
" Udah-udah lo jangan melow kek gitu, gua punya seseorang yang bisa temenin lu dan bikin lu happy gimana mau gak " tanya Dyo.
Bella yang sudah mabukpun hanya mengangguk, sesekali dia merancau memanggil nama Michell.
Sangat lama Bella berada disana dan akhirnya seseorang yang dijanjikan oleh Dyo pun sudah datang,
" Bro, ngapain lo manggil gua" ucap Andri tanpa basa basi. Orang yang dihubungi oleh Dyo untuk menemani Bella adalah Andri mantan pacarnya yang playboy itu.
"Santai bro gua ada sesuatu buat lo" ucap Dyo.
"Apa ?" tanya Andri.
"Nohh liat " ucap Dyo dengan memajukan sedikit kepalanya mengarahkan ke arah Bella.
"Cewe ini .." ucap Andri sambil menunjuk Bella.
"Iya.. Pokoknya lo liat dulu, gua jamin lo pasti suka ..." ucap Dyo dan Andripun langsung menghampirinya.
"Bella... Bener ini Bella.." tanya tidak percaya, karena baru kali ini lagi dia bertemu dengan Bella setelah hari kelulusan SMA-nya.
"Iya .. Lo gak salah liat" ucap Dyo meyakinkan.
"Wah.. Emang ini sasaran gue dari dulu. Kok dia bisa ada disini kenapa ? perasaan gua udah hampir dua tahun dia gak kesini ?" tanyanya lagi.
"Ah elah lu banyak omong, bawa aja tuh orang udah mabuk" perintah Dyo.
"Hahaha.. Okelah gua sikat thanks ya " ucap Andri dan dia langsung membopong Bella.
"Ehh biasa ya gua pinjem kamar" tambahnya lagi.
"Kali ini sewa woyy" teriaknya.
"Iya.. Gua bayar kalau udah gajihan."
"Huh dasar. Yaudah nikmatin aja hari lu."
Andripun langsung membawanya kekamar yang sudah biasa dia gunakan untuk memakan korban korbannya.
Bella seharusnya sudah dari dulu dia dapatkan akan tetapi Bella selalu lolos dari cengkramannya sampai saban hari dia terbukti ketahuan kalau dia sedang berselingkuh. Dan dari itu Bella tidak pernah berhubungan baik dengannya.
Kini betapa bahagianya dia bisa mendapatkan seseorang yang sudah sejak dulu dia idam idamkan.
"Bella kau akan menjadi milikku malam ini" gumamnya.
Ketika sudah sampai dikamar Andri langsung membaringkan Bella, saat dia membuka baju untuk memulai aksinya, Bella mengalami sesak nafas, diapun sedikit sadar dari mabuknya. Bella memegang dadanya dan tangan satunya lagi melambai meminta bantuan kepada Andri.
__ADS_1
Andri pun langsung menghampirinya, dia kaget dengan keadaan Bella dengan nafas yang sesak,
"Haaak haaaakk.. " Suara deru nafas Bella
"Too loong aa kuu" ucap nya dengan terbata.
Tanpa pikir panjang lagi Andri langsung membopongnya kembali keluar dari kamar itu dan menaruhnya di dalam mobil untuk membawa Bella kerumah sakit, saat Andri memasukannya kemobil tas Bella terjatuh dan semua barang yang ada didalam tasnya pun ikut terjatuh.
"Shiit.. Sial giliran buru-buru gini malah ada aja yang jatuh " decihnya sambil memungut kembali barang barang Bella.
"Kartu pasien , Rs. Harapan Semua ?" Andri menyernyitkan alisnya.
Dia pun langsung masuk kemobilnya dan menancapkan gasnya. Beruntungnya rumah sakit yang biasa Bella berobat tidak jauh dari bar tersebut.
"Tolong tolong disini ada pasien darurat " teriak Andri yang baru saja tiba di rumah sakit tersebut.
Semua Perawat baik laki laki maupun perempuan langsung menghampirinya dan membawa brankar.
"Pak tolong letakan disini " ucap salah satu perawat. Setelah Bella di baringkan diatas brangkar tersebut perawat perawat itu langsung membawanya pergi ke ruang UGD.
"Sus tolong dia, dia mengalami sesak nafas sekitar 10 sampai 15 menit yang lalu" ucap Andri kepada salah satu perawat yang masih berada disana.
"Dia adalah pasien tetap disini dan kemungkinan dia mengalami serangan jantung pak, saya dan para dokter akan berusaha sebisa mungkin" ucapnya.
"Baik dok.. Tolong kabari keluarganya saya menemukannya disatu tempat" ucapnya berbohong.
"Bella serangan jantung, dia baru aja minum minum, jangan jangan itu penyebabnya lagi. Gua harus cepet cepet pergi dari sini, kalo Bella mati gua yang kena imbasnya." Andri bergumam sendiri setelah itu diapun langsung pergi meninggalkan Bella sendiri di rumah sakit itu.
