
...Jangan pernah menyesal...
...Telah bertemu dengannya didunia ini...
...Dia mencari orang yang hampir sempurna...
...Bukan dirimu yang serba kekurangan...
...Ingatlah orang yang serba kekurangan itu...
...Tidaklah memiliki cinta setulus cintamu...
...Caramu mencintainya dengan sabar...
...Mengikhlaskannya untuk hidup bahagia dengan yang lain...
...Itulah bentuk cinta yang luar biasa...
...Karna cinta tak selamanya tergenggam....
...LH...
...**...**...**...**...**...**...**...**...**...**...**...**...
Sehari setelah pernikahan Andini dan Chandra. Michell terlihat sangat murung, dia hanya berdiam diri dikamar, wajahnya terlihat lesu kantung matanya terlihat menghitam dan bibirnya mengering. Tidak mau makan, minum apalagi berbicara, hanya diam diam dan diam.
Diapun tidak masuk kerja, dia sengaja mengambil cuti selama seminggu agar tidak bertemu dengan orang lain. Dan kebetulan bulan ini banyak sekali orang yang mengadakan pernikahan dan hal itu pasti akan membuatnya mengingat akan pernikahan Andini dan Chandra. Dia sudah seperti manusia yang tidak mempunyai harapan untuk hidup. Begitu kiranya gambaran Michell saat ini.
Prangg prang prang...
__ADS_1
Terlintas dipikirannya tentang pernikahan Andini, dia tidak mau menerima kenyataan itu. Dia tidak bisa merelakan orang yang selama ini dia cintai akan hidup bersama orang lain, bukan orang lain namun temannya sendiri.
Saat ini dia sedang merasakan gundah gelisah marah kecewa dan satu satunya yang bisa membuatnya sedikit lebih tenang adalah dengan memecahkan, menghancurkan, melempar, dan membanting barang-barang yang ada di dekat.
Ibunya yang mendengar bunyi pecahanpun langsung berlari kearah kamar Michell, dia khawatir terjadi sesuatu yang buruk kepadanya.
"Michell " ucap mamanya yang sedikit berteriak. Namun Michell hanya melirik kearah pintunya.
"Buka pintunya Nak " ucap mamanya lagi kemudian pintu kamar terbuka.
"Nak sudahlah Nak, kamu ikhlaskan saja dia, namanya itu tidak berjodoh Nak" ucap mamahnya sambil memeluk anak sulungnya itu.
"Ma apa aku gak pantes buat dicintai ? Kurang aku apa ma ?" Jangan berpikir bahwa laki-laki itu tidak lemah inilah bukti bahwa seorang laki laki pun mempunyai perasaan.
"Kamu tidak kekurangan satupun Nak, kamu sempur..."
"Tapi kenapa Ma orang yang aku cintai sedari dulu, kenapa dia menikah dengan orang lain Mah kenapa ?" potong Michell.
"Enggak ma dia yang baik bahkan dia yang terbaik buat Michell ma, aku aku maunya cuma dia mah, aku gak mau yang lain. Aku gak rela dia sama orang lain" bentak Michell, sebenarnya dia tidak berniat hanya saja emosinya yang terlalu kuat.
Plakk
Mama menampar Michell tepat di pipi kirinya
"Sadar Chell kamu itu laki-laki, kamu seorang dokter, masih banyak wanita lain yang bisa nerima kamu. Bahkan kamu tidak perlu mencari ataupun mengemis cinta, orang itu akan datang di waktu yang tepat."
"Aaaarrrgghhh.... Pergi ma pergi " Michell menggiring mamanya keluar dari kamarnya. Begitulah jika Michell sedang frustasi, apapun akan menjadi bahan amukannya.
"Michell Michell." Mama mengedor pintu dan berteriak memanggil anaknya itu, ya dia sudah berada diluar kamar.
__ADS_1
"Aaaarrrrrghhhhh Andini kamu gak boleh jadi istrinya Chandra kamu itu milikku hanya milikku, kamu gak boleh sama Chandraa. Kamu hanya bisa sama aku, aku yang cinta sama kamu, Chandra gak pernah cinta sama kamu Andiniiii...." teriaknya didalam kamar.
Kemudian dia terdiam sejenak, sedang kepalanya terus berpikiran tentang Andini.
