ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)

ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)
Roy Aldebaran


__ADS_3

Satu hari sebelumnya


Roy mengirimi pesan kepada Finn kalau ia sudah sampai. Namun, sang bos hanya membacanya saja tanpa membalas.


Tiga puluh menit kemudian, Roy menelepon. Akan tetapi, tak diangkat.


Roy memutuskan untuk menunggu dengan setia saja. Sama seperti kesetiaannya kepada sang bos.


Dua bulan lalu, Roy sudah resmi di-PHK oleh Field Construction. Namun, loyalitas terhadap sang bos adalah harga mati. Meski selama waktu tersebut tak menerima gaji, tetapi ia tetap rela dan senang hati mengurusi atasannya tersebut.


Roy dan Finn adalah dua orang pria dengan jarak umur berbeda tiga tahun. Sang bos berusia lebih tua. Mereka memiliki satu masa lalu yang sama, yaitu seorang playboy.


Namun, keduanya sudah insaf. Hanya saja sang bos sudah menikah, tetapi Roy masih betah men-jomlo.


Roy pun memiliki alasan kenapa ia bisa begitu sangat setia kepada Finn. Karena, sang bos merupakan pria baik hati yang menariknya dari dunia kelam dan nyaris tewas. Kemudian, memberi kehidupan baru hingga berada di jalur yang benar.


Kala itu, kalau saja Finn tidak datang tepat waktu untuk menolong. Kematian mungkin sudah menjemput Roy. Sang bos membebaskannya dari jerat utang. Membayar sangat mahal atas hal tersebut. Beserta bunga yang sangat besar kepada salah satu pemilik club di Jakarta tempat ia bekerja.


Roy merupakan bartender di club tersebut. Saat itu, selain seorang playboy, ia adalah pengguna narkotik jenis ganja.


Setiap menginginkan barang haram tersebut dan kehabisan uang, Roy berutang kepada bandar yang notabene juga pemilik club. Hingga pada akhirnya, tumpukan utang dan bunga menggunung.


Jika ingin utangnya dianggap lunas. Sang pemilik club meminta Roy menjadi kurir barang haram itu. Namun, sang bartender menolak.


Akhirnya, Roy diberi pilihan. Membayar utang beserta bunga saat itu juga atau mati secara perlahan. Karena, tak bisa menyanggupi opsi pertama, mau tak mau ia memilih yang kedua.


Setiap hari, Roy dipukul sampai babak belur. Benar-benar pilihan mati secara perlahan.


Sampai pada saat Finn bertandang untuk kali pertama ke club tersebut. Salah satu wanita malam yang menghampiri dan menemani minum, tetapi sudah mabuk, berceloteh kalau pemilik club menyandera dan menyiksa seorang bartender setiap hari.


Awalnya, Finn tak peduli, tetapi saat nama Roy Aldebaran disebutkan sang wanita malam. Ia menjadi teringat dengan seseorang.


Penasaran, Finn beranjak bangun dan mencari pemilik club. Begitu bertemu langsung bertanya tentang identitas pria tersebut.


Sang pemilik club tak langsung menjawab. Tapi, ketika Finn mengatakan kalau ia akan membayar semua utang-utang pria tersebut. Baru orang tersebut mau memberi tahu.


Singkat cerita, Finn dipertemukan dan benar dugaannya. Roy Aldebaran yang dimaksud adalah salah satu anak asuh panti tempat ia dan sang mami sering datang berkunjung.


Finn merasa ngenas melihat kondisi Roy pada saat itu. Wajah penuh lebam dengan darah segar terus mengalir dari hidung. Tangan diikat ke atas posisi berdiri. Kaki pun tak luput dari lilitan tali tambang.


Finn menepati janji dengan membayar semua utang Roy beserta bunga yang sangat besar. Lalu, membawanya ke rumah sakit. Tiga hari kemudian mengantar ke panti rehabilitasi di daerah Sukabumi.


Berhubung masih libur kuliah. Sesekali Finn datang menjenguk dengan wajah selalu tersenyum. Senyum yang sangat tulus untuk Roy.


Saat itu, Roy bertanya, apa alasan Finn menolong?


Finn menjawab santai. Ia bilang tak memiliki alasan apa pun.

__ADS_1


Roy masih dapat mengingat dengan jelas siapa Finn. Yakni, anak dari donatur tetap di panti, tempat tinggalnya dulu.


Dahulu kala, setiap kali datang, Finn sering berbincang ringan dengan Roy dan anak panti lain. Menurut sang asisten, bos-nya merupakan putra konglomerat, tetapi sangat membumi. Tak pernah merendahkan mereka. Bahkan, sangat merangkul.


Finn pun tahu benar kisah Roy dari pemilik panti. Sang asisten adalah anak yatim piatu. Tak mengenal siapa ayah dan ibunya sama sekali.


Pada saat itu, Roy ditemukan di pos ronda lengkap dengan ari-ari. Warga membawa bayi baru lahir itu ke bidan. Satu minggu kemudian diserahkan ke panti asuhan.


Saat lulus SMA, Roy memutuskan keluar dari panti. Namun, sayang ia salah jalan.


