
...****Jika cinta bisa membuat seorang wanita setia pada satu orang lelaki, mengapa cinta tidak bisa membuat seorang lelaki setia pada satu orang wanita****....
...****Asma Nadia****...
...*.*..*...*....*.....*......*.......*........*......*.....*....*...*..*.*...
Pernikahan adalah hari dimana dua orang insan akan resmi menjalin suatu hubungan yang terikat satu sama lain. Yaitu hubungan suami isteri. Tentu saja hari ini adalah momentum yang sangat Andini tunggu-tunggu sejak sepuluh tahun yang lalu, bagaimana tidak dia menyadari perasaan kagumnya sebagai perasaan cinta sejak sepuluh tahun lalu saat itu pula dia selalu bermimpi untuk menikah dengan Chandra dan hal itu akan menjadi kenyataan pada tahun ini lebih tepatnya pada hari ini.
Betapa bahagianya hati seorang perempuan yang selama ini dia selalu menjaga hatinya untuk seseorang yang awalnya menggapaipun rasanya tidak mungkin, namun dengan kekuatan doa sepertiga malam yang selalu ia lakukan dan akhirnya ditemukan dengan embel-embel perjodohan dari orang tua mereka. Hari ini seorang perempuan itu akan resmi menjadi milik dari seorang laki laki yang dia cintai itu. Yaa... Andini akan resmi menjadi milik Chandra dan begitupun sebaliknya.
"Aku akan menikah dengan cinta pertamaku, rasanya sungguh aneh, seperti sedang berada di dunia mimpi" ucapnya kini Andini sedang berada di depan sebuah kaca perias dan memandang dirinya sendiri.
"Mbak ini yang aneh, kenapa bicara seperti itu " jawab si asisten perias pengantin.
"Tidak Mbak tidak apa apa, aku terlalu bahagia saja hehe.. Mbak apakah aku sudah cantik ?" tanyanya kemudian.
"Mbak dari awal sudah cantik, apalagi sekarang. Riasan tipis ini membuat aura Mbak terbuka. Semakin cantik, saya seperti sedang mendandani artis korea " ucap si Mbak asisten lalu tersenyum.
"Ahh mbak, aku ini bukan orang korea mataku saja yang mirip korea, kulitku enggak."
"Mbak kulit mbak itu kuning langsat saya saja suka " ucapnya tak mau kalah.
__ADS_1
"Haha.. Mbak ini bisa saja bikin aku terbang .. Jangan seperti itu mbak aku mau menikah sekarang, kalau aku terbang aku enggak bisa menikahi cinta pertamaku. "
"oh ya mbak selamat ya cinta pertama Mbak adalah jodoh mbak, pasti bahagia banget, semoga langgeng ya Mbak."
"Terimakasih" ucap Andini kemudian dia tersenyum dengan sangat manis membuat siapapun iri terhadap senyumnya.
Akan tetapi berbeda dengan Chandra. Chandra terlihat banyak diam, dia tak tahu apa yang harus dilakukannya disisi lain dia tidak bisa menolak pernikahan ini dan disisi lain dia tidak ingin meninggalkan Bella. Dia masih menyimpan perasaannya baik baik didalam lubuk hatinya.
"Aku sungguh tidak bisa menikahi dia, tapi jika aku tidak melakukan ini pasti ayah sangat kecewa terhadapku bahkan bukan hanya kecewa dia pasti akan sangat malu jika sampai aku mengagalkan pernikahanku sendiri. Bella aku masih sangat mencintaimu, ya aku akan selalu menjagamu tunggu aku sampai aku bisa mendapatkan donor jantung untuk mu. Dengan begitu aku akan membuat dia mengerti akan pernikahanku dengan Andini, dia dan aku hanya menikah diatas kertas, aku tidak mencintainya. Dan Bella akan tetap menjadi wanita yang aku cintai. Ya bukankah seorang laki laki bisa menikahi sebanyak empat wanita. Aku hanya ingin Bella tapi aku tidak bisa melepaskan Andini" bisiknya dalam hati.
Dia gusar mengingat akan pernikahannya dengan orang yang sama sekali tidak dicintainya bahkan dia membencinya. Tapi demi ayahnya dia harus melakukan itu.
SAHH...
