Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Ego atau Masa Lalu


__ADS_3

Saat Chandra dan Dokter Rio tengah berseteru. Seorang dokter keluar dari kamar Andini.


"Bagaimana kondisinya dok.." ucap Chandra.


"Kondisi Bu Andini sudah membaik Pak, pikirannya sedikit terguncang mungkin karena mencoba mengingat kembali sebagian masa lalunya."


"Astaga aku mengatakan bahwa aku suaminya" batin Chandra.


"Lalu apakah itu buruk pak "ucap Rio.


"Untuk saat ini, itu berdampak baik pak, ini juga sedikit keajaiban dalam dirinya, dia mencoba berusaha untuk mengingat siapa dirinya sendiri. Karena memang terkadang kita harus mencoba sedikit demi sedikit mengatakan tentang masa lalunya, mengajari kebiasaannya lagi mengatakan fakta yang sudah terjadi itu akan sangat membantu pasien."


"Dok boleh kita berbicara berdua " tanya Chandra.


"Ya silahkan Pak, mari."


Kini mereka sudah berada diruang sang dokter, tanpa berbasa-basi lagi Chandra mengatakan, "Bagaimana jika saya tidak ingin isteri saya ingat lagi Dok.."


"Apa ? Baru kali ini saya mendengar ada orang yang tidak ingin seorang istrinya sembuh dari amnesia." Dokter merasa aneh dengan keinginan Chandra.


"Menurut saya itu sangat tidak baik pak, bagaimanapun pasien layak untuk hidup sebagaimana biasanya. Jika penderita Amnesia tidak segera disembuhkan maka akan berdampak buruk bagi kualitas hidupnya. Bahkan ada yang sampai harus direhabilitasi."


"Seburuk itu.." Chandra lemas mendengarnya.


"Ya" ucap Dokter dengan mengangguk cepat.


"Jadi apa yang harus saya lakukan agar istri saya sembuh."


"Cukup mengajarinya beberapa hal yang suka dia lakukan. Menceritakan kembali kejadian-kejadian kecil maupun besar yang pernah terjadi. Menurut saya itu cukup efesien pak, karena yang saya lihat dalam diri pasien juga berusaha untuk sembuh."


"Terimakasih dok !"


"Iya sama-sama pak"


Kemudian Chandrapun keluar dari ruangan itu. Berjalan menuju ruangan dimana Andini berada. Pikirannya sedang dipenuhi dengan perkataan dokter yang mengatakan bahwa 'Andinipun layak memiliki hidupnya yang dulu'.


"Aku takut Andini mengingatku, aku takut ditinggalkan olehnya, aku takut dia akan menceraikanku ? Tapi jika dia tidak sembuh, itu juga akan berdampak buruk kepadanya.. Ya Allah apa yang mesti aku lakukan ?" batinnya gusar. Dia benar-benar tidak tahu apa yang meski dilakukannya. Egonya atau masa lalu Andini.


Kini dia sudah sampai di ruangan Andini, namun dia tidak melihat keberadaan Rio lagi, mungkin dia sudah pergi ketika dirinya mengobrol dengan dokter.


Chandra masuk dan melihat Andini yang masih tertidur. Dia menatapnya, kemudian hatinya berbisik kembali, "And.. Apakah kau ingin tahu masa lalumu ? Dan bagaimana setelah kau mengetahuinya, apakah kau akan meninggalkanku ?" batinnya. Dia mengelus lembut pipinya.


Kemudian dia menatapnya lagi, mengelus pucuk kepalanya, "Sadarlah, jangan terus berlama-lama disini. Jangan betah berada disini, aku janji jika kamu bangun sekarang aku akan membawamu pergi. Kita bermain ketempat yang kamu inginkan, kita makan apapun yang kamu inginkan. Atau jika kau masih marah memukulku juga tidak apa-apa" gumam Chandra.


"Sungguh kakak akan membawaku bermain ?" ucap Andini dengan mata yang masih tertutup.


"Andini.." Chandra terkejut dengan apa yang terjadi saat ini. Dia memegang tangannya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Aku marah sama kakak lepaskan tanganku ?" ucapnya acuh kini dia mengalihkan pandangannya kearah kiri.


"Kamu masih memanggilku kakak, berarti kamu Andin. Huft.. Syukurlah" batinnya lagi.


"Kamu sudah bangun, sejak kapan ?" tanya sambil mencuil ujung hidungnya. Chandra merasa dirinya sedang dijebak.


"Sejak kakak mengucapkan janji kakak.."


"Benarkah ?"


"Iyaa.."


"Baiklah aku akan mengabulkan perkataanku tadi, tapi.."


"Tapi, kenapa harus pakai tapi."


"Ya haruslah. Pertama Andin harus jelaskan pada kakak mengapa Andin keluar rumah. Kedua mengapa Andin mengerjai kakak dengan pura-pura tertidur. Ketiga mengapa tadi Andin pingsan."


"Banyak sekali pertanyaannya. Huh..."


"Bukankah tadi juga banyak yang kakak janjikan ?.."


