Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Gegara Aku


__ADS_3

" Tadi aku kemakam Bella Chell. Mungkin gara-gara aku dia meninggal, kemarin aku begitu egois tidak mau memberikan jantung ayah " ucapnya sendu. Andini benar- benar merasa bersalah karena keegoisannya itu.


" Ya menurut aku sih dia kaya gini gara-gara aku bukan karena kamu, lagi pula donor jantung itu harus di cocokan dulu dengan si penerima donor, bisa jadi tidak cocok dan hanya membuang buang waktu saja."


"Mmm begitu.. Tapi kenapa kamu bilang gara-gara kamu?" tanya Andini heran.


"Dua hari yang lalu..."


Michell mulai menceritakan kejadian awal sebelum Bella meninggal. Dia pun menceritakan kalau Bella mengidap penyakit jantung sejak 3 tahun yang lalu karena pola hidup yang tidak sehat, suka mabuk-mabukan dan lain sebagainya. Dan kini penyakit jantung Bella kambuh juga karena terlalu banyak minum-minuman beralkohol, dokter yang merawatnya adalah teman Michell maka dari itu dia tahu bagaimana keadaan Bella.


"Masya Allah.. Jadi seperti itu ceritanya, kasihan sekali dia.." lirihnya.


"Kasihan, And dia sudah menyakitimu, untuk apa mengasihaninya ?"


"Memang Chell, aku tau itu. Tapi sekarang dia sudah tidak ada. Apa aku juga harus sama seperti dia, membencinya ?" tanya Andini.


"Yaaaa. " ucapnya sambil memikir.


"Kenapa gak bisa jawab ? Oh ya Chell, Bella itu cinta sama kamu bahkan sejak masa SMP. Tapi kenapa kamu selalu nolak dia ?" tanyanya.


"Aku gak suka sama dia" lirihnya.


"Ya kan bisa di coba dulu, pacaran ?"


"And kamu juga kenapa gak suka sama aku, kenapa gak di coba dulu. " tanyanya balik. Andini pun tercengang mendengar pertanyaan itu.


"Ya aku kan udah punya suami dan lagi cinta itu tidak bisa dipaksakan, aku lebih suka hubungan kita itu hanya sahabat aja. "Terang Andini, sebenarnya Andini tidak ingin menyakiti seseorang dengan memainkan perasaannya terlebih itu adalah Michell, orang yang dicintai sahabatnya. Baginya cinta itu suci dan jangan dipermainkan, bila tidak cinta lebih baik menolaknya daripada menjeratnya.


"Nah itu cinta itu tidak bisa dipaksakan And dan aku juga lebih suka dia hanya menjadi temanku saja" ucapnya mengulangi perkataan Andini.


"Cintaku dulu dan sekarang hanya untukmu tidak mungkin secepat itu beralih And. Jika seandainya sudah tidak ada lagi harapan untuk kita, maka aku akan melupakanmu tanpa melibatkan seseorang" bisik Michell dalam hati.

__ADS_1


"Mm cinta tidak bisa dipaksakan..." lirihnya dia benar-benar termakan oleh ucapnya sendiri. Pikirannya kini teringat kepada Chandra yang sama sekali tidak mencintainya. Haruskah dia memaksakan Chandra agar mencintainya, karena alasan dirinya sendiri atau keluarga atau ikatan pernikahannya ?


Michell yang melihat wajah Andini berubah menjadi murung pun langsung mengalihkan pembicaraannya seakan tahu dengan apa yang dipikirkan olehnya.


"Yasudah, aku ingin menjenguk Papamu, ayolah putri cantik jangan bersedih lagi" ucapnya. Dia benar-benar tidak bisa melihat Andini sedih menangis, rasanya sangat menyakitkan, jika sampai kejadian seperti itu.


Andinipun tersenyum tersipu malu mendengar panggilan yang baru saja Michell sematkan padanya. Raut mukanya seketika berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Hari sudah semakin siang, Andini pun meminta Satpamnya Samsul untuk datang kerumah sakit, menggantikannya untuk menjaga Papanya yang juga belum sadar. Dia teringat akan Chandra yang terlihat belum memakan apapun dari kemarin.


