ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)

ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)
Since i found you


__ADS_3

“Finn, kamu tidak usah pulang. Tunggu disini saja. Nanti acara selesai, Mami kelamaan menunggu kamu jemput.”


“Iya, Mi. Finn tunggu di dalam mobil.”


Diana menjewer kuping sang putra sampai membuatnya mengaduh. “Masuk!”


Finn mengusap kupingnya. “Iya, aku masuk.” Di antar Pak Jerry gak mau. Mesti anaknya juga. Mana jauh di Bogor. Apesnya lagi, ini acara arisan ibu-ibu. Masa harus ikut gabung? Kadang punya Mami suka bikin gemas. Untung sayang.


Senyum tak lepas dari wajah peserta arisan para sosialita. Berkumpul bersama dengan bersenda gurau.


Finn pun turut larut dalam perkumpulan tersebut dan mendengar obrolan yang menurutnya membosankan. Ia pun lelah menanggapi para ibu-ibu teman sang mami.


Pertanyaan mereka tak jauh dari seputar pernikahan. Bahkan, menjadi objek perjodohan.


[Mi, Finn berkeliling, ya]


Satu pesan sukses terkirim untuk sang mami.


Diana membaca dan langsung menatap Finn seraya menggelengkan kepala.


[Mami enggak kasihan lihat Finn. Bosan, Mi]


Diana membaca kembali. Ia mengalah.


[Sekitar rumah saja]


Akhirnya, sang mami memperbolehkan. Finn mengangkat jempol ke arah Diana. Kemudian, segera pergi dari perkumpulan para wanita paruh baya tersebut.


🌺🌺🌺


“Aduh, Sandra. Kita terlambat satu jam. Kamu, sih, pakai acara nyasar!”


“Maaf, Bund. Aku kan sudah lama gak ke daerah Bogor. Jadi, lupa. Pakai maps malah bingung.”


“Tahu gitu minta Pak Indra masuk?”


“Bundaku sayang, semalam kan juga aku bilang begitu. Tapi, maunya aku juga.”


“Jadi, kamu gak ikhlas antar Bunda?”


Sandra mengembuskan napas lelah. “Ikhlas, Bund.” Ya, ampun! Malah kena omel. Punya Bunda, kok, kadang bikin gemas. Untung sayang.


Memasuki tempat acara berlangsung, Helena langsung disambut heboh para sosialita. Istri dari Theo itu meminta maaf perihal kedatangannya yang terlambat.


“Sandra,” panggil Diana.


“Iya, Tante.”


“Putra Tante ada di sekitar sini. Kamu mengobrol saja dengannya. Daripada disini, nanti bosan.”


“Iya, Tante.”


“Sandra, ingat kamu sudah punya Finn. Kalau bertemu jangan sampai suka. Mengobrol biasa saja,” bisik Helena memperingatkan.


Punya Finn? Apa-apaan itu, gumam Sandra.


Sandra terpaksa mengangguk. Supaya bisa cepat pergi dari hadapan sang bunda dan teman-temannya tersebut.


Lima belas menit kemudian


Beberapa kali menelepon Sandra untuk membunuh kejenuhan, tetapi tidak diangkat. Akhirnya, salah satu cara hanya meneruskan acara berkeliling.


Rumah berlantai dua, tempat acara arisan berlangsung memang sangat megah. Namun, begitu sepi. Nyonya rumah tinggal hanya berdua dengan sang suami dan para asisten rumah tangga. Sementara putra-putrinya kuliah di luar negeri dan akan pulang saat libur.


Ketika menjelajah, Finn mendengar suara tuts piano berbunyi. Iramanya cukup mengganggu gendang telinga. Penasaran, ia melangkah ke arah sumber tersebut.


Membuka perlahan pintu, menampilkan langsung grand piano dengan seorang wanita duduk membelakangi.


Finn melangkah perlahan ingin menghampiri. Dalam pikirannya seperti mengenal punggung dengan rambut tergerai itu.


Finn berdeham.


Seketika wanita tersebut berhenti bermain kemudian menoleh.


“Finn!”


“Sandra!”


“Sedang apa disini?” Sandra berdiri.


Finn semakin mendekat dan mengelus pipi Sandra lembut. “Kamu sendiri sedang apa disini?”


Sandra menyingkirkan tangan Finn. “Aku bertanya lebih dulu.”


“Mengantar Mami arisan.”

__ADS_1


“Oh, ya? Aku pun.”


“Tante Helena ikut arisan ini juga? Jangan-jangan kedua orangtua kita saling mengenal?”


