
...****Aku yang berjuang****...
...****Untuk berada dalam kisahmu****...
...****Namun kau tak pernah****...
...****Memberiku ruang meski dalam sepenggal kisahmu****...
...-****LH****-...
...*.*..*...*....*.....*......*.......*......*.....*....*...*..*.*...
Akan tetapi Chandra tidak menjawab pertanyaannya, dia menambah laju mobilnya lebih cepat lagi. Andini yang tau bahwa Chandra sedang kesal pun hanya bisa diam, kemudian memejamkan matanya mencoba untuk tidak merasakan laju cepat mobil yang sedang dia tumpangi tersebut. Berharap bahwa sebentar lagi dia akan sampai di tempat yang sudah menjadi tujuannya.
Kriiitttt... Mobil pun berhenti secara mendadak. Chandra langsung melihat Andini, Andini sempat berpikir bahwa Chandra akan meminta maaf akan tetapi, "Turun bukakan gerbang itu" bentak Chandra.
Dengan perasaan takut karna bentakan dari suaminya ia langsung turun dan membukakan gerbang itu. Ia melihat sekeliling ternyata itu adalah sebuah rumah, rumah baru yang akan mereka tempati sebagai pasangan suami istri.
Setelah memakirkan mobilnya ia langsung membuka pintu rumah itu dan menyuruh Andini untuk masuk.
"Ini rumah baru kita, hadiah dari ayah. Kamu masuk saja ke kamar itu beristirahatlah disana sudah ada pakaianmu, separuh barang barang dari rumahmu juga sudah ada disana tadi aku minta asisten ayah untuk mengambilnya " ucapnya sedikit agak lembut namun masih dengan nada kesal.
"Terimakasih, ayo masuk " ucap Andini.
"Duluan saja, aku ada urusan" ucapnya dingin dan hanya di balas anggukan oleh Andini.
Andini memaklumi sikap Chandra yang seperti itu, bahkan ia pun merasa bingung dengan yang terjadi padanya, merasa masih berada dalam dunia mimpi. Sudah menikah dan mempunyai suami dalam waktu yang singkat. Dia pun bingung dengan malam pertamanya ini akankah berlalu seperti teman temannya ?
"Malam pertama. aaahh sudah jangan berpikir lebih dalam lagi. Tapii.. Aaahh sebaiknya aku mandi saja, lagipula badanku sudah lengket berkeringat seperti ini" ia menciumi badannya dan merasa sudah tidak enak.
__ADS_1
Setelah membersikan badannya Andini pun pergi keluar kamarnya mencari Chandra, ia berniat membuatkan kopi atau apa saja yang Chandra inginkan. Diapun memanggil Chandra akan tetapi tidak ada jawaban darinya, alhasil malang nasibnya dia tidak menemukan Chandra.
"Chandra kemana yah ? Apa aku tunggu dikamar aja ya.. Hehe.." ucapnya dengan seringai tawanya.
Lama ia menunggu Chandra didalam kamarnya namun yang ditunggu tidak kunjung datang juga. Karna lelah setelah sehari menjadi putri dan pangeran ia pun menguap dan tak terasa sudah terlelap tidur tanpa mengingat Chandra lagi.
Lain halnya dengan Chandra yang merasa tidak tenang dengan malam pertamanya bersama Andini. Dia tidak tau apa yang harus dilakukan oleh orang yang baru saja menikah, dia takut Andini menggodanya dan dia khilaf melakukan hal itu. Walaupun mereka sudah sah dan bebas melakukan apa saja tetapi pikiran Chandra yang lainnya menolaknya mentah mentah. Dia tidak ingin malam pertama bersama Andini, dia merasa bahwa dia mengkhianati Bella yang baru saja beberapa hari yang lalu mengungkapkan perasaannya.
Dan karna untuk kebaikan dirinya dan juga untuk kebaikan jantung Bella dia tidak menceritakan bahwa dia akan menikah dengan Andini. Dia tidak sanggup akan kehilangan Bella lagi, setelah ia menemukannya selama beberapa tahun mencari. Apalagi kehilangan karna hal yang sama yaitu Andini. Dia memutuskan untuk tidak datang ke kamar Andini. Sebenarnya dia pun mendengar namanya di panggil oleh Andini, tetapi dia diam saja lagi lagi karna untuk kebaikannya.
Pagi ini Andini bangun lebih awal namun sayangnya di hari pertama setelah mereka menikah, Andini tidak melihat sosok yang sudah menjadi suaminya itu tidur disampingnya. Terbesit perasaan kecewa didalam hatinya namun dia berusaha untuk tidak terlalu membawa perasaan kecewanya itu di pagi yang cerah ini.
