Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Chandra Andini


__ADS_3

Setelah dipersilahkan masuk oleh Bik Sri, Hermawan langsung menuju ruang tamu dan mendudukan dirinya di sebuah sofa. Kemudian Bik Sri memanggil tuannya.


"Kau sudah datang Wan." Agas yang baru keluar kamar langsung menghampirinya dan ia pun langsung duduk berhadapan dengan temannya itu.


"Baru saja aku tiba."


"Mana anakmu Wan, kok kamu hanya sendiri" tanya Agas yang tidak melihat batang hidung calon menantunya itu.


"Anakku sedang dalam perjalanan. Sebentar lagi dia akan datang" ucapnya meyakinkan.


Tak lama putri kesayangan Agas turun dari kamarnya menuju ruang tamu. Dia sudah cantik rapi dan wangi. Tubuhnya dibalut dengan tunik berwarna hitam, disertai motif bunga berwarna dusty pink dan celana berwarna senada yaitu hitam dan kerudung bebentuk selendang berwarna dusty pink pula yang membuat tampilannya sederhana namun terlihat sangat elegan.


"Nah ini dia putriku" ucap Agas yang telah menyadari anaknya sedang berjalan ke arahnya.


"Cantik sekali ya anakmu seperti bidadari." Agas yang mendengar itu langsung menyunggingkan senyumnya.


"Hallo, Assalamualikum Om, perkenalkan namaku Andini Maheswari Om" ucapnya sambil menyalami tangan Hermawan.


"Waalaikum salam, saya Hermawan " jawabnya.


"Berapa usiamu Nak ?" tanyanya kembali.


"Saya dua puluh dua tahun Om" jawab Andini.


"Kamu seumuran dengan anak Om, sepertinya kamu juga baru lulus kuliah, jurusan apa yang kau ambil ?"


"Iya Om saya baru lulus, saya mengambil jurusan management keuangan om" ucap Andini, kali ini dia tidak mendapatkan jawaban karna suara ketukan pintu dari luar nyaring terdengar oleh mereka yang berada didalam. Dengan sigap Bi Sri langsung membukakan pintunya.


"Apa benar ini kediaman Pak Agas " ucap laki-laki itu.


"Benar tuan silahkan masuk. " Bi Sri langsung mempersilahkan laki-laki itu masuk, karna ia sangat yakin laki-laki yang sedang berada dihadapnnya ini adalah calon suami dari Nona Andini.

__ADS_1


"Wajahnya tampan sekali, putih bersih , tinggi, ramah pasti Nona Andini langsung cinta pada pandangan pertama saat melihatnya " gumam Bik Sri dalam hatinya.


"Terimakasih " ucapnya sambil tersenyum dan langsung memasuki rumah tersebut.


"Nah itu putra saya " ucap Hermawan sambil menunjuk kearah anaknya.


Semua orang yang berada disana baik Agas maupun Andini seketika langsung menoleh kearah belakangnya.


Betapa kagetnya Andini mengetahui laki laki yang berada dihadapannya itu ialah,


"Chandra" ucapnya yang terdengar oleh semua orang yang berada disana.


"Andini..." lirihnya.


"Jadi kalian sudah saling mengenal ?" ucap Hermawan.


"lya Yah dia teman SMP ku" ucap Chandra yang sudah duduk disamping ayahnya.


"Nah bagus Gas.. kita tidak boleh melama-lamakan lagi niat baik ini" timpal Hermawan.


"Benar benar... baiklah acarnya dimulai saja " ucap Agas yang tak sabaran.


Andini yang masih tidak percaya bahwa orang yang akan dijodohkannya adalah Chandra orang yang selama ini dia cintai, orang yang selama ini selalu memporak porandakan hatinya, orang yang selama ini menjadi tokoh utama dalam diarynya itu, masih memandang lekat Chandra sesekali ia mencubit tangannya. Yang konon katanya, jika ia sedang berhalusinasi ia tidak akan merasakan sakit. Tapi kali ini ia amat sangat merasakan sakit akibat cubitannya itu.


"Iya aku tidak sedang bermimpi, ini nyata dia benar Chandra." Yakinnya dalam hati.


