ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)

ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)
Titah Sandra


__ADS_3

Wow! Kaget lihat komentar sudah mencapai target. Kakak-kakak memang sangat warbiasaaaakkk 👏👏🌹❤️


Atas jejak jempol seksih, vote, bunga mawar, dan komentarnya tengkiu banget, Kakak-kakak😘. Maapkeun, belum membalas🙏.


Kuy, tidak perlu berlama-lama.


Cekidot 😉


“Kak Kanaya!” seru Sandra. Syok!


Sandra melangkah masuk dan mendorong Kanaya agar menjauh dari Finn. Sehingga membuat mantan dari Tristan itu mundur beberapa langkah.


“Sandra!” Kanaya pun sama terkejutnya. Ia tak menyangka akan bertemu Sandra.


Finn tak kalah syok. Matanya hampir melompat keluar. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Untuk menelan air liur saja rasanya butuh perjuangan.


Finn tak menyangka Sandra akan menemuinya di kantor. Ia seperti tengah tertangkap basah.


Bahkan, cukup kaget ternyata sang istri mengenal wanita yang semalam menemaninya di club. Karena, Finn hingga sekarang pun tak mengetahui siapa nama perempuan tersebut.


Sandra menoleh ke arah Finn. Menatapnya lekat. “Ada hubungan apa kalian?” Ia bertanya to the point. Enggan banyak berbasa-basi. Namun, nada bicara masih tenang dan teratur.


Finn belum sempat berbicara, tetapi Kanaya sudah menyela. “Aku hanya mau mengembalikan jas milik Tuan Tampan. Apa pria ini suamimu, Sandra?” tanyanya dengan nada mengolok dan tatapan meremehkan.


Penuturan singkat tersebut membuat Sandra syok. Dadanya bergemuruh hebat. Rasa bahagia tadi lenyap seketika berganti dengan nelangsa. Akan tetapi, Sandra menyembunyikan kesedihannya.


“Ya. Dan, kau ...,” Sandra merampas jas milik Finn dari tangan Kanaya. “mengapa jas suamiku ada di tanganmu?”

__ADS_1


“Kau keluarlah!” usir Finn setengah berteriak ke arah Kanaya. Takut wanita itu terlalu banyak bicara. Kemudian, menatap sang istri. “Bee, aku tidak memiliki hubungan apa pun dengannya. Sumpah!” Raut wajah itu panik.


“Semalam aku bersama suamimu. Jasnya tertinggal di kamar club. Aku hanya berniat baik untuk mengembalikan,” terang Kanaya tanpa sedikit pun merasa menyesal atau bersalah. Ia justru menampilkan senyum sinis.


“Bee, itu ....”


“Tuan Tampan, terima kasih untuk cek 200 juta-nya.” Kanaya memotong ucapan Finn seraya menunjukkan cek yang baru saja diberikan dengan rasa bangga.


Dengan cepat Sandra merampas cek tersebut. Merobek hingga menjadi potongan kecil. Menghamburkannya tepat di wajah Kanaya. Membuat mata dari mantan Tristan itu terbelalak tak percaya.


“Jangan pernah bermimpi bisa merasakan uang suamiku. Sepeser pun tak akan pernah aku biarkan, Kanaya,” ucap Sandra pelan, tetapi penuh penekanan di setiap kata dengan sorot mata tajam. Sopan santun pun lepas. Karena, tanpa sadar sudah tak lagi menyebut ‘kakak’.


“KAU!” Kanaya maju melangkah dan mengayunkan tangan ingin menampar pipi Sandra.


Finn bereaksi, bermaksud ingin melindungi Sandra, tetapi terlambat. Sang istri sudah lebih dulu menangkis tangan Kanaya. Mencengkeram dengan erat. Kemudian, menghempasnya kencang hingga hampir membuat wanita itu terjengkang.


“Jangan pernah berani menyentuhku dengan tangan kotormu itu!” seru Sandra.


“Bee ....”


“Kamu ingin membela perempuan itu?” tanya Sandra memotong ucapan Finn.


