Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Diary Chandra


__ADS_3

Sebulan setelah resmi bercerai.


Andini yang dalam masa idahnya, dia tidak pergi kemanapun juga tidak berdandan sepolespun. Dia bekerja dirumahnya, dan Doni yang bekerja di kantornya. Pagi hari tepatnya pukul 08.00 seorang kurir pengantar paket mengetuk pintu.


"Sepadaa... Paket.."


Tok tok tok


"Sepadaa... Paket," ulangnya lagi.


"Ada apa yah mas ?" tanya Andini setelah membukakan pintunya.


"Ini mbak ada paket," ucap sang kurir sambil memberikan paketnya


"Paket, paket apa yah mas ? Soalnya saya gak mesen apa-apa." Memang benar dia tidak memesan apapun dari ecommers manapun.


"Kurang tau saya, mbak. Tapi ini atas nama Andini Maheswari dan alamatnya betul disini," paparnya lagi sambil menunjukan identitas pemesan.


"Iya sih mas bener alamat sama namanya. Tapi saya gak mesen apa-apa."


"Lalu ini mau di gimanakan mbak, gak mungkin kan saya bawa lagi."


"Ahh, yaudah saya terima aja. Terima kasih ya mas !!" ucapnya lagi.


"Cih, si mas maksa banget," gerutunya dalam hati.


Setelah dia menerima paketan, kurir itu pun langsung pergi. Andini dengan perasaan heran yang sudah menggebu langsung membuka paketan tersebut.


"Mudah-mudahan jangan bom," ucapnya pikirannya sudah kemana-mana karena marak sekali berita tentang paketan namun berisi bom dan lain sebagainya.


Di bukanya paketan tersebut, disana terdapat miatur komidi putar, sebuah buku dan satu buah kaset. Andini merasa heran 'kenapa semua barang ini dipaketkan untuk dirinya ?' pikirnya.


Tanpa ragu lagi dia duduk dan mulai membaca buku tersebut, karena di buku itu terdapat angka, yaitu angka 1. Di komidi putar angka 2 dan di kaset berangka 3.


Dibukalah buku tersebut dan dia mulai membacanya.


Assalamualaikum..


Teruntuk Andini Maheswari


Seorang wanita yang tangguh dan bisa disebut terbaik didunia ini. Aku sangat merindukanmu mantan istriku. Aku tidak bisa melupakanmu barang sejenak.


Deg, perasaan antara senang dan juga sedih bersatu padu dihatinya. Setelah sebulan dia merindu sekardus paket datang padanya. Dia meneruskan membacanya lagi.


Jika kamu sudah membaca kalimat diatas, kamu pasti tahu bahwa aku adalah Chandra. Laki-laki yang tak pantas mendapatkan cinta sucimu itu And.


Maafkan aku Andini, kali ini aku mengusikmu lagi. Maaf, aku hanya ingin memberikan 3 barang ini kepadamu. Terima kasih sudah mau menerimanya.


Aku hanya ingin membalas semua diary yang telah kamu tuliskan untukku. Maaf juga aku sudah lancang membacanya, namun aku juga sangat bahagia ketika sudah membacanya. Dulu rupanya kamu benar-benar sangat mencintaiku sampai dalam situasi apapun kamu selalu mengabadikan aku. Jadi akupun ingin begitu.


Beribu kertas pun tak cukup kiranya untuk menceritakan tentang dirimu, tapi satu buku ini mungkin bisa mewakili perasaan ku..


Maafkan aku yang sudah membuatmu terluka, maafkan aku selalu membuatmu tersakiti. Aku sudah menyesal And, sangat menyesal. Maafkan aku And.. Maaf untuk semuanya, meski aku tahu bahwa semua itu tidak akan cukup dengan kata maaf.


And dibuku ini, aku ingin sedikit bernostalgia denganmu. Saat itu kamu sedang dalam keadaan amnesia, kamu hanya mengingat dirimu yang berumur 6 tahun.

__ADS_1


Andini semakin penasaran dengan kelanjutan diary itu, sebulan yang lalu dia berusaha keras mengingat semua yang terjadi kepadanya diwaktu dirinya amnesia, namun nihil tak ada satupun ingatan yang menjurus pada waktu itu. Dilanjutnya lagi,


Aku sangat terpukul pada awalnya, karena kamu melupakan aku. Tapi setelah aku lewati, ternyata aku sangat bahagia ketika keadaanmu seperti itu. Humm😊 bodoh bukan aku, seorang suami yang tak tahu diri.


Tapi tak apa And, setidaknya aku pernah bisa membuatmu tersenyum. Aku sangat bahagia sekali, ternyata menjadi suamimu adalah berkah dalam hidupku. Pantas banyak sekali yang mencintaimu And. Tapi jika mengingat dulu kamu hanya mencintaiku, aku sangat sangat bahagia karenanya.


