Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Aku ada untukmu


__ADS_3

Sore itu Andini sedang tidak banyak pekerjaan jadi dia menyempatkan diri untuk membeli novel ditempat biasanya. Kali ini yang dia akan beli tidak hanya novel akan tetapi komik juga.


Entah bagi Michell hari ini hari yang membahagiakan atau hari sialnya. Karena kali ini kali pertama bagi Michell bertemu dengan Andini yang sudah berganti status menjadi nyonya Chandra. Akan tetapi itu semua hanyalah sebuah status.


"Andini ... " sapanya.


"Michell .. Kelihatannya kamu sering sekali kesini." Ini adalah kali kedua mereka bertemu ditempat yang sama.


"Ahh ya.. Dulu ada seseorang yang suka baca buku disini setiap pulang belajar, karena dia juga aku menyukai membaca " ungkapnya sambil menunjukan sebuah buku.


"Ohh.. Bagus, bukankah itu bermanfaat. " Andini tidak tahu bahwa yang dimaksud Michell adalah dirinya.


"Ya benar sekali sangat bermanfaat" ucap Michell.


"Sepertinya dia sangat hebat. Sampai bisa merubahmu. " Puji Andini.


"Eum maksudnya ?" tanya Michell.


"Iya dia hebat bisa merubahmu. Kamu ingat dulu sewaktu sekolah kamu sering bolos suka tidur haha lucu sekali " ucapnya mengingat lagi masa SMP-nya.


"Dia masih mengingatnya " batin Michell.


"Memang benar dia sangat hebat sekali. Orang keras sepertiku pun lunak dibuatnya. Bahkan aku juga mengaguminya menyukainya dan bisa lebih dari itu " ungkap Michell dia terus memandangi Andini begitu lekat.


"Kenalkan padaku kita kan teman " ucap Andini sembari tersenyum.


Michell hanya menggeleng.


"Kenapa ?" tanya Andini.


"Tidak bisa. " Kini Michell menunduk.


"Mengapa ?" tanyanya lagi.


"Karena itu dirimu. " Michell memandanginya lagi.


"Hah apaan sih Chell. " Andini kaget kemudian mengalihkan pandangannya.


"Aku tuh serius itu kamu. Kamu yang udah ngerubah aku" ungkapnya.


"Chell jangan suka becanda kamu yah, aku gak suka. "


"Serius. Aku masih mencintaimu dan akan selalu mencintaimu " ungkap Michell.


"Chell kamu gila yah. Aku udah punya suami. " Suaranya agak melengking.


"Ya aku gila. Aku juga tau itu, tapi apa kamu yakin suami kamu setia. " Mencoba menanamkan benih kecurigaan.

__ADS_1


"Aku yakin seratus persen yakin kalau dia setia " tegas Andini.


"And.. Buka mata kamu dia itu gak suka sama kamu. Cuma aku yang tulus." Mencoba meyakinkannya.


"Michell " ucap Andini dengan geram.


"Andini tolong kali ini dengarkan aku, dia itu gak setia sama kamu. Sebentar lagi juga kamu bakal dicampakin. "


"Maksud kamu apa sih Chell, kamu doain aku yang gak baik tau" kata Andini.


"And aku tuh bukan doain kamu. Aku pengen kamu dapet yang terbaik aku pengen kamu bahagia, tapi kalau sama Chandra aku yakin kamu gak bakal bahagia."


"Udahlah Chell kamu jangan bikin ujaran kebencian gitu. " Andini kesal dengan Michell yang selalu memojokan Chandra.


"And.. Terserah kamu mau bilang kaya gimana tentang aku. Yang jelas suatu saat nanti kamu akan percaya sama aku " yakinnya.


"Chell.. Aku percaya sama kamu karena kamu temen aku tapi untuk soal ini, aku lebih percaya sama suami aku Chell. Kalau dia selingkuh kemarin selama empat hari aku sakit gak mungkin dia ngejagain aku. Tapi ini buktinya dia jagain aku tiap waktu. " Mengingat kembali empat hari itu dimana setiap waktu Chandra ada untuknya.


"Kamu sakit, sakit apa ? Kenapa kamu bisa sakit ?


"Aku keujanan jadi demam " kata Andini.


"Kehujanan ?" lirihnya.


"Empat hari yang lalu memang hujan. Hari itu juga Bella dan Chandra pergi kerumah sakit " batin Michell sembari mengingat ingat.


" Stop Chell itu tuh semua kesalahan aku. Ponselku mati."


