Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Reuni Menyakitkan


__ADS_3

"Silahkan duduk Andini" ucap Bella kemudian.


Setelah Andini duduk, dia tidak ingin melihat suaminya, matanya pun tidak pernah melirik Chandra. Pandangannya lurus ke depan melihat mobil yang baru saja diberikan oleh Chandra.


"Mobil itu... Bukankah seharusnya aku yang mendapatkannya.." bisik Andini dalam hatinya.


"And... Perkenalkan, aah tidak, seharusnya kamu pun sudah kenalkan siapa dia, dia adalah Chandra kekasihku.." ungkap Bella dengan senyum sinisnya.


"Kekasih..." bisiknya lagi.


"Selamat atas kelian berdua" ucap Andini, bibirnya pun tersenyum seperti tidak ada apa apa.


"Ohh iya kita hari ini baru saja merayakan hari jadi kita yang ke dua bulan seharusnya sih seminggu yang lalu, tapi mungkin dia terlalu sibuk menyiapkan hadiah jadi terlambat. Lihat mobil itu, itu adalah hadiah dari Chandra untukku" ucapnya seraya menunjuk mobil yang berada didepannya.


"Dua bulan lebih seminggu berarti..." pikir Andini..


"Mobil mewah memang sangat pantas untuk diberikan oleh seorang Chandra kepadamu" ucap Andini.


"Iya benar.. Dia menunjukan bahwa cintanya lebih penting dari sebuah mobil itu, iya kan sayang" ucap Bella yang memegang tangan Chandra.


Chandra pun melepaskan pegangannya itu dan hanya menjawab pertanyaan Bella dengan anggukan kecil.


Dalam hati Chandra terbesit perasaan bersalah namun dia juga tidak bisa menghentikannya, dia bingung dengan yang terjadi saat ini.


"Pasangan yang serasi" ucap Andini sambil tersenyum kecut.


"And.. Ayo kita pergi" ucap Michell yang baru saja datang dan tiba-tiba langsung memegang tangan Andini..


"Michell" gumam Bella.


"Michell kamu juga datang.. Ayolah silahkan duduk disamping ku" ucap Bella sambil menepuk kursi sebelahnya.


"Tidak. Ayo Andini ayo kita pulang" ajak Michell kembali.


"Tidak Chell, sebaiknya kamu turuti perkataan Bella. Dia hari ini sedang berbahagia, tidak baik jika kita pergi begitu saja" ucap Andini memintanya untuk duduk.


"Tapi ..."


"Duduklah" pinta Andini kembali, dan Michellpun menuruti keinginannya. Kini dia duduk diantara Bella dan Andini.


"Oh ya. Maaf ya And aku tahu kamu dulu suka dengan Chandra tapi kali ini kumohon jangan pernah larang kami" ucap Bella memulai percakapannya lagi.


"Hemm.. Aku tidak pernah melarangmu Bella dari dulu pun tidak pernah, tolong jangan berbohong lagi" ucap Andini yang sudah ingat ucapan Chandra kala itu.


"Hahaha.. Ya.. Mana mungkin yah Andini melarangku, aku ini berbicara apa. And aku dengar kamu sudah menikah" tanya Bella.


"Bell" bentak Chandra dan Michell bersamaan.


Andinipun menyunggingkan senyumnya..

__ADS_1


"Iya Bell aku sudah menikah" kata Andini.


"Ohh ya bagus. Tapi sepertinya aku lihat, kamu masih mencintai Chandra.."


"Bell.." bentak Michell lagi lagi terpotong oleh Andini.


"Mencintainya .. Kamu berpikir terlalu jauh Bell. Bagaimana mungkin aku mencintai seseorang yang sudah memiliki pasangan, aku bukan pelakor " sindirnya, akan tetapi yang disindirnya tidak merasa.


"Ahh bagus itu.. Jadi aku tidak perlu takut Chandra akan direbut olehmu."


"Jaga saja lelakimu ini" ucap Andini.


Ucapannya itu sontak saja membuat Chandra terkejut, bagaimana tidak ucapannya seperti tidak memiliki rasa.


"Haha.. Baiklah. Kalau boleh tahu suamimu ada dimana ?" tanya Bella.


"Disampingmu" bisik Michell yang sudah geram akan kelakuan Bella sampai-sampai dia mengepal tangannya sendiri.


"Ada.. Suamiku ada" ucap Andini, dan Chandra pun menatapnya seolah-olah melarang Andini untuk membicarakannya.


" Dia selalu berada dihatiku setiap hari setiap malam suamiku selalu ada dihatiku. Meski kini raganya sedang tidak bersamaku" ucap Andini sambil memandangi lekat Chandra.


"Aku permisi dulu" ucap Chandra hatinya merasa sedikit tersayat akan perkataan Andini..


"Aku juga mau ketoilet dulu" ucap Michell. Diapun mengikuti kemana arah Chandra pergi.


