Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Maafkan Aku Andini


__ADS_3

Bagi semua wanita hati siapa yang tidak sakit melihat suaminya menjadi pacar sahabatnya sendiri. Harapannya untuk bertemu Bella dan memintanya untuk menjelaskan kisah masa lalunya namun semua hanyalah menjadi angan anganya, dia di kejutkan dengan hubungan terlarang antara Chandra dan Bella.


Dalam perjalanan pulangnya dia terus menangis meluapkan semua amarah dan rasa kecewanya kepada Chandra, sebagai seorang suami seharusnya bisa menjaga perasaan seorang isteri. Tapi Chandra kini sudah benar benar menyakiti batin dan fisiknya Andini.


Saat tiba dirumahnya dia yang biasanya mengucapkan salam, seakan lupa dengan hal itu. Bahkan saat Bik Ijah menyapanya pun tidak dihiraukannya lagi dan dia langsung masuk kedalam kamarnya dan menguncinya, bukan kasur empuk yang menjadi tujuannya melainkan kamar mandi dia mengunci pintunya lagi dan menyalakan shower membiarkan air membasahi tubuhnya, bahkan dia memilih air yang lebih dingin agar hawanya masuk kedalam tulangnya supaya meresap kedalam hati jantung dan otaknya agar tak lagi merasakan panas, sakit yang dia tahan sedari tadi. Agar pikirannya lebih tenang, dan bisa melupakan tentang pertemuannya itu.


"Chandra. Inikah alasannya mengapa kamu tidak bisa mencintaiku. Inikah alasannya aku tidak pernah diberikan sedikit ruang dihatimu. Inikah alasannya kamu ingin kita bercerai. Aku tidak ingin bercerai namun hatiku sakit menerima semua kenyataan ini " ucapnya dengan lirih dia menghela nafas dengan berat dan matanya menitikan sebuah air bening yang terlihat sama dengan air yang mengguyurnya.


"Chandra apa aku ini bodoh atau aku salah mencintaimu dengan sepenuh hatiku, dan berharap waktu bisa merubah mu. Apa aku ini terlalu naif katakan Chandra " teriaknya kemudian dia diam dalam fikirannya terus terngiang ngiang kejadian tadi.


"haahahaha" Dia tertawa tapi matanya menangis.


"Hahaha, aku sudah gila. Mana mungkin itu dia, tidak Andini, orang yang kamu cintai suamimu dia sedang bekerja itu bukan dia. Aku tahu dia orang yang sangat setia tidak mungkin dia iya kan.." Kemudian dia terdiam lagi.


"Tidak itu pasti hanya kebetulan saja Chandra itu tidak akan seperti itu, ku kenal Chandra aku tahu dia, aku hafal perilakunya dia tidak akan seperti itu, mungkin itu adalah orang yang mirip dengannya iya Andini itu orang lain.." lirihnya dan dia mengusap air matanya. Tak lama kemudian.


"Tapi tapi kenapa hatiku sakit huhuhu. kenapa kenapa aku harus menerima semua ini, kenapa ujian ku banyak sekali, kenapa Chandra huhuhuhu."


" Kamu jahat, kamu brengsek heu heu heu๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ "


" Aku benci kamu karena aku mencintaimu aku cinta kamu tapi kenapa kau lakukan ini.. .." bentaknya air matanya pun menetes lebih deras lagi.


"Chandra kenapa ....."


Lama sekali dia menggumam nama Chandra sampai tak terasa air dingin itu membuatnya mengigil dan menjadi demam. Kini dia berada dalam setengah kesadarannya.


Chandra sudah tiba dirumahnya dia keluar dari mobil dengan wajah yang memar dan tubuhnya tergontai lemah seperti tidak ada tulang dalam tubuhnya, selain karena pukulan tadi juga karena masalahnya dengan Andini.


Saat dia masuk ke dalam rumahnya itu Bi Ijah langsung menghampirinya. Dia khawatir dengan keadaan Andini yang datang dengan mata yang sembab.


"Den... Tolong den tolong Non Andini, dia dikamarnya dia mengunci diri Den." Namun Chandra tidak menggubrisnya karna masih setia dengan lamunannya


"Kenapa dua orang ini ?" gumam Bi Ijah.

__ADS_1


"Den " teriak Bi Ijah dan sontak membuat Chandra sadar.


"Ada apa Bik ?" tanyanya.


"Den itu Non Andini dia ngurung diri den bibi gak bisa buka pintunya" ungkap Bik Ijah.


Setelah mendengar itu Chandra langsung berlari menuju kamar Andini, dalam pikirannya dia takut sekali jika Andini berbuat nekad sampai bunuh diri.


"And..."


Klik klik klik dia memegang dan menggerakan hadle pintu itu. Aka tetapi pintunya di kunci, dor dor dor Chandra mengedor pintu kamar Andini


"Andd.. Buka pintunya, Andini Andini dengarkan aku buka pintunya. " Dor dor dor dia menggedornya lagi dan lagi.


