
Seminggu sudah berlalu setelah acara pernikahan Andini dan Chandra, kini merekapun sudah melakukan aktifitasnya masing masing, yaitu bekerja diperusahaan ayah mereka. Bagaimanapun mereka adalah penerus dari perusahan orang tuanya jadi mau tidak mau mereka harus bekerja.
Hari ini pula Andini berangkat kerja menggunakan taksi online karna mobilnya masih dipakai oleh papanya. Sedangkan Chandra Tentu saja dia tidak mau berbarengan dengan Andini. Awalnya Andini ingin sekali berangkat kerja bersama Chandra, akan tetapi dia berkata :
"Aku ada meeting pagi, kamu pergi naik taksi aja. Aku takut telat, perusahaan kita kan arahnya berlawanan. " Alasan pertama Chandra.
" Tapi kan ..."
" Kamu ngertikan posisi aku, aku penerus ayahku tentu saja tidak boleh memberi contoh yang tidak baik, seperti telat datang." Alasannya yang kedua.
" Tapi aku ini istrimu." Andini memberanikan dirinya untuk mengatakan itu.
"Andini, jika aku telat orang akan mencap aku sebagai atasan yang korup terhadap waktu. Dan kamu tau orang yang berkorupsi mereka akan mengawalinya dengan berkorupsi waktu terlebih dahulu. Aku sudah pesankan taksi online, jika kamu tidak ingin memesannya. Tunggu saja sebentar lagi akan datang. " Chandra pun melenggang pergi begitu saja tanpa pamit dan tanpa cium tangan dari Andini yang biasa Andini lakukan padanya selama seminggu ini.
Tentu saja hati Andini begitu perih akan ucapan Chandra, tapi diapun harus berbesar hati mengerti Chandra yang posisinya berada persisi sama seperti dirinya.
Andini sudah tiba di kantornya dan disambut baik oleh karyawan disana yang tentunya adalah bawahannya. Tapi Andini tidak pernah menganggap mereka sebagai bawahan, bagi Andini mereka adalah pejuang bagi perusahaannya tanpa mereka perusahaannya tidak akan seperti sekarang ini. Dia begitu menghargai dengan kerja keras para karyawannya.
"Mbak udah masuk " ucap Dina sekeretaris papanya.
"Iya mbak Dina, oh iya papa ada aku mau ketemu papa " ucap Andini.
"Ada mbak, baru aja dateng, silahkan Mbak " ucap Dina dan ia pun segera membukakan pintu.
"Makasih mbak Dina " ucapnya.
"Papa, Assalamualaikum pa, apa kabar ?"
" Waalaikum salam. Andin, kamu udah kerja, kok sebentar sih cutinya kan papa pengen cepet nimang cucu " goda papanya.
"Papa emang secepet itu jadinya ya enggaklah, papa tenang aja " ucap Andini membalas godaan papanya itu, tapi lain di hatinya "Gimana mau jadi pah tidur aja pisah."
"Haha.. Iya iya Papa sabar kok. Kenapa kamu udah kerja " pertanyaannya di ulangi kembali.
"Aku pengen bantuin papa, lagian bosen dirumah. Chandra juga udah kerja aku sendiri aja dirumah" ucapnya.
"Gimana gak bosen pah tiap hari dia keluar, bareng cuman sarapan sama makan malem, udah gitu sibuk lagi " bisiknya dalam hati. Sebenarnya dia sangat ingin mengatakan unek-unek dalam hatinya, tapi difikir lagi itu bukan hal yang baik.
"Kok kamu manggil sama suami Chandra sih, walaupun kalian itu temen sekelas tapi kan dia imam kamu sekarang" tegurnya.
"hehe, aku belum tau pah mau manggil apa, nanti aku pikirin " ucapnya.
__ADS_1
"Oh ya Pah, selama aku gak ada gimana keadaan Papa " tanya Andini, sebenarnya dia selalu memikirkan keadaan Papanya itu.
"Kamu liat sendiri, Papa baik baik aja bahkan lebih sehat, gendong dua cucu juga masih kuat " ucapnya kembali menggoda anaknya itu.
"Ish, Papa seneng banget godain aku, udah ah. Oh ya aku kerja dulu Pah, kalau disini terus nanti gak bakal selesai godainnya. Assalamualaikum.. " ucapnya kemudian keluar dari ruangan papanya itu menuju ruangannya yang tak begitu jauh.
***
Makan siangpun tiba, perut Chandra sudah mulai berbunyi. Tapi dia sangat ingin makan siang bersama Bella. Diapun langsung mengambil ponselnya dan menelpon Bella dan mereka berjanji untuk bertemu di sebuah kafe yang tak jauh dari kantornya.
Setibanya di kafe dia langsung menghampiri seseorang wanita yang tengah duduk menunggu dan dia memakai dress selutut berwarna cream dengan rambut yang di gerai cantik, siapa lagi jika bukan Bella.
" Hai sayang udah lama nunggu" ucap Chandra kemudian memeluk Bella.
"Aku udah lama banget nunggu kamu " ucapnya manja.
"Oh ya maafin aku yah sayang, udah buat kamu nunggu " balasnya.
