Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Ribut..


__ADS_3

"Andini" dia bangun dan berteriak. Dia tersadar dan menghela nafasnya panjang panjang. Mengaturnya untuk kembali normal.


"Andini, syukurlah kamu masih berada disampingku" ucapnya kemudian mencium pipi Andini.


" Ternyata itu hanya mimpi tapi kenapa aku bermimpi Andini hilang, tidak tidak mungkin dia masih tidur, nafasnya masih ada" ucapnya setelah mengecek deru nafas Andini.


" Fiuuhhhh... Aku sedikit tenang, tapi dia masih belum sadar, dan syukurnya demamnya juga sudah tidak tinggi lagi" ucapnya setelah mengecek suhu tubuhnya.


Mimpi itu membuatnya takut ditinggalkan oleh Andini. Entah kenapa perasaan itu kini hinggap pada dirinya. Mungkin saja ini cinta, karna kedatangan cinta adalah hal misterius yang tidak dapat di prediksi. Akan tetapi itu masih dalam sebuah kemungkinan.


Chandrapun turun dari kasurnya Andini, dia pergi dan masuk kekamarnya untuk mandi dan sholat subuh karna waktu baru menunjukan jam lima pagi.


Tepat pukul 06.15 dikamarnya Andini sudah mengerjapkan matanya, secara perlahan dia membuka matanya. Wajahnya yang masih pucat dan bibirnya yang kering menandakan bahwa Andini masih benar benar lemah. Pusing tentu saja kini dia rasakan setelah apa yang dia lakukan kemarin dan dengan cepat dia sudah mengingat semua yang terjadi kemarin.


Ingin sekali menangis namun air matanya sudah tidak menetes lagi, kering tentu saja kering kemarin dia terus mengeluarkannya sampai tak sadarkan diri.


Dia mencoba untuk menenangkan hatinya, menguatkannya kembali. Bagaimana pun dia tidak boleh kalah dia harus menang melawan apapun yang menjadi penghalangnya, karena ini adalah pertempurannya.


Andini mencoba untuk bangkit dari kasur empuknya, dia mencoba berdiri perlahan meski kepalanya terasa amat sangat berat, setelah dirasa dia bisa untuk lebih tegap, dia berjalan menuju ruang makan.


Saat tiba di depan meja makan.


"Non Andini " ucap Bi Ijah kemudian dia menghampiri Andini dan menuntunnya,


"Kenapa Non kemari, biar bibi yang mengantarkan makanan Non kekamar bibi sudah membuat bubur untuk Non." Kini Andini sudah duduk.


"Tidak bi, tidak usah. Dimana ka Chandra ?" ucapnya lemah.


"Aku disini kenapa kamu kesini, kamu masih sakit And, sebaiknya kamu tidur lagi" ucap Chandra khawatir.


"Tidak ka, cepat kesini kita makan bersama."


"Ada apa denganmu ? Kenapa kamu keras kepala sekali sih kamu itu masih sakit."


"Bibi bisakah bibi meninggalkan kami berdua ?" pintanya pada Bik Ijah. Tentu saja bik Ijah mengerti diapun langsung pergi dari tempat itu. Kini ditempat itu hanya ada mereka berdua.


"Mari makan duduklah disini, aku akan mengambilkan nasi dan lauknya untukmu " ucap Andini.


"Andini biar aku saja kamu masih sakit dan lemah."

__ADS_1


"Tidak aku kuat, aku harus kuat ."


"Apa maksudmu ?"


"Aku ingin merayakan dua bulan kita, kamu tahu hari ini adalah dua bulan tiga hari kita, maaf aku sakit dan tidak bisa menyiapkan hadiah untukmu.." ucapnya lirih.


Chandra menjadi kaku mendengar ucapan Andini yang memilukan.


Melihat sikap diamnya Andinipun berkata :


"Ayolah makan, atau kamu ingin aku suapi sebagai hadiah dariku" tambahnya lagi dengan senyum godaannya.


"Tidak usah aku bisa sendiri" ucap Chandra kikuk.


"Kaa.. Aku mencintaimu " ucapnya dengan memandang lekat Chandra.


"Andini aku...." Saat sedang bicara ucapannya langsung terpotong oleh Andini,


"Aku tahu, kamu tidak mencintaikukan. Maka dari itu aku ingin bertanya apakah kamu mencintai Bella ? " ucapnya serius.


"Andini aku harus pergi " elaknya dia tidak kuasa menjawab pertanyaan itu. Dia tidak ingin lagi menyakitinya yang sudah benar benar sakit.


"Andini kam...." ucapan Chandra tersela langsung oleh Andini.


"Pertanyaan dan permintaan itu tidak ingin kamu jawab dan kabulkan. Baiklah bagaimana jika kamu dengarkan aku setelah ini baru kamu putuskan sendiri " ucapnya kemudian dia menarik nafas dalam dalam dan melanjutkan perkataannya :


" Dulu disaat SMP aku sangat mengagumimu tapi suatu hari kamu menyatakan cinta kepada Bella, dan aku tau itu. Aku pernah marah karna aku tahu cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, tapi aku sadar cinta itu tidak harus memiliki, dan aku meminta dia agar bisa bersamamu tapi Bella menolak karna dia menyukai Michell. Dan suatu hari aku pernah melihatnya menyatakan cinta kepada Michell dan aku kaget Michell menolaknya karna dia menyukaiku. Sejak saat itu aku menjauh dari Michell aku tidak ingin Bella terluka karnaku. Tapi siapa sangka Michell selalu menolaknya karna itu Bella membenciku, kemarin dia bilang aku harus merasakan penderitaannya yang tidak dicintai oleh orang yang aku cintai dan dia sangat tahu jika aku memang benar benar mencintaimu, jadi dia menggunakanmu hanya untuk balas dendam kepadaku."


