Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Luka Yang Direndam Gula


__ADS_3

...Saya tidak ingin Anda berpura pura mencintai saya...


...saya ingin Anda benar benar mencintai saya...


...setidaknya lihat dulu ketulusan saya...


...baru Anda putuskan...


...**..**..**..**..**..**..**..**..*..**..**..**..**..**..**..**...


Waktu sudah menunjukan pagi hari, Andini mulai membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat pusing, dia merasakan ada benda lain menempel didahinya itu.


Antara kaget dan bahagia melihat suaminya tidur disampingnya dengan tangan yang masih memegang erat tangannya.


"Ka Chandra.. Kamu yang merawatku sepanjang malam, memasakan ku bubur juga. Ya Allah jika ini mimpi aku tidak ingin bangun, dan jika ini bukan mimpi tolong seperti ini saja " batinnya.


"Andini kamu sudah bangun " ucap Chandra dan langsung menarik tangannya itu.


"Iya Ka. Terimakasih " ucap Andini lemah. Kemudian dia berusaha untuk bangun, tapi dilarang oleh Chandra.


"Kamu jangan gerak dulu, baring saja disini, aku mau angetin bubur dulu yang ini udah dingin" ucapnya. Kemudian dia pergi ke dapur memasakan bubur kembali.


"Baju ini... Tidak, apakah dia yang sudah menggantikannya untuk ku, bahkan ini adalah kamarnya " gumam Andini.


Saat Chandra kembali dari dapur, dia melihat Andini sedang memegang bajunya, dan dia pun tersadar akan tindakannya kemarin.


"Andini ayo makan dulu " ucap Chandra dan dia berniat untuk menyuapinya.


Tapi Andini hanya diam saja malu untuk bertanya tapi juga tidak bisa membuka mulutnya karna masih ada perasaan mengganjal.


"Makan dulu buburnya yah, terus minum obatnya, nanti aku jelasin" ucap Chandra yang mengerti dengan sikap diamnya Andini.


Andini pun langsung melahap habis buburnya dengan disuapi oleh Chandra, kemudian dia meminum obatnya. Dan tanpa diminta Chandra pun langsung menjelaskannya dari awal.


"Kalau kamu mau menghukum ku silahkan saja. Aku memang lancang mengganti baju mu, tapi aku tidak melihatnya kok, aku menggantinya dengan ditutupi selimut " ucap Chandra menunduk karna bingung menjelaskannya.


"Gak apa apa ka, aku ngerti. Lagi pula kita sudah resmi menjadi suami istri jadi tidak apa apa, bahkan seharusnya aku mengucapkan terimakasih, karena sudah mau merawatku sepanjang malam dan juga sudah membuatkan ku bubur yang enak" ucap Andini, dan dia pun tersenyum.


" Oh ya.. Jangan sungkan aku melakukan ini atas dasar kemanusiaan saja " ucapnya tanpa memikirkan perasaan orang lain dia tidak ingin Andini merasa bangga.

__ADS_1


Andini pun tersenyum kecut mendengar penuturan dari Chandra. " Iya terimakasih " balasnya demikian.


"Andini maaf aku bukan bermaksud untuk menyakitimu. Tapi aku menikahi mu bukan karna cinta, tapi karna ayahku dan juga karna kebaikan ayahmu." Chandra berterus terang tentang perasaannya itu.


Andini menarik panjang nafasnya kemudian menghembuskannya secara kasar, huhh


"Aku tau, tapi izinkan aku untuk berlaku seperti istri pada umumnya, menyiapkan baju, makan, mencium tanganmu ketika kamu mau pergi dan lainnya" pintanya kepada Chandra.


"Tapi Andini kamu bisa mengatakan pada ayah ku untuk memintaku menceraikanmu" ucap Chandra. Dia bingung dengan perasaanya disisi lain ada Bella, cintanya itu dan disisi lain ada Andini istrinya.


"Aku tidak ingin bercerai denganmu, kamu tidak bisa memintanya kepadaku kehendak itu ada didirimu." Mata Andini berkaca-kaca ketika mengucapkan kata-katanya. Dia segera bangkit dan pergi menuju kamarnya dengan langkah yang terhuyung.


"Andini..Andini... " cegah Chandra, tapi Andini tidak mendengarkannya dan berlalu begitu saja.


