
...Mencintaimu tidak hanya membutuhkan cinta...
...Namun membutuhkan keberanian dan hati yang kuat...
...Untuk menerima bahwa kamu bukan milikku seorang...
...LH...
...***...
Dua bulan sudah usia pernikahan Andini dan Chandra. Dan dua bulan satu minggu juga usia hubungan terlarang antara Chandra dan Bella. Kini Chandra sedang sibuk menyiapkan hadiah anniversary untuk Bella, bukan untuk Andini. Tentu saja karena dia sangat mencintai pacarnya itu dibanding istrinya. Dia menyiapkan hadiah yang paling Bella inginkan yaitu sebuah mobil.
Sebuah mobil Lexsus Ls berwarna hitam seharga Rp. 3,75 Milyar kini sudah dia beli. Barang mewah seperti itu tentunya tidak ada harganya dibandingkan Bella seorang. Memang seperti itu cara kerja cinta yang tidak memakai mata dan juga pikiran, buta dan juga bodoh tidak bisa membedakan yang mana yang tulus dan mana yang hanya memanfaatkan.
Kunci mobil mewah itu kini telah dia bungkus kedalam kotak kecil berwarna hitam yang rencananya akan dia berikan kepada Bella sebagai hadiah sekaligus kejutan.
"Pasti Bella akan sangat terkejut melihat hadiah ini. Hemm aku tidak sabar melihat wajahnya yang terkejut itu " ucapnya sambil tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi saat itu.
Setelah jam makan siang tiba Chandra langsung mengambil ponselnya dan menelpon Bella.
"Sayang, hari ini kita makan siang bersama yah"
"Hah, aku pasti akan datang terlambat " jawab Bella jutek.
"Sayang aku akan jemput, tenang saja."
"Benar ya, jangan sampai terlambat loh."
"Enggak sayang aku gak akan terlambat, tunggu aku yah aku lagi dijalan nih" ucapnya berbohong padahal dia belum berangkat sama sekali.
"Iya iya aku tunggu."
"Bye sayang muach" ucap Chandra mengakhiri telponnya itu.
"Bye..." Bella pun menutup teleponnya dan bergegas mengganti pakaiannya.
Saat Chandra sudah tiba di depan rumahnya, diapun menunggu Bella sebentar dan kemudian Bella langsung masuk dan langsung bercipika cipiki ( cium pipi kanan dan kiri )
"Sayang kamu cantik sekali hari ini" ucap Chandra seraya memandang lekat Bella.
__ADS_1
"Ohh jadi menurutmu kemarin kemarin aku jelek" jawabnya dengan nada ketus.
"Tidak bukan begitu kamu sangat berbeda hari ini, dan aku selalu menyukai penampilanmu ini. Tidak ada kekurangannya, sempurna sangat sempurnai." Senyumpun terukir di bibir Chandra begitu manis sampai tidak bisa membuat orang lain menolak senyumannya itu.
Bella pun membalas senyumnya seraya dalam hatinya berkata, " Tentu saja aku harus cantik melebihi orang lain dan tentunya hari ini akan menjadi hari yang paling bersejarah haha."
"Ahh kamu ini sangat gombal" ucapnya pura-pura malu malu.
"Haha.. Ayo sekarang kita berangkat" ucap Chandra yang hanya diangguki oleh Bella.
Dalam perjalanan Bella memainkan ponselnya tentu saja untuk memberitahu seseorang agar dia nanti datang untuk melihat kemesraannya bersama Chandra.
Setibanya di kafe itu Chandra langsung turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Bella dan kemudian mengulurkan tangannya agar Bella menggandengnya.
"Sayang aku sudah pesankan meja untuk kita berdua, ini makan siang yang spesial " ucap Chandra tersenyum manis.
Setelahnya mereka masuk kedalam kafe itu Chandra langsung mengajak Bella untuk duduk disudut ruangan yang dekat sekali dengan jendela-jendela besar. Diluarnya terdapat sebuah mobil yang begitu cantik nan mewah yang sebentar lagi akan dipindah tangankan sebagai hadiah anniversarry dari Chandra.
"Sayang bagaimana kafe ini ?"
"Tidak terlalu bagus, tapi okelah kalau hanya untuk sekedar makan siang " ucapnya dia tidak tahu jika Chandra yang sudah mendekor kafe itu untuk acara hari ini.
"Sayang bagaimana dengan mobil itu ? " tanya Chandra lagi.