Dia juga ingin menghibur Chandra agar kembali semangat menjalani hari-harinya meskii tanpa Ayahnya. Dia juga berharap Chandra bisa kembali kuat daripada sebelumnya.


****


Chandra baru saja tiba dirumahnya. Setelah pulang dari memakamkan Bella, dia di telpon oleh pihak polisi untuk segera datang bersama Rendi agar membantunya dalam penyelidikan kasus kecelakaan yang sudah menewaskan Hermawan.


Hermawan meninggal dalam kasus kecelakaan tabrak lari, beruntungnya di jalan tersebut terdapat cctv untuk membantunya dalam mengetahui siapa pelaku tabrak lari tersebut.


Setelah selesai Chandra pun langsung pulang kerumahnya.


"Ayah, Bella kenapa kalian meninggalkanku sendiri aku sangat menyayangi kalian, Tuhan untuk apa aku hidup, orang-orang yang aku sayangi dan cintai mereka sudah pergi, alasan apa yang bisa membuatku masih berada terus disini, alasan apa ?" teriaknya. Dia berteriak-teriak meluapkan semua unek-unek yang tengah di rasakannya.


Sekilas dia mengingat kejadian ditaman rumah sakit itu dan langsung berkata, "Aku ingin bersama mereka, aku tidak ingin bersama Andini, karena dia karena wanita ular yang egois itu Bella pun harus pergi meninggalkan ku. Aku benci padanya, aku tidak ingin menjalani sisa hidupku bersamanya" umpatnya. Bulir bening pun sudah jatuh dipipinya, dia menangis.


"Tuhaaan.. Mengapa engkau lakukan ini mengapa engkau memberiku musibah yang berkali-kali lipat, Bella Ayah mereka semua sudah pergi, untuk apa aku hidup lagi, katakan untuk apa aku hidup lagi Tuhann.." teriaknya lagi.


"Mengapa tidak sekalian saja nyawaku yang kau ambil Tuhan mengapa, apa kau belum puas menyiksaku, apa kau belum puas membuatku menderita. Kenapa dunia ini tidak adil padaku hu hu huhu...." Tangisnya sambil memukul-mukul dadanya sendiri.


Kesedihan yang mendalam yang dirasakannya membuatnya tidak bisa berpikir jernih, dia menyalahkan Andini atas kematian Bella.


Andini ternyata sudah datang dan sudah berada didepan pintu kamar Chandra, dia sudah mendengar semua yang dikatakan oleh Chandra mulai dari keputusasaanya hingga hinaan yang dilontarkannya untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Sakit sekali mendengar orang yang dicintainya tidak lagi mau bersamanya, ingin meninggalkannya namun tidak bisa, akan sangat merasa bersalah jika sampai meninggalkannya setelah apa yang sudah ayah mertuanya korbankan untuknya dan Papanya. Namun juga sangat menyakitkan jika terus saja seperti ini, keadaanya seperti buah simalakama yang mundur salah maju salah, semuanya serba salah.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan saat ini, aku sungguh bingung aku sangat menderita. Akan kah pernikahan ini berakhir dengan bahagia atau berakhir dengan sebuah perpisahan. Tolong tunjukan aku jalan yang terbaik untuk menghadapinya, tolong berilah aku kesabaran yang tiada taranya" gumamnya.


Tak lama kemudian dia mengambil makanan yang sudah dimasaknya untuk Chandra, karena dia tahu dari kemarin hingga siang ini Chandra belum makan sedikitpun.


Tok tok tok ..


Andini mengetuk pintu kamar Chandra.


"Ka" panggil Andini.


"Ayo kita makan dulu.. " ajak Andini namun tidak ada sahutan dari dalam sana.


"Ka, aku tau kamu belum makan kan, ayo makan dulu" ucapnya, namun masih sama tidak mendapatkan balasan.


"Ka.."


Ceklek pintunya dibuka oleh Andini, dia melihat Chandra sedang tidur selonjoran diatas ranjang dengan mata yang memandangi langit langit rumahnya. Kemudian dia menghampiri suaminya.


bersambung.....


Like 👍


comment💬


Vote💯


share📬


favorit❤

__ADS_1


Kumohon dan kutunggu dukunganmu😣


syukrooon🙏


__ADS_2