Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Ketagihan


__ADS_3

...Saat kebencian membabi buta...


...Saat itu pula...


...Kita menutup mata...


...Dari kebaikan disekeliling kita....


...-LH-...


...*.*..*...*....*.....*......*.......*......*.....*....*....*...*..*.*...


Setelah tiba dirumahnya dia langsung menata kebutuhannya di dapur miliknya. Setelah dirasa sudah rapi diapun langsung menelpon Chandra untuk menanyakan kapan dia pulang karna waktupun sudah menunjukan jam dua siang.


Namun telponnya tidak diangkat oleh Chandra, dia mengulanginya lagi sampai sepuluh kalipun tetap tidak di angkat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis sebuah pesan berharap ketika nanti Chandra membacanya dia akan membalas pesannya.


"Kamu ada dimana, pulangnya jangan terlalu malam aku akan memasak untukmu." Begitulah isi pesannya dan tak membutuhkan waktu yang lama pesanpun langsung terkirim.


Setelah itu dia langsung memasak kemudian menata masakannya di meja makan dan setelah selesai diapun pergi untuk mandi.


Adzan maghrib pun terdengar indah berkumandang, akan tetapi orang yang ditunggu tunggupun belum tiba. Andini memutuskan untuk solat terlebih dahulu kemudian membaca Alquran. Begitu menghayatinya sampai tak tersadar bahwa Chandra sudah datang dan mendengarkannya di balik pintu.


Perasaan kagum kepada Andini pun singgah di hatinya namun setelah Andini mengakhirinya perasaan itu hilang kembali sejalan dengan perginya dia. Lagi-lagi dia tepis, dan dia mengira bahwa itu adalah tipu muslihatnya agar menutupi topeng jahatnya.


"Kok aku ngerasa pas ngaji ada yang ngeliatin ya. Apa jangan-jangan Chandra udah pulang." Andini pun langsung segera melepas mukenanya dan langsung memakai hijabnya, keluar untuk mencari Chandra, dan masuk kekamar sebelahnya.


Dan dia mendengar suara air didalam kamar itu pertanda ada orang yang sedang mandi. Dengan sigap dia langsung mengambilkan pakaian dan menunggunya.


" Kamu ngapain disini ?" ucap Chandra yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aku nyiapin baju kamu, kamu udah sholat ? Kalau udah yuk kita makan, aku udah masak " ucapnya.


"Ohh iya.. Nanti aku kesana, kamu duluan aja. " Perintahnya dan diangguki oleh Andini.


Kemudian dia mengambil ponselnya memberi kabar kepada Bella, pacarnya itu bahwa dia baru saja sampai di rumah. Tapi sebelum itu dia melihat ada notifikasi sepuluh panggilan tak terjawab dan sebuah pesan yang semuannya berasal dari Andini.

__ADS_1


"Dia udah masak dari tadi ? Emang dia bisa yah masak. Paling juga masakan biasa dan pake bumbu instan. Gak makan tapi lapar. Kesana aja lah sekalian mau liat apa bener dia bisa masak enak kaya ibu ?" gumamnya. Dan Chandra pun langsung bergegas menuju ruang makan.


"Sini makan. Setau aku dulu kamu suka banget sama tumis kangkung mangkanya aku masak ini. Tapi kalau kamu gak suka masih ada pilihan yang lain. Kamu mau makan apa aku ambilin " ucap Andini yang langsung memegang piring berniat mengambilkannya, dulu dia sering melihat mamahnya melakukan hal ini kepada papahnya.


"Biar aku aja " balas Chandra singkat.


"Enggak, aku tuh istri kamu. Sebagai istri aku harus melayani kamu, contonya ini jangan nolak please" mohonnya.


"Kamu mau makan apa ?" tambanya lagi.


"Aku tumis kangkung, ikan goreng, telur balado" ucap Chandra.


"Ini silahkan dimakan. Dan kalau ada yang kurang kamu bilang yah. Biar aku nanti bisa nyesuaiin selera kamu" ucapnya kemudian tersenyum. Dan diapun langsung mengambil makanan dan makan bersama Chandra.


Awalnya Chandra berpikir bahwa makanan buatan Andini tidak akan seenak makanan ibunya tapi tidak disangka setelah dia mencicipi dia ingin lagi, lagi dan lagi.


"Enak sekali, bahkan lebih enak dari buatan ibu. Kok aku ketagihan gini ya" bisiknya kemudian ia terus melahap makanan yang ada didepannya tanpa banyak bicara.