"Itu salahmu sendiri, suka banyak berbuat janji" Andini mencerucutkan bibirnya seraya menyilangkan kedua tangannya di dada.


"And..."


Bukan hanya berlaku untuk Andini, tapi bagi siapapun ketika dirinya dibentak oleh orang yang dia sayang, seakan dunia ini rasanya akan runtuh tanpa bisa lagi ditopang.


"Maafkan kakak, malam itu kakak sangat cape sekali, kerjaan kaka banyak sekali sampai kakak melupakanmu dan tidak bermain denganmu." Dia kemudian memeluknya, rasanya juga sakit jika melihat wajah Andini tertekuk seperti itu. Apakah ini juga kekuatan cinta yang bisa membuat sakit walau hanya melihat wajah kekasih tertekuk ? Entahlah tapi demikian yang kini dia rasakan.


"Kedua, aku tidak pura-pura tidur. Aku sadar ketika kakak masuk, eh malah kakak mengatakan janji akan membawaku main. Aku pikir lebih baik aku mendengarkan dulu apa yang bisa kakak janjikan padaku dan ternyata kakak juga berjanji akan membelikan makanan apapun yang aku mau dan bahkan aku boleh memukulmu. Aku kira itu cukup untuk menebus kesalahanmu malam itu, makanya aku bangun" ucapnya masih dalam dekapan Chandra.


Chandra memegang kedua bahunya dan melepaskan dari dekapannya, matanya kini sedang menatap manik mata Andini.


"Itu sama saja Andin menjebak kakak."


Andini tersenyum usil, "Kak.. Apa aku sekarang boleh memukulmu ?"


Pertanyaan Andini sontak membuatnya kembali terkejut, dia tidak menyangka bahwa Andini akan tetap melakukannya.


"Satu, dua ,tiga. Bugh bugh bugh." Dia memukul keras dada Chandra, perut, lengan semuanya yang bisa dia jangkau. Dia memulai aksinya ketika Chandra masih dalam keadaan bengong.


"Aw, aw, sakit And, sakit.." Chandra merintih kesakitan. Andini benar-benar memukulnya tanpa rasa kasihan dan tanpa ampun.


"Aku kesal sama kakak, bugh." Andini memukul dada Chandra dengan kedua tangannya.


"Aku gak mau dibentak lagi, bugh."

__ADS_1


"Kakak jahat, bugh." Kali ini dia berpindah memukul bagian perut.


"Kakak harus dihajar, bugh."


"Ah.. Sakit And.. Maafkan kakak, maaf."


****


Setelah diperbolehkan pulang oleh dokter. Akhirnya kini Andini sudah sampai dirumahnya. Bahkan kini dia sudah berada dikamarnya.


Diruang tamu semua orang sudah berkumpul. Doni, Bik Ijah, Bik Sri maupun Mang Samsul semuanya berkumpul. Wajah Pak Samsul sudah penuh dengan aura ketakutan, karena akibat dirinya Andini bisa sampai kerumah sakit, begitulah pikirnya.


"Dddenn" ucap Mang Samsul dengan terbata


"Iya Mang"


"Maafin mamang Den, karena mamang Non Andini.." lirihnya. Belum sempat dia melanjutkan perkataannya, Chandra sudah memotongnya.


"Tidak apa Mang.. Bukan salah mamang, istri saya yang bohong. Saya sudah tau ceritanya dari Andin. Mamang jangan merasa bersalah lagi yah, santai saja" ucapnya. Memang benar ketika didalam perjalanan pulang tadi Andin sudah menceritakan awal mula dia kabur dari rumah.


"Benar den, tapi memang ini juga kesalahan saya den."


"Tidak, Mang. Sebenernya ini kesalahan saya, saya yang sudah membuatnya marah, sampai-sampai dia pengen kabur dari rumah. Ya sudah Mang, Bik, Don saya pergi keatas dulu.."


"Iya den makasih.." ucap Mang Samsul.


Pribadi Chandra memanglah seseorang yang baik, laki-laki yang cerdas juga tampan dan ramah. Hanya saja kesalahannya dulu yang terlalu dibutakan oleh cinta dan benci membuatnya seakan-akan dunia ini tidak pernah berpihak kepadanya, dia melupakan ajaran orang tuanya dan juga para gurunya. Tapi setelah dia mengetahui kebenarannya, setelah dirinya mengenal Andini meski dalam keadaan amnesia dia mengetahui arti cinta sesungguhnya. Kini adalah saatnya untuk Chandra membalikan keadaannya lagi, dan berjuang untuk memiliki Andini.


bersambung.


Maaf ya kka author cintaku, kalau aku telat respon.


btw Andininya masih amnesia, maaf yaa 😁😁


aku ngabulin keinginan Chandra dulu😁😁


jangan sebel sama aku looh πŸ˜•πŸ˜•


tetap dukung aku.


gratis kok


like, love, share, rate, vote, komen ya..


jangan sebel sama akuu, Chandra yang mohon sama aku 😁😁


siU.

__ADS_1


jaizianπŸ˜†


__ADS_2