Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam
Ide


__ADS_3

...Tuan, jika memang Anda membenci saya...


...Saya tak apa...


...Tapi perlu Anda tahu...


...Tidak ada yang setulus saya...


...Mencintai Anda...


...LH...


...*********...


Keesokan harinya.


Benar subuh itu akan menjadi penentunya, pagi ini Andini terlambat untuk bangun pagi, untung saja dia sedang mendapatkan hari libur wanita, jadi dia tidak terlalu menyesal ketika subuhnya kesiangan.


Pantas saja kemarin dia begitu emosi, ternyata tamu bulanannya mengunjunginya. Menstruasi juga dipercaya dapat menjadi penentu moodnya seorang wanita. Sekilas kejadian semalam membuatnya kembali sedih.


Namun kewajibannya itu membuat rasa sedihnya kembali dia urungkan. Dia mencoba se-propesional mungkin dalam mengolah perasaannya. Biarkan masalah dirumah diselesaikan didalam rumah tidak boleh dibawa ke dalam pekerjaan. Karena itu akan mempengaruhi hasilnya.


Dia benar-benar kesiangan sampai tidak sempat menyiapkan baju untuk suaminya juga memasak makanan untuk sarapannya.


Namun ketika dia sampai di dapur, bunyi-bunyi gesekan besi dan stanlis sudah terdengar padahal dirinya tidak menyentuh mereka.


Andini kaget bukan kepalang mendapati Laura sedang menggunakan dapur miliknya.


"Kamu sedang apa ?" tanya Andini.


"Sedang memasak Mbak " ucapnya. Dia bersikap seperti dirinya bukanlah seorang tamu.


"Kenapa kamu lakukan itu ?"


"Aku hanya bangun terlalu pagi jadi aku memasak." ucapnya dengan nada ramah.


"Ohh.. Hati-hati !" Andini tidak bisa berkutik lagi, dia menjawab dengan nada ramah jadi Andini tidak bisa marah tanpa alasan.


"Apa ada yang bisa aku bantu ?" tawar Andini.


"Sudah tidak apa Mbak, sudah selesai kok " ucap nya. Laura pun menata semua masakan yang telah dia masak dimeja makan.


"Pikiranku berkata dia baik namun kenapa hatiku berbeda" bisik Andini didalam hatinya ketika dia sedang melihat gerak gerik Laura.


"Ehh.. Mas Chandra kemarilah ! Cepat ! Kita makan bersama " ajak Laura kepada Chandra yang baru saja tiba disana.

__ADS_1


"Kau yang memasak ini ?" tanyanya.


"Iya Mas.. Coba yah." Chandra pun segera mengambil makanan itu dan langsung mencicipinya.


"Enak" puji Chandra yang membuat Laura tersenyum. Andinipun langsung mencoba untuk mencicipinya dan yang dia rasakan adalah asin, masakan Laura terlalu asin.


"Kau bahkan memujinya ka" bisiknya lagi dalam hati.


"Andini mengapa kamu tidak membantunya memasak ?" tanya Chandra dengan nada garangnya. Padahal dalam hatinya dia tidak bisa menerima makanan itu dia sudah terlanjur cinta dengan masakan Andini yang pas dilidahnya.


"Aku kesiangan sayang" ucap Andini dengan sengaja agar Laura tidak terlalu sembrono pada suaminya.


"Humph.. Sayang ?" batin Chandra dihatinya.


"Kamu ini isteri ku apa bukan sih. Masa yang menyiapkan aku sarapan ini Sekretarisku" cibir Chandra, dia sangat mengerti mengapa Andini bersikap seperti itu, akan tetapi dia ingin selalu memarahinya..


"Maafkan aku, aku kelelahan" jawab Andini dengan tertunduk.


"Tidak ada alasan Andini, kamu saja yang pemalas " Chandra memprovokasinya agar Andini marah.


" Ah itu Mas, aku tuh bangunnya kepagian jadi aku putuskan untuk memasak saja." Belanya kepada Andini. Gayanya ini sungguh seperti pahlawan yang kesiangan.


"Seharusnya bukan kamu Laura, lagi pula kamu ini tamu disini" ucap Chandra dengan menekan kata tamu disini.


"Ini sepenuhnya bukan kesalahan Mbak Andini Mas. Mbak Andini kan juga kerja jadi pasti saja dia kelelahan." Belanya lagi.


"Andini...." panggil Chandra dengan berteriak.


