Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Cerai dan Talak


__ADS_3

...Cinta membuat seseorang memiliki keberanian dan keberanian akan membuatnya dapat melakukan apapun....


..._Krishna...


...****D****...


Setelah mendapatkan sebuah ide. Andinipun pergi dari kantornya menuju sebuah mall besar di daerah tersebut.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan diapun kembali kerumahnya menyiapkan segalanya juga menyiapkan mental untuk malam ini.


Andini tidak ingin Chandra menyelingkuhinya lagi dia berniat akan menyerahkan dirinya kepada suaminya sendiri malam ini. Entah ini ide gila atau apa yang pastinya dia bergantung kepada malam ini.


Malam hari pun sudah tiba, kini dia berada di kamar Chandra menunggunya pulang. Sudah berjam jam lamanya namun yang ditunggu belum pulang juga. Namun itu tidak membuatnya mengurungkan idenya itu. Dia harus melakukannya atau dia akan kehilangan semuanya. Toh.. Bukankah berhubungan suami istero juga termasuk wajib bagi yang sudah menikah ?


Dia sengaja memakai baju tidur selutut tidak tipis dan juga menerawang namun dia sedikit risih menggunakannya karena biasanya dia menggunakan baju tidur lengkap dengan celana.


Dia biasanya menggunakan hijab namun kini rambutnya di ikat gelung memperlihatkan leher jenjang mulus miliknya. Tak lupa diapun menggunakan parfum yang harumnya begitu lembut jika terhirup. Dia terlihat sangat cantik dan juga seksi.


Dilihatnya kembali penampilannya itu "Ahh apa yang aku fikirkan ketika aku membeli baju ini" gerutunya dalam hati. Sedikit menyesal dengan keterburuannya itu namun rasa penyesalan itu harus segera dia singkirkan atau semuanya akan gagal.


Didalam kamar sengaja ia mematikan lampunya, sebelumnya dia menghias kasur Chandra dengan bunga yang tadi dibelinya dan dia juga membukakan jendelanya membiarkan cahaya rembulan menyinarinya dan juga membiarkan angin malam masuk untuk menjadi saksi bisu cintanya Andini.


***


Diluar Chandra yang baru saja tiba dari kantorpun langsung masuk ke kamarnya ia merasa lelah karna sudah lembur.


Begitupun dengan Laura dia baru kali ini merasa tulang tulangnya seperti remuk setelah bekerja, tanpa mengganti pakaiannya lagi diapun langsung melemparkan tubuhnya ke kasur dan tertidur lelap.


Chandra yang Melihat kamarnya yang gelap merasa aneh. Ia ingin menyalakan lampu namun dia urungkan setelah melihat ada bayangan seorang perempuan di kamarnya


"Siapa kamu ?" tanya Chandra yang tidak tahu siapa yang kini berada dikamarnya.


"Aku " jawab Andini.


"Mengapa kamu ada di kamarku ?" tanyanya lagi setelah mengetahui bahwa itu Andini.


"Salahkah bila seorang istri berada dikamar suaminya ?" menjawab dengan pertanyaan dengan nada santainya.


Trak.


Chandra pun menyalakan lampunya.


"Apa yang sedang kau lakukan." Chandra heran mengapa tiba tiba Andini berada di kamarnya.


"Sini kemarikan tas mu" Andini menghampirinya dan mengambil tasnya kemudian menaruhnya.


"Lepaskan jas mu " Chandra hanya menurut kemudian melepaskan jasnya yang langsung diambil oleh Andini kemudian menggantungnya.


Setelah itu Andini melepaskan dasinya.


"Apa yang sedang kamu lakukan" tanya Chandra yang kedua kalinya karena mulai takut dengan sikap Andini yang berbeda dari biasanya.


Andini maju Chandrapun mundur begitu seterusnya sampai dia berada di ujung kasurnya.


"Duduklah " perintahnya namun Andini tetap berdiri didepannya.


"Apa yang sedang kamu lakukan ?" tanya Chandra yang ketiga kalinya.


