
...Jarak dan waktu bukanlah sesuatu yang dapat memisahkan....
...Karena kita sejatinya berada dijarak terdekat dan waktu yang sama....
...Tapi hanya satu yaitu perasaan, perasaanmu yang kini tidak mencintaiku.....
...***LH***...
Plukkkkk... Semuanya tumpah tanpa ada yang tersisa, membasahi semua berkas-berkas yang ada di meja tersebut. Berkas tersebut adalah berkas penting untuk perusahaan Chandra dan juga Andini..
Chandra yang menyadari tanganya yang terasa hangat pun mengerjapkan matanya dan dia terbelalak melihat semua kertas yang ada dimejanya sudah basah kuyup tanpa ada yang bisa diselamatkan.
"Astaga Andini..." bentak Chandra karena ingat bahwa salah satu kertas itu adalah kertas penting untuk persentasinya besok bersama klien dari China.
"Kamu ini bagaimana sih, semua berkasnya jadi rusak. Kenapa kamu harus mengagetkan aku. Dan kenapa kamu menarunya disitu ? Apakah kamu tidak tahu semua berkas ini adalah penting, dan besok aku harus meeting dengan klien dan membawa berkas ini" teriaknya dengan menunjuk-nunjuk meja kerjanya.
"Lihat sekarang jadi hancurkan. Dan ini semua gara-gara kamu Andini "
Andini yang sudah merunduk karena kaget mendengar Chandra membentaknya pun langsung menangis.
"Hiks hiks Maafkan aku..." lirihnya, kemudian ia lari meninggalkan Chandra sendiri disana.
Chandra masih melihat-lihat berkasnya. Semuanya benar-benar hancur dan tidak bisa dibacanya lagi. Dan sialnya dia belum mempelajari berkas yang diberikan Nina itu, terlebih waktunya adalah besok pagi untuk mempresentasikannya dan ini pula kerja sama yang menguntungkan bagi perusahaannya.
Chandra mengusap kepalanya dengan sangat kasar, sesekali dia menjambak-jambak rambutnya sendiri.
"Sial sial sial... Bagaimana ini, besok adalah waktunya, dan ini sudah larut malam sekali Nina pasti sedang tidur. Apa yang harus aku lakukan ??" Dia berjalan mondar-mandir seraya memikirkan jalan keluarnya.
Tiba-tiba saja dia memperhatikan kembali meja itu. "Susu hangat" gumamnya sambil memegang mejanya yang masih basah.
"Jadi dia membuatkanku susu hangat, untuk apa ?"
"Ahh.. Kenapa dia begitu ceroboh, kekanakan" umpatnya.
"Hah. Kekana... Astaga Chandra, kamu sudah membentaknya, dia,, dia Andin bukan Andini.. Dia tidak ingat siapa aku ? Dia tidak tahu berkas itu apa. Apa yang sudah kamu lakukan.. Hais.."
Chandra sungguh kalut dengan apa yang baru saja dia lakukan. Masalahnya hari ini membuatnya pusing dan tidak lagi dapat memikirkan keadaan disekitarnya, bagaimana tidak, orang yang mengakibatkan Andini menjadi seperti ini berkeliaran bebas diluar sana, belum lagi orang misterius yang membantunya kabur dari kepungan itu dan soal meetingnya besok bersama klien dari China. Dan sekarang prahara yang sesungguhnya sedang menimpa dirinya.
Sementara kondisi Andini sekarang sedang menangis tersedu-sedu dikamarnya setelah dia mengunci pintu kamar tersebut. Saat ini diatas ranjangnya dia sedang tengkurap dan memeluk satu guling, air matanya terus mengalir. Pikirannya tidak menyangka bahwa Chandra akan setega itu sampai membentaknya.
"Hu hu hu.. Aaaku melakukannya tidak sengaja, mengapa dia memarahiku. Lagi pula aku hanya ingin membuatkannya susu hangat, aku tidak ingin dirinya sakit. Tapi dia .. Huhuhu.. Dia membentaku.. Mama aku ingin kalian pulang. Papa aku tidak ingin ditemani kakak itu lagi, huhuhu.." Andini terus menangis tanpa menyadari bahwa diluar kamarnya Chandra sudah mendengarkan perkataannya itu.
__ADS_1
"And.." serunya..
Tok tok tok..
"Tolong buka pintunya !" pintanya. Namun Andini sama sekali tidak menggubrisnya dia masih dalam keadaan menangis.
"Andin, maafkan kakak, kakak baru bangun tidur dan tidak sengaja menumpahkannya. And... Bukalah ?" pintanya lagi.
Tok tok tok. Ketukan pintu yang kedua kalinya..
"Andin.. Maafkan kakak yah. Sebagai permintaan maafnya kakak akan membelikanmu cokelat goldking 2 yah, buka pintunya dulu" pintanya yang ke tiga kali. Namun Andini masih setia dengan suara isak tangisnya.
"Andin, maafkan kakak. Kamu tidak salah, berkas itu tidak penting kok, kakak hanya kaget saja" ungkapnya lagi dengan berbohong.
***
"Hilih Chan.. Andin gak bakal maafin kamu๐" Othor Chilla muncul sebagai Jinny.
