
...****Jika kau ingin menang dalam sebuah pertempuran, kau harus berada satu langkah di depan musuhmu. Tapi ingat semuanya adil dalam perang dan cinta****....
...*.*..*...*....*.....*......*.......*......*.....*....*...*..*.*...
Hari ini adalah hari minggu, Andini sedang berada dirumah dan kebetulan Asisten rumah tangganya sedang pulang kampung menjenguk anaknya yang sedang sakit, Bik Ijah meminta izin untuk tidak bekerja selama empat hari dan kini sudah dua hari dia izin akan tetapi stok kebutuhannya sudah menipis, karna itu Andini meminta izin kepada suaminya untuk pergi kepasar membeli keperluan keperluan dapurnya.
Seperti biasa Chandra tidak ingin pergi mengantar Andini, dia selalu naik taksi online kemanapun dia pergi.
Tak lama dari Andini pergi, ponsel Chandrapun berbunyi yang tertera nama Bella disana.
"Iya sayang ada apa, tumben kamu telpon duluan " tanya Chandra. Dia senang sekali baru kali ini Bella menelponnya terlebih dahulu.
"Sayang, antar aku chek up yah, obatku hampir habis antar aku kerumah sakit oke "ucapnya dengan nada nada yang manja.
"Mm baiklah, kamu sedang ada dimana aku jemput " balas Chandra kemudian.
"Aku ada dirumah. Kesini yah cepet. " Pintanya kemudian.
"Iya sayang sabar tungguin aku ya. Love youu.." ucap Chandra kemudian dia mematikan ponselnya dan mengganti pakaiannya dan dia pun langsung tancap gas menuju rumah kekasihnya itu.
Tak berapa lama akhirnya Chandra sudah datang di tempat tujuannya itu, terlihat Bella pun sudah rapi dan sudah menunggu di depan rumahnya.
Tiiid.. Suara bunyi klakson dari mobil Chandra. Bella pun langsung menghampirinya dan masuk kedalam mobilnya.
"Sayang.. Udah lama nunggu" ucap Chandra kemudian dia meraih dan mencium tangannya.
"Lumayan " ucap Bella kesal. Padahal dia tidak menunggu lama hanya saja Bella tidak suka menunggu meski itu lima menit.
"Uuuumm maaf yaa" Chandra menghujani tangan Bella dengan ciumannya. "Ayo kita berangkat, sini aku pakein sabuk pengamannya dulu " ucapnya kemudian langsung menarik seatbeltnya dan memasangkannya.
Dan dibalas oleh Bella " Makasih sayang " dia mengelus pipi Chandra.
"Terus saja kamu seperti ini.. Andini.. Seandainya kau melihat ini, orang yang kamu cintai bahkan tidak pernah mencintaimu. Aku harus menemukanmu segera haha agar belatimu menusukmu sendiri " pikirnya, Bellapun tersenyum licik.
__ADS_1
Kemudian mobilpun melaju cepat menuju rumah sakit tempat Bella chek up dan tentunya juga rumah sakit itu adalah tempat dimana Michell bekerja.
Setelah sampai disana Bella pun meminta Chandra untuk terus menemaninya, dan Chandra pun mengiyakan keinginan Bella itu.
Entah kenapa kali itu banyak sekali yang harus Bella lakukan dan ia di haruskan untuk mengantri selama berjam-jam. Ketika dia mengantri ia melihat Michell yang sedang memperhatikannya dan Chandra dari kejauhan. Entah kenapa rasa rindu yang Bella miliki untuk Michell menariknya untuk segera menghampiri Michell.
"Sayang aku ketoilet dulu yah" pamit Bella kepada Chandra, Chandrapun mengangguk.
"Oh ya aku minta tolong kalau nanti nomor antrianku disebut, panggil aku oke " pintanya.
"Iya sayang jangan lama-lama yah" ucap Chandra sambil memegang tangan Bella. Dan Bella pun hanya tersenyum dan mengangguk.
Bella langsung pergi menghampiri Michell
"Hai sayang " sapanya.
"Kamu jahat Bell " ucap Michell geram.
"Wah wah wah ada apa ini Michell ku sayang, aku baru dateng langsung marah-marah aja, ada apa?" celetuk Bella.
"Loh iya kenapa, kamu cemburu sayang heumm?" Bella tersenyum.
"Bell...." geramnya.
"Tenang sayang, hatiku cuma untuk kamu kok. Aku hanya memanfaatkannya saja " potong Bella.
"Untuk apa ?" Masih dengan nada marah Michell.
"Untuk membalaskan dendam ku pada Andini yang merebut kamu " ucapnya santai. Baik Michell maupun Bella mereka tau bahwa Andini sangat mencintai Chandra.