"Bagaimana Andini, sudah merasakan penderitaan yang aku rasakan" ucap Bella.


"Huh.. Kamu tau Michell. Aku sangat mencintai Michell tapi dia selalu menolakku dan semua itu karna kamu And.."


"Jika kamu mencintai Michell bagaimana dengan Chandra.."


"Chandra, dia hanya sebagai alat, untuk membalas dendamku kepadamu."


"Membalas dendam padaku karena Michell tidak mencintaimu, kamu jahat Bell. Aku tidak pernah meminta Michell untuk menolakmu bahkan kamu pun tau aku tidak pernah menyukainya, dan Chandra dia adalah orang yang tidak bersalah. Seharusnya jika kamu benar benar mencintai Michell kamu buktikan kepadanya kalau kamu benar benar mencintainya bukan seperti ini."


"Diam Andini.. Aku tidak ingin mendengar ocehanmu lagi. Aku benci kamu Andini" bentaknya.


"Sadar Bella, sadar" ucap Andini.


Ingin sekali dia menampar pipi sahabatnya itu, namun dia urungkan.


Hatinya sungguh sakit dengan kenyataan yang terjadi saat ini namun dia harus berpura-pura kuat agar Bella tidak merasa bahagia dengan rencana busuknya ini.


Bagaimanapun hati perempuan mana yang tidak sakit ketika suaminya sendiri diperkenalkan sebagai pacar dari sahabatnya sendiri.


Tapi inilah takdir yang harus dia terima sendiri meski itu sakit sekalipun.


Ditempat lain

__ADS_1


"Chandra..." Michell memanggilnya namun dihiraukan oleh Chandra.


"Chandra..." kali ini dia langsung menepuk bahu Chandra agar dia berhenti. Benar saja cara itu berhasil.


"Apa yang sudah kamu lakukan bajingan brengsek" teriak Michell.


"Apa kamu mencintainya ? mencintai Andini, kamu selalu membelanya" tanya Chandra penasaran.


"Benar aku memang mencintainya, tapi tidak dengan dia, dia mencintai orang yang gak guna yang bahkan menyelingkuhinya sejak saat pertama menikah " ungkap Michelll.


"Jika kamu mau kamu bisa memilikinya" ucap Chandra dengan santainya.


Plakk plak bugh bughh.


Tamparan pipi kanan kiri dan tonjokan sebanyak dua kali mendarat tepat ke perut Chandra.


"Sadar Chand Andini istri lo. Isteri yang lebih mencintai lo dari pada lo sendiri Chand. Apa gak ada simpati sedikitpun saat Andini di cerca seperti itu oleh Bella yang katanya kekasih lo itu hah" bentak Michell lagi. Dia sudah geram dengan Chandra.


Bugh.. Sekali lagi tonjokan itu tepat keperutnya


"Asal lo tau, jandanya Andini gua tunggu. Tapi gua punya cara yang lebih baik. Gua lepasin berlian berharga itu ke lo, tapi lo sama sekali gak bisa ngejaga dia, gua yakin kalau hatinya nangis ngeliat kalian berdua, tapi dia pura-pura tegar karna apa, karena dia pengen tau siapa yang lo pilih Andini atau Bella. "


"Brengsek lo bajingan"


Bugh bugh kali ini dia menonjok bagian kepalanya sebanyak dua kali. Dan semua pukulannya tidak ada penolakan dan juga pembalasan dari Chandra. Entah apa yang terjadi dengannya sesakit itupun dia tidak memperdulikan, Michell meninggalkannya kemudian pergi Menghampiri Bella dan Andini.


Chandra mengusap sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari Michell. Kemudian dia membasuh wajahnya dengan air, pikirannya saat ini kalut apalagi terhadap Andini yang berpura pura tegar.


Saat sampai disana Michell tidak melihat lagi Andini berada disana


"Kemana Andini" tanya Michell.


"Pergi" ucapnya dengan santai.


"Keterlaluan lu Bell, bahkan gua jijik liat muka lu lagi " geramnya terhadap Bella.


"Michell Michell .... " Dia mencoba memberhnentikan Michell namun tidak dihiraukan "Huh Andini wanita itu "ucapnya sinis.


Tak lama kemudian Chandra menghampiri Bella.


"Sayang... Kamu kenapa " Bella mengelus pipi chandra.


"Ssssshh " Chandra meringis kesakitan


"Bell aku pulang dulu, aku mau kedokter ngobatin ini" ucapnya berbohong.


"Aku anter oke" tawar Bella.


"Enggak Bell makasih, aku pergi dulu" pamit Chandra kemudian dia langsung menuju mobilnya dan bergegas menuju rumahnya.

__ADS_1


"Kok pada pergi sih aneh.. Tapi kali ini berhasil dong mobil dapet Andini sakit hati. Sekarang giliran campakin Chandra dan dapetin Michell dengan cara apapun.." ucap Bella dengan senyum kemenangannya.


Bersambung. ..


__ADS_2