Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Bertepuk Tapi Tak Sampai


__ADS_3

...Kamu adalah cahaya yang hanya bisa kupandang tidak bisa kusentuh....


...Sedang aku adalah bayangan yang setia mengikutimu tanpa kau perdulikan ku....


...LH...


...*.**.***.****.*****.******.***.******.*****.****.***.**.*...


"Ninaaa kita baru saja bertemu, tapi keadaan kamu sudah seperti ini, Nin kamu masih inget gak ini aku Michell, dulu kamu suka semangatin aku, huh Nin cepet bangun yaa, aku rindu kamu."


Michell begitu khawatir melihat keadaan teman SMA-nya itu yang sudah terkulai lemas dikasur pasien. Hidungnya sudah terbungkus dengan perban-perban, dan juga besi berbentuk L. Dia baru saja mengalami kecelakaan tadi pagi dan mengalami patah tulang hidung. Kini dia sudah dioperasi oleh Michell dan sudah berada diruang perawatan.


Flashback on


pagi hari..


"Hari ini adalah hari pertama datangnya bos baru, aku gak boleh telat atau aku akan dapet poin jelek diperusahaan, engak engak aku harus cepat" ucapnya sambil menyemprotkan parfum kesukaanya ke sekujur pakaiannya itu. Sebisa mungkin dia berpenampilan menarik agar tidak memalukan dirinya dan juga statusnya diperusahaan itu.


Setelah selesai merapikan diri, Nina langsung mengambil kunci motor dan helm diatas nakas tempat biasa dia menyimpan.


"Bu... Aku berangkat Assalamualaikum" pamitnya. Namun dia tidak menyalami tangan ibunya karena merasa sudah sangat terlambat. Kebiasaan buruknya itu selalu saja dia ulangi ketika dia sedang terburu-buru.


Nina adalah Sekretaris dari Chandra, dia sudah bekerja selama 4 tahun disana, itupun dia barengi dengan menuntut ilmu.


Nina adalah gadis yang pintar juga cekatan dalam bekerja. Sehingga Chandrapun selalu puas dengan hasil dari pekerjaannya itu.


Dia sudah berada di jalan menggunakan motor maticnya yang baru saja dia beli. Bukan karena gajinya yang kecil sehingga selama empat tahun bekerja dia baru membeli motor. Akan tetapi dia adalah tulang punggung bagi keluarganya, dia hidup bersama Ibu sekaligus adiknya yang baru saja masuk SMA.


Dalam perjalanan dia mendapatkan panggilan dari adiknya, dan diapun berniat mengambil ponselnya disakunya akan tetapi ponsel itu sangat susah untuk diambilnya. Dia sedikit menunduk dan tidak melihat kedepan sedangkan motornya sedang berjalan.


Bughhhh....


Selorrrrroooookkkk...

__ADS_1


Nina terpental jauh ketengah jalan tidak hanya itu tubuhnya pun tersungkur dengan posisi tubuh tengkurap menyebabkan wajahnya yang mencium aspal dan ketika dia membuka matanya dia sudah berada jauh dari motornya. Dirasa hidungnya sudah bersimbah dengan darah dan bibirnya membengkak, dia pun pingsan karena kaget.


Seketika semua orang menghentikan kendaraannya membantu Nina yang sudah terkapar pingsan ditengah jalan.


Beruntung seseorang langsung memanggil Ambulance untuk segera menangani pasien yang kritis.


Tak lama Ambulance pun datang dan segera menurunkan brangkarnya dan menidurkan Nina disana.


Ninuuuuu niiinuuu niiinuu..


Suara Ambulance terdengar keras menyingkirkan satu persatu pengguna jalan.


Sesampainya Nina dirumah sakit dia masih tidak sadarkan diri, para perawat sudah menggiringnya menuju ruang tindakan pertama.


Michell yang melihat wajah pasien pun begitu terkejut, bukan karena darah yang sudah menutupi area hidungnya dan juga bibir yang sudah membengkak seperti bibir yang gagal operasi akan tetapi karena pasien yang kini sedang ditanganinya adalah sahabatnya di masa SMAnya..


"Nina" gumamnya.


Tak lama kemudian dia sudah tidak bisa membayangkan lagi jika Nina bangun dengan keadaan seperti ini.


