
Sehari setelah pembalasan dendamnya terhadap Andini, Bella merasa heran mengapa Michell bisa datang ketempatnya itu, kebetulan hari ini dia sedang chek up dan tidak ditemani oleh Chandra, jadi dia bisa menjadi leluasa untuk bertemu dengan Michell.
Bella pun langsung masuk ke ruangan Michell alih alih menggunakan kedok sebagai seorang pasien.
Tanpa basa basi lagi setelah masuk ruangan Michell dia langsung berkata : "Michell ada hubungan apa kamu dengan Andini ?"
"Kamu untuk apa kemari, kamu bukan pasienku" ucap Michell terlihat dari raut wajahnya yang tidak senang bertemu dengannya.
" Jawab pertanyaan ku dulu, ada hubungan apa kamu dengan Andini" ucapnya mengulangi pertanyaan itu.
"Aku.. Tidak ada" jawab Michell singkat.
"Lalu kenapa kamu datang kemarin ?"
"Aku.. Dimanapun Andini berada sebisa mungkin akupun akan ada terlebih itu berhubungan dengan kamu"
Flash back
Setelah Michell meminta bantuan kepada Jack untuk meretas ponsel Bella, Jack pun langsung menghubungkan ponsel Bella ke ponsel Michell. Apapun yang Bella lakukan dengan ponselnya maka Michell pun akan tahu.
Hari itu setelah Bella menerima panggilan dari Chandra, Bella langsung mengirimkan pesan kepada Andini untuk bertemu di kafe. Michell pun langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas pergi ke kafe tersebut.
Apa yang dikhawatirkannya benar terjadi Bella benar benar menyakiti hati Andini menggunakan Chandra. Awalnya dia ingin sekali Andini tahu darinya tapi takdir berkata lain Andini tahu dari Bella dan Bella berhasil dalam rencana pembalas dendamannya.
Flash back off
"Bella aku bener bener gak nyangka kalau kamu itu wanita yang jahat " ucap Michell.
"Jahat kamu bilang aku jahat, kamu yang jahat, kamu yang bikin aku kaya gini."
"Aku, kamu yang gila Bell kamu tau suami dari Andini siapa ?" tanya Michell.
"Apa urusannya denganku " ucap Bella acuh.
"Jadi kamu bener gak tau, akan aku kasih tahu pacar kamu itu suaminya Andini, dan kamu tau sebelum kamu dapetin Chandra, Andini lebih dahulu dapetin dia, jadi bisa dibilang kamu itu PELAKOR" ucapnya seraya menekan kalimat pelakor.
"Gak gak mungkin aku gak percaya aku bukan pelakor."
__ADS_1
"Ini buktinya...." ucap Michell kemudian memberikan foto pernikahan Andini.
"Hah hahaha jika ini benar, maka akupun berhasil membalaskan dendamku menyakitinya dan membuatnya menderita dan aku tidak apa apa menjadi pelakor" ucapnya seperti tidak ada beban.
"Ya.. Memang berhasil kamu pintar pelakor. Dengan begini aku bisa pastikan Andini akan menggugat cerai Chandra. Lalu setelah itu Andini menjanda dan tentu saja aku akan selalu bersamanya dan kami akan menikah. Setelah itu akan kubuat dia tidak akan kembali lagi mengingat Chandra" ucap Michell penuh kemenangan.
"Tidak kamu tidak akan mungkin menikah dengan dia, aku yakin dia sangat setia dan bodoh."
"Bella Bella kamu ini perempuan atau apa sih, gimana hati seorang perempuan ketika suaminya berselingkuh, pasti akan hilang kepercayaannya kan ?" ucap Michell.
"Tidak aku sangat yakin Andini itu orang yang sangat setia, dia tidak akan pernah bercerai. Dan kamu, dia sangat tahu kalau aku sangat mencintaimu dia tidak pernah bersama denganmu" ucap Bella dengan tegas.
"Itu pendapatmu bukan pendapatnya kamu saja berani bermain api dengannya."
"Michell ini semua gara gara dia, maka dari itu balasannya Andini tidak boleh dimiliki siapapun, Andini harus lebih menderita dari pada aku" ucap Bella sembari menggeleng geleng kepalanya.
"Bella Bella kamu malah menyalahkan orang lain. Intinya aku akan selalu mengejarnya, dan tentunya akan menjaganya tidak akan membiarkannya terluka" ucap Michell penuh kepercayaan.
"Tidak kamu jangan mimpi kamu tidak akan menjadi miliknya."