Lain halnya dengan Chandra, di dalam benak hatinya yang paling dasar.


"Kenapa wanita ini, kenapa harus dia yang dijodohkan denganku. Kenapa juga aku harus berjanji hal konyol itu kepada Ayah. Aku harus mencari cara agar berpisah dengannya " bisiknya dalam hati.


"Baiklah kaliankan sudah setuju, bagaimana jika pernikahannya dua minggu lagi ? " ucap Hermawan yang sudah tidak bisa menunggu lama.

__ADS_1


"Kami menurut saja yah" ucap Chandra.


"Baiklah Wan nak Chandra menurut adatku calon pengantin pria dan wanita tidak boleh bertemu dulu seminggu sebelum pernikahan, jadi selama seminggu ini aku harap persiapannya sudah selesai mulai dari fitting baju, chatering, sewa gedung dan lainnya. Bagaimana apakah kalian setuju ? " ucap Agas.


"Baiklah besanku itu akan terjadi " ucap Hermawan.


Acara lamaran pun selesai, kemudian dilanjutkan dengan acara makan malam setelah semuanya selesai mereka berpamitan untuk pulang karna hari sudah semakin malam.


Setelah selesai merapihkan ruang tamu dan ruang makan Andini kembali kedalam kamarnya. Andini langsung menjatuhkan tubuhnya dikasur empuk miliknya, memejamkan matanya kemudian membukanya kembali seakan tidak percaya pada kenyataan yang sudah terjadi. Dia merasa sangat bahagia karna orang yang di jodokan dengannya adalah orang yang selama ini ia dambakan.


Dengan bergegas dia kembali membagi ceritanya pada diary kesayangannya itu,


^^^My diary..^^^


^^^Lamaran^^^


^^^Sungguh aku tidak menyangkaaa aku tlah dilamar oleh orang yang selalu ada disetiap doaku selama tujuh tahun ini. Nikmatmu sungguh nyata. Tidak ada yang sia sia, hanya butuh sabar yang extraa.^^^


^^^Ya Allah terimakasih kau telah membawanya, menggiringnya kepada hambamu ini.. Aku akan senantiasa menjaganya seumur hidupku, menjaga cinta ku. Akhirnya aku bisa mengatakan^^^


^^^Kuterima pinanganmu Chandra....^^^


^^^Aku bahagia sekali. Beginikah rasanya cinta yang terbalas..???^^^


"Ahh.. Nanti setelah menikah aku harus memanggilnya apa ya hihi..Mas.. Ka.. Hubby... Honey.. atau Chan.. Bukan kah itu terdengar lebih imut My Chan.. Ya.. Haha.. Tapi bagaimana jika dia memarahiku dibilang aku tidak sopan nantinya. Ah,, nanti sebaiknya aku tanyakan saja padanya iya.. Itu lebih baik" ucapnya sebelum tidur. Kemudian tidak ada suara lagi karna Andini sudah berada didunia mimpinya, ia sangat bahagia. Kali ini tidurnya terasa lebih nyenyak dari yang sebelum sebelumnya.


Apapun yang ada didunia ini semuanya adalah milik Allah, bumi, langit, bulan, matahari,hewan, manusia termasuk pula hatinya. Jangan pernah berpikir untuk menjadi layak dan tidak layak untuknya, karna sebenarnya hanya Allah yang tahu siapa yang layak untuk siapa. Mengharap kepada Allah adalah sesuatu jalan yang benar, hanya kepada diri-NYA lah seharusnya manusia bergantung. Terlebih urusan hati seseorang, Allah akan mendatangkan kepadamu seseorang yang paling kau butuhkan.


Kalimat itulah yang selama ini menjadi pedoman bagi Andini, menyerahkan segala urusannya kepada Allah tapi bukan berarti ia melepaskan apa yang dia inginkan, dia selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik menurutnya, dan tidak disangka usahanya tidak sia sia. Berkat rasa sabarnya yang luar biasa orang yang di cintainya datang dengan sendirinya melamar untuk menjadikannya sebagai pendamping hidup.


bersambung...

__ADS_1


Tolong untuk selalu medukung ku


__ADS_2