Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Bahagia dan Sedih


__ADS_3

...Ketika seseorang membuatmu menjadi orang yang paling bahagia dan menjadi seseorang yang paling menyedihkan pada saat bersamaan, itulah saat yang nyata. Itu adalah sesuatu yang berharga....


..._Anonim...


...***LH***...


Setelah ritual makan selesai Andinipun tertidur diatas hospital bednya. Sedangkan Chandra memandanginya dengan wajah yang sedih.


"Sebulan kamu koma dan akhirnya kamu sadar juga. Aku sangat bahagia Andini hanya satu saja yang membuatku sedih ketika sadar kau sudah tidak mengingatku. Siapa aku dan apa hubungan kita. Andini mungkin inilah karma bagiku, sehingga sekarang kamu melupakanku begitu saja dengan mudah. Saat aku baru saja tersadar kalau memang aku tidak bisa hidup tanpamu. Ya Allah aku ingin dia mengingatku, mengingat segala kesalahan yang aku buat, aku akan lebih bahagia jika dia menghukumku tapi dalam keadaan dia mengingatku. Agar kita impas dan setelah itu kita perbaiki hubungan kita. Tolong jangan hukum aku dengan melupakanku seperti ini..." gumam Chandra.


"Kita memang berdekatan tapi hatimu tlah berlari jauh. Kenapa aku dulu begitu naif, kenapa aku selalu menghindar darimu ketika kamu selalu mencoba dekat denganku, kenapa hubungan kita seperti sebuah magnet yang berbeda kutub. Jika saja waktu bisa aku ulang kembali, aku tidak akan membiarkan wanita itu datang kemari, bahkan malam itu aku akan mendekapmu dengan erat agar kau tidak pergi dariku. Aku ingin kita selalu berpegangan tangan seperti ini." Dia memegang tangan Andini dengan erat.


"Kini aku mencintaimu Andini, sangat mencintaimu. Maafkan aku yang telambat, terlambat menyadari rasa ini. Maafkan aku atas luka-luka yang aku berikan, ku mohon cepatlah sembuh, hukum aku Andini hukum aku." Chandra sudah lebih dari lima belas kali meneteskan air matanya.


Dia sebenarnya begitu terpukul dengan keadaan Andini yang sekarang. Rasanya ini tidak adil, dia yang salah tetapi Andini yang mendapatkan hukumannya.


Doni yang melihat Chandra menangis, membuatnya sedikit luluh..


"Jika aku lihat sepertinya Chandra benar-benar sudah menyesali perbuatannya. Mungkin saja yang dikatakannya adalah benar" batinnya. Dia baru saja tiba dari kantin yang berada dirumah sakit tersebut.


"Tuann.."


"Ya Don" balas Chandra sambil menghapus jejak sungai kecilnya.


"Lebih baik tuan makan dulu, saya tadi sudah makan. Ingin membelikan, tapi saya tidak tahu tuan suka makan apa."


"Tidak apa Don.. Lagi pula aku tidak ingin makan. Aku sangat senang Andini kini sudah sadar. Dan aku tidak ingin meninggalkannya, aku ingin terus bersamanya."


"Doni, tolong bantu aku, aku ingin Laura segera tertangkap" imbuhnya lagi.


"Tuan, anak buah ku sedang bergerak diluar sana jadi tuan mohon bersabar. Aku mendapat kabar bahwa dia masih berada di kota ini. Tapi sayangnya lagi-lagi kita kehilangan sedikit jejak."


"Kita harus lebih gencar mencarinya. Dan ya kau jangan memanggilku tuan, aku bukan tuanmu. Panggil saja aku Chandra. Jangan terlalu merendahkan dirimu dihadapan orang rendah sepertiku. Kau teman Andini otomatis teman ku juga" pinta Chandra.


"Baiklah..." Entah mengapa Doni mau menurutinya begitu saja.


Brak.... Pintu dibuka secara kasar dan membuat semua orang yang berada disna menjadi terkejut.


"Michell" ucap Chandra kaget.


Flashback on..

__ADS_1


"Chell temanmu itu yang sedang koma, aku liat dia sudah sadar dan sudah dipindahkan keruangan perawatan Melati 2" ucap teman Michell yang juga sama-sama seorang Dokter.


"Apa, apa yang kamu katakan ini sungguhan ?" tanyanya tidak percaya. Bagaimana mau percaya Andini sudah seperti diambang kematian, dan tiba-tiba saja dia sadar.


"Iya, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dan aku yakin aku tidak akan salah. Aku sangat hapal dengan mukanya, dia sudah sebulan disini, bagaimana aku tidak tahu."


"Dia diruangan mana ?" tanyanya lagi.


"Di Melati 2." Langsung saja Michell berlari menuju ruangan yang disebutkan. Berlari seperti dia sedang mendapat jackpot yang besar.


Flashback off..