"Cukup Andini aku tidak ingin mendengar ceritamu karena aku sudah tau, aku tidak habis pikir kamu sungguh pandai merangkai kata kata. Jika kamu ingin menghasut agar aku membencinya, tidak aku Chandra tidak akan pernah membencinya " ucap Chandra yang sudah mulai emosi karena tidak bisa menerima pernyataan yang Andini berikan yang mengatakan Bella menjadikannya sebagai perangkap balas dendam, karena dia tidak pernah merasa di jadikan sebagai perangkap.


"Dan aku sama tidak ingin kamu membencinya, tapi aku ingin kamu tahu dia tidak mencintaimu, aku yang tulus mencintaimu" ucap Andini meyakinkan.


"Aku yang merasakannya dan aku pula yang tahu mana yang tulus dan tidak. Dia benar mencintaiku sedangkan kamu, bahkan kamu mendapatkanku dengan cara yang kotor. Kamu dan ayahmu berencana seolah olah menjadi pahlawan. Kalian menolong kami yang kesusahan setelah itu kalian meminta imbalan agar aku menikahimu iya kan" ungkapnya karna jujur saja ini adalah pertanyaannya kepada Andini selama dua bulan ini.


"Aku bahkan tidak tahu ternyata ayahmu juga teman papaku, dan soal perjodohan akupun dipaksa . Papaku menderita penyakit jantung, dan memintaku untuk menerima perjodohan ini karna dia tahu dia bisa meninggal kapan saja, aku tidak pernah tau bahwa orang itu adalah kamu dan setelah tahu aku memang sangat bahagia sekali tapi mengapa setelah kamu tahu kenapa kamu tidak menolak ku jika memang tidak ada perasaan kepadaku" ucap Andini.


"Ayahku mengancamku tidak mengagapnya sebagai anak dan aku terpaksa tidak bisa menolak" ungkapnya dengan terang terangan karena tidak bisa lagi berbohong.


"Haha.. Ternyata hidupku ini dari belas kasihan orang lain. Miris sekali ya Chandra, lalu kamu ingin kita bagaimana sekarang ?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa apa apa selain menjagamu" ucapnya dengan keadaan tertunduk.


"Menjaga, menjagaku dengan cara berpacaran dengan temanku sendiri. Kamu tau rasanya ketika pasanganmu didepanmu sendiri dikenalkan sebagai pasangan orang lain dan itu adalah temanmu sendiri, rasanya sakit Chandra " ungkapnya tapi tanpa air mata.


Chandra hanya bisa diam, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada Andini. Perasaan bersalah sejak kemarin terus menghantuinya bahkan sampai terbawa mimpi.


"Karena kamu diam aku ingin bertanya apakah kamu mau meninggalkan Bella ? "


"Maaf And untuk sekarang tidak bisa.." ucapnya lirih mengingat dia juga sudah berjanji kepada Bella.


"Ouh tidak bisa kenapa ?" ucap Andini sedatar mungkin namun dalam hatinya sakit mendengar hal itu.


"Aku tidak bisa menjelaskan tolong mengertilah" kata Chandra.


"Jadi kamu mencintainya. Oh ya kenapa aku harus bertanya, pastilah kamu sudah jatuh cinta bahkan hartapun sudah tidak ada artinya, kamu membelikannya mobilkan seharga milyaran rupiah."


"Cukup And.. " bentak Chandra dia tidak ingin mendengar Andini lagi entah kenapa kata kata Andini baginya cukup menyayat hati.


"Kenapa apa kamu marah ? Kamu marah karena aku membicarakannya. Kamu fikir aku tidak sakit hati kamu pikir aku tidak marah, kecewa. Chandra aku sangat kecewa, marah mengapa kamu lakukan ini, dan juga kemarin kamu bahkan tidak ada simpatinya untukku" ucap Andini dengan geramnya, dia tidak tahu bahwa Chandralah yang menemani dan merawatnya semalaman.


"Karena kamu diam saja, kamu nikahi saja dia. "


"Tidak bisa. "


"Kenapa apa karena aku masih menjadi istrimu. Ingat Chandra aku tidak ingin bercerai tidak akan pernah. Jadikan saja dia sebagai madu. Jika pilihan didunia ini hanya ada racun dan madu. Aku memilih untuk tidak kamu racuni meski kamu akan meracuni sekalipun. Dan akan ku tunjukan madu itu adalah racun untukmu."


"Cukup Andini maafkan aku akan kuperbaiki semuanya maafkan aku.." ucapnya lemah, dia tidak menyangka akan terjadi seperti ini, kemudian dia menghampiri Andini dia ingin memeluknya namun Andini menghindar.


"Aku ingin istirahat" pamitnya mengakhiri percakapannya itu.


Hatinya benar benar sakit mendengar pernyataan dari suaminya sendiri yang tidak ingin mengakhiri hubungannya itu. Chandra juga tidak mempercayainya bahwa pacarnya itu hanya menjadikannya sebagai alat balas dendam. Bagaimanapun rasa cintanya menutupi semua kejahatan dan kelicikan Bella.


Bersambung.....


Maaf semuanya..


Aku telat update akunya lagi sibuk bantuin orang tua aku..


Maaf yaa...

__ADS_1


__ADS_2