Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Kekasih Chandra


__ADS_3

Setelah Chandra memesan makanan untuk Andini diapun keluar rumah dan mengendarai mobilnya. Dalam perjalanan dia menelpon seseorang,


"Bell, kamu ada dimana ?"


"Aku ada ditaman, ditempat yang dulu kamu temui aku " jawab Bella.


"Oke tunggu aku, aku kesana sekarang" ucap Chandra langsung menutup telponnya.


Setibanya Chandra ditaman, dia langsung mencari Bella dengan tergesa-gesa karna dia khawatir mengingat pertama kali dia bertemu keadaannya sedang tidak baik.


Setelah mencari akhirnya dia menemukan Bella yang tengah duduk termenung di dekat air mancur yang berada tepat ditengah taman itu. Dan dia pun langsung menghampiri Bella.


"Hei kok kamu udah kesini aja, kan baru pulang dari rumah sakit, nanti gimana kalau pingsan lagi " Dia khawatir melihat Bella berada sendiri tanpa pengawasan dari orang tuannya.


"Kamu bawel juga ternyata haha " jawab Bella.


Dia sedikit bahagia karna mendapat perhatian selain dari keluarganya. walaupun itu dari laki laki yang tidak pernah dia cintai sedikitpun. Pernah sekali dia mencintai seseorang selain dari Michell.


Ketika duduk di masa SMA dia pernah merasakan rasanya di cintai dan mencintai, dan sampai tahap pacaran.


Dia adalah Andri kaka kelasnya dulu. Dia bahkan sangat mencintai Andri karna baginya Andri berhasil membuatnya nyaman. Namun siapa disangka hubungannya berakhir karna Andri menyelingkuhinya dengan beralasan bahwa dia sudah bosan dengan hubungannya itu yang menurutnya begitu monoton.


Saat pacaran Andri tidak pernah berhasil berbuat layaknya orang yang berpacaran seperti berpelukan atau sekedar cium pipi, yang di bolehkan oleh Bella hanyalah pegangan tangan dan bergandengan tangan.


Setelah putus hubungan barulah Bella mengetahui segala kebusukan Andri, meski pada saat berpacaran dia pernah dinasihati untuk tidak berpacaran dengan Andri oleh temannya tapi dia tidak pernah percaya. Ya Andri adalah seorang playboy, mantan-mantannya yang lain sudah tertipu oleh Andri, dan orang yang beruntung hanyalah Bella. Dia berhasil tidak terbujuk rayunya Andri.


Seiring berjalannya waktu meski dulu Andri sangat menyakiti perasaannya, namun hatinya tetap tidak bisa membencinya. Bella pun mulai berubah dia suka bolos sekolah untuk pergi ke club, minum-minuman, merokok dan lainnya. Hanya karna alasan ingin melihat Andri.


Tapi setelah lulus SMA dia bertemu lagi dengan Michell. Dan dia tidak bisa melupakan cinta monyetnya itu. Baginya hanya Michell lah laki laki yang baik sepanjang dia hidup meski dia selalu disakiti dengan penolakan dari Michell.

__ADS_1


Untuk soal Chandra dia hanya menjeratnya karna perasaan benci bahkan dendam kepada Andini yang diam-diam membuat Michell mencintainya dan menolak Bella.


Meski sekarang dia tidak tahu keberadaan Andini setidaknya orang yang sangat Andini cintai sekarang ada bersamanya. Dan suatu saat dia akan memamerkan hubungannya bersama Chandra, dia ingin sekali melihat Andini terpuruk karna cinta yang bertepuk sebelah tangan seperti cintanya pada Michell.


"Aku bawel karna aku sayang sama kamu Bell, aku gak mau kehilangan kamu " ucap Chandra, dia memegang kedua bahu Bella.


Bellapun terseyum mendengar kata kata dari Chandra.


"Kenapa kamu bisa ada disini, terus kenapa kamu gak ditemenin orang, kan kamu baru keluar dari rumah sakit " tambahnya lagi.


"Ishh makin kesini makin cerewet. " Bella mencerucutkan bibirnya.


"Kamu udah lupa emang, aku tu udah dirumah sekitar sepuluh hari, aku tuh bosen mangkanya aku kesini." Kali ini Bella menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Hehe,, maaf aku tuh takut kamu pingsan mangkanya tau kamu ada ditaman aku langsung tancap gas. Aku rindu kamu. " Chandra menarik kedua tangan Bella dan kini mereka saling berhadapan.