"Andini kalau dia itu suami yang baik pasti dia khawatir " kata Michell.


"Dia khawatir ke aku Chell. Dia nyariin aku Chell. Bahkan tadi aja dia rencana mau beliin aku mobil biar aku pulang gak kehujanan. Dia itu gak seperti yang kamu fikir Chell.."


"Terserah And kamu mau percaya atau enggak tapi kalau kamu butuh teman curhat, aku ada buat kamu " tawarnya kemudian dia pergi menjauh dari Andini. Dia sudah tidak bisa meyakinkan hati Andini lagi, dia pikir bahwa pergi adalah jalan yang terbaik.


"Michell kenapa ya? Benci banget sama Chandra padahalkan dulu mereka teman." Pikir Andini sebelum dia pergi ke kasir untuk membeli buku yang sempat tadi dia baca.


Andini keluar dari toko tersebut saat dia menunggu taksi online pesanannya, Bella yang berada dimobil bersama dengan Chandra tak sengaja dia melihat Andini. Bella yang tahu itu Andini pun ingin sekali memberhentikan mobil yang ditumpanginya akan tetapi dia urungkan. Dia memiliki rencana yang lain.


***


"Tuan, ini adalah foto yang anda minta. " Seorang laki-laki memberikan sebuah amplop cokelat yang berisi beberapa lembar foto dan sebuah ponsel yang didalamnya terdapat sebuah video.


Hermawan melihat beberapa lembar foto itu dan juga memutar videonya. Betapa terkejutnya dia mendengar percakapan putranya itu.


"Apakah putraku berselingkuh ?" batinnya.


Sempat ia meragukan kata hatinya itu dan diapun bertanya pada pria yang menjadi suruhannya :

__ADS_1


"Menurut penglihatanmu bagaimana ?"


"Menurut saya, Tuan muda memiliki hubungan yang spesial dengan wanita itu" jawab pria itu.


"Tugasmu sudah selesai " ucap Hermawan. Kemudian pria itu pamit undur diri.


Dia masih termenung akan fakta yang baru dia dapatkan, semula dia tidak menaruh kecurigaan kepada Chandra, putranya. Namun setelah bertemu dengan sekretarisnya :


Flash back on


Entah kenapa hari itu dia sangat merindukan anaknya. Karna setelah mereka menikah, anaknya jarang sekali bisa dia temui padahal mereka berada di satu perusahaan yang sama, saat menelpon sekretarisnya dia selalu mengatakan bahwa Chandra sedang meeting diluar.


Karena merasa aneh dengan pekerjaan anaknya dia pun langsung pergi keruangan Chandra.


"Dimana anak saya ?" tanya Hermawan kepada sekretaris Chandra, yang bernama Nina.


"m m m iii tuu pak anu " jawab Nina terbata.


"Katakan dengan jujur atau saya akan pecat kamu, dimana Chandra sekarang ?"


"Pak Chandra sedang berada diluar Pak " ucapnya lancar.


"Apakah dia meeting."


"Tidak Pak, dia hanya pergi makan siang. "


"Katakan seluruhnya tentang Chandra."


"Pak Chandra sering sekali keluar pada saat jam makan siang pak setelah itu dia terkadang pulang tepat waktu akan tetapi lebih sering pulang sore bahkan pernah ada tidak pulang sama sekali pak. Lalu dia mengatakan jika bapak mencarinya saya harus berkata kalau pak Chandra sedang ada meeting diluar. " Nina mengatakan semuanya kepada Hermawan. Tentu saja dia lebih takut kepada pak Hermawan. Karna yang memegang semua kendali disini adalah dirinya.


Setelah mendengar penuturan dari sekretaris anaknya, Hermawan langsung menelpon menantunya :


"Assalamualaikum Ayah ada apa ?"


"Waalaikum salam Nak.. Ini Ayah mau tanya kamu lagi sama Chandra enggak ?"


"Enggak Yah aku dikantorku, emang ada apa Yah "


"Apa dia tidak bersama istrinya, kemana dia ?" batinnya.


" Ahh enggak enggak itu dia sudah pulang. Sudah yah maaf ayah mengganggumu. " Hermawan berbohong pada Andini agar Andini tidak khawatir.


Dia merasa curiga dan dia mengutus seseorang untuk mengikuti kemana pun Chandra pergi.


Flashback off


"Kamu ada dimana ?" ucap Hermawan pada Chandra melalui sambungan telepon.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2