Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Menceritakan Masa Lalu


__ADS_3

Andini langsung menengok kearah suara tersebut. Dan, "Humph !!" Andini mendengus kesal. Dialihkannya lagi pandangannya itu. Sungguh dia seperti tidak ingin melihat Chandra lagi.


"Inikah cara marahnya Andini, dia dulu hampir tidak menunjukannya kepadaku. Apakah karena rasa cinta ? Andin tidak mencintaiku, jadi dia bersikap seperti itu kepadaku ?" batin Chandra yang melihat ketidak sukaan di mata Andini ketika melihatnya.


"And.. Kakak akan pergi berangkat kekantor dulu yah, kamu baik-baik disini. Oke !! tunggu kaka pulang bawa cokelat goldking, kamu mau kan ?" teriaknya.


Andini sengaja tidak mendengarkan perkatannya. Ditaruhnya selang itu, kemudian dia pergi begitu saja tanpa melirik ke arah Chandra lagi.


"Sabar Chandra..." lirihnya ketika melihat kepergian Andini yang berlalu begitu saja.


Setelah Chandra pergi, Andini bergumam, "Enak aja dia minta maaf kepadaku seperti itu, setelah bentak-bentak aku semalem, hmm emang aku dihargainnya cuman sebatas coklat tah." Andini mendengus kesal ketika berpikir bahwa Chandra hanya menganggap perasaannya sebatas harga cokelat.


***


Saat ini Chandra sudah berada dikantornya, dia bersiap untuk menyambut klien dari China. Sebelum itu dia mencoba melupakan masalahnya dengan Andini, dan mencoba mempelajari file di emailnya, berisi berkas kemarin malam yang terbasahi susu. Namun lagi-lagi dia tidak bisa memfokuskan dirinya, karena Andini selalu memenuhi pikirannya. Alhasil Nina yang akan mempresentasikannya dengan alasan dia sedang sariawan.


Setelah mengobrol selama beberapa jam akhirnya meeting itu sukses. Semuanya berjalan dengan lancar dan perusahaan Chandra mendapatkan kontraknya. Ini semua berkat kecerdasan Nina yang selalu siap dalam keadaan apapun. Sebagai hadiah dari Chandra, dia mendapatkan kerja setengah hari dan bonus lainnya. Itu artinya Nina boleh pulang lebih awal daripada dirinya dan karyawan yang lain.


Karena merasa bosan Nina mengajak Michell untuk menemaninya makan dan berencana akan mentraktirnya.


Hubungan Nina dan Michell kembali membaik setelah Michell dengan sangat giatnya selalu mengiriminya pesan. Dimulai dari yang penting sampai tidak penting sekalipun selalu dibuat topik pembicaraan olehnya. Dan akhirnya hati Nina pun luluh juga.


***


Sedangkan di rumah Andini beberapa jam yang lalu.


Andini sudah rapi dibalut gamis serta kerudung blouse berwarna hitam dan juga tas gandongnya. Dia merasa bosan dan ingin sekali bermain keluar. Tetapi dia tidak ingin pergi dengan orang rumah, karena dia masih merasa kesal pada Chandra, juga tak ingin Chandra tau dia akan pergi kemana. Jadi dia pergi dengan mengendap-endap seperti maling.


Saat sampai diluar, saat itu juga Andini masih berjalan dengan mengendap-endap, tiba tiba saja dia dikagetkan oleh Mang Samsul yang berada dibelakangnya, "Non Andin mau kemana Non, udah rapih begini.." ucapnya.


Pertanyaan Mang Samsul itu seketika langsung membuatnya terlonjak. "Aduh ketahuan lagi" batinnya.


"Ehh Mang Samsul, ini Mang Andin mau pergi dulu sebentar. Andin kesel dirumah aja, sumpek juga. Jadi Andin pengen jalan-jalan."


"Non Andin nanti perginya sama siapa ?"


"Sama Ka Doni mang" celetuknya asal. Dia tidak ingin rencana jalan-jalannya terganggu.


"Doni ? Doninya dimana Non ?" tanya Samsul yang celingak-celinguk melihat arah depan dan belakangnya.


"Itu, katanya ka Doni nyuruh Andin tunggu disupermarket depan, yaudah Andin mau jalan dulu ya mang.."


"Ohh begitu ya Non, ya sudah hati-hati yah" ucap Samsul yang tidak tahu atas kebohongan yang Andini buat.


Tak ada satupun rasa kecurigaan itu hinggap dalam diri Mang Samsul terhadap Andini. Dia sepenuhnya percaya karena Andini berkata bahwa dia akan pergi bersama Doni, dan tentunya Chandrapun tidak akan memarahinya bukan ?


Andini terus berjalan hingga ia benar sampai di depan supermarket. Diapun berdiri di pinggir jalan itu untuk menunggu taksi. Meski amnesia tapi sedari kecil Andini sering melakukan itu bersama ibunya, dimulai dari menunggu hingga memberhentikan taksi dia tidak usah diragukan lagi.


Setelah beberapa lama dia menunggu, namun tidak ada satupun mobil taksi kosong yang lewat, kebanyakan dari mereka sudah membawa penumpangnya masing-masing.

__ADS_1


Tiiid


Mobil yang menyalakan klaksonnya itu pun berhenti tepat di hadapan Andini.


"Hai Andini !" sapa pemilik mobil itu.


"Kok dia tau namaku yah siapa yah ?" batin Andini.


Seseorang itu pun keluar dari mobilnya.