Andini sedikit menahan air matanya entah apa yang hatinya sedang rasakan, kemudian dia membalik kertas yang lainnya.


Terdapat sebuah foto dirinya dan juga Chandra didalam kamar. Dibawahnya terdapat tulisan,


Di halaman ini terdapat fotomu yang sedang mencium mataku, ahh And rasanya membuatku mabuk kepayang. Aku selalu tersenyum sendiri jika mengingatnya. Rasanya damai sekali jika dicium oleh orang yang kita cintai. Aku selalu berdoa agar setiap pagi kamu melakukan hal itu.


Haha..


Andini membalik halaman selanjutnya,


Ada sebuah foto dirinya yang sedang mencium bibir Chandra, Andini menyernyitkan alisnya. Dibawahnya terdapat tulisan lagi.


Jika tentang foto ini, aku hanya bisa menceritakan kejadian sebelumnya, aku teringat aku sedang menciumku, saat aku membuka mata ternyata itu hanya sebuah khayalan, sungguh hatiku hancur seketika saat itu. Namun beberapa saat kemudian ternyata khayalan itu menjadi nyata. Terima kasih And, kamu selalu berhasil membuatku jatuh cinta berkali-kali.


Ada sebuah senyum yang tergurat di bibirnya, kemudian dia membuka halaman lainnya lagi.


Terdapat dua buah foto yang menggambarkan dirinya sedang memakan permen kapas dan sedang menaiki komidi putar.


Jika yang ini And, sebelum kamu memakannya, ada seseorang yang menghinamu. Aku mendengarnya, And. Dan itu membuat hatiku hancur berkeping-keping ingin sekali aku menampar kedua anak dan ibu tersebut. Tapi itu tidaklah baik, aku akan menimbulkan masalah lain nanti.


Dan untuk komidi putar ini, aku kesal sekali padamu, mengapa aku harus menaiki komidi putar ini ? Kita orang dewasa And, sangat malu jika kita berada ditempat yang notabenenya selalu dimainkan oleh anak kecil.


Tapi setelah aku menaikinya bersamamu, aku tahu sesuatu arti kebahagiaan itu hanya dengan melihat senyumanmu. Mulai dari itu senyumanmu bagaikan darah yang mengalir ditubuhku. Sangat penting untuk keberlangsungan hidupku And..


Lihat miniatur komidi putar yang aku kirimkan kepadamu, aku hanya ingin kamu mengingat dan tersenyum lagi meski bukan dihadapanku lagi. Aku ingin kamu terus tersenyum, seperti ini :)


Tangisan Andini mulai membuncah, namun dia tahan karena ada satu lembar yang belum dia baca. Dibukalah lembaran terakhir itu, terdapat foto mereka berdua yang sedang berada dipuncak, disaat Chandra memainkan gitarnya dan Andini bersandar di pundaknya.


Foto itu adalah momen yang sangat membahagiakan untukku, dimana aku sedang bernyanyi I Love You More dari John K dan kamu merangkul ku menyandarkan kepalamu dipundakku, aku serasa menjadi sosok seorang yang paling dibutuhkan olehmu.


Dan untuk terakhir, tolong liatlah kaset itu dan putarlah. Aku ingin menyanyikan sesuatu untukmu, tolong dengarkan ya..


Dilihatnya di video tersebut, Chandra sedang duduk dan memegangi sebuah gitar, tak lama dia memetik gitar itu dan menimbulkan sebuah nada.


Kucoba ungkap tabir ini


Kisah antara kau dan aku


Terpisahkan oleh ruang dan waktu


Menyudutkanmu meninggalkanku


Terlihat air mata Chandra mulai menggenang.


Ku merasa telah kehilangan


Cintamu yang telah lama hilang


Kau pergi jauh karena salahku

__ADS_1


Yang tak pernah menganggap kamu ada


Asmara mengisahkan kita


Mengingatkanku pada dirimu


Gelora mengingatkanku


Bahwa cintamu telah merasuk jantungku


Sejujurnya (sejujurnya)


Ku tak bisa (ku tak bisa)


Hidup tanpa ada kamu aku gila (aku gila)


Seandainya (seandainya)


Kamu bisa (kamu bisa)


Mengulang kembali lagi cinta kita (cinta kita)


Takkan kusia siakan kamu lagi


Asmara mengisahkan kita


Mengingatkanku pada dirimu


Gelora mengingatkanku


Bahwa cintamu telah merasuk jantungku


Sejujurnya (sejujurnya)


Ku tak bisa (ku tak bisa)


Hidup tanpa ada kamu aku gila (aku gila)


Seandainya (seandainya)


Kamu bisa (kamu bisa)


Mengulang kembali lagi cinta kita (cinta kita)


Sejujurnya (sejujurnya)


Ku tak bisa (ku tak bisa)


Hidup tanpa ada kamu aku gila (aku gila)


Takkan kusia siakan kamu lagi


Takkan kusia siakan kamu lagi


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2