
Jangan berharap ada adegan mendetail, ya. Sebelum kecewa akuh kasih tahu dulu. Okey.
Kuy, cekidot 😉
Keromantisan Maldives memang sangat cocok untuk berbulan madu bagi sepasang pengantin baru. Sandra dan Finn pun sepakat, menjadikan tempat tersebut sebagai salah satu tujuan destinasi honeymoon mereka.
Begitu tiba di resor bertarif satu malam mencapai puluhan juta, Finn dan Sandra istirahat sejenak. Kemudian, makan dan membersihkan diri. CEO itu pun bersiap untuk memiliki sang istri seutuhnya.
Memandangi wanita yang telah menjadi istrinya dengan penuh minat. Gaun tidur menerawang itu membuat Finn langsung merengkuh Sandra erat.
“Seksi dan hot, Baby,” bisik Finn sensual.
“Finn.”
“Hm.”
“Aku ....”
“Takut?”
“Juga malu.”
Finn tertawa. Ia menggendong Sandra dan meletakkannya di atas kasur.
Finn mulai dengan mencium kening Sandra lembut dan cukup lama. Lanjut membelai sayang puncak kepala dan turun ke pipi sehalus kulit bayi itu.
Menatap Sandra intens. Finn merasa beruntung memiliki wanita baik-baik lagi cantik dan berkelas seperti sang istri.
“Love is you,” ucap Finn tersenyum. Kemudian, langsung mencium bibir Sandra lembut.
Waktu terus bergulir. Sepasang pengantin baru masih menikmati adegan demi adegan mereka di atas ranjang. Finn mendominasi permainan, memberikan kenikmatan kepada Sandra. Sehingga membuat sang istri tiada henti melenguh.
Suara mendesah malah menambah gairah Finn Elard Liam menjadi terbakar. Ia bersemangat melahap Sandra tanpa melewatkan satu inci pun bagian tubuh sang istri.
Peraduan panas sepasang pengantin masih terus berlangsung. Semakin malam berahi pun menggebu. Berhenti sejenak hanya saat Sandra menangis kesakitan. Lalu, melanjutkan kembali.
Puncak hasrat akhirnya keluar bersamaan. Bulir keringat berpeluh di tubuh. Deru napas masih tak beraturan.
Finn menatap Sandra lekat. Mencium kening sang istri cukup lama. Melepasnya seraya berkata, “Ti ... amo.” Lalu, melepaskan kunci pada lubang.
Finn merebahkan tubuhnya di samping Sandra. Selang beberapa menit kemudian meraih tubuh sang istri dan memeluknya erat. Karena kelelahan, mata mereka pun terpejam dan tertidur pulas.
🌺🌺🌺
Pagi hari, pukul 9 di sebuah resor mewah berisi sepasang pengantin baru ....
“Masih sakit?”
__ADS_1
“Apa?”
“Itu.” Tunjuk Finn lewat ekor mata ke area sensitif Sandra.
Wajah Sandra seketika memerah. Ia langsung menutupinya dengan selimut.
“Hei, kenapa, Baby?” lanjut Finn bertanya, tetapi dengan nada menggoda.
“Malu.”
Finn tertawa. Kemudian, langsung membopong Sandra menuju kamar mandi.
“Finn, mau ke mana?”
“Mandi bersamamu.”
Oh, astaga. Babak berikutnya. Sandra membatin.
Sang ceo merealisasikan ucapannya untuk memanjakan Sandra. Tentu versi ala Finn sendiri.
Berendam berdua bersama di dalam bathtub air hangat. Adegan mandi pada umumnya saja, tetapi bedanya ada yang membantu menggosokkan sabun ke seluruh tubuh.
Sandra mau menolak. Tapi, teringat pesan sang bunda. Setelah menikah, selama perintah dari suami tidak menyuruh berbuat kejahatan. Harus menurut.
Berhubung Sandra anak yang patuh. Ia mengikuti apa pesan sang bunda.
“Masih sakit?”
“Sedikit.”
Finn keluar dari bathtub. Kemudian, membopong Sandra lagi. Kali ini, menuju showers. Dan, berdiri di bawah pancuran air tersebut.
“Baby, aku mau lagi, ya. Di sini saja.”
Hah! Di bawah pancuran ini! Astaga! Ayah, tolong putrimu! batin Sandra berteriak.
Mau menolak apalah daya. Belum menjawab saja, tangan Finn sudah mulai berkeliling. Membuat resah Sandra. Belum lagi bibir seksi itu ikut beraksi dengan lihai. Mencecap setiap sudut body semampai berkulit lembut dan putih bersih milik sang istri.
Lantas, selain pasrah. Adakah hal yang bisa diperbuat oleh Sandra?
🌺🌺🌺
Tiga hari hanya berada di dalam kamar. Finn benar-benar mengurung Sandra. Membuat wanita memesona itu mulai meradang.
Sebagai bentuk protes, Sandra mau mogok bicara. Mukanya menampilkan mimik kesal dengan bibir mengerucut.
“Baby, kenapa bibirnya? Minta aku cium, huh?”
__ADS_1
“Finn!” teriak Sandra, gagal demo.
“Jangan berteriak. Aku menjadi teringat kejadian tadi pagi. Kamu meneriakkan namaku di sofa itu,” sahut Finn seraya mengerling dan menggigit bibirnya untuk menggoda Sandra.
Sandra memukul lengan Finn. “Aku akan mengadukan kepada Mami kalau kamu kejam.”
“Loh, kok, kejam?”
“Kita tidak pergi ke mana pun. Kamu gak mengajakku keluar. Aku mau pergi sendiri, kamu larang. Aku bosan di kamar terus. Liburan macam apa ini?” Sandra mengerucutkan bibir kembali.
“Jadi, bosan melayaniku?” tanya Finn seraya merengkuh pinggang Sandra.
Sandra menunduk sambil memainkan jemari di kaus milik sang suami. “Enggak begitu, Finn. Tapi, kan ...,” Ia tak melanjutkan ucapannya.
Finn mengangkat dagu Sandra. Mereka saling berpandangan. “Kita hanya satu minggu di Maldives. Ini bulan madu, Baby. Aku memang tak berminat mengajakmu keluar. Kita bermain-main saja di dalam resor. Oke.”
“Kejam!”
“Dari Maldives kita lanjut keliling Eropa. Oke. Menurut, ya,” ucap Finn lembut seraya membelai puncak kepala Sandra.
“Di sana jangan mengurungku lagi.”
Finn tertawa. “Iya. Kita jalan-jalan keluar. Sepuasnya. Sebut ke mana pun kamu ingin pergi. Aku menurut.”
“Sungguh?”
“Tapi, dengan dua syarat.”
“Finn! Aku akan menelepon Mami sekarang. Biar saja nanti Mami memarahimu.”
Finn tertawa. “Sudah pandai mengadu, ya.”
“Biar!”
Finn memeluk Sandra erat. “Duh, istriku ketus sekali. Tidak mau mendengar syaratnya dulu?”
“Apa?”
Finn membisikkan sesuatu di telinga sang istri. Membuat Sandra membelalakkan mata.
“Bagaimana?”
“Kamu tega.”
__ADS_1