"Aku hancur And, aku yang cinta sama kamu And, aku yang selalu nunggu kamu And, kenapa kamu jahat, kenapa kamu nikah sama dia, apa kurang rasa cinta ku sama kamu, apapun yang kamu mau And aku akan berikan. Bahkan nyawa pun akan aku taruhkan" ucapnya lemah kemudian dia menuruskan tangisannya yang menjadi jadi itu, karna lelah menangis dia pun terlelap tidur.
Siapa yang tidak bersedih, marah, kecewa, jika orang yang dia cintai sedari dulu tidak bisa bersama dengannya.
Dari dulu dia memimpikan bisa hidup bersama dengan Andini, melihat Andini yang begitu cerdas pikirannya pun terbuka. Dia berubah dari seorang yang suka bolos, tidur di kelas kini menjadi seorang dokter itu semua dia lakukan agar bisa bersanding sejajar dengan Andini. Agar Andini bisa melihatnya bahwa hanya Michell lah orang yang pantas mendapatkan cintanya itu. Bukan seorang Chandra yang bahkan tak pernah sedikit pun meliriknya.
Michell berjuang untuk bisa sampai tahap ini bahkan diapun merelakan kehidupan remajanya dengan giat belajar tak pernah sekalipun ia berpacaran seperti teman temannya, dia begitu menjaga hatinya hanya untuk Andini seorang.
Menurutnya Andinilah yang merubahnya untuk menjadi lebih baik lagi. Baginya Andini bak peri yang datang dengan beribu kebaikan untuk hidupnya.
Melupakan, tak pernah sedetikpun kata itu hinggap dalam dirinya. Meski dia dalam tiga tahun ini dia tidak bertemu dengan Andini bukan berarti dia bisa melupakannya begitu saja. Dia teramat sangat mencintai Andini.
Sebenarnya Michell tidak pernah pindah ke Surabaya, dia selalu ada disekitar Andini, namun Andini tak pernah melihatnya. Dia sangat sering mengikuti Andini ke toko buku tempat biasa dia membeli buku, dia mengetahui jadwal Andini ketoko itu, kadang dia juga mengikuti Andini pergi makan dan dia pun tahu minuman yang selalu Andini pesan, jus alpukat. Terkadang jika Andini sedang kesulitan, dialah orang yang diam diam membantu Andini. Dia berbohong pada Andini jika dia pindah ke Surabaya. Karna menurutnya jika Andini tahu bahwa dia ada disekitarnya dia takut apa saja yang dia lakukan akan ditolaknya.
Semakin dia sering memperhatikan Andini yang begitu menyukai belajar dia pun termotivasi untuk meraih cita-citanya menjadi seorang dokter, dia pun belajar dengan giat sampai mendapatkan beasiswa dari Universitas yang terkenal di Sydney. Selama dia kuliah disana, dia selalu meminta adiknya Ayuni untuk memberinya kabar tentang keadaan Andini.
Namun tidak disangka baginya sekarang Andini adalah bom yang bisa menghancurkannya. Baginya Andini tidak pernah melihatnya, bahkan tidak sedikitpun menghargai perasaanya.
Dia tidak pernah tahu bahwa Andini pun bimbang. Sebenarnya Andini tahu bahwa Michell mencintainya, tapi Andini tidak menggubris perasaannya karna Bella juga sangat mencintainya. Dan memang Andini tidak menyukainya dan dia takut melukai perasaan Michell jadi sebisa mungkin dia menghindarinya dan pura-pura tidak pernah tahu akan perasaan Michell pada dirinya.
Itulah cinta, sebenarnya bukan kehadirannya yang salah, mencintai dan di cintai adalah hal yang lumrah hanya saja pikiran manusia tersebut yang salah.
Tidak semua yang diinginkan bisa didapatkan, apapun itu termasuk perasaan. Hanya dengan mengingat bahwa jodoh itu sudah di tuliskan di dalam lauhul mahfudz dan memasrahkan segalanya hanya kepada-NYA.
Begitu menyakitkan memang. Tapi disisi lain akan lebih menyakitkan orang yang setulus dirinya mendapatkan seseorang yang bahkan tidak menginginkannya, itu akan membuatnya tersiksa dengan perasaan yang semu.
__ADS_1
Mengikhlaskannya adalah cara terbaik akan tetapi hati siapa yang akan merelakannya begitu saja. Setelah apa yang dia lakukan dari dulu hingga saat ini..
bersambung