"Apa salah Andini ?" tanya Michell.
"Karna dia. Karna dia kamu nolak aku, aku tuh cinta sama kamu Chell, dan aku udah nyatain perasaan aku ke kamu tapi kamu selalu nolak aku Chell, dan aku tau alasannya apa pasti karena dia kan, Andini " sungut Bella yang tak mau kalah.
__ADS_1
"Bell, dengan begini kamu hanya menguntungkan aku.." lirih Michell.
"Syuuuuuttttttss diam kamu, kamu gak bakal untung, kamu gak pernah ada dihatinya, karna kamu hanya ada di hati aku, dan dihatinya hanya ada Chandra. Dan suatu saat aku akan mencari Andini dan bilang padanya bahwa orang yang di sayangnya tidak menyayanginya itu saja" piciknya.
"Bell ... " Lirih Michell yang kedua kali dan langsung dipotong oleh Bella.
"Chell kamu tahu, aku ingin melihat dia tidak mendapatkan orang yang dicintainya sama sepertiku yang tidak pernah bisa memiliki kamu Chell. Aku ingin melihat dia menderita bahkan lebih menderita dari pada aku " bentak Bella kali ini dia tidak bisa menahan emosinya lagi.
"Bell .. Mohon tolong jangan sakiti Andini.." Michell mohon karna dia tidak mau melihat Andini menderita.
" Apa, kamu kamupun memohon agar aku tidak menyakitinya. Michell, Michell jika kamu memohon padaku seperti itu aku akan lebih menyakitinya " tegas Bella.
"Tapi dia tidak tahu apa-apa tentang kita .." balas Michell.
"Tidak tahu, terserah. Karna dia aku jadi seperti ini, karna dia aku tidak bisa sedikitpun mendapat tempat dihatimu, karna dia...." Kali ini ucapan Bella yang dipotong Michell.
"Bell tolong dengarkan ini, perasaan itu tidak bisa dipaksa. Aku tidak bisa menerimamu, bukan karna Andini, tapi karna sikapmu yang seperti ini."
"Ohh.. Kamu mempermasalahkan sikapku, kamu tau yang bikin aku kaya gini itu kamu, karna mencintai Andini dan tidak bisa melepaskannya. Tapi apakah Andini mencintaimu, menerima mu ? Sadar Chell dia itu hanya duri, dia itu hanya perempuan munafik dia tidak pantas untuk hidup. Dia ... " bentak Bella. Emosinya sudah mencapai puncaknya seperti sebuah gunung yang hendak meletus.
"Bell.. Berhenti menjelekan Andini, karna dia aku menjadi seperti ini. Aku memang tidak di terimanya karna memang aku kurang berusaha untuk memperjuangkannya dan meyakinkannya bahwa aku sangat tulus mencintainya, tapi bukan itu Bell yang membuat aku menolakmu" ucap Michell menjelaskan perasaannya.
"Hemm perjuangan" Bella tersenyum kecut.
" Perjuangan yang tidak di hargai seperti perjuanganku, aku sangat mencintai mu Chell. Bahkan aku bisa memberikan hidup ku hanya untuk kamu Chell. Sedangkan dia, dia tidak mencintaimu ingat itu, dan alasan kamu menolak aku karna dia, dia, dia yang selalu mengisi hatimu karna dia tidak ada lagi tempat dihatimu untuk ku Chell" Bella pun segera meninggalkan Michell. Yang masih berdiri mematung itu.
Setelah dirasa Bella sudah jauh dari pandangannya diapun berkata :
"Bell asal kamu tahu bahwa kamu sudah kalah sebelum berperang, meski sekarang kamu mendapat cinta Chandra tapi dia tidak bisa kamu miliki sepenuhnya. Bella, Bella aku tidak menerimamu karna sikapmu bukan karna Andini Bell, aku tidak bisa menerimamu karna kamu egois, pemarah suka mabuk-mabukan pergi kelayaban setiap malam. Seandainya saja kamu sedikit saja belajar untuk merubah diri mungkin akupun ingin bersama kamu Bell" ucapnya.
"Mau aku apakan rekaman ini.. " tambahnya lagi ya dari awal perbincangannya bersama Bella dia sudah merekamnya terlebih dahulu.
"Kalau Chandra tau mungkin dia akan membencimu selamanya Bella, tapi tidak untuk saat ini. Ketika Andini sudah lepas darinya maka pada saat itulah rekaman ini berguna untuk menghancurkannya, Terimakasih Bella kamu sudah menunjukan jalan untukku." Michell senyum picik kemudian dia melenggang pergi.
__ADS_1
bersambung