Kelima kalinya masih belum mendapatkan jawaban dari Andini. Dan tanpa pikir panjang lagi dia langsung mendobrak pintu itu.


Bagggh bagghh pintu itu ditendang olehnya sekuat tenaga tapi masih tidak terbuka. Kali ini dia menggunakan badannya dan berhasil terbuka.


"And.. Andini." Orang yang dipanggilnya tidak dia temukan juga.


Kali ini dia langsung mendobrak pintu itu dengan satu tendangan dari kakinya. Saat pintunya terbuka dia melihat isterinya terkulai lemah dibawah siraman air. Chandra menghampirinya,


"Andini..." Dia merangkul Andini, namun Andini sudah lemah hilang kesadaran.


"And sadar And ini aku suamimu Chandra" ucapnya lagi dia mencoba menepuk nepuk pipinya. Namun benar benar tidak ada reaksi. Bibirnya sudah pucat badannya sudah mulai demam.


Tanpa diperintah lagi dia langsung membawa Andini ke kasurnya dan tanpa ada rasa malu lagi dia langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang kering, karena pada saat itu Bik Ijah sedang sibuk membuatkan susu jahe untuk Andini.


Saat setelah selesai mengganti baju Chandra duduk disampingnya dan mengusap rambutnya, Andini dengan kesadaran yang tidak sepenuhnya dia memegang tangan Chandra yang lainnya seraya berkata " Jangan pergi.." lirihnya lemah.


Huhu huhu Andini menggigil kemudian dia sedikit membuka matanya dan melihat Chandra disebelahnya " Chandraa" lirihnya dengan suara sendu kemudian dia sudah tidak sadarkan diri.


"And... Andini.... " panggilnya.

__ADS_1


"Ini semua salahku bagaimana ini, Andini sudah pingsan dan ini kali kedua aku membuatnya pingsan." Untuk pertama kalinya air mata Chandra menetes


"Andini maafkan aku tolong sadarlah And..." lirihnya, air matanya terus menetes.


"Di dia dia panas dingin, Chandra apa yang sudah kamu lakukan hah. Andini bangun ini aku buka matamu Andini." Dia terus memegang kening Andini yang panas itu. Khawatir tentu saja selain itu Chandra pun merasa bersalah atas kejadian yang menimpanya ini.


Melihat Andini yang terus mengigil diapun merasa terpanggil untuk memberinya kehangatan. Dia pun membaringkan dirinya disebelah Andini untuk menemaninya, memeluknya erat memberinya kenyamanan.


"Andini peluk aku, aku akan menghilangkan rasa dingin itu. Andini berjanjilah untuk bangun dengan sehat lagi .Andini maafkan aku " ucapnya sambil mengelus pucuk kepalanya. Sesekali menepuk nepuk punggung Andini. Sampai matanya terasa berat hingga menyusul Andini yang sudah lebih dulu tidur.


"Andini kamu sudah bangun" tanya Chandra.


"Iya Chandra.. " ucapnya tersenyum manis.


"Andini maafkan aku" ucapnya sendu.


"Tidak apa Chandra aku sudah memaafkanmu" ucap Andini masih dengan senyumnya yang indah menyejukan jiwa.


"Andini wajahmu sudah tidak pucat lagi apa kamu sudah sehat ?, dan kenapa penampilanmu sudah rapih kamu mau kemana biar aku antar " ucap Chandra menawarkan.


Andini hanya tersenyum melihat Chandra


"Andini mengapa kau hanya tersenyum. Tunggu aku yah aku akan bersiap siap."


"Tidak Chandra kamu tidak usah mengantarkanku, jangan ikuti aku. Aku akan pergi sangat jauh sekali. Kamu sudah ada yang akan menjaga kamu sudah tidak memerlukan aku lagi untuk itu aku akan pergi " ucap Andini.


"Tidak And.. jangan tinggalkan aku, aku mohon aku masih sangat membutuhkanmu, untuk yang kemarin aku minta maaf aku tidak akan mengulanginya lagi ?" ucap Chandra dengan raut wajah memelasnya.


"Aku tidak bisa terus berada disini, aku tidak ingin dan lagi pula kita sudah terpisah jarak dan waktu" tangannya ter ulur seperti ingin meraih Chandra namun dia hilang begitu saja ditelan oleh Cahaya yang terang benderang membuat Chandra memejamkan matanya karna kesilauan yang menusuk. Namun saat cahaya itu hilang Andinipun sudah tidak berada dihadapannya lagi.


"Andini Andini kamu mau kemana Andini, tunggu aku ...." ucap Chandra.


"Andini ..." teriaknya.

__ADS_1


Bersambung. ..


Author : Susu jahe yang di bikin Bik Ijah nya gak jadi jadi sayang karena author lupa nyedia in jahe di rumah itu, ehh Bik Ijah maksa aja bikinin susu tapi pas di anterin ke kamarnya, mereka berdua lagi bobo nyenyak sambil pelukan, tambah diluar ujan lagi. Jadi Bik Ijah aja yang minum gituu... ๐Ÿ˜‚


__ADS_2