-aba. Ingin sekali Rian mendorong tubun menjijikan itu namun dia tetap menahan diri untuk memberikan kejutan kepada Ayuna.
"Bagaimana penampilanku apa aku cantik malam ini?". Tanya Ayuna manja sambil berputar memperlihatkan penampilannya.
"Penampilan yang sangat menipu". Jawab Rian datar.
"Menipu?". Ayuna bingung dengan jawaban Rian.
"Ya menipu banyak orang karena mereka menganggap kamu adalah manusia biasa padahal kamu adalah seorang bidadari". Ujar Rian dengan sedikit menggoda agar Ayuna tidak curiga.
Mendengar jawab Rian Ayuna kembali memeluk pria itu dengan erat. "Aku mencintaimu sayang". Ujar wanita itu.
"Cinta?, bagaimana mungkin kau menggadaikan kata cinta hanya untuk menipuku Ayuna". Batin Rian.
"Kamu sudah siap ayo kita pergi sekarang". Ajak Rian dan mereka langsung menuju tempat dimana telah siap dengan sebuah kejutan ulang tahun untuk Ayuna.
Sepanjang perjalanan Ayuna menceritakan banyak hal dengan manjanya seperti biasa wanita itu lakukan tanpa curiga sedikitpun jika Rian sebenarnya sudah mengetahui pengkhianatan yang dia lakukan bersama Dewa, padahal Rian sama sekali tidak merespon apapun yang wanita itu katakan.
Ricko yang membawa mobil juga sangat kesal melihat tingkah tidak tahu malu yang Ayuna tunjukkan itu tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Pria itu bahkan mengutuk sikap wanita yang sangat pandai bersandiwara itu dengan umpatan-umpatan kesal di dalam hatinya.
Sampailah mereka di pinggir pantai dimana dari kejauhan sebuah kapal mendekati mereka dan akan membawa mereka ke dalam kapal pesiar milik Rian, Ayuna sangat bahagia karena dia bisa menebak jika kekasihnya sudah menyiapkan sebuah pesta ulang tahun yang sangat romantis di atas kapal pesiar.
"Sekarang tutup dulu matamu". Ujar Rian datar dan Ayuna hanya menurut saja.
__ADS_1
Setelah semuanya gelap Ayuna hanya mengikuti kemana Rian membawanya tanpa tahu jika di atas kapal pesiar tersebut juga sudah ada Dewa yang kaki dan tangannya sudah terikat dengan mulutnya yang juga di tutup rapat sehingga betapapun usaha pria itu untuk memberontak, tetap saja dia tidak dapat melakukan apapun.
Ayuna merasa ada yang aneh karena seharusnya dia mendengarkan suara permainan biola atau musik romantis di atas kapal pesiar tersebut namun yang dia dengar hanyalah suara tiupan angin dan suara aneh seperti suara seseorang yang berteriak dalam keadaan mulutnya tertutup.
"Sayang apa kita sudah sampai?". Tanya Ayuna penasaran.
"Buka matanya". Titah Rian kepada Ricko.
Setelah penutup mata Ayuna terbuka dia langsung melihat sekelilingnya dan dia merasa ada yang aneh dimana suasana di atas kapal pesiar itu tampak biasa saja tanpa ada yang istimewa. "Sayang mana kejutan untukku?". Tanya Ayuna.
"Itu". Jawab Rian sambil menunjuk ke arah belakang Ayuna dan berapa terkejutnya Ayuna saat melihat Dewantara dalam keadaan terikat.
"Ini tidak lucu sayang, kenapa ada pria itu disini". Ujarnya Ayuna sedatar mungkin agar Rian tidak mencurigai dirinya.
Rian mendekati Ayuna dan kemudian mendorong kuat tubuh Ayuna agar wanita itu jatuh tepat di samping Dewa kemudian Rian membuka penutup mulut Dewa sehingga pria itu mengumpat kesal.
Rian mundur beberapa langkah dan seketika itu juga tubuh Ayuna dan juga Dewa terangkat keatas karena ternyata mereka berdiri tepat di atas perangkap jaringan yang sudah di siapkan oleh Ricko.
"Rian, apa yang kamu lakukan?". Teriak Ayuna ketika tubuhnya semakin tinggi.
