
Tiga minggu sudah kematian Hermawan dan juga Bella. Terkadang Chandra menyempatkan diri untuk pergi kemakam mereka.
Walaupun raga sudah terpisah oleh kematian, tetapi cinta sejati akan tetap tersimpan abadi di relung hati. Hermawan dan Lina adalah orang yang paling dicintai oleh Chandra, dan setelah itu Bella. Kini dia menyadari kematian bukan berarti akan selalu meninggalkan, karena buktinya mereka selalu hidup meski sebagai kenangan dan sejarah. Itu membuatnya berangsur semangat menjalani kehidupan lagi.
Sampai saat ini Andini tidak bisa berbuat apa-apa. Chandra hanya tau bahwa Bellalah orang yang tulus mencintainya, maka biarlah seperti itu, baginya kembalinya semangat hidup Chandra adalah hal yang terpenting.
***
Dua minggu ini Agas sudah berada dirumah akan tetapi setiap dua kali seminggu selama dua bulan pertama pasca operasi, Agas diharuskan untuk datang kontrol, karena kerja jantung yang memompa darah setiap saat perlu diperhatikan baik-baik.
Dua minggu ini pula dia meminta izin kepada Chandra untuk selalu berada disamping orang tuanya untuk menjaga dan merawatnya, dan Chandrapun memberikannya izin.
Tapi hari ini Andini pulang kerumahnya, karena Pak Karni Kuasa Hukum ayah mertuanya itu memintanya untuk datang.
Andini merasa heran untuk apa dia dipanggil, padahal dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pak Karni.
"Mengapa perasaan ku tidak enak seperti ini" gumam Andini setelah menerima pesan.
"Doni.." panggilnya kepada Asisten Papanya.
"Iya ada apa And.." begitulah panggilannya ketika mereka sedang berada dirumah.
"Aku akan pulang kerumah, kamu tolong jaga Papaku dan laporkan kondisinya setiap satu jam sekali oke" pintanya.
"Iya Andini aku akan melaporkan kepadamu, Papamu akan buang air besar pun akan ku laporkan" ucapnya sambil menggoda.
"Doo nii.."
"Iya iya kamu pulanglah dulu, aku akan selalu berada disampingnya. Kamu pun sudah taukan dia sudah aku anggap sebagai orang tuaku, bagaimana mungkin aku tidak menjaganya" ujarnya.
"Baiklah aku percaya kepadamu."
"Sudah seharusnya."
"Tapi jika terjadi sesuatu kepada Papa kamu akan menanggung akibatnya Don." Ancamnya, jarinya pun sudah menunjuk lurus kepada Doni. Begitulah Andini kepada siapapun yang disayanginya menjadi over protective.
"Baik tuan putrii..." ucapnya dengan nada takut.
***
Kini Andini sudah berada diruang tamu rumahnya berkumpul bersama dengan Pak Karni, Chandra dan juga Rendi Asisten Pribadi ayah mertuanya.
"Baiklah semuanya sudah berada disini.." ucap Pak Karni memulai pembicaraannya.
"Sebenarnya untuk apa kita berkumpul seperti ini.." ucap Chandra.
__ADS_1
"Ada hal penting yang harus saya selaku Kuasa Hukum Hermawan bicarakan kepada kalian semua" ucap Pak Karni. Semuanya terdiam menerka nerka apa hal penting itu.
"Hermawan meninggal kurang lebih tiga minggu, untuk itu saya selaku Kuasa Hukumnya akan memberitahukan kepada semua yang berada disini tentang wasiat yang sudah dipercayakan kepada saya." Ucapnya terhenti dia mengambil nafas dalam dalam.
"Bahwasanya semua harta yang menjadi hak milik Hermawan selama ia hidup akan berpindah tangan kepada Nona Andini" ungkapnya dengan tegas dan satu kali tarikan nafas.
Jelegher...
Mungkin suara petir itulah yang kini menghiasi hati Chandra. Terkejut bukan main dengan apa yang sudah diucapkan oleh Kuasa Hukum ayahnya.
Begitupun juga sama dengan Andini, merasa kaget dengan keputusan ayah mertuanya itu.
"Apa ?" ucap Chandra.
"A a apa ini, saya adalah anaknya, anak kandungnya sendiri mengapa, mengapa yang mendapat warisan adalah Andini, ini pasti salah tolong di cek kembali " perintahnya.
"Tidak Chandra ini semua benar, sekarang Andini lah pemilik saham terbesar di perusahanmu" ucap Pak Karni.
Sebenarnya Rendi yang sudah tahu alasan mengapa harta warisan ini jatuh kepada Andini pun ingin berbicara namun kondisinya saat ini sangatlah tidak tepat dan juga pesan dari Hermawan sendiri yang memintanya untuk tidak memberitahu siapapun.
"Tidak ini tidak benar, Anda pasti salah Pak. Tidak mungkin Ayah saya memberinya harta warisan yang sudah seharusnya menjadi milik saya" sungutnya.
"Iya Pak mungkin Anda salah, itu bukan hak milik saya." ucap Andini.