"Aku ada urusan di kantor, terus baru pulang dari Surabaya karna ada urusan bisnis disana " ucap Chandra berbohong. Akan sangat tidak mungkin dia berbicara bahwa dia sudah menikah dengan Andini kemarin.


"Ouhh .. Iya gimana lancar ?" tanya Bella.


"Yahh.. Lumayan " ucap Chandra sebisa mungkin dia berakting agar tidak di curigai Bella.


"Ohh ya kok kamu sering banget si datang kesini ?" tanya Chandra mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku datang kesini, pertama emang karna taman ini yang paling deket dari rumah, kedua aku suka banget sama taman ini, apapun yang ada ditaman ini semuannya aku suka. kamu kan tau dari dulu aku tuh paling suka alam." ucapnya sembari mengingat dulu saat sekolah dia sangat menyukai pemandangan alam, dia tidak ingin dicurigai bahwa dia punya niat lain.


"Kamu mau tau siapa pemilik dari taman ini ?" tanya Chandra.


"Siapa ? Kamu ?" tanya Bella. Padahal dia sudah mengetahui bahwa ini adalah taman miliknya dan dia pun mengetahui bahwa Chandra masih mencintainya.

__ADS_1


Dia pun selalu berkunjung ke taman itu berharap bisa menemui Chandra. Dia ingin menjadikan Chandra sebagai senjata untuk membalaskan dendamnya dan membuat seolah olah Chandra lah yang menemukannya.


Chandra tersenyum.


"Mm.. Dia orang yang sangat merindukan kekasihnya, kekasihnya sangat suka hal yang berbau alam. Maka dari itu dia buat taman ini untuk meyakinkan kekasihnya bahwa dia sangat mencintai kekasihnya itu. Dan kamu tau siapa dia ?" tanya Chandra yang hanya mendapat gelengan kepala dari Bella pertanda bahwa dia tidak tahu,


"Kekasihnya itu adalah kamu.." Bellapun kaget mendengar penuturan dari Chandra. Sebegitu besarkah cintanya itu untuk dirinya yang tidak sedikitpun mencintainya..


"Ahh.. Sungguh.. Sebesar itukah kamu mencintaiku ?"


"Sungguh Bell.. Bahkan aku akan lakuin apapun demi kamu, Aku cinta sama kamu " ucap Chandra kemudian dia mengeluarkan sebuah cincin yang sudah dia siapkan sejak mendapat gaji pertama.


Bella pun tersenyum tak menyangka akan mendapatkan kejutan yang begitu mengagetkannya.


"Aku juga cinta sama kamu " ucapnya kemudian memeluk Chandra erat. Chandra pun membalas pelukannya tak kalah erat. Kemudian dia melonggarkan pelukannya itu lalu menarik lengan kanan Bella dan menyematkan cincin itu pada jari manisnya, terlihat sangat cantik, dan setelah itu Chandra mencium tangannya dan memeluknya kembali. Momen yang begitu indah bagi kedua insan yang saling mencintai.


Akan tetapi hal itu hanya dirasakan oleh Chandra seorang, sedangkan Bella ia merasa berhasil menjerat target yang akan dijadikannya bom waktu yang sewaktu waktu akan dia lepaskan pada target yang sesungguhnya, Andini.


Ditaman tentu saja bukan hanya ada mereka berdua, ada beberapa pasang mata yang melihat bahkan mengabadikan momen itu.


***


Hari sudah semakin siang, Andini yang sedang menulis novelnya pun segera mengakhiri kegiatannya itu. Dia menyalakan ponselnya dan memesan taksi online.


Dia akan pergi ke pasar membeli lauk pauk dan sayuran. Meski sebenarnya dia sangat mampu untuk membeli di mall tetapi dia lebih suka membeli ke pasar selain harganya lebih murah juga sayurnya dia bisa memilih yang tidak terlalu banyak memakai bahkan sama sekali tidak memakai pestisida dan ikannya pun dia bisa memilih yang baru tiba didarat atau masih dibilang ikan segar.


Setibanya dia dipasar, dia membeli semua kebutuhannya itu sekitar untuk tiga hari dan setelah itu pergi ke mini market untuk membeli kebutuhan lainnya perkiraan untuk kebutuhan sebulan. Andini sudah tidak canggung lagi dengan hal ini. Sejak dia menginjak remaja dia suka membantu Ibu dan juga Bik Sri didapur. Bahkan ketika Ibunya sudah meninggalpun dia terus melakukan itu baginya memasak adalah hal yang menyenangkan dan dia sangat senang membuat orang puas akan masakan yang ia masak.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2