Andini yang melihat itupun merasa senang, dari cara makannya saja sudah terlihat bahwa Chandra sangat menyukai masakannya.


"Kamu beli masakan ini yah ?" selidiknya karna masih tak percaya kalau Andini bisa memasak seenak ini.


"Engga aku gak beli, aku tadi beli bahan mentah aja dipasar. Aku yang masak. Emangnya kenapa gak enak yah ?" tanyanya.


"Enak, enak banget. Terus kamu tau dari siapa kalo aku suka tumis kangkung ?" tanya Chandra balik.


"Ahh itu.. Aku tau karna aku suka liat kamu makan itu terus aku juga pernah denger " ucapnya jujur. Setelah tiga tahun ( semasa SMP ) memperhatikannya ia tahu apapun yang Chandra suka dan tidak suka.


"Ohh" jawabnya singkat.


"Mmm.. Aku boleh tanya gak ?" tanyanya ragu.


"Apa ?"


"Kenapa kamu tidur di kamar sebelah ?" pertanyaan ini sebenarnya sudah dari pagi dia ingin tanyakan namun baru malam ini baru bisa dia tanyakan.

__ADS_1


"Kenapa emangnya, kan ini rumah aku ?" jawab Chandra sedikit ketus.


"Enggak kan walaupun bagaimana kita udah sah jadi suami istri " jawabnya dengan ragu, karna begitu ragunya diapun menundukan kepalanya dan mengigit bibirnya.


"Aku gak bisa tidur berdua, dari dulu aku tidur selalu sendiri" alasannya.


Istrinya itu langsung medongkakan kepalanya mendengar penjelasan dari Chandra yang menurutnya kurang masuk akal.


"Ohh, tapi kan gak bisa gini aja " ucap Andini.


"Udah deh, jangan bahas ini lagi. Aku lagi pusing kerjaan aku banyak. Jangan banyak tanya dan jadi istri yang baik" bentaknya dan diapun langsung meninggalkannya untuk pergi ke ruang kerja.


"Segitunya kamu ke aku Chan, salah aku apa? " gumamnya dan tak terasa air matanya jatuh. Bentakan Chandra seakan mengisi penuh di gendang telinganya dan membuat hatinya sedikit tersayat.


"Enggak aku gak boleh nangis, aku yakin dengan waktu bisa merubah segalanya. Suatu saat nanti pasti dia akan melihat aku, mencintai aku seperti aku yang sangat mencintainya. Aku hanya butuh sabar dan berusaha untuk meyakinkannya. " Diapun langsung menghapus jejak air matanya itu.


Diapun langsung merapihkan kembali meja makannya dan setelah itu mencuci bekas piring yang tadi dia dan Chandra gunakan.


Kemudian dia masuk kekamarnya mengambil sebuah buku diarynya. Dan menuliskan..


^^^Dear Chandra^^^


^^^Apa salah aku sama kamu ? Barusan aja kamu bentak aku gara gara aku tanya " kenapa kamu gak mau sekamar ?" Chandra aku tuh pengen banget jadi istri sepenuhnya kamu. Aku juga ingin denger keluh kesah kamu, ku juga ingin punya tempat untuk aku berkeluh kesah. Selayaknya suami istri pada umumnya. Baru aja aku seneng ngeliat kamu yang suka sama masakan aku bahkan kamu juga memujinya. Tapi setelahnya kamu hancurkan hatiku.^^^


^^^Tapi gak apa apa, aku tau meski aku sudah dari dulu mencintai kamu, tapi perjuangan ku yang sepenuhnya baru dimulai. Aku yakin suatu saat kamu akan mencintaiku. Bahkan lebih dari aku mencintaimu. Dengan keajaiban waktu aku yakin kamu akan berubah..^^^


^^^Aku sayaaang kamu.^^^


^^^Cinta kamu.^^^


^^^Dan aku harus perjuangin itu.^^^


Setelah selesai mencurahkan isi hatinya diapun menutup kembali bukunya itu dan menghapus kembali air mata yang sejak tadi mengalir deras di pipinya. Sebenarnya dia menulis di buku diary bukan berarti dia tidak memiliki seseorang yang dipercayainya untuk bercerita namun semua itu adalah perasaannya dan juga masalah rumah tangganya yang bagi dirinya sangatlah tabu untuk diceritakan kepada orang lain meski kepada orang yang sangat dia percayai sekalipun. Biasanya ketika ibunya masih ada bersamanya, kepadanyalah dia berkeluh kesah. Namun kini dia hanya bisa memendamnya sendiri.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2