"Tidak Nona Andini,sekitar tiga bulan yang lalu beliau mendatangi saya dan memberikan surat kuasa ini kepada saya, saya pun kaget setelah membacanya, dan saya pun bertanya kenapa beliau melakukan ini, beliau menjawab ini semua untuk kebaikan kalian. Lagipula kalian berdua adalah sepasang suami istri, bukankah itu tidak masalah ?" tanya Pak Karni.
"Tapi saya menolak semua ini" ucapnya dengan lantang.
"Nona Andini Anda tidak bisa menolaknya "ucap Rendi.
"Tapi mengapa, saya tidak berhak untuk itu " ucap Andini.
"Karena surat ini" ucap Rendi sambil menunjukan surat tersebut.
"Surat ?" gumam Andini bersamaan dengan Chandra.
"Beliau meminta saya untuk memberikannya kepada Anda Nona, hanya kepada Anda" ucapnya dan langsung memberikan surat tersebut.
Andini pun langsung membukanya dan membacanya.
Andini
Maafkan Ayah sudah membuatmu berada dalam masalah ini. Maafkan Ayah Nak ! Semenjak kita berdua berbincang di kafe siang itu, sebenarnya Ayah sudah mengetahui kesalahan fatal yang sudah Chandra lakukan kepadamu. Tetapi ayah memintamu untuk selalu memaafkannya, semoga kau selalu mengabulkan permintaan Ayah.
Andini mungkin Ayah salah meminta ini tapi tolong selama aku Ayah mertuamu tolong untuk selalu menerima apa yang sudah ayah berikan kepadamu meskipun Chandra akan marah tapi tolong jagalah apa yang sudah menjadi pemberian Ayah untukmu.
__ADS_1
Ayah akan memberikan semua yang Ayah miliki untuk mu tolong untuk menerimanya anggap saja sebagai konpensasi atas semua kesalahan yang Chandra lakukan.
Ayah tau perusahaan ini sangat penting baginya karena perusahaan ini kami bangun dengan jerih payah kami, terutama Lina almarhum Ibu mertuamu. Banyak kenangan yang kami torehkan kepada perusahaan ini, dan itu membuat Chandra tidak akan melepaskannya. Untuk itu Ayah memberikannya kepadamu agar Chandra selalu berada disisimu.
Ayah mohon sekali lagi untuk terima semua ini dan jagalah dengan baik..
Tolong terima ini Nak !
Ayah Hermawan.
Begitulah isi surat yang Rendi berikan kepadanya. Air matanya berlinang dan mengucur deras, tak kuasa atas apa yang kini terjadi kepadanya, namun kini dia harus kuat demi tujuan mendapatkan cinta dari suaminya. Ini adalah sebuah peluang begitu pikirannya.
"Baik saya akan menerimanya" ucap Andini ketika dia sudah kembali tenang. Dia sudah tidak memikirkan kemarahan Chandra lagi.
"Apa..."
"Tidak, tidak bisa. Andini apakah ini juga kau akan mengambilnya dariku ha." bentaknya kepada Andini.
Andini kembali menangis, hatinya kini sedang rapuh tidak bisa dibentak siapapun.
"Pak Karni jelas-jelas ini salah, ayah saya tidak mungkin memberikannya kepada dia." Emosi Chandra kini meluap luap.
"Tidak Chandra ini semua benar, silahkan Anda sendiri cek dokumen ini" ucap Pak Karni sambil memberikan dokumen tersebut.
Dengan cepat Chandrapun membuka dokumen itu, dan hampir membuatnya koyak.
"Tidak tidak.." Chandra menggelengkan kepalanya.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada ayah Andini, sampai dia memberikan seluruh miliknya kepadamu hah. Trik apa yang sedang kamu lakukan" bentaknya, membuat semua orang takut mendengarnya.
"Tidak ka Chandra aku tidak melakukan apapun" ucap Andini dengan isak tangisnya.
"Bohong kamu, katakan Pak Karni berapa uang yang sudah dia sogokan kepadamu untuk menulis ini hah.." ucapnya sambil melempar dokumen itu tepat di muka Karni.
"Dia tidak pernah menyogok ku Chandra.." Suaranya bergetar menahan amarah.
"Chandra, semua ini dilakukan untuk kebaikanmu" ucap Rendi.
"Oh jadi kau juga membelanya, berapa uang yang sudah dia masukan kedalam kantongmu hah, apa tidak cukup kebaikan orang tuaku kepadamu. Katakan" cibirnya.
"Chandra dengar, Nona Andini tidak pernah memberiku sepeserpun uang, ini semua murni adalah permintaan beliau." ucap Rendi dengan nada keras.
"Aarrrrrggghhhh, kalian semua sudah bersekongkol, aku akan buktikan kepada semuanya bahwa kalian salah, ayahku tidak mungkin melakukan itu" ucap Chandra kemudian dia pergi begitu saja tanpa pamit.
bersambung.....
__ADS_1
like, comment, di share, jadikan favorit, di kasih vote, di rate ya biar author tambah semangat. plis plis orang baik😇