"Chandra dimana ya, kenapa tidak tidur disini ? Sebaiknya aku mandi dulu terus aku cari dia " Andini pun langsung meninggalkan kasur empuknya itu menuju kamar mandi.
Setelah mandi dia duduk di hadapan cermin untuk merias wajahnya dengan riasan tipis seperti biasanya dan membuat dirinya terlihat lebih fresh, kemudian ia memakai kerudungnya setelah diliatnya rapi diapun keluar kamar mencari Chandra.
Setelah melihat beberapa ruangan yang lainnya, Andini belum juga melihat Chandra, hanya tertinggal ruangan yang paling ujung. Dia pun langsung berjalan menuju ruangan itu. Kini dia berada di depan ruangan itu, kemudian ia mendorong pintu dan terlihat ada sebuah meja, ia pun langsung membuka lebar pintunya dia melihat sekeliling ruang itu dan bisa di pastikan bahwa ruang itu adalah ruang kerja Chandra. Dan matanya berhenti ketika melihat sosok Chandra yang tengah tertidur dikursinya. Sejenak Andini memandang pemandangan yang baru kali ini dia lihat yaitu melihat seseorang laki laki yang tengah tertidur dengan wajah yang begitu tampan. Dia mendekatkan dirinya dan terus memandang Chandra dengan begitu lekat.
"Chan kamu semakin tampan." Andini tak sadar dengan apa yang dia ucapkan. Chandra yang mendengar suara itu kemudian ia sedikit membuka matanya, dilihatnya Andini yang masih memandanginya. Chandra pun langsung mengakat tangannya keatas menandakan bahwa dia sudah bangun. Andini yang melihat itu langsung sedikit mundur dan sedikit tertunduk.
Namun sayangnya lagi lagi Chandra berpura pura tidak melihat Andini. Dia langsung pergi keluar dari ruangan itu. Andini pun langsung mengejarnya.
"Chandra mau sarapan sama apa, aku bikinin " ucap Andini. Tapi Chandra tidak menggubris pertanyaan dari Andini. Dia pun langsung masuk kekamarnya yang letaknya bersebelahan dengan kamar Andini. Andini pun mengikutinya di belakang tapi sesampainya dia di kamar itu dia kehilangan Chandra. Dia mendengar suara gemercik air pertanda bahwa Chandra sedang berada dikamar mandi.
"Kenapa Chandra masuk ke kamar ini, bukannya kamar kita itu ada disebelah yah ? Apa dia.... daripada suudzon mending liat lemarinya dulu kan bisa aja dia cuman numpang mandi " gumamnya.
Ketika membuka pintu lemari tiba tiba saja.. "Ngapain kamu disitu" Ya suara Chandra terdengar sedikit keras.
"Ahh ini aku mau cariin kamu baju, ya cariin kamu baju " sangkal Andini, dia tidak mau terlihat bahwa dia sedang curiga pada suaminya. Dia pun langsung mencari cari pakaian yang pas untuk dipakai suaminya.
__ADS_1
"Kamu gak usah masak aku udah pesen makanan dari luar, lagi pula belum ada bahan makanan di dapur" ucap Chandra dia masih berdiri didepan kamar mandinya.
"Ini bajunya." Andini mendekati Chandra dan memberikan pakaiannya itu.
"Makasih udah dipesenin, oh ya kan belum ada bahan masakan jadi siang aku mau belanja, boleh ya" ucapnya hati hati. Dia masih merasa tak enak dengan sikap Chandra, mungkin karna kejadian kemarin.
"Terserah kamu, oh ya aku ada urusan di luar mungkin aku gak bisa anter kamu " ucapnya.
"Gak papa kok aku bisa sendiri, nanti aku pesen taksi online aja " ucap Andini.
"Sepertinya makanannya sudah datang, aku periksa dulu yah." Andini tersenyum lalu pergi meninggalkan Chandra sendiri dikamarnya.
"Maaf Andini, hari ini aku akan bertemu dengan Bella" gumam Chandra ketika sudah tidak melihat Andini berada didepannya.
"Chandra ayok kita sarapan dulu, aku sudah siapkan " ajak Andini pada Chandra yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Kamu aja yang sarapan, aku udah telat " ucap Chandra dia terburu buru berjalan keluar.
"Tunggu ! " Andini menghentikannya dan langsung menghampiri Chandra.
"Assalamualaikum." Andini mencium tangan Chandra. Sontak membuat Chandra kaget dia pun langsung menarik tangannya itu.
"Waalaikum salam" jawab Chandra singkat.
.
"Hati hati " Tambah Andini, tak lupa ia pun memberinya senyum.
bersambung
__ADS_1