"What.. Ini bukan Jin & Jun Chillaa" suara Bella menyeruak.
๐๐๐ ish hantu.
***
"Pergi kak pergi, Andin tidak mau lihat kakak lagi. Andin hanya akan keluar jika Mama dan Papa sudah pulang. Andin sudah tidak butuh kakak lagi, Andin bisa jaga diri Andin sendiri. Pergi !!! Andin hanya butuh Mama dan Papa, bukan ka Chandra" teriaknya dari dalam sana. Ya meski tidak menggubrisnya Andin masih mau mendengarkannya.
Jlegherr.. Begitulah kiranya jika di film-film India
Tentu perkataan Andini yang hanya membutuhkan Mama dan Papanya bukan dirinya, membuatnya merasa sakit. Bagaimanapun perasaannya tidak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata.
Kata Mama Papa yang sering Andin sebutkan adalah kata ancaman dan cambuk bagi dirinya. Inilah PR-nya selama ini, ia harus bisa mengatakan yang sebenarnya, namun bagaimana caranya ? Itu masih sedang dipikirkan dalam benaknya.
"And.. Buka pintu dulu.." ucap Chandra.
"Tidak mau.." sahutnya lagi. Bukan tidak ingin dia membukakan pintu untuk Chandra, hanya saja dia tidak berani melihat air mata Chandra jika dia menyinggungnya dengan kata Mama Papa lagi.
"And... Andin" lirihnya lagi, matanya sudah berkaca-kaca, "Maafkan kakak !" Tes.. Air mata itu jatuh tanpa permisi lagi. Tubuhnya menjadi lemas dan kakinya tidak dapat menompangnya lagi. Sesaat saja dia sudah duduk dilantai dan menyenderkan tubuhnya di pintu kamar Andini.
"Maafkan aku And, maafkan aku.." batinnya. Dia benar-benar sudah tidak bisa menahan tangisnya itu.
"Maafkan aku And.. Maafkan aku, aku tidak bisa menjaga papamu juga jantung ayahku. Kepergiannya tidak hanya membuat dirimu terluka And.. Tapi juga membuatku menyesal karena selama ini aku tidak menjaga mertuaku sampai pada umurnya.. Maafkan aku" batinya lagi.
__ADS_1
Lama sekali Chandra berada disana. Dengan isak tangis yang terus saja menemaninya. Dia merasa sungguh menyesel dengan apa yang diperbuatnya.
Tidak ada lagi suara tangis dalam kamar Andini, mungkin saja dia sudah lebih dulu pergi ke alam bawah sadarnya. Chandrapun mulai bangkit dan berpikir besok adalah saatnya untuk ia memberikan penjelasan kepada Andin.
***
Matahari sudah menyongsong pagi, sinarnya sudah menyeruak masuk kedalam celah-celah kamar mereka masing-masing. Hari ini seharusnya Chandra bangun pagi-pagi sekali karena akan mempelajari berkasnya, beruntung Nina masih menyimpannya di surelnya. Namun siapa sangka pertengkarannya itu membuatnnya bangun kesiangan.
Pukul 06.30 wib, dia baru saja mengerjapkan matanya. Dan matanya hampir keluar ketika melihat jam bekker diatas nakasnya..
"Apa jam setengah tujuh.. Hais, kenapa aku begitu ceroboh sampai-sampai aku kesiangan seperti ini ?" Segala umpatan telah dikeluarkannya karena kesal kepada dirinya sendiri.
Dia berlari kekamar mandi, setelah itu mengambil pakaian yang mana saja tanpa mencocokannya terlebih dahulu dan pergi turun untuk makan.
Setibanya disana dia tidak melihat batang hidung Andini. Suasananya mendadak jadi sepi. Biasanya pagi hari suasananya riuh karena ocehan Andini tapi sekarang tidak ada.
"Bik Sri kemana Andini ?"
"Non Andini udah ada di taman den, dia udah makan tadi. Katanya dia ingin siram tanaman" ucap Bik Sri seraya meletakan roti bakar buatannya.
"Oh.. Ya" Chandra membalasnya dengan senyum.
Chandra mengambil roti bakar itu, dan setelah itu dengan segera dia berjalan menuju keluar untuk melihat Andini.
"Andin.." sapanya ditambah senyum yang menawan.
Andini langsung menengok kearah suara tersebut. Dan, "Humph !!" Andini mendengus kesal. Dialihkannya lagi pandangannya itu. Sungguh dia seperti tidak ingin melihat Chandra lagi.
"Inikah cara marahnya Andini, dia dulu hampir tidak menunjukannya kepadaku. Apakah karena rasa cinta ? Andin tidak mencintaiku, jadi dia bersikap seperti itu kepadaku ?" batin Chandra yang melihat ketidak sukaan di mata Andini ketika melihatnya.
bersambung...
pokoknya
To : silent readers ku yang tercinta..
Tolong ucapkan hadir agar aku menyadari kehadiran kalian dengan like komen vote.
Ehh tak lupa Share biar kalau gosipin Chandranya nyambung.. Love in juga biar tau aku up ya .
Hehe..
__ADS_1
Jaiziaannn๐๐๐