
...Seorang laki-laki sejati harus membuktikannya dengan menepati janji...
...Seorang laki-laki tangguh harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya...
...Dan aku harap semua itu ada dalam dirimu...
...Eaaakks...
...****LH****...
"Aku ingin kesana !" ucap dan tunjuk mereka berbarengan akan tetapi berbeda tujuan.
Andini langsung meliriknya, "Ka.. Aku ingin kesana" ucap Andini dengan manjanya dan menunjuk kearah komidi putar.
"Tapi yang itu lebih seru !" Tunjuknya pada wahana bianglala.
"Aku tidak mau ?" Andini menggeleng dengan cepat.
"Kenapa ?" Chandra menyernyitkan alisnya.
"Karena, aku takut." Andini mengucapkannya sambil tertunduk.
"Tapikan ada kakak yang akan menjagamu" ucap Chandra yang sudah menangkupkan tangannya ke pipi Andini.
"Tetap saja aku takut.." Matanya menyorotkan ketakutan.
"Kamu ingin naik komidi putar ?" ucap Chandra sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Masalahnya adalah pengunjung yang sedang menaikinya semuanya adalah anak kecil sedangkan mereka berdua adalah orang dewasa. Meski peraturan untuk menaikinya tidak ada batas usianya tapi tetap saja Chandra merasa malu.
"Iya kak aku ingin naik itu, lalu aku ingin naiknya berdua sama kakak." Dia mengucapkannya penuh dengan nada manja seolah tidak mau ditolak.
Tapi dalam pikiran Chandra muncullah ide untuk membohonginya, "And masalahnya disini adalah peraturannya yang hanya memperbolehkan anak berusia.." Belum sempat dia menyelesaikan perkatannya, Andini sudah memotongnya lebih dulu.
"Tapi yang paling aku berani disini adalah wahana itu kak" ucapnya lagi dengan lebih memelas.
"And di wahana itu juga kita tinggal duduk saja kemudian perlahan dia akan naik membawa kita keatas dan kita dapat melihat sebagian wonderland ini" ucapnya dengan sangat meyakinkan.
"Kakak katanya kamu adalah suamiku mengapa kamu tidak tahu jika aku takut ketinggian. Aku takut ketinggian kak itu sangat tinggi.." Kali ini Andini sedikit menaikan nada ucapannya.
"Astaga, kenapa aku tidak tahu yang satu ini ?" batinnya.
"And.. Maafkan kakak, kakak lupa" lirihnya. Dia tidak bisa melihat Andini cemberut.
"Kamu tunggu disini kakak akan kesana untuk berbicara kepada penjaganya, ya...!" kilahnya.
"Baiklah..." ucapnya dengan senyum yang lebar.
"Aku harus bagaimana. Tentu saja itu boleh tapi aku sangat malu. Aku ingin sekali menaiki bianglala bersamanya, tapi aku rasa itu tidak mungkin. Bagaimana ini ?" monolognya, ketika dia sudah berada jauh dengan Andini.
"Chand kata gua mah jangan egois kasian Andini Chan.." Jinny Chilla tiba-tiba datang.
"Mbak saya membeli 2 tiket " ucap Chandra pada penjaga loket. Mau tidak mau dia harus mengikuti keinginan Andini.
"Ehh.. Gua dicuekin😠"
"Aku datang kesini untuk menepati janjiku yang kemarin ? Jika aku tidak menurutinya dia pasti akan marah kepadaku, huft Andini kau harus ingat hari ini" gumamnya.
"Ini kak, untuk pacarnya yah" ucap penjaga loket itu dengan tersenyum.
__ADS_1
"Ahh iya.." ucap Chandra seraya membayar tiket tersebut.
Sekarang dua tiket sudah ada di genggamannya. Mereka tinggal menunggu gilirannya untuk menaiki komidi putar.
Saat komidi putar sudah berhenti, Andini dengan segera menarik tangan Chandra. Tapi Chandra masih diam ditempat.
"Ayo kak komidi putarnya sudah berhenti sekarang giliran kita untuk naik" ucap Andini dengan sumringah.
"Bagaimana jika kamu saja yang naik kakak yang menunggumu disini, yah" pinta Chandra dengan terbata-bata.
"Tapi kak, aku sudah bilang aku ingin menaikinya bersama kakak. Apa kakak lupa dengan janji kakak, ini juga termasuk menepati janji. Kakak harus ikut bermain denganku."
"Tapi.."
"Jika tidak aku akan marah sama kakak dan tidak akan pernah mau berbicara lagi titik." Andini melipat kedua tangannya didadanya dan dia sudah mengalihkan padangannya.
"Ayo ayo, baiklah sayangku ayo kita naik" ucapnya seraya menggiring Andini masuk dalam wahana tersebut. Andini tertawa kecil melihatnya, dia merasa sudah memenangkan jackpot pagi hari ini.
Saat ini mereka sudah berada diatas kuda komidi putar, Andini berada didepan Chandra. Andini sangat bahagia sekali, wajahnya selalu terpancar senyuman indah. Membuat Chandra terpana akan senyumannya itu. Dia tidak bisa lepas dari pesona Andini.
"Sedetikpun aku tidak bisa tidak menatapmu. Dan melihatmu tertawa riang seperti itu, itu sudah cukup bagiku Andini. Bagiku cinta sesederhana itu. Aku janji tetap disini, aku janji tetap begini Andini. Aku tahu tak mudah menjaga hatimu selalu, tapi aku ingin menjadi teman hidupmu selamanya agar aku bisa selalu melihat tawamu itu" batinnya.
"Kakak ini sangat menyenangkan bukan ?" tanyanya.
