
Kini Chandra dan Andini sudah berada dikamarnya. Setelah tadi Andini menahan pintunya agar Chandra tidak masuk. Namun itu gagal karena Chandra lebih kuat daripada Andini.
" Aku ingin kita bercerai.." lirihnya sendu dia masih menangis sedari tadi.
"Tidak adakah permintaan mu yang lain.. Aku tidak ingin Andini. Aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu.
Dan juga dulu di saat-saat terakhir Papa, beliau menitipkanmu kepadaku dan aku berjanji untuk selalu menjagamu, melindungimu. Tidak hanya kepadanya tetapi kepada ayahku juga. Aku ingin melindungimu, menjagamu, menjadi imam yang baik untukmu," tutur Chandra.
"Tapi itu semua sudah terlambat.."
"Terlambat.. benar memang itu semua sudah terlambat. Aku terlambat mencintaimu, aku terlambat menyadari kehadirannya. Maafkan aku Andini. Tapi sekarang aku benar-benar mencintaimu."
"Tapi aku sudah bilang, aku tidak mencintaimu," ucapnya tak berani menatap Chandra.
"Bohong Andini ! Tatap aku jika benar kamu tidak mencintaiku."
"Aku tidak mencintaimu, Chandra." Andini benar-benar menatapnya sekilas, lalu dia memalingkan wajahnya lagi.
Hati Chandra bertambah sakit menerima kenyataan ini.
"Maafkan atas semua kesalahanku, maafkan atas semua kebodohanku, ketololanku. Maafkan aku untuk malam itu.." Chandra menjeda kalimatnya.
"Maafkan aku Andini, aku sudah menghancurkan hatimu. Bukan hanya sekali aku menghancurkan hatimu, bahkan berkali-kali. Aku sadar dan aku pantas menyandang predikat laki-laki bodoh, lakiclaki brengsek, laki-laki bejat, jahat dan semua yang buruk itu menceriminkan diriku Andini.." ujarnya dengan pilu.
"....."
"Ha ha.. " Dia tertawa kecut.
"Bahkan aku menyelingkuhimu dengan seorang perempuan yang licik. Yang berpura-pura mencintaiku namun tujuannya adalah balas dendam. Dan aku malah percaya dengannya, bukan dengan istriku sendiri," ucapnya sambil bernostalgia mengingat masalalu.
"Aku baru tahu tujuan ayah memberikanmu saham perusahaan agar aku tidak pernah meninggalkan berlian sepertimu, tapi dengan bodohnya aku meminta orang lain, Laura wanita jahat itu untuk bekerja sama dalam menyakitimu."
Andini sebenarnya tidak mengerti kenapa dia mengatakan 'Laura yang wanita jahat'. Tapi dia tidak mau menanyakan apapun.
"Dari awal tujuanku adalah membalaskan dendam kepadamu bukan inginkan kamu berbaring koma selama sebulan dirumah sakit. Tapi dari situlah aku mulai merasa takut kehilanganmu, aku menyadari rasaku," paparnya.
"Ketika aku bermimpi kamu akan meninggalkan aku, aku histeris aku terus memelukmu aku tidak ingin kehilangan kamu."
"..."
"Seharusnya aku sudah mati lebih dulu, tapi kamu mengagalkan rencananya. Seandainya saja malam itu kamu tidak mengagalkan rencananya mungkin kamu sudah bahagia sekarang, karna satu-satu nya sumber penderitaan mu adalah aku seorang." Air matanya terus menerus mengalir deras.
Andini merasakan pusing di kepalanya, seperti diingatkan sesuatu.
"Tapi tuhan berencana lain .. kamu sadar dari tidur sebulanmu itu, tapi tidak dengan ingatanmu. Kamu melupakan kami semua, juga melupakan kenangan dari mereka semua."
__ADS_1
"Sejenak aku bahagia karena kenangan yang aku berikan semuanya adalah kenangan terpahit dalam hidupmu, aku bahagia kamu melupakannya, karena ini bisa jadi sebuah awal bagiku, dan aku bertekad aku akan membuat kenangan yang manis lebih manis dari kenangan 12 tahun cintamu kepadaku. Aku akan balas 3 kali lipat Andini, aku ingin membahagiakanmu," paparnya.
Andini sedari tadi hanya diam saja, sekarang air matanya lah yang mampu berbicara.
"Tapi itu adalah kebahagiaan sesaat. Setelah kamu mengingat semuanya, kamu ternyata membenci diriku.. " Tangis Chandra kembali menjadi deras.
Dia menghampiri Andini, yang sedang terduduk di bibir ranjang. Chandra bersimpuh dikakinya sambil kembali menggenggam tangannya.
"Maafkan aku Andini, tolong ! Berilah aku kesempatan," mohonnya.
Andini hanya menggelengkan kepalanya yang berarti tidak.
"Jika sangat sulit memaafkan aku, maka hukumlah aku And, hukum aku.." mohonnya lagi.
Tentu saja Andini tidak ingin menghukumnya, dia menjawab dengan satu buah gelengan lagi.
