Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Kenapa ? Kamu Jahat


__ADS_3

Secarik kertas yang ditemukan dibawah tumpukan baju Andini. Tetapi belum sempat dia membukanya sebuah telpon berdering keras...


"Iyaa.. Hallo.."


"...."


"Baik, baik ya. Terimakasih." Dia memutuskan sambungan teleponnya. Matanya pun sudah teralih pada kertas yang sedang dipegangnya.


"Sebaiknya aku bacanya nanti saja" ucapnya sambil memasukan kertas itu kedalam saku jaketnya.


***


"Kertas ituu.. Aku menarunya di sakuku.." Chandra langsung bangun menuju tempat dia menggantung jaketnya.


Dia memasukan tangannya dan mengambil kertas itu.. Dia membukanya, "Tulisan ayah..." gumamnya. Kemudian dia perlahan membacanya.


Terkejut.. Dia memundurkan langkahnya dan menghempaskan tubuhnya kekasur. Beruntung kasur itu memiliki per jadi dia tidak merasakan sakit dibagian pantatnya.


Surat itu adalah surat wasiat dari Ayahnya untuk Andini supaya menerima warisan yang diberikannya. (part warisan )


Sekarang posisinya sudah terduduk, wajahnya menjadi pias seketika, pikirannya melayang pada kejadian dimana dia memaki Pak Karni, Rendi terlebih Isterinya.


"Jadi ayahpun sudah tau kesalahanku, ayah juga meminta maaf untukku. Semua ini benar bukan trik dari Andini. Semua ini adalah murni kesalahanku, ayah ingin aku terus bersama Andini dengan tidak menyerahkan perusahaannya kepadaku, melainkan kepada Andini. Jadi aku orang yang sangat jahat disini... Aa aa aku tidak mengerti mengapa aku selalu berbuat kesalahan.. Mengapa aku bisa begitu sejahat ini, benar-benar sangat jahat" ucapnya terus menerus mengatakah JAHAT.


Dia merundukan kepalanya, kemudian dia menjambak keras rambutnya..


"Arrggghh....Kenapa aku begitu jahat, kenapa ?" bentaknya.


"Aku terlalu dibutakan oleh cinta kepada Bella yang jelas hanya memanfaatkanku. Kenapa aku begitu bodoh dan kejam. Kenapa ???" Dia memukul-mukul dadanya dengan keras.


"Aku mencaci maki isteriku, menghina isteriku, menyiksa isteriku. Hanya karena cinta yang tak pernah bisa ku dapatkan."


"Aku menyesal.. Hu hu hu." Tangisnya pecah..


"Aku sudah begitu kejam... Kenapa ? Kenapa dia masih mencintaiku kenapa ???" ucapnya lagi dengan tersedu-sedu. Dia sedang melepaskan rasa kesal, marah dan hancurnya melalui kata-kata.


"Aku mengira bahwa aku orang baik tapi ternyata aku lebih brengsek. Aku lebih hina. Aku lebih rendah.. Laki-laki tak bergunaa.." makinya. Setelah mengatakan itu dia terdiam. Otaknya sedang merekam kembali perkataan Ayahnya.


"Ayah.. Seandainya dulu aku menuruti perkataanmu mungkin aku tidak semenyesal ini.. Mungkin aku sudah bahagia dengan Andini. Mungkin Andini tidak akan pernah koma dan melupakanku.. Mungkin kami sudah akan dikaruniai anak.. Memberikamu cucu seperti yang kamu inginkan.." Matanya kembali berlinang. Kejadian selama 7 bulan ini terekam jelas di pikirannya.


"Tapi.. Setelah semua ini jika Andini teringat kembali apakah dia akan memaafkan aku, terlebih sebelum dia koma, aku sudah sangat menyakitinya. Apakah dia akan meninggalkanku.. ??" pikirnya.


"Tidak... Aku tidak ingin ditinggalkan olehnya, aku ingin memperbaiki semuanya. Aku tidak ingin Andini teringat kembali bahwa aku suaminya.. Ya dia tidak boleh sembuh" ucapnya sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


Dia berlari pergi keluar dari kamar tersebut. Tujuannya adalah kamar Andini dia ingin melihat Andini.. Tak selanga satu menit dia sudah tiba dikamar Andini.. Lalu menghampirinya, memandangnya dengan lekat dan dia menjatuhkan dirinya sendiri ke lantai dekat dengan ranjang Andini. Ditatapnya Andini dengan tatapan penuh nanar.


"And.. Kau sudah tidur sebulan tapi masih bisa tidur nyenyak juga sekarang." Chandra menyelipkan anak rambut Andini ketelinganya.


"And.. Aku sangat bahagia melihatmu sekarang, setidaknya tadi aku lihat senyummu sangat merekah. Bukankah itu menandakan tidak adanya beban dalam diri kamu ??? Ini pertama kali aku melihatmu senyum karenaku And." Dia mengatur nafasnya yang sesak akibat menangis.


