ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)

ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)
Nyonya Finn Elard Liam


__ADS_3

Di luar Ballroom Hotel milik Liam Group, sejak semalam sudah ramai oleh para wartawan. Perhelatan putra tunggal Chris dan Diana menjadi headline news di mana-mana.


Seluruh surat kabar online menaikkan berita bahagia pernikahan sang pewaris tunggal. Bahkan, banyak di antara mereka memberi judul cukup menggelitik. Mulai dari ‘PELABUHAN TERAKHIR SANG CEO’ sampai ‘PERNIKAHAN SANG CASANOVA’.


Tagar dengan hashtag ‘pernikahan putra konglomerat’ dan ‘hari patah hati Nasional’ sejak pagi tadi pun ramai. Dan, menjadi trending teratas di aplikasi burung biru. Membuat wajah Finn dan Sandra wara-wiri di berbagai berita online ataupun media sosial.


Media cetak pun menerbitkan berita dengan menghiasi sampul depan wajah Sandra dan Finn.


Pihak hotel juga mengerahkan penjagaan super ketat. Untuk menjaga keamanan agar acara berlangsung lancar sampai dengan selesai. Dari mulai memasuki kawasan gedung saja harus melewati beberapa pemeriksaan.


Seluruh keluarga, sahabat, dan pihak yang terkait dengan pernikahan pun wajib menunjukkan kartu identitas. Hanya nama yang tertera dalam daftar saja boleh memasuki Ballroom Hotel.


Pukul sembilan pagi, akad nikah akan di mulai. Acara tertutup hanya untuk keluarga inti, kerabat dekat, dan sahabat. Mereka menginginkan suasana yang khidmat. Namun, di luar telah disiapkan layar raksasa untuk para wartawan.


Sang pengantin pria pun sudah siap untuk mengikrarkan janji suci. Ia duduk dengan gagah berbalut pakaian pengantin berwarna putih. Akan tetapi, wajah tampan yang sering tersenyum itu, kini terkatup.

__ADS_1


Finn Elard Liam, sejak memasuki area akad nikah, bulir keringat terlihat di kening. Padahal, tempat itu cukup dingin.


Ramon dan Manda pun untuk sementara mengubah status sepupu menjadi dayang-dayang. Mengelap dahi sang pengantin dan memberikan minum. Pasalnya, sang ceo beberapa kali merasa tenggorokannya kering. Bahkan, keduanya rela memijat bahu tegap itu agar rileks.


“Finn, santai. Tegangnya entar malam aja di kamar,” goda Ramon berbisik.


Ingin rasanya Finn merobek mulut Ramon agar diam. Tapi, waktu dan tempat sungguh sangat tak memungkinkan ia melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, sang pengantin pria hanya bisa bersabar.


Padahal, semalam baik-baik saja. Hanya tidak bisa tidur, tetapi setelah video call dengan Sandra, Finn bisa terlelap. Namun, entah kenapa pagi tadi, sejak membuka mata ia menjadi gugup.


Mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan satu tarikan napas. Sah sudah baik di mata hukum negara dan agama.


Wajah tampan yang tadi terlihat menegang berangsur kembali menampilkan senyum. Seluruh keluarga yang hadir berucap syukur atas segala kelancaran.


Di dalam sebuah kamar, sang pengantin wanita pun berkaca-kaca. Ia menatap haru layar televisi yang menampilkan seorang pria tampan menyebutkan namanya dengan lantang tanpa mengulang.

__ADS_1


Gelar paling indah akhirnya tersemat, yakni suami dan istri. Perjalanan cinta sebenarnya, baru saja di mulai.


Berjalan perlahan menuju tempat ikrar janji suci. Sandra begitu cantik dengan kebaya putih membalut tubuh semampainya.


Finn menoleh dan tersenyum. Tanpa ragu, ia berdiri dan menghampiri pasangan pengantinnya. Meminta bergantian untuk menuntun Sandra kepada Vivian.


Cincin berbahan palladium dan bertahtakan berlian hitam melingkar cantik di jemari manis Sandra. Perpaduan dua warna tersebut memiliki arti keseimbangan dan kekuatan yang tak tertandingi.


Cincin berbahan sama juga tersemat di jemari manis Finn.


“Halo, istriku, Nyonya Finn Elard Liam,” bisik Finn menggoda.


Sandra tersipu. Rona pipi semakin memerah mendengar nama panggilan dari sang suami.


__ADS_1


__ADS_2