"Aku ingin kita bercerai saja," lirihnya namun pasti itu terdengar menyakitkan ditelinga Chandra.
Hati Chandra begitu sakit seperti beberapa kali dihantam oleh panah yang berapi. Seketika terlintas dipikirannya akan mimpinya yang tadi pagi.
"Katakan sekali lagi, And.."
"Aku ingin kita bercerai.." ulangnya.
"Sekali lagi And." Chandra berharap bahwa dia salah mendengar.
"Aku ingin kita bercerai, Chandra." Tanpa diminta dia mengulanginya lagi untuk ketiga kalinya.
Chandra menjadi lemas seketika, ini berarti Andini tak ingin lagi hidup bersamanya. Chandra harus memenuhi janjinya bahwa dia harus menceraikan Andini.
Tangisan keduanya menyeruak memenuhi kamar itu. Tak dapat dipungkiri, keegoisan mereka membuat keduanya harus berpisah.
Chandra menilik matanya lebih tajam lagi.
"Maafkan aku membicarakan ini semua, tapi aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku juga mencintaimu."
"..."
"Ini keputusan yang berat, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini, aku tidak ingin bercerai darimu Andini," dia menjeda kalimatnya.
"Tapi ini adalah permintaan mu kepadaku. Aku tidak ingin menjadi laki-laki egois yang hanya mementingkan diriku sendiri. Aku masih ingin melihat senyummu tawamu, walaupun aku sudah tidak menjadi alasannya. Maka untuk itu.." Chandra menghirup nafasnya dalam-dalam.
"Mari kita akhiri saja.. Akhiri semuanya."
Jelegher, suara petir menyambar, begitu kiranya jika di film bollywood.
__ADS_1
Keduanya menangis lebih keras lagi. Dan mengundang semua orang yang ada dirumah itu untuk mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.
Saat keadaannya menjadi lebih tenang. Chandra meminta sesuatu kepadanya.
"Andini, bolehkah aku meminta satu saja permintaan.." lirihnya sambil tersedu-sedu.
"Apa.." Andini menatapnya pilu.
"Bolehkah aku memelukmu juga mencium keningmu. Aku janji tidak akan terjadi apa-apa. Aku hanya ingin merasa bahwa laki-laki seberengsek ini juga pernah dicintai oleh seorang gadis cantik yang memiliki cinta sebening berlian, bolehkah.." Menatapnya dengan puppy eyes.
Andini pun merentangkan kedua tangannya, menandakan bahwa dia setuju akan permintaan terakhir Chandra.
Sedang Chandra tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dia berdiri dan langsung memeluk Andini. Memeluknya dengan sangat erat, erat sekali seperti tidak ingin melepaskannya. Menghirup wanginya tubuh Andini.
Setelah itu dia mencium keningnya sangat lama sekali. Air matanya sudah berderai-derai, mengalir deras membasahi kerudung Andini.
"Aku mencintaimu, Andini.." rancaunya.
"Aku sangat mencintaimu, aku mencintaimu Andini, sangat.."
"Aku ingin seperti kemarin aku ingin menjagamu, memelukmu, membahagiakanmu, mendekapmu dengan erat agar kau tidak pergi dariku. Aku mencintaimu Andini, sangat mencintaimu. Maafkan aku yang telambat, terlambat menyadari. Dan maafkan aku atas luka-luka yang aku berikan," lirihnya lagi.
Andini merasakan ada sesuatu yang menjalar dalam dirinya, ini pertama kalinya Chandra memeluknya dengan sangat erat. Ia merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukannya itu. Begitupun juga dengan Chandra dia merasa sangat damai berdekatan dengan wanita yang sedang didekapnya itu.
Setelah pikirannya sadar, dia mendorong Chandra untuk melepaskan pelukanya.
"Maafkan aku." Chandra yang sudah mengerti pun langsung meminta maaf kepadanya.
"Tolong untuk hiduplah lebih bahagia lagi setelah berpisah dariku, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, maafkan aku tidak pernah membuatmu bahagia, maafkan aku," ucapnya sambil menghapus jejak-jejak air mata dipipi Andini.
"Sudah jangan menangis, kamu tau air mata ini bagaikan lelehan lava yang sedang menghujam ku, tolong jangan siksaku lagi dengan air mata ini ya !! Kamu tau istriku air mata ini tidak pantas untuk bajingan seperti diriku," ucapnya sambil menyunggingkan senyum getirnya.
"Aku pergi.." lirihnya.
Chandra pun berlalu meninggalkannya. Tidak ada lagi yang menahannya untuk tetap tinggal disini, dia mengemasi barang-barangnya.
Dia pergi tanpa ada ucapan 'selamat tinggal' dari Andini..
bersambung apa Tamat nih hehe..
^^^Jadi cerai yah guys, karena kembali ke bab yang paling awal sebelum mereka menikah.^^^
^^^heum heum..^^^
^^^maaf kemarin aku gak up.^^^
__ADS_1
^^^soalnya aku banyak nangis bikin ini, serasa aku yang di posisi mereka😆^^^
like and vote nya ditunggu😇