Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Mengingat


__ADS_3

Setelah lagu itu selesai, Chandra mengatakan sesuatu,


Kamu ingat, aku tidak akan bernyanyi kecuali didepan orang yang aku cintai. Lagu itu mewakili diriku And, aku sangat mencintaimu, aku sangat sangat mencintaimu dan paling mencintaimu.


Saat setelah malam itu kamu membantingkan pintu kamarku, aku sedikit tersadar bahwa aku adalah suami yang kejam pada dirimu.


Saat kamu sedang koma aku juga baru tersadar bahwa aku sangat mencintaimu, aku kehilanganmu kala itu.


Dan saking tidak ingin kehilangan lagi aku selalu memelukmu, agar kau tidak bisa lepas dariku meskipun itu hanya raganya saja.


Dan kamu tau setelah kamu mengingat segalanya, aku benar-benar hancur And, seperti saat ini kau lihat, ini adalah penampilanku setelah sebulan kita bercerai. Berantakan sekali, bukan ?


Chandra tersenyum kecut.


Tiada hari yang bisa membagiakan diriku tanpa dirimu And. Aku benar-benar hidup seperti mayat And. Aku mencintaimu tapi karna perjanjianku dimasa lalu aku harus menceraikanmu. Maafkan aku.


Jika bisa kuputar ulang, aku ingin disaat aku tahu aku dijodohkan denganmu aku ingin aku menerimanya sepenuh hati, dan tidak pernah berjanji akan menceraikanmu setelah kamu meminta ku cerai sebanyak tiga kali. Tidak, aku tidak ingin mengatakan dan berjanji seperti. Aku sangat menyesal And..


Tapi apa dayaku, semuanya sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur yang sudah basi. Aku tidak bisa lagi berada didekatmu, karna aku tahu jika aku terus berada didekat mu yang ada aku hanya menyakitimu. Aku sudah tidak bisa menjadi orang yang membuatmu tersenyum lagi, karena kini yang ada pasti tangisan dalam dirimu.


Satu pintaku pada Robb-ku sekarang, tolong bahagiakanlah orang yang sedang menonton diriku ini, karena aku sangat mencintainya..


Air mata Chandra menetes berbarangen dengan Andini, mereka berdua sama-sama merasakan sesak didalam dadanya.


Majulah dalam hidupmu, And. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Oh yaa, jangan cari aku lagi, aku sudah tidak ada didekatmu. Tidak ada kata sampai jumpa di akhir kalimat ini, karena aku tidak ingin perjumpaan kita menyakitimu lagi, aku hanya ingin berterima kasih karena sudah mencintaiku selama ini.


Tut.. Video itu sudah selesai.


Setelah selesai memutar video itu, Andini merasakan pusing tujuh keliling, semua benda yang ada disekitarnya terlihat seperti ada dua, perlahan matanya tidak melihat apapun.


Bik Ijah yang melihat Andini sudah terkapar di sofa itu, dia langsung berteriak memanggil Bik Sri. Bik Ijah langsung mensejajarkan tubuh Andini, sedangkan Bik Sri memijat-mijat kepalanya dan juga memberikan minyak herbal ke indra penciumannya.


"Non, bangun Non. Non kenapa sih sering pingsan ? Aku jadi khawatir sama keadaannya," ucap Bik Ijah.


"Pasti ini berkaitan dengan kepalanya yang terbentur itu."


"Apa Non Andini bakal lupa lagi sama kita, Sri ??"


"Aku gak tau semoga aja Non cepet sadar.." lirih Bik Sri.

__ADS_1


Setengah jam kemudian. Andini pun mulai sadar, dia mengedarkan pandangannya, tidak ada siapa-siapa disana. Tiba-tiba saja dia mengingat semua yang sudah terjadi padanya, yaa buku diari, komidi putar itu mengingatkan dia pada suatu memori yang hilang sebelumnya..


"Chandraaaa..." teriaknya.


"Ka Chandra..." Dia terisak menangis disana, sambil mencengkram erat sofa yang didudukinya.


"Apa yang sudah aku lakukan, aku menceraikan orang yang sudah mencintaiku..." lirihnya.


Sesekali dia memukul-mukul sofa itu.


"Maafkan aku, maafkan aku yang tidak mempercayaimu, maafkan aku.." Sesalnya. Andini sudah mengingat semuanya, kenangan itu membuat keadaannya semakin terpukul.


Bik Ijah dan Bik Sri langsung menghampirinya ketika mereka mendengar suara teriakan Andini..


"Non, ada apa non ??." teriak mereka khawatir.