"Michell.. Kamu tahu bagaimana perasaanku kepadamu, lalu mengapa kamu masih dingin kepadaku, kamu bahkan tidak punya hati, kamu memberikan semua perhatianmu kepada Andini yang tidak pernah menyukaimu, kenapa kamu tidak pernah bisa melihatku, aku mencintaimu " ucap Bella.
"Dengar Bella aku tidak akan pernah menyukaimu, jika di dunia ini hanya ada satu orang wanita yaitu kamu, aku tidak akan pernah memilih mu, siapa yang sudi mempunyai isteri yang bahkan tidak memiliki hati, tidak ada Bell."
"Dengar Michell kamu akan menjadi milikku selamanya menjadi milikku" ucapnya dengan keras.
"Jika saja kamu dulu berubah mungkin saja iya, tapi kamu tidak pernah berubah. Dia lebih baik dari segi apapun dibandingkan denganmu, ingat itu. Jika sudah tidak ada keperluan pintu ada di sebelah sana, atau jika tidak melihat mungkin aku bisa menyuruh satpam untuk segera datang menjemputmu" usir Michell.
"Kamu lihat nanti kamu akan menjadi milikku kamu juga harus ingat itu" ancam Bella kemudian dia pergi, akan sangat memalukan jika dia benar benar memanggil satpam untuk mengusirnya.
Dia keluar dari ruangan itu dengan perasaan marah, marah karena dia salah mengambil langkah dan marah karena walau bagaimanapun caranya dia tidak bisa membuat Michell mendekat kepadanya. Setelah ini rasa bencinya kepada Andini tidak akan pernah bisa padam
Marah kesal benci semuanya bercampur aduk menjadi satu, bergejolak dan membuatnya pusing apapun yang ada didepannya ingin sekali dia menghancurkannya. Dari dulu hingga sebelum dia mendapatkan penyakit hanya ada satu cara yang bisa membuatnya tenang, yaitu minum. Sempat dia hentikan aktivitas buruknya itu tapi kali ini dia benar benar hilang kendali dan tidak memikirkan penyakit jantungnya lagi.
Setelah dari rumah sakit dia langsung pergi menuju bar tempat yang sering dia datangi saat dulu setelah dia putus dengan Andri mantan pacarnya yang playboy itu.
"Hai Bell.. Baru lagi kita ketemu, gua kira lo udah skak mat" ucap penjaga bar yang tak lain adalah temannya itu.
__ADS_1
"Hemm.. Gua lagi pusing Yo.. Gua minta satu botol yang biasa dulu gua pesen."
"Haha tenang tenang dijamin abis minum itu lo gak bakalan pusing lagi, apalagi kalau ada yang nemenin" goda Dyo sang Penjaga Bar.
"Ish banyak omong lo, buruan cepet kasih " pintanya kepada Dyo, dan Dyo pun langsung memberikannya.
Glek glek.. Dia meminum minuman itu seperti sedang meminum air biasa.
"Kayanya lo haus banget haha.."
"Berisik" ucap Bella dengan setengah kesadaran yang dia miliki.
"Kenapa kenapa cerita sama gua" ucap Dyo.
"Gue gue kesel banget sama perempuan yang sok suci kaya Andini. Dia udah rebut orang yang gue sayang, dia satu satunya orang yang dari dulu sampai sekarang jadi penghalang gue. Gue benci kenapa dia selalu bahagia, sedangkan gue selalu menderita, gue juga pengen dia menderita ngerasain yang gue rasain, gue benci benci benci" ucapnya setengah mabuk.
"Wah wah santai dong.. Tapi ngomong ngomong siapa orang yang lu sayang ?"
"Michell, gue sayang Michell gue cinta haha.."
"Hah.. Astaga Bella gua kira siapa dari dulu semenjak lu putus sama Andri lu ngejar ngejar dia dan lu gak pernah dapet, fiks mendingan lu ngejar cowo lain, sayang Bell lu cantik body lu bagus gini" ucapnya.
"Berisik lu buktinya Michell gak pernah lihat gue" ucap Bella sendu.
" Udah udah lo jangan melow kek gitu, gua punya seseorang yang bisa temenin lu dan bikin lu happy gimana mau gak " tanya Dyo.
Bella yang sudah mabukpun hanya mengangguk, sesekali dia merancau memanggil nama Michell.
Sangat lama Bella berada disana dan akhirnya seseorang yang dijanjikan oleh Dyo pun sudah datang.
bersambung.
hai semuanya apa kabar.. maaf ya aku telat update
pertama sibuk kedua lagi bikin ketupat buat safaran kalo disini itu, jadii maaf banget yah.. terimakasih atas dukungan kalian..
jangan lupa like, comment, share, vote rate.. dan jadikan ❤. tencuuuu😍😍
__ADS_1