
...Bagi Tuan Crab...
...Hanya tulisan Rp-lah yang paling berharga...
...Selain itu tidak....
...-Budi ABCD-...
Setelah Rendi mematikan telponnya. Nampak Kedua pria yang berada disana tersenyum penuh kemenangan.
"Bagus, Anda melakukannya dengan sangat bagus Pak. Terus saja buat dia pusing dan benar-benar melakukan apa pun yang kita inginkan," ucap si pria yang ada dihadapan Budi saat ini.
"Baik Pak Rio. Tapi jangan lupa untuk terus memberikan saya uang untuk hal ini, karena jika kalau ada pulus kerjaan pasti mulus."
"Tenang, sesuai dengan kesepakatan kita." Keduanya tersenyum licik. Dalam pikiran Rio yang penting rencananya berhasil. Sedangkan Budi, dia hanya mengerti akan arti uang.
Ya dia adalah Dokter Rio. Seorang yang sudah menyuruh Budi untuk melakukan bisnis kotor, menghancurkan perusahaan sekaligus hubungan antara Chandra dan juga Andini.
Saat pertama bertemu dengan Andini dia sudah merasa jatuh cinta pada pandangan pertamanya. Saat kedua kalinya bertemu rasa ingin memilikinya begitu besar apalagi saat dia tahu bahwa suaminya sendiri sering membuat hatinya terluka.
Namun saat ketiga kalinya bertemu, disaat Andini sedang koma, Rio bertekad untuk membuat Chandra menyesal. Karena hatinya begitu yakin, bahwa yang pantas disalahkan atas kondisi Andini saat itu adalah Chandra, terlebih dia mendengar dari suster bahwa kepala Andini terbentur benda tumpul. Makin-makin membuat hatinya meradang.
Saat itu pula dia mencari tahu apa saja yang berkaitan dengan Chandra, dan dia menemukan fakta bahwa Rendi adalah keponakan dari orang yang menabrak ayahnya.
Keadaanya bertambah parah saat Chandra memarahinya ketika Andini pingsan. Dirumah sakit itu saat Chandra berbicara empat mata dengan seorang dokter. Dia memulai aksinya, dia menelpon sorang pengacara yang digadang-gadang bisa membebaskan Lelaki tua yang tak lain adalah paman Rendi.
Dia ingin menghancurkan Chandra, dia juga ingin Andini menjadi miliknya. Dia sudah tidak bisa menahan rasa ingin memilikinya itu dan apa pun akan dia lakukan untuk keberhasilan rencananya.
Sungguh sebuah cara mendapatkan cinta yang sangat kotor, yaitu dengan menghalalkan segala cara. Tak pernah terpikir dan tak pernah terlintas dipikiran siapapun, seorang Rio yang terlihat ramah namun sebenarnya sangat mematikan.
Dan sekali lagi pikiran picik seorang manusia dan ambisinya membuat semua orang menjadi gelap mata dan membabi buta.
****
Hari-hari sudah berganti, saat Chandra mendengar salah satu investasinya ditarik, Chandra tidak terlalu mempermasalahkannya karna memang investasi itu bernilai kecil. Dia hanya perlu membuat orang lain kembali percaya terhadapnya dan menjadikan kejadian itu sebagai pengalaman agar kedepannya dia menjadi lebih baik lagi.
Tak ada keraguan juga dalam diri Chandra kepada Rendi, karena dia merasa yang patut disalahkan adalah dirinya sendiri, yang tidak becus mengurusi masalah sekecil itu. Itulah hebatnya Rendi yang bisa memanipulasi data tanpa diketahui orang lain.
Sedangkan Rendi sendiri, dia masih belum tahu siapa yang sedang mempermainkan dirinya. Yang selalu mengancamnya setiap menit, yang selalu memintanya untuk segera membuat Chandra dan Andini bercerai.
__ADS_1
Bebannya nampak terlihat dalam raut wajahnya yang mulai kusut itu. Tak jarang dia juga sering melamun. Sampai pada saat meeting-pun, berkas yang diamanatkan kepadanya tertinggal dikantor, alhasil Chandra sedikit menahan malu didepan para klien.
Tetapi Chandra tidak pernah memarahinya, bahkan dia sering bertanya, "Ada apa denganmu ? Apa demammu yang lusa lalu belum selesai ?" Begitulah perhatian yang Chandra berikan. Meski hanya begitu namun mampu membuat Rendi terus menerus merasa bersalah.
Siang ini, Chandra menghampiri meja kerja Rendi.