"Aku ingin memandikan sepasang manusia menjijikkan seperti kalian di lautan luas ini karena aku tidak yakin kau punya waktu yang cukup untuk membersihkan tubuh kotor mu itu setelah seharian kalian bercinta". Jawab Rian acuh.
"Sayang, kamu pasti salah paham". Bujuk Ayuna dengan manja karena dia takut jika sampai Rian membunuhnya, dia sangat kenal dengan Rian yang sangat arogan dan berdarah dingin itu, pria itu tidak akan segan membunuh siapapun yang dia benci.
"Aku juga punya pertunjukan seru untuk kalian". Ujar Rian lagi kemudian adegan ranjang Ayuna dan Dewa di putar di layar besar di hadapan mereka.
__ADS_1
Ayuna seketika pucat ketika menyadari jika ternyata Rian sudah mengetahui perselingkuhannya dengan Dewa. Sedangkan Dewantara justru tertawa puas.
"Apa kau menikmati tontonan itu tuan Rian, wanitamu mendesah mesra di bawah kungkungan ku, aku yakin jika kau saja belum pernah mencicipi bagaimana nikmatnya tubuh wanita yang kau cintai ini". Teriak Dewa dan Ayuna langsung menatap kearahnya dengan tatapan tajam.
"Sayang, aku minta maaf, aku-".
"Turunkan mereka". Titah Rian.
Tubuh Ayuna dan Dewa jatuh ke dalam lautan yang airnya sangat dingin di malam hari itu. Setelah beberapa saat barulah tubuh mereka di angkat lagi dalam keadaan basah kuyup dan napas yang terengah-engah.
"Rian aku mohon-". Lagi-lagi ucapan Ayuna terpotong karena Rian kembali memberikan kode kepada orang suruhannya untuk kembali menenggelamkan tubuh mereka.
Beberapa kali hal serupa di lakukan oleh orang suruhan Rian sampai mereka pingsan dan Rian menyudahi itu semua. Pria itu sangat terpukul menerima kenyataan yang ada meskipun dia menunjukkan wajah arogannya di hadapan semua orang, wanita yang sangat dia cintai dan di lindungi selama ini tega mengkhianati dirinya dengan keji.
Padahal Rian sudah merencanakan pernikahan yang indah bersama Ayuna. Rian juga selalu memanjakan kekasihnya itu dengan segala kemewahan dan menuruti segala keinginan dan permintaan Ayuna namun balasan yang Ayuna berikan kepadanya sangatlah tidak dapat di maafkan sama sekali.
"Ko, lempar mereka di pinggir jalan dan pastikan jika mereka tidak akan pernah menampakkan wajah mereka lagi di hadapanku". Ujar Rian kemudian meninggalkan kapal pesiarnya begitu saja.
Setelah kejadian itu baik Ayuna dan juga Dewa tidak pernah lagi menampakkan wajah mereka di hadapan Rian karena Ricko menutup semua akses untuk mereka kembali mendekati Rian hingga akhirnya Maira datang dengan statusnya sebagai istri Dewantara dan hal tersebut cukup membuat Rian dan juga Ricko terkejut dan tidak percaya dengan kenyataan yang ada.
Dan sejak kejadian itu pula Rian Mahendra yang dulu adalah seorang pencinta wanita kini berubah menjadi pembenci wanita, dia sangat menutup diri kepada wanita manapun karena dia tidak ingin lagi ada seorang wanita pun yang kembali membuatnya jatuh cinta.
Cinta hanyalah sebuah kiasan belaka bagi Rian karena dia menganggap jika semua wanita munafik dan hanya menginginkannya karena memandang harta dan kekuasaannya saja. Begitu juga pandangan Rian terhadap Maira saat ini, dia mengira jika Maira mau menjadi istri Dewa dan bertahan dalam pernikahan itu meskipun dia telah di khianati hanya karena uang dan kekuasaan yang di milik oleh Dewa.
Rian juga sangat penasaran dengan Maira apakah wanita itu datang ke perusahaannya karena di utus oleh suaminya untuk memata-matai dirinya karena memang selama ini baik Dewa maupun Ayuna sama sekali tidak dapat menjangkaunya meskipun mereka berusaha keras untuk itu terutama Ayuna yang terus berusaha meminta maaf kepada Rian, atau memang Maira tidak tahu menahu perihal Dewa yang berkhianat dengan Ayuna.
__ADS_1
Flashback off..