"And.. Maafkan aku jujur pikiranku kalut sekarang. Aku takut, aku takut kamu sembuh dari amnesiamu dan mengingatku lagi. Aku takut kamu meninggalkanku, aku tidak bisa membayangkan itu terjadi kepadaku. Maafkan aku And.. Maafkan aku yang egois.. Maafkan aku.." Dia memegang tangan Andini dan mengangkatnya seperti sedang memeluk tangannya.


"Saat dalam keadaan koma, aku mulai mengenalmu, aku baru tahu mengenai fakta kebenaran tentangmu. Aku memang menyesal And.. Tapi sekarang aku benar-benar menyesal sangat menyesal, begitu menyesal And.. Tidak ku sangka.. Huhuhu.. Maafkan aku atas segala sikapku And.. " Chandra menghapus air matanya lagi.


"And.. Mari mulailah hidup baru.. Akan aku pastikan bahwa dikesempatan kali ini kamu tidak akan pernah menyesal sudah menikah dengan ku.. Akan aku pastikan bahwa kamu adalah satu-satunya wanita yang paling bahagia didunia ini. Akan aku pastikan senyum hanya karnaku, And.. Yaa.. Itu janjiku padamu And..." ucapnya dengan ritme cepat dan dengan nada sumbringah.


" Tidak apa And.. Tidak apa jika kamu melupakanku tidak apa. Aku akan membuatmu mengingat Chandra yang baru. Aku tidak akan membawamu pada Chandra yang dulu" imbuhnya lagi.


Kebisingan yang dibuat oleh Chandra itu, akhirnya menyadarkan Andini dari tidurnya. Andini begitu kaget melihat bola mata Chandra yang sudah memerah dan sembab.


"Kak !" serunya..


"Apa kaka sedang menangis.. ?" tanyanya lagi.


"Andin.. Andin sudah bangun." Chandra mengelap semua wajahnya dengan bajunya sendiri.


"Kakak kenapa ?" tanyanya begitu heran.


"Iya siihh... Tapi kaka beneran kelilipan. Sini aku tiup, biasanya mama suka niupin mataku kalau lagi kelilipan."


"Ga usahlah kaka bisa ngilanginnya kok.."


"Aku juga bisa, bahkan aku bisa pake sulap. Coba deh kaka merem dulu." Chandrapun mengikuti keinginannya memejamkan matanya.


Andini perlahan membuka mata kirinya menggunakan kedua tangannya.


Fuuuuhhh....


Cupp..


Andini mencium lembut mata yang baru saja ditiupnya itu..


Deg...


Chandra membuka kedua matanya. Menatapnya dengan aneh 'yang tadi itu apa ?' pikirnya. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Kaget sekaligus bahagia atas apa yang baru saja dilakukan oleh Andini.


"Kenapa kamu mencium mata kaka..?"

__ADS_1


"Karena kaka baik.. Kata mama kalau orang baik harus dibalas dengan kebaikan. Dan kalau ada orang yang sedang kesusahan maka harus dibantu. Kaka tadi kelilipan kan ?" ucapnya begitu polos. Maklum anak umur enam tahun ceritanya.😅


"Ekhem..." Dehem Chandra, kembali menetralkan pikirannya juga situasinya.


"Lain kali kalau ke orang lain jangan yah..!!" pinta Chandra.


"Kenapa ?"


"Ya enggak boleh. Cuman boleh ke kaka aja."


"Ish kakak aneh.. Oh ya yang tadi gak gratis ya.. Besok kaka harus beliin aku cokelat goldking, sama magnum isi 12" palaknya. Rokok kali ah magnum 12 warna hitam😂


"Yehh banyak banget. Diciumnya juga cuma satu.." ucap Chandra yang pura-pura kesal.


"Tapikan dua-duanya udah langsung sembuh." Andini yang gerampun menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.


"Haha... Iya-iya deh..." ucap Chandra sambil mengacak-acak pucuk rambutnya.


"Yaudah sekarang Andini tidur ya.. Kaka juga mau tidur. Selamat malam." Chandra mengangkat badannya dan pergi..


"Selamat malam." Ucapan terakhir dari mulut Andini.


Cek lek pintu sudah ditutup. Akan tetapi Chandra masih ada dibalik pintu. Sekali lagi dia mengusap matanya yang tadi dicium oleh Andini. Senyum merekah sudah terpampang jelas diwajah Chandra. Senang bukan kepalang. Seandainya dia tidak malu mungkin dia sudah beejingkrak-jingkrak saking senangnya.


"Beginikah rasanya bahagia ? Apa ini yang namanya 'belenggu sudah terbuka dan hati sudah mulai menerima' ???" gumamnya.


Bersambung...


...Sekarang Chandra udah bisa bobo ganteng.....


...Othor bikin ini sambil nangis. Awas kalau gak nangis😈...


...Tapi masalah blum selesai yah.....


...Pokoknya ttp stay tuned di karyaku😒...


...Ga boleh kabur💃💃...


...Like, komen, love-in, rate, vote aku pokoknya sepuluh sehari juga gak pp😂😂....


...Tanpa kalian aku tuh bukan aku😢...


...Love you all...

__ADS_1


...Jaizian😉...


__ADS_2