"Bisakah kamu sedikit lembut, membuka pintu itu. Mentang-mentang kamu seorang Dokter, seenaknya saja berbuat" ucap Chandra dengan nada yang sangat ketus.


"Aku terlalu bahagia karena Andini sudah sadar, apa aku tidak boleh aku bahagia terhadap sahabatku." Ucapannya mengingatkan Chandra akan Rio, berbicara hampir persis dengannya.


"Cihh.. Kalian para dokter sama saja.." gumamnya sambil tersenyum kecut.


"Percuma kamu datang kesini, Andini tidak akan mengingatmu ?" bisiknya, dia tidak ingin Andini sampai bangun karena kebisingan yang mereka buat.


"Apa.. Maksudmu dia, dia amnesia.." Michell menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


"Ya.. Dia amnesia.."


"Tolong berbicara diluar saja, jangan mengganggu Andini tidur. " Doni menatap tajam Michell.


" Untuk kali ini saja Chell, aku tidak ingin ribut denganmu. Luka ku sebulan yang lalu masih belum sembuh. Dan ya, siapa yang ingin Andini menjadi seperti ini ? Tidak ada Chell. Aku ingin Andini sadar dan mengingatku. Kau tidak tahu rasanya dilupakan seperti apa ? Dia bukan isterimu dia melupakanmu itu tidak masalah. Sementara aku suaminya, tidak ada satupun ingatan dia tentang diriku."


"Humph.. " Dia mencoba memahami keadaan Chandra sekarang. Matanya yang seperti panda, muka yang lusuh dan pakaian yang kurang terurus. Menandakan bahwa temannya itu sedang berada dititik terlemahnya.


"Maafkan aku, aku selalu tersulut emosi terhadap apapun yang berhubungan dengan Andini. Apalagi melihat keadaannya yang seperti ini" ucapnya sedikit lirih.


"Tidak apa-apa, aku memang layak untuk mendapatkan pukulanmu. Tapi untuk sekarang aku mohon" ucapnya dengan nada yang berat.


"Hemm.. Boleh aku melihatnya sebentar .."


"Silahkan.."


"Ingat untuk tidak menyentuhnya, seperti tempo hari yang lalu." Wajah Chandra sangat menyeramkan ketika dia berkata seperti itu.


Sedangkan ditempat lain..

__ADS_1


Drrrttt drttt... Ponsel Rendi bergetar tertera nama Laura disana..


"Hallo, ka aku tidak bisa keluar dari zona ini. Banyak orang yang mengikutiku, sepertinya itu adalah anak buah Chandra."


"Aku sudah pernah bilang, kamu pergilah secepatnya dari kota ini, aku tidak bisa menolongmu jika kamu tertangkap."


"Huh.. Benarkah, tapi aku akan menyeret mu jika kamu tidak mau menolongku juga. Dan juga aku tidak pergi dari sini karena aku ingin memastikan janjimu yang akan membebaskan ayahku. Mana buktinya sekarang. Ayah masih dalam penjara."


"Ayahmu sangatlah susah untuk dikeluarkan. Pasalnya berlapis-lapis. Dan sekarang aku sedang mencari kolega yang mampu menjaminnya keluar.."


"Cihh.. Semenjak kau bekerja dengan Hermawan, kau sangat pintar berbohong.. Intinya aku ingin ayah bebas sekarang juga. Jika tidak beri aku sejumlah uang, aku akan pergi dari kota ini."


"Aku sedang tidak punya uang. Perusahaan sedang tidak baik-baik saja, ini semua akibat dirimu yang membuat Andini koma. Dan aku yang menjadi sasaran Chandra. Aku membayar orang untuk berpura-pura mencarimu, dan juga kesana kemari untuk mencari pengacara agar bisa mengeluarkan ayahmu dari penjara. "


"Lalu kamu mau aku seperti apa ?"


"Pergilah dari sini.. Jaga bibi. Aku akan mengirimkan uang setelah aku punya uang nanti" saranya.


"Baiklah aku akan pergi. Tapi ingat semua janjimu aku akan menagihnya. Aku berikan waktu satu bulan lagi untuk membebaskan ayahku."


Tuttt....


Laura menutup telponnya.


bersambung...


Thor kenapa Andini dibuat jadi umur 6 thun ?


nah gini jadi ide ini tuh aku dapet dari komik kaka...😁😁


judulnya entangled with the duke..


ada yg udah pernah baca ???


jgn nyari di google ya, apa ada amnesia yg hanya mengingat masa kecilnya.. jgn


soalnya pasti keluar yg lain.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚..


aku udah baca gak ada. muter muter juga gak ada. sampe pusing aku nyarinya. heumπŸ˜•.


dah lah curhatnya jaizian....😍.

__ADS_1


jangan lupa lek, subrek, au ahhhπŸ˜‘


__ADS_2