Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Meminta Bantuan


__ADS_3

...Hal paling sulit dalam hidup bukanlah tentang memilih, akan tetapi bagaimana kamu bisa bertahan dengan pilihan yang telah kau ambil....


..._Anonim...


...***×***...


Dua minggu sudah berlalu kedekatan Laura dan Chandra semakin menjadi. Setiap berangkat dan pulang mereka selalu pergi bersama. Chandra selalu membuat Andini berpikir seolah-olah dirinya sudah tidak ada lagi. Sungguh suami yang begitu kejam, memperlakukan isteri dengan tanpa perasaan.


Andinipun semakin berpikir tindakan apa yang mesti dia lakukan untuk menjauhkan Laura dari Chandra sedangkan untuk bicara berdua saja dengannya tidak bisa karena dilarang oleh Chandra, atau dia akan berbuat tindakan yang tidak tidak kepada Laura.


Lagi-lagi posisi tidak menguntungkan selalu ada bersamanya. Selalu saja seperti itu.


Ketika dia keluar untuk membuat kopi, tiba-tiba saja dia mendengar salah satu karyawan mereka menyebut nama Nina, Sekretaris Chandra. Diapun langsung mendapatkan ide untuk mengatasi masalahnya.


Siang ini di waktu istirahat dia meminta alamat Rumah Sakit dimana Nina dirawat, yang mana Rumah Sakit itu adalah tempat Michell bekerja.


Dia meminta Rendi untuk menemaninya pergi kesana dan tanpa ada pertanyaan lain lagi Rendipun mengiyakan keinginan Nona nya itu.


Setelah sampai disana dia langsung menanyakan kamar Nina setelah itu baru dia menemuinya.


Tok tok tok..


Rendi mengetuk pintunya dan memegang handle pintu ,ceklek... Pintupun sudah terbuka.


"Assalamualaikum" salamnya kepada orang yang berada disana.


"Waalaikum salam." jawab Ibunya Nina.


Rendi meletakan bingkisan yang sebelumnya dia beli saat menuju kerumah sakit diatas nakas di samping hospital bed-nya.


Nina heran dengan siapa yang datang menjenguknya, dia melihat Rendi yang berada disampingnya dan memberi kode agar Rendi menjelaskan siapa orang yang di bawanya itu.


Rendi pun mengerti dengan kode yang diberikan oleh Nina diapun langsung memperkenalkan Andini.


"Nina ini Nona Andini dia adalah pemilik dari perusahaan kita" ucapnya sambil menunjuk Andini.


"Nona Andini dia adalah Nina."


"Hallo Nina apa kabar ?" tanya Andini sopan.


"Alhamdulillah baik bu." jawabnya juga dengan santun.


"Syukurlah.. " ucapnya.

__ADS_1


"Mm.. Bolehkah saya berbicara berdua dengan mu ?" tanya Andini kemudian.


Rendi yang sudah tau apa yang harus dia lakukan pun langsung meminta Ibunya untuk keluar sebentar dengannya, dan Ibunya pun menuruti keinginan Rendi.


"Mmm... Mbak Nina.." ucap Andini.


"I i iya.." jawabnya terbata, karena takut.


"Hmm.. Jangan takut Mbak Nina, saya tidak akan melahap Anda kok." ucapnya sembari senyum melihat Nina yang ketakutan.


" Ahh ya maafkan saya. Kalau boleh saya tahu Ibu ada perlu apa sampai datang kesini, apa saya sudah melakukan kesalahan ?" tanyanya dengan hati hati.


"Tidak Mbak saya kesini untuk menanyakan kabar Mbak. Bagaimana apakah masih ada yang sakit?"


"Saya baik Bu hanya tinggal melepas ini saja." Nina menunjuk pada alat yang menempel dihidungnya.


"Mbak apa Mbak Nina sudah bisa bekerja" ucapnya sedikit ragu.


"Hah.. " Nina sedikit terkejut mendengar pertanyaan Andini.