"Kau mau teh atau kopi akan aku buatkan" tawar Andini.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu, apa yang sedang kamu lakukan dikamarku menggunakan pakaian yang tidak senonoh seperti itu" sindirnya, Andini hanya tersenyum kecut.


"Aku ..." ucapanya sempat terjeda karena ragu


"Aku harus berani mengatakannya" batinnya


"Aku akan meminta hak ku " ucapnya memberanikan diri dan dengan sekali nafas.


"Hakmu ? Bukankah uang selalu aku berikan."


"Hemm" Andini tersenyum getir.


"Apa kau tau hakku masih banyak."


"Aku sudah menafkahimu lalu apa lagi ?"


"Benar uang termasuk salah satu nafkah lahirku. Bagaimana dengan nafkan batin ku ?" Andini mulai mendekati Chandra kemudian dia melepaskan kancing baju Chandra satu persatu.


"Apa yang sedang kau lakukan Andini. Stop !" Chandra menepis tangan Andini, jujur saja sekarang ketakutan Chandra bertambah meningkat.


Saat Andini ingin melepaskan bajunya, tangannya di tarik dan di plintir oleh Chandra dan kemudian dia membalikan badannya.


"Apa yang kau lakukan, kau seperti wanita murahan Andini. Ini seperti bukan kamu " ucapnya tepat di dekat telinga Andini. Sehingga dia bisa merasakan deru nafas Chandra.


"Ini aku Chandra ini aku isterimu, apa salah aku sebagai isterimu meminta hak batinku. Katakan apa aku salah ?" Dia meneteskan air matanya merasakan ketidak berdayaannya, kemudian Chandra melepaskan tangannya yang memelintir tangan Andini.


Andinipun kembali membalikan tubuhnya menghadap Chandra, menatap manik mata Chandra secara lekat.


"Wanita lain mereka bisa menyentuhmu sedangkan aku, aku isterimu bahkan tak bisa menyentuhmu" imbuhnya lagi dia masih menangis mengeluarkan isi hatinya.


Chandra masih diam, setia mendengarkan keluh kesah Andini.


"Katakan apa aku bodoh, telah mencintaimu bahkan mengharapkanmu bisa terus bersamaku. Apa aku bodoh Chandra. " Andini bergerak sedikit lebih maju dan hampir menindih tubuh Chandra.


"Selingkuh.. Huh.. Aku tidak pernah berselingkuh darimu, mereka adalah temanku. Aku tidak akan pernah berselingkuh darimu, karena sebelas tahun aku mencintaimu tidak mudah untuk ku melepaskan cintaku begitu saja Chandra." ucapnya frustasi. Chandra menatap bola mata Andini yang mengatakan bahwa apa yang dia katakan semuanya benar.


"Kamu yang jelas berselingkuh di belakangku Chandra. Katakan padaku apakah masih ada ruang di hatimu untukku. Untuk isterimu yang bodoh ini." Andini mulai menjatuhkan tubuhnya yang sedari tadi dia tahan.


" Sentuh aku Chandra aku meminta hak ku sekarang, mari kita lakukan." Andini memeluk erat Chandra.


"Andini " bentaknya dan tangan Chandra yang kekar itu berusaha melepaskan pelukan Andini.


"Sadarlah apa yang sedang kamu lakukan." Chandra menghempaskan tubuh Andini ke sampingnya secara kasar.


"Apa kau tidak mau, aku istrimu Chandra. Aku berhak atas dirimu" teriak Andini.


"Kamu menyelingkuhiku bersama Bella aku maafkan tapi kali ini aku tidak ingin kau menyelingkuhiku lagi dengan Laura, aku sangat tersakiti jika kau lakukan itu, aku mencintaimu suamiku sangat mencintaimu. Tolong tetap bersamaku dan belajarlah mencintaiku." Andini kembali meneteskan air kepiluannya sembari mengelus pelan wajah Chandra.


"Lepas Andini.." Chandra kembali menepis tangan Andini, karena jantungnya sudah mulai berdegup kencang. Tentu saja karena dia lelaki normal akan tetapi untuk saat ini dengan situasi seperti ini dia tidak ingin melakukan hal itu.