"Enggak ahh.. Nanti gitu lagi" ucap Bella masih dengan mode merajuknya.
"Jangan gitu dong sayang, aku tuh telat karna pengen ngasi kamu sesuatu, ini dia " Chandra mengeluarkan sebuah benda kotak berwarna merah.
"Iya.. Kamu suka ? Aku tadi liat ini cantik banget kaya kamu " jelasnya.
"Eummm makasih sayang. " Diapun langsung mencium pipi kiri Chandra.
Chandra pun sangat senang mendapat ciuman dari Bella. Belum pernah dia dicium oleh seorang wanita dan baru pertama ini dia mendapatkan itu terlebih lagi dari seseorang yang sudah dia cintai dari dulu.
" Ayo dong sayang pasang antingnya sekarang biar aku lihat" ucap Chandra..
"Iya aku pasang nih." Bella pun langsung memasang anting anting itu.
"Cantik gak ?" ucap Bella kemudian.
"Cantik tapi kayanya aku ralat deh omongan yang tadi. Lebih cantik kamu daripada antingnya" goda Chandra kepada Bella. Dia sangat senang melihat Bella senang terlebih alasannya karna dirinya sendiri.
"Kayanya aku harus peralat kamu Chand, kamu tajir, tulus tapi bodoh haahaa" bisik Bella dihatinya.
"Kamu bisa aja deh bikin muka aku kaya lobster rebus haha.. Sayang aku lapar nih" ucapnya kembali manja.
"Oh iya, aku lupa saking bahagianya, kita pesen makan dulu " ucap Chandra yang diangguki oleh Bella.
__ADS_1
Mereka pun memanggil pelayannya dan memesan makanan. Setelah selesai makan, Chandra tidak lagi kembali ke kantornya melainkan mengajak Bella pergi ke suatu tempat yang romantis.
Ini adalah salah satu hal yang ingin Chandra lakukan, membuatnya bahagia, apapun itu akan dia lakukan demi kebahagian Bella. Meski sulit akan dia buat mudah. Meski terjal akan dia buat mulus. Bahkan ada pribahasa bagi orang yang sedang jatuh cinta kotoran kucing pun terasa seperti cokelat. Mungkin inilah yang terjadi padanya saat ini.
Jam sudah menunjukan pukul lima sore hari, saatnya bagi Andini pulang. Sebelum pulang Andini memastikan papanya pulang terlebih dahulu. Dia tak ingin ditanya mengenai ia pulang tanpa di jemput oleh suaminya.
Setelah dirasa papanya sudah pulang, dia pun langsung memesan taksi online. Tak biasanya dia menunggu taksi online sampai dua puluh menit.
Diapun mulai resah karna matahari sebentar lagi tenggelam dan akan digantikan oleh malam. Untung saja kemarin saudara Bik Sri sudah datang jadi dia tak perlu repot memikirkan akan memasak apa untuk makan malam ini.
Papanya selalu khawatir akan putrinya itu, dia khawatir anaknya belum bisa apa apa karna sebelum menikah walaupun dia sering membantu Bik Sri mereka selalu dilayani oleh Bik Sri. Jadi ayahnya meminta saudara Bik Sri untuk datang membantu Andini dirumah barunya itu.
Dua puluh lima menit kemudian taksi yang sudah ia pesan itu pun datang dan supirnya pun langsung meminta maaf kepada Andini.
"Maaf bu tadi saya telat, saya abis anter anak kerumah sakit, terus jalanan juga macet, untung ibu gak cancel saya." Supir itu menjelaskan alasannya terlambat.
"Iya pak gak apa-apa, anak bapak sakit apa ?" tanya Andini
"Anak saya demam tinggi bu udah mau dua hari" ucap supir itu.
"Harus segera dirawat pak kalau demam tinggi terus" sarannya.
"Harusnya bu tapi saya gak punya biaya, saya beli obatnya aja biar dirawat dirumah sama istri saya" ucapnya lagi.
"Semoga anak bapak cepet sembuh ya Pak, dan semoga orderannya banyak." Andini hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk supir itu dia tidak bisa berbuat apa apa.
"Aamiin bu terimakasih" ucap supirnya, dia bahagia mendapat penumpang yang mengerti akan keadaannya itu.
"Bu sudah sampai " ucap supir itu.
"Ahh iya makasih ya Pak ini ongkosnya dan nanti saya kasih bintang lima untuk Bapak" ucap Andini.
"Bu ini kebanyakan, ongkosnya cuma 70 ribu." Supir itu memberikan kembaliannya.
"Enggak apa pak, itu untuk bawa anak bapak kerumah sakit, supaya demamnya cepet turun. Maaf saya gak bisa bantu apa apa" ucap Andini.
"Makasih yah bu. Semoga ibu selalu bahagia, sekali lagi makasih." Kemudian supir itu pergi dengan perasaan bahagia.
Begitulah Andini, dia bertekad untuk selalu berbagi dan menolong orang yang sedang dalam kesusahan. Itupula yang diajarkan oleh kedua orang tuannya yang selalu dia ingat, sampai kapan pun itu.
bersambung
__ADS_1