Tak lama kemudian orang tua Bella datang setelah pihak rumah sakit menghubunginya dan memberitahukan bahwa anaknya baru saja masuk ruang UGD.
"Dok bagaimana keadaan anak saya " ucap Ayah Bella.
"Anak bapak ibu baik-baik saja karena langsung cepat kita tangani tapi, begini pak ibu bisa kita keruangan saya dulu?" ucap dokter yang baru saja keluar dari ruangan Bella.
"Baik, baik dok mari" ucap Ayahnya. Kemudian ayahnya meminta mamah Bella untuk terus menemani Bella yang sedang terbaring di kasur pasiennya dengan berbagai macam alat yang sudah menempel di tubuhnya.
"Begini pak, kondisi Nona Bella semakin memburuk secepatnya harus melakukan transplatasi jantung. Obat hanya bisa menahan untuk beberapa saat saja, dan sayangnya dirumah sakit ini tidak ada donor jantung yang cocok untuk Nona Bella, apakah Bapak sudah mendapat donor dari rumah sakit lain "
"Belum dok saya sudah mencari kemana-mana juga belum mendapatkannya" lirih Ayah Bella.
"Jika seperti itu kita hanya bisa berharap ada keajaiban dari tuhan pak akan tetapi kami pihak rumah sakit juga akan selalu berusaha yang terbaik untuk pasien kami."
"Iya dok terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu ya dok, permisi.." Ayah Bella pamit dari ruangan dokter tersebut.
Setelah mendengar keterangan dari dokter akan kondisi Bella yang mengharuskan agar secepatnya untuk transplatasi jantung orang tuanyapun langsung menghubungi Chandra.
__ADS_1
"Hallo Nak Chandra ini saya mamahnya Bella."
"Oh iya ada apa tante ?"
"Bella sedang ada dirumah sakit mmm..." ucap mamahnya ragu-ragu namun perkataannya langsung di potong oleh Chandra.
"Apa... Dirumah sakit, rumah sakit mana tant ?" ucap Chandra kaget.
"RS. Harapan Semua."
"Baik tant sebentar lagi Chandra akan pergi kesana" ucap Chandra langsung mematikan ponselnya, diapun bergegas pergi tanpa memberitahu isterinya.
Empat puluh lima menit kemudian Chandra sudah berada dirumah sakit tempat Bella dirawat, dan dia sudah tau Bella berada di kamar mana. Saat setelah tiba di depan kamarnya dia bertemu dengan Papah dan Mamanya Bella,
"Om Tante, gimana keadaan Bella" tanyanya langsung.
"Keadaan Bella buruk Nak Chandra" ucap Mamahnya langsung pada intinya
"Buruk, bagaimana bisa bukannya kemarin dia baik-baik saja " tanya Chandra heran.
"Kami juga tidak tahu nak, sekarang hanya ada satu jalan yaitu transplatasi jantung. Namun kami belum juga mendapatkan donornya." Kali ini papahnya yang bicara.
"Nak apa kamu sudah mendapat donor jantung" tanya mamah Bella.
"Mm.. Soal itu Chandra minta maaf om tante, Chandra belum mendapatkannya, Chandra juga sudah bertanya pada teman-teman Chandra namun belum juga mendapat donor jantung yang cocok untuk Bella" ucapnya lirih merasa bersalah karna belum juga bisa menepati janjinya.
"Iya tidak apa-apa nak, kita hanya tinggal menunggu keajaiban saja, semoga tuhan memberikan jalannya " ucap papahnya pasrah.
"Om tante bolehkah Chandra disini menjaga Bella" izinnya.
"Boleh saja Nak tapi apa tidak apa-apa, orang tua mu pasti mengkhawatirkan mu" ucap Mamahnya Bella yang tidak tahu siapa Chandra.
"Tidak apa Tante saya sudah minta izin" ucapnya berbohong.
"Baiklah terimakasih ya Nak" ucap Papahnya.
"Iya om, kalau begitu saya masuk dulu ya om tante" pamitnya kemudian dia masuk menghampiri Bella yang sudah terbaring lemah dengan berbagai macam alat medis yang menempel di tubuhnya.
"Bella.. Sayang maafkan aku, aku belum mendapatkan donor jantung untukmu, laki-laki seperti apa aku ini yang tidak bisa menepati janjinya, maafkan aku. Aku sudah mengerahkan semua orang untuk mencari donor jantung untukmu bertahanlah." Dia bergumam sendiri.
Hatinya merasa sedih melihat orang yang amat disayanginya sedang tidak berdaya. Wajah cantiknya yang selalu terpoles riasan kini berubah dengan wajah yang pucat pasi.
bersambung....
Maaf jika ada salah salah kata dan penulisan.
__ADS_1
terimakasih sudah mendukung. untuk yang lainnya kumohon dukunganmu