
Sedangkan ditempat lain, Rendi yang mendapat perintah dari Chandra untuk segera mengurusi Laura pun langsung pergi dari apartemennya.
Sesampainya disana dia mendapati Laura yang sedang duduk gelisah dan mengigiti kuku jarinya sendiri.
"Kenapa kau mendorongnya ?"ucapnya kepada Laura tanpa basa basi lagi.
"Dia sudah mengetahui rencanaku, dia mendengar semua perbincangan ku bersama pacarku" jawab laura.
"Bodoh, aku sudah pernah bilang, hati-hati jika berada di sini."
"Itu pukul tiga dini hari, aku tidak tahu jika dia sudah bangun, karena selama ini dia tidak pernah bangun pada jam tiga" sangkalnya. Memang benar selama dia berada disana dia tidak pernah mendengar ataupun melihat Andini bangun dijam 3 pagi.
" Harusnya kamu tidak mendorongnya, dia orang baik, dia tidak ada sangkut pautnya dengan kita" ketus Rendi.
"Tapi dia tahu rencanaku Ren. Apa yang harus aku lakukan jika dia akan memberitahunya kepada Chandra. Lagi pula aku tidak sengaja mendorongnya" sangkalnya lagi.
"Tidak sengaja sampai mengakibatkan dia koma, itu yang kamu bilang tidak sengaja " bentaknya.
"Apa koma ? Lalu apa yang harus aku lakukan, Chandra mengancamku jika sampai terjadi sesuatu kepadanya." Laura sudah mulai ketakutan.
"Humph.. Kamu baru tahu rasanya terancam, berpikirlah sebelum bertindak."
"Ini semua gara-gara kamu, ayahku mendekam dipenjara juga karena kamu" tuduhnya kepada Rendi.
"Ayahmu yang terlalu sembrono, disana kawasan yang ada cctv-nya. Dia malah menabraknya begitu saja sampai mencelakaiku" ungkapnya.
"Sembrono kamu bilang, kamu yang terlalu lama menunda-nunda pembalasan. Oh iya aku baru ingat, kamukan hanya anak dari sang pengkhianat, jadi kamu mana tahu bagaimana rasanya dikhianati. Perasaanmu tidak seperti perasaan ayahku yang kakaknya sendiri" cibirnya.
"Laura.." Bentaknya
"Apa ? Itu semua adalah kebenarannya kan. Jika saja kamu cepat dalam mengambil tindakan, ayahku tidak akan pernah dipenjara, dan aku tidak akan pernah balas dendam kepada Chandra" teriaknya dia sudah tidak bisa memendam lagi amarahnya itu.
"Aku punya rencana sendiri untuk membalaskan dendam ibu, tapi ayahmu mengagalkan semua rencanaku. Hermawan sudah meninggal dan ibu hanya membenci Hermawan. Bukan kepada Chandra ataupun Andini."
"Cih.. Seandainya saja Chandra tidak ada mungkin kamu sudah memiliki ayah."
__ADS_1
"Sudahlah semua itu tidak perlu diingatkan kembali, ibu sudah meninggal Hermawan pula sudah meninggal, aku anggap dendam ini sudah selesai. Aku sudah lelah menyakiti orang yang tidak seharusnya kusakiti" ketusnya.
" Sekarang kamu pergi dari sini, Chandra pasti akan menemukanmu dan aku tidak bisa menolongmu lagi. Urusan paman biar aku yang akan cari cara lain agar dia bisa keluar secepatnya" tawarnya meski dalam hatinya dia bingung harus menggunakan cara apa untuk membebaskan pamannya itu.
"Sebulan, aku akan tunggu selama sebulan. jika tidak aku akan memberi tahu Chandra bahwa kamu adalah orang yang menggelapkan uang perusahaannya di enam bulan yang lalu, yang mengakibatkan perjodohan antara Chandra dan Andini" ancamnya yang seketika saja membuat Rendi terdiam.
Lama terdiam akhirnya dia membuka suara,
"Pergilah ! Aku berjanji.." ucapnya.
"Kamu berjanji dan aku tidak berjanji tidak akan membalas dendam ku kepada Chandra. Hidupku jadi hancur setelah ayah masuk penjara. Ibuku jadi tukang cuci dan aku, aku dikucilkan teman temanku. Dan tentunya ini semua gara-gara kamu juga Rendi" Laura pergi dengan kesal dan dengan masih perasaan mendendam kepada Chandra dan juga Rendi.
**
Kurang lebih dari dua puluh lima tahun yang lalu, Mawar yang kala itu masih seorang gadis yang cantik nan jelita di dekati oleh seorang lelaki yang tampan nan gagah, dia adalah seorang kontraktor di desanya. Lelaki itu sering berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
Seiring berjalannya waktu keduanya saling mencintai. Pada suatu malam kedua insan tersebut melakukan tindakan yang haram dilakukan bagi orang yang belum memiliki ikatan yang sah yaitu zina. Mereka berzina sehingga mengakibatkan Mawar hamil.
Mawar ingin meminta pertanggung jawaban dari lelaki itu namun malang nasibnya lelaki itu sudah pergi sebelum dia datang ke kontrakannya.