" Humph..sekarang aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku atau sekedar menyukaiku" tegas Andini.


Kemudian mereka terdiam sejenak larut dalam pikirannya masing masing. Setelah itu Andini kembali menatap Chandra.


"Katakan Chandra apa kau ingin bebas dariku, aku akan meninggalkanmu meski itu sangat menyakitkan bagiku tapi aku akan mencobanya" ungkapnya disertai menetesnya kembali air bening itu.


Chandra hanya diam mendengar pernyataan Andini, entah rasanya sangat memilukan sekali mendengar kata bebas.


"Aku hanya ingin kamu bahagia, jika melepasmu akan membuatmu bahagia, aku akan lakukan" jelasnya lagi, kali ini dia sudah berhenti menangis

__ADS_1


"Tapi kenapa bukankah kamu tidak ingin melepaskanku ?" ucap Chandra. Tanpa di sadari kalimat itu tiba tiba saja keluar dari mulutnya.


Andini pun menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya secara perlahan, lalu berkata :


"Awalnya, tapi kali ini aku belajar darimu untuk mencintai tanpa memiliki." Hilang sudah harapan dalam matanya itu untuk memperjuangkan pernikahannya lagi.


"Cinta, alasan apa yang bisa membuatmu mencintaiku ?" Kali ini Chandra yang menatap lekat manik Andini.


"Entahlah, dari pendangan pertama aku melihatmu aku sangat mengagumimu, aku tau apa yang kau lakukan, yang kau makan, pulang sekolah kau pergi kemana, aku tau. Bukankah aku gila selama sebelas tahun ini aku selalu melakukannya ?"


"Apakah selama itu kamu terus mencintaiku ?"


"Yaa bahkan aku selalu menutup diriku dari orang lain. Aku cukup setia dalam menunggumu, lucu bukan. " Andini tersenyum getir saat mengatakannya.


Chandra tak bisa berkata apa apa lagi, dia hanya diam membisu didalam hatinya dia sangat tidak ingin Andini pergi dari hidupnya tapi disisi lain dia masih benci kepada Andini yang menurutnya telah merebut semuanya dari dirinya.


Melihat Chandra yang terdiam Andinipun berdiri dan berkata " Sudahlah, ini sudah larut malam, kamu juga baru pulang dari lembur. Istirahatlah ! Maaf aku mengganggu mu. Besok aku akan pergi kepengadilan dan aku akan menggugat mu atau aku akan menunggu mu besok untuk ucapkan talak padaku. " Andini pergi dari kamar suaminya, meninggalkannya sendiri disana.


Setelah menutupkan pintu Andinipun berlari menuju kamarnya dengan mata yang kembali berderai.


Akhirnya kata perpisahan dan perceraian pun keluar dari bibirnya, kata yang selama ini tidak ingin dia dengar dari dirinya atau pun dari Chandra.


Dan keinginannya untuk memiliki Chandra sepenuhnya hilang sudah saat Chandra menolak untuk menyentuhnya.


Sedang berbeda dengan Chandra, perasaanya menjadi kalut. Dadanya serasa sesak mendengar kata cerai dan talak dari Andini. Dia yang sebelumnya ingin sekali mendengar hal itu dari mulut Andini namun sekarang dia merasa seperti dipecut oleh kata kata tersebut.


Bersambung.


Ku menangiss...


Membayangkan


Betapa kejam dirimu atas diriku..


Atau mungkin


Perasaanku


Yang terlanjur sudah


Tersimpan dalam hatiku


Tak begitu saja..


Mmm kalau enga..


Kini ku tahu


Bila cinta tak bertumbuh pada status


Semua orang tahu bila


Kita sepasang kekasih


Namun status tak menjamin cinta..


.


Btw kita besok kepengadilan atau dengerin Chandra bilang tolak😂😂

__ADS_1


Staytune besok yah..


Ayo dong.... Dukung aku nanti crazy up kka..


__ADS_2