" Ouh dilihat dari ekpresinya sepertinya belum ya.." terkanya sedikit kecewa.


"Tapi mengapa Bu, bukanya sudah ada yang mengantikan saya sementara disana" selidiknya.


" Mm.. Maaf Bu saya kurang mengerti, ada masalah apa yah ? "


"Ahh.. Tidak tidak apa apa. Ini masalah pribadi saya. Tidak ada sangkut pautnya dengan kamu."


"Ibu.. Kita memang baru bertemu, tapi saya bisa menjadi teman Ibu ceritalah, saya tidak akan membocorkannya. Itupun jika Ibu mau, karena jika saya mempunyai beban saya juga akan memilih untuk bercerita." Nina sangat paham dengan raut wajah yang Andini pancarkan, tentunya pasti ada masalah dan itu bukan masalah kecil, pikirnya.


"Mm.. Tidak Mbak Nina ini benar benar masalah pribadi saya. Maaf kedatangan saya kesini menganggu Mbak." ucapnya sedikit jutek karena kecewa dan merasa sia sia dia datang kesini.


"Tidak Bu.. Maafkan saya tidak bisa membantu. Semoga masalah Ibu segera berakhir.


"Terimakasih, tapi seharusnya saya yang meminta maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat Mbak Nina. Dan semoga Mbak Nina cepat sembuh ya. Saya permisi dulu."


Andini pun keluar dari ruangan itu dengan rasa penuh kekecewaan. Tapi mau bagaimana lagi memang keadaan yang tidak pernah ada bersamanya. Dia memang harus berjalan sendiri dengan usahanya sendiri. Tiada jalan lagi selain mengusir wanita tersebut secara langsung.


" Ibu terimakasih atas waktunya, semoga Mbak Nina cepat sembuh ya Bu dan bisa berkumpul lagi dengan kami." ucap Andini sambil tersenyum ramah.


"Iya Bu terimakasih. Sudah repot repot untuk datang kemari " ucap Ibu Nina.


"Tidak Bu, karyawan yang belum saya kenal adalah Mbak Nina jadi saya kesini sekalian untuk berkenalan dengannya. Ibu karna waktu jam istirahatnya sudah habis jadi saya harus kembali lagi, permisi. Asaalamualaikum" pamitnya setelah melihat jam yang melingkar cantik di tangan kanannya itu.

__ADS_1


"Rendi mari kita pulang.." ajaknya.


Mereka pun pulang bersama seperti biasa Rendi mengemudikan mobil sedangkan Andini duduk dibelakang kursi kemudi, ditengah perjalanan Rendi membuka suaranya.


"Nona kita harus membuat jadwal untuk kujungan ke Surabaya."


"Buat lah.." ucapnya dengan nada tidak bersemangat.


"Nona tidak apa apa ?" tanyanya khawatir.


"Tidak, aku hanya pusing saja" ucap Nona itu sambil memijat pelan dahinya.


"Apakah Nona ingin pulang ?" tawarnya ketika melihat wajah Andini pucat.


"Tidak kita kekantor saja."


"Pasti Nona mempunyai masalah, andai saja dia mau bercerita mungkin bebannya akan sedikit berkurang" batin Rendi.


Setelah sampai dikantor, sebelum Andini turun dia berpesan kepada Rendi.


"Ren.. Soal Surabaya biar kamu dan Chandra saja, saya sedang tidak ingin bepergian kemana-mana untuk beberapa waktu kedepan. Dan juga saya sangat rindu Papa, mungkin beberapa waktu kedepan saya akan menemaninya."


" Baik Nona.." ucap Rendi tanpa penolakan.


Rendipun membukakan pintu untuknya dan Andini pun langsung memasuki kantornya tersebut.


Bersambung..


Like.


Coment


Bantuin Share


Jan lupa vote nya..


Dan love nya dimerahin.


Tencu


Big love deh buat kalian.


Tetep keep healty ya..

__ADS_1


Banyakin minum air putih jan banyakin minum air mata kaya author bikin cerita ini😢😢


__ADS_2