"Hai aku Michell, temanmu dulu.." ucapnya karena Michell tau bahwa Andini mengalami amnesia, dan hanya mengingat masa kecilnya saja.


"Tapi aku gak pernah punya teman bernama Michell" ucap Andini dengan menggelengkan kepalanya.


"Ahh.. Aku bisa membuktikannya, ini foto kita saat SMP" ucapnya sambil memberikan ponsel. Didalam ponsel itu terdapat foto Andini, Bella dan juga dirinya dengan memakai seragam putih biru.


"Ini aku, orang ini kenal aku ?" Andini bermonolog dalam hatinya.


"Kamu siapa ?"tanya Andini


"Aku temen kamu. Aku juga temen Chandra. Kalau gak percaya sama aku, aku juga bisa telpon Chandra sekarang kok" ucapnya sambil mengotak-atik ponselnya.


"Jangan jangan.. " ucapnya sambil menggeleng kemudian dia menunduk, mengingat sesuatu kejadian yang membuatnya membenci Chandra.


"Kamu mau kemana ? Aku anter yah naik mobil aku" pinta Michell, kemudian dia langsung membukakan pintunya.


Kini mereka berdua sedang dalam perjalanan. Karena terlalu hening sang pemilik mobilpun langsung mengajak Andini mengobrol, "Kok kamu gak berangkat sama Chandra sih ?" tanya Michell yang masih heran kenapa Andini bisa sendirian di tepi jalan dengan keadaannya yang sedang amnesia.


"Bentak-bentak kamu ? Gimana ceritanya ?"


"Jadi aku itu bikinin susu hangat buat dia terus aku kekamarnya. Aku liat dia lagi bobo aku bangunin ehh susunya tumpah, tumpahnya juga sama dia, semua kertasnya jadi basah. Tapi dia bentak-bentak aku."


"Ohh gitu.." ucapnya padahal dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang dikatakan oleh Andini.


"Terus sekarang kamu mau kemana And ?"


"Aku mau pergi jalan-jalan"


"Jalan-jalan ?"


"Iya..."


"Kebetulan aku juga pengen jalan-jalan. Gimana kalau barengan aja" tawarnya. Karena dia sangat khawatir membiarkan Andini jalan-jalan sendirian di kota yang sebesar ini.


Andini tidak menjawab pertanyaannya, dia hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"And.. Gimana mau enggak ? Ahh iya kamu pasti bingung. Tenang aku tuh bukan orang jahat, aku tuh orang baik. Aku gak bakal culik kamu kok, gimana ?" ucapnya lagi.


"Aku bukan orang jahat And, bahkan dulu aku adalah orang yang sangat mencintai kamu" batin Michell sambil menatap nanar Andini.

__ADS_1


Andini mengangguk, "Ayo deh.."


Kini mereka sudah tiba di pusat perbelanjaan terbesar didearahnya. Tingkah Andini yang kekanakan pun muncul setelah melihat banyak permainan dihadapannya..


"Kakak aku ingin main itu" ucapnya sambil menunjuk salah satu permainan yang ada disana.


"Baiklah tapi syaratnya kamu jangan memanggilku kakak, bagaimana ?"


"Lalu aku panggil apa ?"


"Michell.."


"Mi cheell.." ulang Andini mempraktikan untuk menyebut nama orang yang berada dihadapannya ini secara langsung.


"Ya begitu.."


"Ya.." Andini mengangguk-angguk kecil.


"Baiklah.. Let's go, let's play the game !!"


Mereka berduapun langsung menyerbu permainan tersebut, dimulai dari mobil-mobilan, memasukan bola dalam keranjang dan lainnya. Mereka berdua sangat asik sekali bermain, hingga Andinipun mulai merasa nyaman dengan hadirnya Michell.


Jam sudah menunjukan pukul 11 siang hari. Karena lelah dan lapar yang menyerang, merekapun langsung berjalan menuju restoran yang masih berada dilingkungan yang sama dengan tempat mereka bermain tadi.


"And... Kamu duduk dulu disini yah, aku mau ke toilet dulu. Jangan kemana-mana aku bakal balik lagi kok, ok" ucap Michell.


"Ok Chell" ucap Andini sembari tersenyum.


Laki-laki yang tadi bersamanyapun langsung melenggang pergi menuju toilet, meninggalkannya sendirian disana.


Saat Andini sedang melihat-lihat lingkungan disekitarnya, juga sedang menunggu pesanannya tiba, datanglah seorang laki-laki yang tiba-tiba menghampirinya dan duduk dihadapannya.


Andini kaget dengan kedatangan lelaki itu, karena dia bukalah Michell.


"Siapa kamu ?" ucap Andini. Alisnya sudah menyatu, menatap heran dengan seseorang yang ada dihadapannya itu.


"Aku Rio..."


"Rio.."


"Iyaa... Kita dulu itu temen tapi karena amnesia kamu lupain aku"


"Amnesia..


"Iya, kamu amnesia. Kamu hilang ingatan, kamu lupain semua yang udah terjadi sama kamu. Kamu lupain orang-orang yang pernah ada hubungannya sama kamu."


Rio mencoba untuk membuat Andini mengingatnya secara perlahan dengan mengatakan sedikit demi sedikit tentang masa lalunya yang ia ketahui.


Sementara saat Michell berada di dalam toilet dia mendapatkan sebuah panggilan telpon dari teman lamanya.

__ADS_1


"Hallo.."


bersambung....


__ADS_2