Tak lama kemudian si pengantin wanita datang, seluruh para tamu undangan terlihat begitu terpesona akan kecantikan Andini. Bagaimana tidak wajahnya yang cantik jelita, porsi tubuhnya yang bak seorang model hijaber kini dia terbalut oleh gaun putih menjuntai kebawah dan mempunyai ekor gaun, kepalanya ditutupi dengan hijab berwarna senada tak lupa ia juga memakai mahkota kecil menambah keanggunan pada dirinya. Dia terlihat seperti bidadari yang baru saja turun dari kayangan. Tampilannya yang begitu memukau bagi siapa saja yang memandang membius mereka agar selalu menatapnya, menatap salah satu keindahan tuhan yang berwujud manusia. Tak terkecuali Chandra yang kini telah menyandang status sebagai suami dari bidadari ini, ia menatapnya dengan lekat sampai tak berkedip.
"Apakah dia Andini, mengapa cantik sekali ? " gumamnya.
Matanya selalu mengikuti kemana Andini pergi, dan kini Andini sudah berada dihadapanannya dan duduk disampingnya tak lupa dia juga memberi senyum manis miliknya kepada Chandra dan Chandra pun membalas dengan senyum yang tak kalah manis. Tak lama kemudian Andini mencium tangan suaminya dan Chandra mencium kening istrinya. Mereka melakukan acara izab kabulnya dengan sangan khidmat sampai acara izab kabulpun selesai.
Disaat sedang resepsi pernikahan Chandra kembali bergelut dengan pikirannya.
__ADS_1
"Dia istriku, orang ini istriku ?" bisik Chandra dalam hatinya saat dia melihat wanita yang berdiri disampingnya sedang tersenyum pada seluruh tamu undangan.
"Tidak dia memang istriku, tapi hanya istri status, ya bagaimana mungkin aku bisa mengkhianati Bella, aku hanya mencintainya, hanya dia yang layak aku cintai, bukan wanita di sampingku ini. Dia bahkan adalah orang yang jahat yang memisahkanku dengan Bella, karnanya aku tak bisa bersama Bella yang seharusnya aku dari dulu bersamanya" pikirnya.
Tak terasa ia sudah menanamkan benih benih kebencian terhadap Andini dalam dirinya sendiri, kebencian yang sempat ia kubur beberapa tahun ini tumbuh kembali dari dasar jurang hatinya.
Tamupun berdatangan kepada mereka memberikan ucapan selamat kepada keduanya yang telah resmi menjadi pasangan dari beberapa jam yang lalu.
"Hai Andini, Chandra. Selamat semoga kalian jadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrohmah yah" ucap seseorang yang terdengar getir namun masih berusaha untuk menyembunyikan kegetirannya dengan senyum palsu yang dia buat semanis mungkin, siapa lagi kalau bukan teman keduanya Michell.
"Terimakasih Michell, sudah datang ke acara penikahan kami ditengah kesibukkan kamu dalam bekerja" ucap Andini. Dengan begitu tak sadar dia sudah memegang erat tangan milik Michell karena rasa bahagianya itu.
Entah apa yang sedang dilakukannya itu. Dan Chandra yang melihat itu merasa ingin segera ia melepaskan atau sekedar berdehem saja untuk menyadarkan keduanya namun perasaan itu segera ia tepiskan jauh jauh, baginya untuk apa melakukan semua itu.
"Ahh kalian adalah temanku mana mungkin aku sampai tidak datang ke acara bahagia kalian" ucapnya dengan lebih mengeratkan pegangan tangan Andini.
Andini yang mendapat perlakuan itu langsung menyadari dan langsung melepaskan tangannya dari tangan Michell. Dan ia hanya membalas ucapan Michell dengan tersenyum. Kemudian ia melirik kearah suaminya dan terlihat perasaan tidak senang di wajahnya itu.
Acara pernikahan itupun selesai, Chandra meminta kedua ayahnya untuk segera pulang dari tempat resepsi pernikahan mereka mengingat hari yang telah menjadi malam, dan Chandra Andini akan pergi kesuatu tempat yang telah diberikan oleh Ayah Hermawan kepada Chandra sebagai bentuk hadiah pernikahan. Hadiah ini sudah Hermawan berikan kepadanya sejak dari dulu sebelum ia dijodohkan dengan Andini. Dan seperti dalam sebuah mini games ayahnya memberikan hadiah dengan satu syarat yaitu menikah. Barulah dia akan mendapatkan hadiah itu.
"Kita mau kemana Chan ?" tanya Andini yang kini sedang berada didalam sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Akan tetapi Chandra tidak menjawab pertanyaannya, dia menambah laju mobilnya lebih cepat lagi. Andini yang tau bahwa Chandra sedang kesal pun hanya bisa diam, kemudian memejamkan matanya mencoba untuk tidak merasakan laju cepat mobil yang sedang dia tumpangi tersebut. Berharap bahwa sebentar lagi dia akan sampai di tempat yang sudah menjadi tujuannya.
bersambung