"Ren, apa kau tau tentang keberadaan Laura ?" tanya Chandra yang tiba-tiba saja dia teringat akan Laura si sang pembuat Andini amnesia.
"Aku, aa aa aku tidak tahu.." ucapnya terbata dan membuat Chandra sedikit merasa aneh dengan perubahan sikapnya.
"Ohh, aku kira kamu sudah tahu dimana keberadaannya ?" lirihnya, "Sungguh aku ingin bertemu dengannya dan bertanya kenapa dia harus melakukan hal itu kepada Andini. Maksudnya, mengapa dia bisa sampai mendorongnya ? Apa salah Andini kepadanya ?" Itulah yang selama ini menjadi beban pikirannya.
"Mungkin Laura menyukaimu ?" kilahnya. Sebisa mungkin dia berusaha agar dirinya tak dicurigai.
"Tidak, aku rasa tidak. Diantara kami hanya ada kesepakatan, tidak ada cinta. Aku tahu itu ?" yakin Chandra.
"Kesepakatan ?" Pernyataan Chandra membuatnya ingin mengulik lebih dalam.
"Ya.. Aku ingin membuat Andini cemburu bukan celaka ? Dan setelah berhasil maka aku akan memberikannya hadiah, tapi dia malah mencelakai istriku. Kau tahu Andini sangat tersiksa karena amnesianya."
"Kamu jahat sekali Chand, tidak ku sangka ?"
"Yah itu adalah kebodohanku dulu, sebelum aku mengetahui kebenarannya. Aku kira dia menggunakan segala cara untuk mendapatkanku. Aku sempat berpikir, beberapa bulan yang lalu, perusahaan kita hampir bangkrut. Aku kira karnanya, lalu dia berpura-pura memberikan kita bantuan dengan syarat menikahinya. Ternyata dia tidak melakukan itu, dia benar-benar membantu kita" paparnya.
"Kamu sempat berpikir seperti itu ?"
"Ya.." Chandra menggangguk dengan cepat.
"Astaga Rendi, jadi penyebab penderitaan Andini juga, tidak lain adalah karena mu ?" batin Rendi.
"Tapi itu adalah dulu. Sekarang aku sangat mencintainya, dan aku sedang berusaha untuk membuatnya ingat kembali."
"Semoga dia segera sembuh.."
"Terimakasih.." ucap Chandra tulus.
"Maafkan aku Chandra ternyata keluargaku beserta diriku sendiri adalah Rahwana bagi keluarga kalian. Maafkan aku Chandra.." Rendi menatapnya sendu, dirinya merasa bersalah dan menyesal dengan segala tindakannya. Namun, apa lacur dirinya selalu berada di keadaan yang harus membuatnya berbuat jahat.
"Ren, aku minta tolong padamu bantulah aku mencari Laura.."
__ADS_1
Rendi mengangguk-angguk, "Ya.." lirihnya.
"Maaf aku tidak bisa membantumu Chandra, maafkan aku karena Laura adalah saudaraku" batinnya gusar.
Chandra kembali keruangannya setelah dia meminta bantuan pada Rendi. Namun tiba-tiba saja ponselnya berdering,
"Doni ?" Chandra menyernyitkan alisnya, heran.
"Hallo !! Ada apa Don ?"
"Chand, aku berhasil menemukan keberadaan Laura ?"
"Sungguh benarkah ??" tanyanya dengan nada yang sumringah.
"Iya, dia berada di Surabaya. Aku dan anak buahku sedang melacak titik keberadaannya sekarang ?"
"Baiklah, lakukanlah dengan sebaik mungkin. Aku akan memberikanmu hadiah, jika kali ini kamu bisa menangkapnya."
"Hahaha.. Chandra Chandra, tidak perlu tapi jika memaksa aku sih akan menerimanya," ucapnya disertai dengan gelak tawa.
"Tapi tolong rahasiakan dulu informasi ini, aku tidak ingin seperti kemarin ada seseorang yang menolongnya" ujarnya lagi.
"Baik. Aku akan merahasiakannya, " ucap Chandra. Dia begitu bahagia karena sebentar lagi Laura bisa ditemukan.
Bersambung..
Nah udah tau kan siapa yang nyuruh Budi ?
Hehe.. Yang nge-fans sama Rio maaf😂
Maaf juga.. Aku telat up, soalnya disini para sinyalku gak ada. Huhu miris hidup dipedaleman😂😂
Tenang aja aku feedback kok entah malem atau besok oke..
Ouh ya aku nulis cerpen loh mangga dibaca judulnya Mimpi dan Kenyataan.
Jan lupa like, share, love and vote.
Yuk dadah babayyy😆
__ADS_1