"Bagus. Tapi menghalangi taman yang ada di depannya" ucap Bella lagi yang membuat hati Chandra kesal.
Bella yang sudah mengerti akan raut wajah Chandra itu diapun langsung berkata manis,
"Sayang tidak ada pemandangan yang bagus selain kita berdua, yang dapat mencuri perhatian semua orang yang ada disekitar kita" ucap Bella kemudian dia bergelayut manja ditangan Chandra.
Diluar kafe..
"Ini benar kan alamat kafe yang Bella berikan padaku, eh tapi bukankah itu mobilnya ka Chandra ya ? Wah bagus sekali jadi aku bisa ajak dia sekalian langsung bertemu dengan Bella, dan semoga Bella bisa membantuku untuk meluruskan permasalahan kami sejak Smp. Ya Allah bantu aku semoga ini jalan yang terbaik untuk pernikahanku" ucapnya bahagia bibirnya pun tersenyum indah seperti sedang memenangkan arisan.
Andinipun langsung melanjutkan langkahnya memasuki kafe tersebut. Saat dia sudah berada didalam, matanya mengedar mencari seseorang yang akan dia temui itu. Saat sudah menemukan Bella yang sedang bersama seorang pria, hatinyapun merasa tidak nyaman,
"Pria itu sepertinya aku kenal ..." lirihnya diapun langsung melanjutkan langkanya. Dan tiba-tiba langkahnya terhenti ketika seorang pria itu membuka suaranya.
"Sayang ini hadiah dariku .." ucap Chandra kemudian dia memberikan kotak hitam itu.
__ADS_1
"Suara ini... Tidak aku tidak boleh bersuudzon" gumam Andini dia terus mendengarkan obrolan sepasang kekasih itu tanpa berniat untuk menghampirinya atau pergi.
"Hadiah apa sayang ?" tanya Bella penasaran. Tentu saja dia penasaran karna dia tidak mengingat hari ini adalah hari anniversarynya.
"Bukalah..." pinta Chandra.
Ketika membukanya Bella menarik nafasnya dalam dan matanya membulat sempurna,
" Hah kunci mobil " ucapnya terkejut.
"Ya.. Selamat hari anniversary kita yang kedua bulan sayang maaf ya terlambat seharusnya seminggu yang lalu" ucap Chandra yang langsung mendapat pelukan dari Bella.
"Gak papa sayang" ucap Bella yang masih memeluk erat Chandra.
"Itu mobil yang didepan itu adalah milikmu" tambah Chandra lagi.
"Hah.... Makasih sayang muach." Bella langsung mencium pipinya. Tentu saja dia melakukan itu karna sedari tadi dia sudah melihat kedatangan Andini..
Andinipun membalikan badannya karena menurutnya waktu kadatangannya yang tidak tepat.
"Andini " panggil Bella.
Andini dan Chandra pun langsung membalikan badannya
Deg... Bagai disambar petir di malam yang sunyi. Betapa kagetnya Andini melihat suaminya sedang berduaan dengan sahabatnya sendiri. Kini hatinya sudah hancur berkeping-keping dan tak ada lagi yang tersisa. Lukanya yang baru saja sembuh terkorek lagi dengan kejadian ini bahkan kini luka itu sudah dicampuri garam dan di rendam dengan air perasan jeruk nipis, ouh tidak itu sangat perih sekali bahkan sudah tidak bisa dikatakan dengan kata kata lagi. Rasanya ingin sekali menangis dan menjerit namun tidak ada lagi suara dan air mata yang bisa dia keluarkan saking terkejutnya seolah semuanya terhenti.
"Ka Chandra.." lirih Andini
"Andini " lirih Chandra, dia pun tak kalah kaget seperti Andini.
Saat Andini memundurkan diri dan hendak melangkah pergi, tangannya ditarik langsung oleh Bella.
"Andini mari kesana dulu" ucap Bella. Dan Andinipun menurutinya. Entah apa yang merasuki Andini saat itu.
"Silahkan duduk Andini" ucap Bella kemudian.
bersambung....
π : Author Minta maaf sekali kepada kaka kaka semua..
__ADS_1
Bila ada kesalahan harap memaklumi. dan maaf sekali author baru bisa up karena author sedang melakukan penghijauan ( nanem pohon albasiah ) dikebun, bantuin bapak author. Doain yah semoga pohonnya jadi semua. terimakasih jangan lupa like komen rate vote share dan jadikan favorit oke. Hatur nuhunπππ