Akhirnya dia pergi kekota, mencari tempat tinggal juga pekerjaan disana. Dan tujuh bulan kemudian dia melahirkan anaknya, seorang anak laki-laki yang diberi nama Rendi.
Krisis pun mulai menghinggapi kehidupannya bersama anaknya itu. Dia mulai mencari cara agar mereka berdua tetap bertahan hidup dengan tercukupi. Dan akhirnya dia bertemu dengan Hermawan kala itu. Perasaan Hermawan kepada istrinya yang sedikit memudar, membuatnya dengan cepat beralih kepada Mawar. Dan mulai dari hari itulah dia mulai memanfaatkan Hermawan. Dia selalu meminta uang kepada Hermawan dan memintanya untuk membelikan barang-barang yang diinginkannya.
Pada akhirnya hubungan mereka berakhir karena Hermawan yang lebih memilih Lina, isterinya. Dan itu semua yang membuat mental Mawar terguncang. Sebelum dia menjadi gila, dia menceritakan semua masalahnya kepada kakanya.
Sedangkan Rendi yang baru berumur 3 tahun, mereka titipkan kepanti asuhan dengan alasan bahwa mereka sibuk dan tidak mampu membiayai kebutuhan Rendi. Rendi kecil tumbuh tanpa kasih sayang ibu dan ayah kandungnya. Hanya cinta seorang ibu pantilah yang dia dapatkan selama ini.
Bibinya kadang-kadang menjenguknya dan menceritakan tentang masa lalu kelam ibunya beserta pria-pria bejat yang pernah ada di dalam kehidupannya. Jadilah ia tumbuh menjadi pria dingin yang penuh hawa dendam.
Akan tetapi seiring berjalannya waktu, sering pula dia bersama Hermawan. Hatinya mulai menghangat, dia mendapatkan sosok ayah didalam diri Hermawan.
Malam itu sebelum Hermawan meregang nyawanya. Rendi bertanya kepadanya mengapa dia meninggalkan Mawar.
Hermawan pun terkejut dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Rendi. Mengapa dia mengenal Mawar, padahal cerita itu sudah lama sekali dia simpan baik-baik, dan dia sudah pastikan bahwa tidak ada satupun orang lagi yang akan mengetahui.
__ADS_1
Rendi dengan lantangnya mengatakan bahwa dia adalah anak laki-laki Mawar.
Hermawan yang mendengar itu langsung mengerti, meski selama berhubungan Mawar tidak pernah mengungkit Rendi, namun dia tahu desas-desus dari tetangganya yang mengatakan bahwa Mawar hanya memanfaatkannya.
Maka dari itu dia putuskan untuk tidak lagi mengenal Mawar dan mengubur semua yang berkaitan dengannya. Siapa sangka isterinya meninggal karena mengetahui faktanya.
Dari penjelasan yang Hermawan berikan, akhirnya Rendi mengerti, laki-laki mana yang ingin hidupnya hanya dimanfaatkan orang dengan beralibikan cinta. Meski Hermawan memang salah tapi dia tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada Hermawan. Ibunya pun sudah sangat salah.
Setelah lama berbincang, Hermawan mengatakan bahwa dia tidak marah atas kejadian yang menimpanya kala itu. Akan tetapi dia meminta sesuatu agar Rendi segera cepat menghubungi Ambulance.
Dari malam itu Rendi menjadi sadar, dia tidak ingin siapapun lagi membalas dendam keluarganya. Dan dia tidak ingin ada korban lagi yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan masalahnya.
****
Siang ini Rendi pergi mengunjungi Andini dan juga memberitahu kabar tentang Laura kepada Chandra, yang sedari tadi mencecarnya dengan banyak panggilan.
Setibanya disana..
Dikoridor terlihatlah Chandra besama suster yang mengantarkan obat juga salep untuk luka pukulan yang diberikan Michell kepadanya.
"Apa kamu sudah menangkap Laura ?" tanya Chandra yang sedang sibuk mengaplikasikan obat merah yang baru saja dia terima dari orang kiriman Michell.
"Aku tidak menemukannya dirumah, kemungkinan dia pergi begitu saja setelah kejadian."
Chandra meliriknya jengah, "Apa kamu tidak becus mengurus satu wanita. Kenapa kamu tidak mencarinya ?" bentaknya.
"Aku sudah lakukan itu, tapi aku tertinggal jejaknya" ucap Rendi sambil menunduk. Yang bisa dilakukan Rendi kali ini adalah tidak membiarkan keduanya bertemu.
"Bodoh. Bagaimanapun aku inginkan wanita itu ditangkap hidup-hidup. Dia yang sudah mengakibatkan Andini koma. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."
"Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk mencarinya" ucap Rendi berbohong.
"Setalah diingat-ingat ada yang aneh dwnhan kejadian ini kenapa Andini lari pagi itu dan kenapa Laura mendorongnya, aku harus mendapatkan jawabannya sesegera mungkin. Entah itu dari Andini atau dari Laura" bisik Chandra didalam hatinya.
bersambung.....
__ADS_1
i am back guys.