Setelah satu tahun keluar dari rehabilitasi. Finn mengutus salah satu pekerja di rumahnya untuk menjemput Roy dari sana. Kemudian, menempatkan di salah satu apartemen dan menyuruh melanjutkan kuliah.


Finn dibantu sang mami membiayai semua, mulai dari uang kuliah sampai makan sehari-hari. Roy pun tak menolak.


Bertahun-tahun Roy dan Finn tak pernah bertemu. Karena, sang bos kuliah di luar negeri.


Tapi, setiap bulan atas permintaan Finn, sang mami rutin mentransfer uang untuk Roy.


Ketika Finn sudah menyelesaikan study-nya di Amerika dan kembali ke Tanah air. Roy yang juga sudah lulus kuliah, mengajukan diri untuk mengabdi.


Tanpa berpikir, Finn mengiakan. Roy pun resmi menjadi asisten pribadi yang loyal dan berintegritas tinggi.


Oleh karena itu, ketika Finn terpuruk. Roy tak pernah meninggalkan sang bos meski semua orang menjauh. Bahkan, ketika tanpa di gaji pun tetap setia.


Bagi Roy, Finn adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuknya. Menyelamatkan hidup dan mengubah semua menjadi lebih baik.


🌺🌺🌺


“Roy, kau bawa pesananku?” tanya Finn tanpa basa-basi.


“Tentu, Bos. Ini.” Roy menyerahkan hardcase box koper kepada Finn.


“Mobil?”


“Beres, Bos. Kuncinya.” Roy memberikan sebuah kunci. Mereka bertukar mobil. Ia pun menyebutkan tempat di mana menaruh kendaraan roda empat tersebut.


“Apa ada perkembangan tentang Alexander Hamilton?”


“Saya baru mendapat sedikit info, Bos.”


Finn mengangguk. “Segera informasikan jika sudah komplet secara mendetail. Aku tak ingin ada yang menganggu rumah tanggaku.”


“Baik, Bos.”


“Roy, bisa aku minta tolong ambilkan koper di hotel sebelumnya? Bawa barang tersebut kesini.”


“Tentu, Bos. Besok pagi saya akan mengambilnya untuk Anda.”

__ADS_1


Finn menyerahkan kartu akses masuk hotel kepada Roy. “Ingat, hati-hati. Jangan sampai bajingan itu mengendus.”


“Siap, Bos.”


🌺🌺🌺


Beberapa saat setelah kepergian Finn. Roy yang sudah berada di dalam mobil menerima telepon dari orang suruhannya.


Segera setelah itu, Roy langsung menelepon Finn.


“Halo.”


“Halo, Bos. Saya baru saja mendapat informasi terkait Alexander Hamilton.”


“Katakan.”


“Alexander Hamilton sudah mengenal Ibu Sandra, sejak istri Anda kuliah di Bandung. Di sana mereka sering menghabiskan waktu bersama sebelum akhirnya Alexander pergi meninggalkan Tanah Air. Ketika kembali, Anda sudah menikah dengan Ibu Sandra.”


“Lanjutkan. Apa lagi yang kau dapat?”


“Sekarang, Alexander berkeinginan untuk merebut Ibu Sandra dari Anda. Ia dan anak buahnya mengikuti Anda.”


“Pastikan semua aman. Kecoh mereka agar tak bisa mengikutiku.”


“Baik, Bos. Dan, satu lagi. Kanaya adalah wanita yang dibayar Alexander dengan sengaja untuk menggoda Anda agar Ibu Sandra marah dan meminta bercerai.”


“Jadi, mereka bekerja sama?”


“Iya. Sepertinya, Alexander menyembunyikan keberadaan Kanaya.”


“O, shit.”


“Bos, Alexander Hamilton merupakan seorang Warga Negara Inggris, tetapi memiliki darah Indonesia dari sang ibu. Ia merupakan seorang bangsawan darah biru. Rival Anda adalah konglomerat baik di Tanah Air ataupun negara asalnya.”


“Rupanya pesaingku tak main-main.”


“Ya, ia cukup berkuasa dan berpengaruh.”


“Baiklah.”


🌺🌺🌺


Usai berbicara dengan Finn. Roy memutar otak agar tak ada hal buruk yang menimpa sang bos dan Sandra.


Pasalnya, Roy meyakini hanya mampu menyembunyikan sesaat di mana keberadaan Finn dan Sandra. Mengingat Alexander merupakan sosok lelaki yang memiliki kuasa. Anak buahnya pun banyak dan memiliki keahlian mumpuni. Jadi, kalau perkara menemukan seseorang saja akan sangat mudah.


Lalu, tiba-tiba terlintas wajah orang-orang terdekat dari Finn dan Sandra. Tanpa membuang waktu, Roy melajukan mobilnya menuju kediaman mereka di Jakarta. Tentu, dengan tujuan meminta pertolongan.

__ADS_1


Karena tak memungkiri, Roy mengkhawatirkan kondisi sang bos dan istrinya tersebut. Ia akan sangat bersalah jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi kepada mereka.


__ADS_2