"Iyaa.." Chandra tersenyum dan menjawabnya singkat.
"Aaaaa aku sangat menikmatinya kaa.." Dia berteriak sangat kencang sekali. Tapi Chandra tidak malu akan hal itu, rasa malunya sudah terbuang saat dia sudah duduk di kuda komidi itu.
Berapa menit kemudian mereka sudah turun dari komidi putar itu. Baru satu permainan, Andini tentu masih ingin bermain. Dia menunjuk wahana ini dan itu sedangkan Chandra tidak bisa lagi berkutik. Dia hanya bisa menuruti semua keinginan istrinya itu.
Setelah merasa lelah, Andini meminta Chandra untuk membelikannya eskrim. Tentu saja dengan senang hati dia menurutinya dan segera mungkin dia mendatangi kedai es krim tersebut sementara Andini menunggunya di sana.
"Kenapa hanya satu ?"
"Aku tidak mau untukmu saja.."
"Tapi aku ingin kakak juga mencicipinya, ayo.." Andini menyodorkan es krim yang sudah di buka olehnya.
"Makanlah..." pintanya lagi.
"Tapi ini untukmu, kakak tidak mau. Jika mau kakak sudah membelinya dari tadi."
"Aku tidak ingin penolakan, ayoo makanlah tapi jangan banyak. Cicipi saja sedikit" ucapnya dengan sangat menggemaskan.
"Baiklah.." Chandrapun akhirnya menjilat es krim itu sesuai dengan perintah Andini tidak banyak.
"Lagi, sebelah sini" tunjuknya.
Tiba-tiba saja Chandra ingin sekali mengerjainya, dia memakan es krim itu dengan porsi sedikit lebih banyak.
"Kakak aku menyuruhmu untuk mencicipinya sedikit." Andini menarik es krim itu dengan sangat cepat.
"Haha.. Lagian kamu menyuruh kakak untuk mencicipinya sebelah sini, sebelah sini. Bukankah lebih baik kakak melahapnya langsung ?"
"Ishh.. Lain kali aku tidak akan memberikan milikku untuk kakak makan" ucapnya dengan kesal, lalu dia langsung melahapnya tanpa perasaan.
Perkataannya itu membuat Chandra menyalah artikan maksud Andini. Dan membuat pikiran kotor Chandra menjadi meningkat. Seketika saja wajahnya menjadi merah membayangkan hal-hal yang tabu bagi seorang jomblo lakukan.
__ADS_1
" Jika kamu tidak memberikannya pun kakak akan merebutnya dengan paksa" gumamnya.
"Apa, kakak bicara apa ?" tanya Andini dengan polos.
"Tidak.. Disana ada pedagang arum manis. Kamu mau ?" ucapnya sambil menunjuk kearah pedangan arum manis.
"Kakak ingin membelikannya untuk ku ?"
"Iya kamu mau ?"
"Boleh dua yah ?"
"Siap sayangku, tunggu disini.."
Chandrapun langsung pergi untuk membeli arum manis itu.
Ketika Andini sedang melahap eskrimnya itu, tiba-tiba saja seorang ibu dan anak menggunjingkanya,
"Bu lihatlah.. Kakak itu makan es krimnya blepotan sekali. Aku saja tidak sepertinya.." ucap anak laki-laki tersebut sambil menunjuk Andini.
"Itu berarti kamu lebih baik dari kakak itu.." ucapnya sambil terus memainkan ponselnya. Ibu itu tidak tahu siapa yang dimaksud oleh anaknya.
"Lihat bu, eskrimnya sudah mengotori pipinya" ucap anak kecil itu lagi.
"Berarti dia tidak bisa mengurusi dirinya sendiri." Ibu itu langsung melihat Andini setelah mengatakan kalimat itu.
"Hahaha..." Dia tertawa terbahak-bahak.
"Astaga nak, dia seperti orang yang baru memakan eskrim" ucapnya merasa tak berdosa.
"Aku sudah bilang bu.. Haha.." Anak itupun mengikuti perilaku ibunya.
Chandra yang mendengarnya menjadi geram dengan perkataan antara ibu dan anak itu. Dia menghampirinya, dan menepuk bahunya.
"Hallo bu.." sapanya kepada ibu itu. Dan ibu itupun beralih pandangannya kepada Chandra.
Karena Chandra yang tak lagi bisa berbasa-basi, dia langsung menegur anak itu. "Dek, dia itu adalah istri kakak dia sedang amnesia, dia hanya mengingat dirinya yang sedang berumur 6 tahun. Jadi kakak mohon jangan mentertawainya lagi yah" ucapnya disertai tatapan yang sangat membunuh.
"Ahh.. Maaf Pak atas kesalahan saya.." ucap ibu itu dengan merasa malu.
Ibu itu langsung menghampirinya, "Kak ini tisunya, untuk menghilangkan sisa eskrim diwajahmu" ucap ibu itu dengan sangat lembut karena sangat takut dengan sorot tajam mata Chandra. Kemudian Ibu dan anak itu pergi setelah memberikannya.
...Janganlah suka mentertawakan hidup seseorang jika Anda tidak tahu masa lalu dari orang tersebut....
Bersambung.
maaf yah jadi komidi putar.😂
soalnya othor udah naik kandang ayam.
klo kuda-kuda an othor belum pernah.😂
btw. semua yg sudah mampir terimakasih ya atas kehadirannya maaf gak bisa bilang satu2 dikomenan.
tapi untuk othorku tercinta aku pasti mampir balik ko.
jangan ragu jangan bimbang sok mampir sini.
__ADS_1
insya allah amanah ( kek reseller haha😂)
pokoknya jaizian👋👋