Dikamarnya seperti biasa jika hatinya sedang tidak baik-baik saja dia akan mulai menulis. Meski badannya masih lemah namun tangannya itu masih kuat untuk memegang sebuah pena.


^^^_Diary Chandra..^^^


^^^Kenapa ? Sudah dua kali kamu seperti ini membuatku berada diatas kemudian seenaknya saja melemparkan ku kebawah.^^^


^^^Chandra sebegitu tidak sukanya kamu kepadaku memintaku untuk mengatakan kepada ayahmu aku ingin cerai. Tidak Chandra, aku sudah bahagia memilikimu, sangat bersusah payah untuk mendapatkanmu mana mungkin begitu saja aku akan melepaskanmu. Aku akan sabar menghadapimu aku yakin kau akan berubah. tuhanku bersamaku^^^


^^^Chandra._^^^


****


Andini sudah merasa sehat setelah empat hari beristirahat. Dia dirawat oleh suaminya Chandra karna Bi Ijah sedang tidak ada, dia pun meminta ijin ke kantornya.


Meski sikap suaminya itu terkadang acuh, tidak berperasaan tapi dia juga tidak bisa melihat orang sakit apalagi itu karena kesalahannya sendiri. Dan dia berniat setelah Bik Ijah datang barulah dia memulai aktivitas seharinya.


Karna sudah merasa lebih sehat Andini bangun pagi-pagi sekali dan ia berniat membuatkan sarapan untuk Chandra.


Setelah sarapan dibuat dan sudah di sajikan di ruang makan, Andini memanggil suaminya untuk segera sarapan.


"Ka sarapannya sudah siap " ucapnya kemudian memberikan pakaian yang sudah dia siapkan ketika Chandra mandi.


"Yaa.. Terimakasih." Mendengar itu Andini langsung pergi kekamarnya untuk ganti pakaian. Hari ini dia akan kembali bekerja.


Dimeja makan Chandra yang melihat Andini sudah rapi dengan pakaian formalnya pun langsung bertanya : "Kamu akan kembali bekerja ?"

__ADS_1


"Iyaa ka, aku bosan dirumah " jawab Andini dia selalu tersenyum jika di depan Chandra.


"Kamu yakin sudah benar-benar sehat" ucap Chandra khawatir.


"Benar ka aku sudah merasa agak sehat" jawabnya.


"Apa kepalamu sudah tidak pusing lagi" tanyanya lagi.


"Masih namun aku bisa menanganinya, tenang saja" ucap Andini sembari tersenyum.


"Oh ya sudah jangan sampai menyusahkan orang lain" ucapnya dengan nada ketus karena merasa dibantah oleh Andini.


"Sabar Andini jika dia perhatian bisa jadi dia sudah menaruh dirimu dalam hatinya meski caranya seperti ini" batin Andini.


"Oh yaa. Aku berencana akan membelikanmu mobil. "


"Eumm.. Untuk apa ?" tanya Andini dia heran kenapa Chandra tiba-tiba berkata seperti itu.


"Aku tidak ingin kamu kehujanan lagi" ucapnya dengan cepat.


"Ka.. Itu salah ku, bukan salahmu. "


"Jangan menolak karna aku tidak suka penolakan" pintanya.


"Baiklah terimakasih " ucap Andini seraya tersenyum manis.


Tiba tiba ponsel Chandra berdering. Dia menerima panggilan itu. Setelah selesai dia langsung pamit pada Andini.


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu Andini, perusahaan sedang membutuhkan aku." Dia langsung mengambil tas dan juga jasnya yang sedari tadi berada dikursi sampingnya.


"Iya ka tidak apa apa " balas Andini.


"Assalamualaikum." Ia pamit seraya berjalan keluar namun terhenti oleh suara Andini,


"Ka tunggu" ucap Andini dan Chandra pun menoleh tepat kehadapannya.


"waalaikum salam" ucapnya sambil mencium tangan suaminya.


" Hati hati " ucapnya kemudian. Chandra pun langsung melengang pergi tak lama Andinipun bersiap-siap menuju kantornya, tentu saja dengan memesan taksi online.

__ADS_1


Adanya perhatian menandakan bahwa seseorang itu masih memiliki hati, namun untuk ukurannya hanyalah tuhan yang tahu.


Bersambung ...


__ADS_2