Diapun langsung mengambil tindakan untuk segera mengoperasinya dan semua biaya dia yang akan menanggungnya.


Beberapa prosedur sudah dia tanda tangani. Tinggal menunggu jam yang sudah ditentukan para dokter.


Michell teringat sesuatu yaitu keluarganya, mereka harus mengetahui apa yang terjadi dengan Nina, langsung saja dia menghubungi ibunya, memberitahu keadaan Nina dan tindakan yang sudah dia lakukan secara sepihak.


Beruntung ibunya mengerti akan tidakannya itu, beliaupun berterimakasih kepada Michell yang tanpa ragu sudah membantunya.


Flashback off.


Michell pun keluar dari ruangan itu dan mendapati Ibunya Nina yang sedang menunggu dibangku tunggu.


"Ibu sekali lagi maafkan saya ..." Michell merasa bersalah sekali karena dengan sangat impulsif langsung mengambil tindakan tanpa memberi tahu keluarga terkait.

__ADS_1


"Tidak apa Nak Michell.. Saya yang sudah seharusnya berterimakasih kepada Nak Michell, tanpa kamu saya sudah tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Nina, terimakasih" ucap Ibunya Nina yang sudah meneteskan air matanya.


"Ibu.. Sudah jangan menangis, semua ini sudah menjadi takdirnya, Nina adalah teman sekaligus sahabat terbaik saya Bu saya tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepadanya. Sekarang Nina sedang membutuhkan Ibu untuk selalu berada disampingnya. Lebih baik Ibu menunggunya disana."


"Baiklah Nak, saya masuk dulu. Terimakasih Nak !" ucap Ibunya Nina.


Michellpun kembali ke ruangannya untuk beristirahat. Baginya hari ini adalah hari yang panjang. Ini adalah pengalaman pertamanya menolong seorang sahabat ketika dia sudah menjadi seorang Dokter.


Rasa gugup dan takut menghampirinya saat operasi baru dimulai. Karena status orang yang menjadi pasiennya adalah sahabatnya sendiri.


Tak terasa kini pikirannya sudah dikunci dengan nama Nina, dia kembali mengingat ingat kejadian pada saat SMA-nya. Ketika dikerjai oleh teman-temannya, Nina lah orang pertama yang menolongnya sehingga rencana kejahilan temannya gagal total. Ketika dia bermain basket, Nina pula lah orang yang senantiasa menunggunya dan memberinya air mineral setelah dia selesai bermain. Ketika PR nya belum selesai maka Nina pula lah yang memberinya contekan. Sungguh saat ini Michell terbuai dengan memori memorinya kala SMA itu.


Akhirnya pada saat study tour Nina mengungkapkan rasa sukanya kepada Michell, namun dia tolak mentah-mentah dengan alasan Sydney. Sejak kelas 10 dia sudah memimpikan untuk masuk ke salah satu universitas di negri singa itu. Dia ingin lebih fokus mengejar cita-citanya terlebih dulu tanpa meninggalkan ikatan yang akan memberatkan kehidupan di masa perkuliahannya.


Namun semua itu hanyalah alasan, fakta yang sebenarnya adalah dia yang tidak dapat melupakan Andini.


Tentu saja Nina tidak mungkin menerima alasannya jadi Nina memilih menjauh darinya. Dia selalu berusaha sekeras mungkin menghindari Michell, dia tidak ingin hatinya terluka lebih dalam hanya karena cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Sudah cukup baginya dua tahun terakhir hidup dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan, detik itupun dia sudah berjanji akan menyibukan dirinya menjadi lebih sibuk lagi hingga melupakan Michell.


Hari hari terakhir Michell di sekolahnyapun sudah tidak berwarna lagi, kecuekan Nina membuatnya kehilangan semangat, kehilangan gairah hidup tapi dia berpikir mungkin itulah yang terbaik bagi keduanya. Michell bisa fokus dengan cita-citanya begitupun juga dengan Nina.


Sempat dalam benaknya pun terbesit " Jika kita berjodoh maka kita akan dipertemukan kembali."


Entah ini adalah berjodoh ataupun hanya sekedar lewat saja untuk mengingat bahwa mereka pernah ada dalam kehidupan kita.


bersambung.


^^^'like love^^^


^^^share vote5^^^


^^^komen dan jangan lupaaa...^^^

__ADS_1


__ADS_2