"Humph.. " Chandra tersenyum licik.


"Terimakasih sudah membantuku menyiksanya" ucap Chandra kemudian.


"Sama sama " jawab Laura disertai dengan membalas senyuman licik milik Chandra.


Semua ini adalah akal-akalan dari Chandra, dia benar benar sudah gelap mata dan tidak dapat melihat kebenaran yang ada. Dia sudah bertekad akan menyakiti Andini. Agar Andini pula dapat merasakan kesakitan, kesedihan yang dialaminya ketika dia muncul dalam kehidupannya.


Chandra tau hati wanita mana yang masih tegar ketika melihat suaminya membawa wanita lain kerumahnya sendiri. Dan Chandra percaya cara untuk menyakiti wanita adalah dengan wanita lagi.


Untuk itu ketika dia menemukan Laura, muncul beberapa ide untuk membuatnya menjadi pedang yang sewaktu waktu bisa menusuknya.


Flash back pertama bertemu Laura.


Saat dia dalam perjalanan pulang tiba tiba saja seseorang lewat didepannya dan hampir tertabrak olehnya..


Kriiieeeett..... Dia langsung menginjak remnya

__ADS_1


Seorang perempuan yang cantik nan jelita juga seksi dengan pakaian yang cukup lusuh dan kotor hampir saja tertabrak oleh Chandra. Beruntung Chandra langsung mengerem tepat waktu dan berhenti tepat 5 cm dari tempatnya berdiri.


Chandra turun dan menghampirinya. Saat dia ingin memarahinya wanita itu langsung memeluknya dan menangis membasahi baju di area dada kekarnya.


"Maafkan aku"ucapnya sambil terisak.


Sontak membuat Chandra kaget dan geram atas kelakuan wanita itu. Diapun mencoba melepaskan pelukannya.


"Heh kau ini tidak punya sopan santun" ucap Chandra sembari menyingkirkan wanita tersebut.


Wanita itu langsung menaiki mobilnya dan duduk disebelah tempat duduk pengemudi.


"Hei hei hei" Chandra pun geram atas kelakuan tidak sopannya. Diapun membuka pintu mobilnya dan berniat untuk mengusir wanita tersebut.


"Tolong aku, aku sedang dikejar oleh orang tolong bawa aku jauh dari sini" ucapnya dengan sangat memohon ditambah lagi air matanya yang selalu keluar menandakan dia sedang takut.


"Orang mana ?" Chandra mengedarkan pandangannya dan ingin membuktikan apakah dia berbohong atau tidak.


"Aku aku sudah lebih dahulu berlari kesini, cepat aku takut." ucapnya dengan sangat membuat Chandra pun mau menolongnya.


Chandrapun langsung mengemudikan mobilnya dan menancapkan gasnya.


Saat setelah dirasa cukup jauh dan aman diapun langsung memberhentikan mobilnya, berniat untuk menurunkan Laura.


"Turun" ucap Chandra.


"Mas tolong tolong aku, aku sudah tidak punya rumah, tidak punya uang, tidak punya kerjaan, juga aku baru datang ke kota ini dan langsung dibawa oleh para penjahat yang akan menjual aku." lirihnya.


Mendengar itu semua seketika hati Chandra meleleh, tidak menyangka bahwa didunia ini masih saja ada penjualan manusia.


"Jelaskan padaku siapa dirimu mungkin aku bisa menolongmu" selisik Chandra.


"Aku Laura aku dari Surabaya dan aku yatim piatu dibawa kesini oleh orang yang mengaku telah memberi piutang terhadap keluargaku yang belum dibayar dan aku akan dijual olehnya ." Gadis itu menangis lebih keras. Membuat Chandra merasa iba.


" Kasihan sekali dia" batin Chandra, matanya melihat dia dari ujung kepala hingga kaki.


"Apa sebaiknya aku bawa saja dia kerumah untuk membantuku membalaskan segala penderitaan ku ?" pikirnya lagi menimbang nimbang.


"Tolong aku" ucapnya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya telat didepan wajahnya.


"Baiklah aku akan menolongmu dengan satu syarat. Kau harus membantuku ?" Chandrapun langsung memberi tahunya tentang syarat yang mesti dia lakukan. Dan Laura pun setuju dengan syarat itu.


Flasback off.


Bersambung

__ADS_1


like, komen, vote, rate 5, share, favoritnya dong kaka kaka ku tercintaa...😒😒


__ADS_2