Sandra menolehkan kepala ke arah Finn dengan tatapan tajam. Ia merasa tak senang jika sang suami mencoba menghentikan aksinya.


Finn mati kutu mendapati pandangan tersebut. Ia hanya tak mau ada perkelahian. Maksudnya tak ingin sang istri celaka atau mencelakai orang.


“Bos, ini dokumen ...,” Roy masuk dan seketika itu juga terkesima dengan keberadaan dua wanita di ruangan sang atasan. Sehingga tak menyelesaikan ucapannya lagi.

__ADS_1


Sandra melemparkan pandangan ke arah asisten Finn. “Roy!” Kemudian, beralih menatap Kanaya lekat. “Seret wanita itu keluar! Jangan pernah biarkan lagi dia masuk ke ruangan suamiku! Ah, tidak. Jangan pernah membiarkannya masuk ke gedung perkantoran ini! Katakan itu kepada semua petugas keamanan atas titahku! Jika berani melanggar, bersiaplah angkat kaki dari kantor ini dengan tidak hormat! Tidak mau patuh, akan aku adukan kepada Pak Chris dan Ibu Diana! Ingat! Aku adalah menantu kesayangan!” perintahnya penuh percaya diri dengan suara tegas.


Di beberapa kalimat akhir pun istri dari Finn itu mengatakan dengan penuh penekanan. Agar Kanaya tahu, kalau posisi Sandra sebagai menantu sangat penting dan kuat di dalam keluarga sang suami.


Finn mengerjap sesaat. Lalu, mengulas senyum mendengar perintah Sandra. Ia sama sekali tak berniat untuk menghentikan titah tersebut. Sang ceo malah membiarkannya.


Roy menganga mendengar titah dari menantu bos besar. Begitu lantang, tegas, to the point, dan tepat sasaran. Di tengah amarah pun istri dari atasannya masih terlihat berwibawa dengan pembawaan sangat kuat.


Sementara Kanaya menahan segala amarah. Ia lupa jika adik dari Tristan tersebut meski di rumahnya sangat manja, tetapi pada kenyataan adalah pemberani.


“Roy, kerjakan sekarang.” Sandra menatap Roy.


Roy langsung tersadar dari terkesima. “Siap, Bu Bos!”


Roy menghampiri dan menyeret Kanaya keluar. Wanita itu berontak dan memaki Finn juga Sandra.


Kanaya mengatakan dengan bersumpah akan membuat perhitungan kepada sepasang suami-istri tersebut.


Sandra memberi perintah tersebut bukan ingin membela Finn. Istri dari sang ceo itu hanya mau menyelamatkan muka sendiri dan juga dua keluarga, orangtua dan mertuanya. Ia pun tak peduli jika kata-kata barusan terkesan arogan dan bossy.


Harga diri Sandra terluka atas kelakuan sang suami. Di tambah perempuan tersebut tak lain adalah mantan sang kakak. Ia tahu betul wanita itu berselingkuh dan memeras Tristan.


Lalu, sekarang melihat kenyataan bahwa sang suami semalam bersama Kanaya dan memberikan sejumlah uang. Membuat Sandra meradang. Ia tak mau kehormatannya diinjak-injak oleh perempuan yang sering disebut sundel oleh Vivian.


Meski Sandra sendiri belum tahu persis kejadian semalam. Memang, Finn juga sempat bilang tadi jika tak memiliki hubungan apa pun. Ia percaya kepada sang suami.


Akan tetapi, tak tahu apakah mereka sudah tidur bersama atau tidak sama sekali? Namun, mengingat jas Finn tertinggal di kamar club bersama Kanaya membuat pikiran Sandra traveling. Jantung pun seperti ada yang meremas. Sangat menyakitkan! Padahal, belum mengetahui kebenaran secara pasti.

__ADS_1


“Bee,” panggil Finn memecah keheningan dengan suara lembut.


Sandra menatap lekat Finn. Kemudian berkata dengan penuh penekanan. “Sandra. Namaku Sandra Rein. Panggil begitu.”


__ADS_2