“Mungkin.”


Finn terdiam sejenak, tetapi ia tak peduli. Sang ceo hanya akan mengurus wanita cantik di hadapannya ini.


“Bisa bermain piano?”


“Tidak.”


“Sudah kuduga.”


“Suara tadi jelek, ‘kan? Terus terang saja. Aku memang tidak bisa bermain piano. Tadi hanya iseng. Habis bosan.” Sandra mengerucutkan bibirnya.


Finn tersenyum. “Kapan kamu terlihat jelek? Merengut saja masih sangat cantik.” Ia menjawil hidung Sandra.


“Apa, sih, Finn?” Sandra menepis pelan tangan sang ceo.


“Tadi aku hanya kaget. Kalau kamu banyak berlatih, nanti juga bisa.”


“Aku tidak pernah bisa bermain piano. Dulu sewaktu kecil pernah ikut les, tetapi tetap saja tak piawai. Aku lebih suka menunggang kuda, panjat tebing, berselancar, bermain tembak-menembak, dan memanjat pohon.” Sandra tertawa.


Finn tersenyum melihat tawa tersebut. “Duduklah.”


Sandra menurut. Kemudian, bertanya, “Mau apa?”


Finn mendudukkan diri di samping Sandra. “Aku akan mengajarkanmu.”


“Tidak.”


“Kenapa?”


“Percuma. Aku tidak akan pernah bisa.”


“kalau begitu, mau mendengarkanku bermain.”


“Boleh.”


“Lagu ini untukmu.”


Sandra menatap Finn lekat.


I think of you in everything that I do


(Selalu terpikir tentangmu di tiap lakuku)


To be with you whatever it takes I’ll do


(Tuk bersamamu, apapun kan kulakukan)


Cause you my love, you all my heart desires


(Karena kaulah cintaku, kaulah hasrat hatiku)


You’ve lighten up my life forever I’m alive


(Kau tlah ceriakan hidupku selamanya ku ‘kan bahagia)


CHORUS:


Since I found you my world seems so brand new


(Semenjak kujumpa denganmu kurasakan duniaku jauh berbeda)


You’ve show me the love I never knew


(Tlah kamu tunjukkan padaku cinta yang dulu ku tak tahu)


Your presence is what my whole life through


(Hadirmu ialah penantian hidupku)


Since I found you my life begin so new


(Semenjak kujumpa denganmu hidupku pun bermula)


Now who needs a dream when there is you


(Kini siapa yang butuh mimpi jikalau ada dirimu)


For all of my dreams came true


(Karena semua mimpiku tlah terwujud)

__ADS_1


Since I found you


(Semenjak kujumpa dirimu)


Your love shines bright


(Cintamu bersinar terang)


Through all the corners of my heart


(Sinari sudut-sudut hatiku)


Maybe you are my dearest heart


(Mungkin kaulah hati yang paling kusayangi)


I give you all I have


(Kan kuberi segala yang kupunya)


My heart, my soul, my life


(Hatiku, jiwaku, hidupku)


My destiny is you


(Takdirku ialah dirimu)


Forever true ....


(Selamanya begitu ...)


I’m so in love with you


(Aku teramat mencintaimu)


CHORUS:


Since I found you my world seems so brand new


(Semenjak kujumpa denganmu kurasakan duniaku jauh berbeda)


You’ve showed me the love I never knew


(Tlah kamu tunjukkan padaku cinta yang dulu ku tak tahu)


Your presence is what my whole life through


(Hadirmu ialah penantian hidupku)


Since I found you my life begins so new


(Semenjak kujumpa denganmu hidupku pun bermula)


Now who needs a dream when there is you


(Kini siapa yang butuh mimpi jikalau ada dirimu)


For all of my dreams came true


(Karena semua mimpiku tlah terwujud)


Since I found you


(Semenjak kujumpa dirimu)


My heart forever true ....


(Hatiku selamanya begitu ...)


In love with you


(Mencintaimu)


Sumber: gawemap.blogspot.com


Judul: Since I Found You


Penyanyi: Christian Bautista


“Sejak bertemu, aku sudah tak berdaya menahan segala rasa. Di hati dan pikiranku hanya ada namamu. Ti amo, Sandra Rein.”


“Finn, aku ....”


Finn menyambar benda kenyal berona pink milik Sandra dengan bibir seksinya. Ia sedang tak berminat mendengar penolakan. Jadi, membungkamnya dengan ciuman adalah cara terbaik.

__ADS_1


__ADS_2