"Bik, apa benar aku sudah bercerai dengan Chandra, bik ??" lirihnya sendu, air matanya terus mengalir.


"Iya non, itu sudah sebulan yang lalu terjadi."


"Bik..."


"Sabar non.." Bik Sri mengelus-elus punggung Andini. Meski pada kenyataannya Bik Sri adalah pekerja dirumah itu namun Andini menganggapnya seperti ibunya sendiri. Terlebih setelah ibu kandungnya meninggal.


"Sabar, Non ini sudah jalannya. Sabar.."


"Bik, cepat panggil Doni, mintalah dia untuk segera mempertemukan aku dengan Chandra. Aku ingin meminta maaf padanya, bik."


"Iya, iya Non.." Bik Ijah langsung mencari telpon untuk menghubungi Doni.


Sedangkan Bik Sri tidak hentinya memeluknya seolah memberi kekuatan pada putrinya.


"Bik, apa Chandra akan marah padaku setelah semua yang aku lakukan padanya. Dia baru saja membuka hatinya untukku sedangkan aku tidak mempercayainya sedikitpun. Kebencianku terlalu mempengaruhiku."


"Non..."


"Seharusnya aku mendengarkan penjelasannya dulu." Dia terus saja menyalajkan dirinya sendiri.


"Sudahlah Non, semuanya mengandung hikmahnya sendiri, Non harus kuat.."

__ADS_1


"Tapi Bik, aku sudah menghancurkan persaannya.."


"Sudah ya sudah.." Bik Sri pun ikut menangis mendengarnya.


Tak lama kemudian Doni datang, dia langsung dipinta Andini untuk mencari jejak Chandra. Sedangkan Doni tidak bisa membantah, dia hanya ingin kebahagiaan Andini saja.


Seminggu kemudian, Andini menanyakan keberadaan Chandra, namun nihil dia masih belum menemukannya. Andini tidak menyerah dia terus meminta Doni untuk mencarinya.


Dua minggu kemudian Doni mendapatkan kabar bahwa perusahaan Chandra akan segera gulung tikar. Doni segera mencari ke kantornya namun di sana dia hanya bertemu dengan wakilnya saja. Wakilnya pun bilang bahwa Chandra sudah lama tidak pergi kekantornya, dia selalu memberi perintah via telpon saja. Ketika Doni meminta nomor telponnyaa dia tidak mendapatkannya dengan alasan itu adalah nomor pribadi bosnya dan tidak boleh ada yang tahu nomornya tersebut.


Doni pun menceritakannya kepada Andini. Tentu saja hal itu membuatnya tambah bersedih. "Apa semarah itu Chandra kepadanya," batinnya.


Chandra benar-benar hilang di telan langit, tidak ada satupun yang tahu tentang keberadaanya. Petunjuk pun sulit untuk didapatkannya. Semua usaha telah dilakukan namun benar-benar nihil tidak mendapatkan jawaban. Hanya satu cara yang belum dia lakukan yaitu menempel-nempelkan poster wajah Chandra disekeliling ibu kota.


Tiga minggu kemudian,


"Sudahlah Andini, sebaiknya sekarang kamu menata hidup yang baru tanpa dirinya," ucap Doni memberi saran.


"Aku hanya ingin meminta maaf kepadanya, Don. Atas sikapku yang lalu.." Kekeuhnya


"Anggap saja kamu sudah dimaafkan, And."


"Kalau begitu, kalau ada seseorang yang membuat kesalahan kepadamu, dan kamu ingin dia meminta maaf kepadamu maka anggap saja dia sudah meminta maaf," baliknya lagi.


"Aku bukan orang yang seperti itu, Don. Aku memang salah, aku ingin meminta maaf kepadanya," tambahnya.


"Tapi dia tidak ada.."


"Setidaknya aku sudah benar-benar mencarinya. Aku ingin ketenangan, Don. Hampir dua bulan ini ada perasaan menganjal dalam hatiku,"


"Itu artinya kamu belum mengikhlaskannya, And. Kamu hanya perlu mengikhlaskan dan melupakannya itu saja," sarannya lagi.


"Tidak Don, kamu tidak mengerti.."


"Tidak ada yang bisa membuatku jatuh cinta selama ini selain Chandra, meski aku tahu dia tidak mencintaiku sekalipun tapi aku tetap mencintainya. Terlebih saat aku mengingat dirinya saat aku amnesia, dengan sangat sabar dia menghadapi aku, dengan penuh cinta dia memperlakukan aku," batinnya.


bersambung


maaf telat yah

__ADS_1


lagi sakit😢


jangan lupa dukungannya😇


__ADS_2