Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Pernikahan Michell Nina.


__ADS_3

3 hari kemudian, acara pernikahan antara Michell dan juga Nina di gelar di gedung Angrek merah, lokasinya dekat dengan rumah Nina. Dilaksanakannya acara dengan secara khidmat oleh kedua keluarga tersebut. Nampak dari mereka kini sedang bahagia.


Rencana mereka, pesta pernikahan ini akan dilaksanakan sampai malam nanti karena mereka sudah mengundang para ikatan dokter di antaranya adalah Rio, teman-teman SMA dan juga teman sekantor Nina saat dia masih sedang bekerja.


Malam sudah tiba dan Rio sudah datang, saat ini Rio tengah berkumpul dengan para ikatan dokter lainnya. Dia mengedarkan pandangannya dan secara kebetulan dia melihat Andini yang sedang duduk seorang diri.


Rio yang sudah mengetahui kabar perceraian antara Andini dan juga Chandra tengah bersabar menunggu masa iddah Andini. 17 hari lagi, Andini sudah benar-benar berpisah dengan ikatannya. Tidak akan ada penghalang yang bisa menghalanginya lagi. Dia akan membuat Andini menjadi miliknya seutuhnya.


Dia menghampirinya, " Hai Andini.." sapanya.


Dia sudah tahu bahwa saat ini Andini sudah sembuh dari amnesiannya.


"Hai, bukankah kamu Dokter Rio ??" tanyanya sambil mengingat-ingat.


"Apakah kamu sudah lupa dengan diriku ??" jawabnya dengan pertanyaan.


"Tidak aku hanya memastikan." Andini tersenyum simpul.


"Bagaimana kabar dirimu, Nona ??"


"Aku baik-baik saja. Jangan panggil aku Nona," tolaknya dengan senyum. Senyum manis itulah yang mampu menggetarkan hati siapapun yang melihatnya.


"Senyumanmu And, membuat aku ingin segera memilikimu semuanya," batin Rio.


"Ekhem, aku dengar kamu dan Chandra sudah bercerai ??"


"Iya kami memang sudah bercerai.."


"Jadi benar," ucapnya sambil mengangguk-angguk kecil. "Kamu pulang sama siapa ??" tanyanya kemudian.


"Aku pulang sendiri," jawabnya singkat.


"Ouhh, sekalian saja pulang denganku. Aku juga sendiri."


"Tidak usah Rio, aku membawa mobil sendiri," tolaknya halus.


"Ouhh begitu.." ujarnya dan mendapat anggukan cepat oleh Andini.


"Baiklah nikmati saja pestanya.." Rio pun beranjak pergi dari tempat itu.


"Iya..!!" lirihnya.

__ADS_1


"Tenang disini Andini. Aku akan membuatmu pulang bersamaku.." batinnya dia menampilkan senyum iblis yang menakutkan.


Andini melihat kesekelilingnya, ramai dan penuh kebahagiaan, banyak tawa dan suka cita. Mungkin hanya dirinya tamu undangan yang terlihat sangat sedih. Semua ini tak luput dari masalalu pernikahannya yang sudah hancur karena kesalahannya.


Michell menghampiri dirinya tanpa ditemani Nina. "And, terima kasih sudah datang," ucapnya.


"Pengantin kok ada disini, mana pengantin perempuannya ?"


"Aku sudah ijin kok, tenang saja."


"Chell dia orang baik. Jagalah dia ya !!"


"Tenang And, aku akan menjaganya," sanggupnya. "And, aku lihat kamu sangat murung, ada apa ?" tanyanya kemudian.


"Aku baik-baik saja. Hanya saja..." Andini menjeda kalimatnya dan saat ini mata Andini sedikit menggenang.


"Ceritakan saja.."


"Aku sangat merindukannya." Air mata itupun lolos di pipinya.


"And.. Aku tahu And dia masih segalanya bagimu, semua itu terlihat dari air matamu."


"Aku ingin bertemu dengan dirinya, meski itu sekali saja, Chell."


"Tidak apa Chell. Semua ini salahku, aku yang mengambil keputusan dengan cepat sebelum melihat kebenarannya." Dia menghapus jejak air matanya.


"And, ikhlaskan dirimu dan tataplah dunia ini kedepan, kamu perlu bahagia."


"Iya, terima kasih." Andini tersenyum datar.


"And, apabila kamu butuh bantuan apapun aku akan siap.."


"Tidak usah," dia terkekeh dengan perkataan Michell.


"Chell, maaf ini sudah malam sekali, aku harus pulang. Maaf aku tidak bisa berlama-lama disini," pamitnya.


"Iya tidak apa-apa And. Terima kasih sudah datang. Oh ya ! Kamu pulang sama siapa ?"


"Aku sendiri, aku bawa mobil."


"Hati-hati.."

__ADS_1


"Iya, terima kasih !"


Andini segera menuju parkiran mobilnya. Saat dia sudah sampai dia melihat ban depan mobil tersebut kempes.


"Astagfirullah kok kempes ??" monolognya. Andini merogoh tasnya hendak memesan taksi online.


"And, masih disini ?" sapa Rio.


"Iya ini mobil aku kempes, aku lagi mau pesen taksi online.." Andini langsung fokus kembali ke layar ponselnya.


"Bareng aku aja, ya ! Aku bisa kok anterin kamu.." tawarnya.


"Janganlah, enggak papa !"


"Masih lama kalau nungguin taksi. Mending sama aku aja ?"


Dengan segala paksaan akhirnya Andini mau ikut pulang dengan Rio. Tentu saja dia tidak mau rencananya gagal. Ban kempes itu adalah ulahnya dia ingin sekali pulang bersama Andini.


"Rumah kamu di jalan Cempaka Indah kan ?" tanyanya saat ini mereka sedang didalam mobil.


Andini duduk di kursi belakang karena Riolah yang menyuruhnya. Mungkin posisi ini bisa disebut bahwa Andini sebagai penumpang dan Rio sebagai supirnya.


"Iya kamu tahu ?"


"Tahu," jawabnya singkat. Tak ada rasa aneh ataupun curiga dalam diri Andini saat Rio mengatakannya.


Lama sekali mereka berbincang, sampai akhirnya perbincangan itu menjurus pada hal-hal yang berbau pribadi pada diri Andini.


"Apa kamu masih sangat mencintai Chandra, And.."


"Aku tidak bisa melupakannya begitu saja, Rio. Dia adalah cinta pertamaku. Dan aku sudah mencintainya selama 12 tahun."


Rio mengepalkan tangannya keras. Saat mendengar jawaban Andini. Dia tidak menyangka bahwa Andini masih mencintai orang seperti Chandra.


Tiba tiba saja muncul lah ide gila Didalam otaknya. Dia memberhentikan mobilnya itu secara mendadak.


Krieeet..


Bersambung..


...Kira kira rencana gila apa yang akan Rio lakukan.. Coba tebak sebelum kalian melanjutkan ke bab selanjutnya ya......

__ADS_1


...Dukung terus aku jangan lupa like, coment, love dan vote serta share yaa... Karena dukungan kalian bisa membuat author menjadi semangat dan merasa di perdulikan.....


...Thanks.....


__ADS_2