ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)

ASMARA SANG CEO (Finn & Sandra)
Syok


__ADS_3

Langit biru yang memayungi bumi membuat hari semakin cerah. Raut wajah cantik terus tersenyum semringah. Akan selalu ada harapan meski hanya secercah. Kebahagiaan akan kembali merengkuh.


“Honey, kita akan hidup berbahagia selamanya. Tunggu aku.” Rasa pusing yang sejak kemarin menyerang. Bahkan, masih terasa sampai saat ini, Sandra tahan demi bertemu sang pujaan.


Sandra kini telah resmi menyandang satu-satunya pekerjaan terbaik di dunia, yaitu ibu rumah tangga. Meski semalam sempat bersedih karena sang suami tak pulang. Tapi, pagi tadi telah sukses mengubah suasana hati sendu menjadi bahagia.


Hari pertama menjadi ibu rumah tangga ternyata tidak buruk. Justru ketika bangun tidur beban pekerjaan yang biasa menari-nari di atas kepala tidak ada lagi. Sangat melegakan hati dan pikiran.


Ruang rindu akan segera berisi. Sandra pun bersenandung riang seraya memainkan jemari di atas kemudi. Memelesatkan mobil menuju gedung Liam Group tempat sang pujaan hati mengais rezeki.


Jangan tanya Sandra tahu dari mana sang suami berada di kantor. Ia mengingat perkataan Roy kemarin di telepon kalau siang nanti akan ada meeting penting.


🌺🌺🌺


Melihat sepatu dan kaus kaki berserakan di atas lantai menuju ruang istirahat membuat kecurigaan. Tadinya Roy hanya berniat menaruh laporan di atas meja kerja Finn.


Perlahan melangkah menuju ruang istirahat. Membuka pintu pelan-pelan. Begitu melihat ke dalam, ia tercengang melihat sang bos tidur menelungkup di atas kasur. Botol minuman beralkohol yang telah kosong pun tergeletak di lantai.


Roy menghampiri dan membalikkan tubuh sang bos. Ia menggelengkan kepala melihat keadaan Finn yang semrawut. Bau alkohol pun menguar dari tubuh lelap itu dan cukup menyengat.


Butuh waktu tiga puluh menit untuk membangunkan. Sang bos mulai membuka mata.

__ADS_1


Finn bangun dan duduk di atas kasur. Ia memegang kepalanya yang terasa pusing.


Dengan sigap Roy mengambil air putih, memberikannya kepada Finn. Sang bos meneguk hingga tandas.


Finn beranjak bangun. Melangkah menuju wastafel dan hanya mencuci muka. Kemudian, keluar dari ruang istirahat dan duduk di singgasana.


“Bos, Anda menginap disini?” tanya Roy dengan wajah penuh selidik.


Finn tidak menyahut. Ia hanya menatap Roy sekilas.


“Bos, Anda bau alkohol. Lebih baik sekarang pergi mandi supaya segar,” lanjut Roy sedikit memerintah.


Finn masih tak menyahut. Antara memang belum sadar sepenuhnya karena baru bangun tidur atau memang ada hal lain. Entah, Roy tak bisa membaca raut wajah tanpa ekspresi tersebut.


“Keluar. Ambilkan dokumen keuangan satu bulan lalu di ruang arsip. Berikan juga berkas-berkas untuk meeting nanti siang. Dan ... pesankan makanan. Aku lapar.”


Roy mengangguk patuh. “Sementara saya pergi, Anda lebih baik mandi supaya segar. Pakaian Anda ada di lemari. Mau saya siapkan atau memilih sendiri.” Ia mengulang perintah dan menawarkan bantuan.


“Pilih sendiri.”


Roy mengangguk dan segera pergi untuk menunaikan tugas.

__ADS_1


Finn memijat pelipis. Kepalanya masih terasa pusing.


Beberapa menit kemudian mulai tersadar jika tiada guna hanya duduk dengan menahan pusing. Ia memilih mengikuti perintah Roy, yaitu mandi supaya segar. Siapa tahu juga sakit kepala itu ikut menghilang.


Dua puluh menit berada di dalam kamar mandi. Keluar mengambil pakaian di lemari. Memakainya dengan cepat. Ia sudah merasa lebih segar.


Finn keluar dari ruang istirahat. Akan tetapi, baru saja melangkah, wanita yang semalam bertemu di club membuka pintu ruangan sang ceo. Netra mereka bertemu. Sejenak saling melempar pandangan.


O, shit! Mau apa dia? batin Finn kesal.


🌺🌺🌺


Memasuki perkantoran gedung Liam Group dengan senyum terus terpatri. Bahagia, senang. Semua yang melukiskan rasa riang gembira menyelimuti Sandra. Mengayunkan kaki menuju lift dan keluar dengan hanya satu arah tujuan, yaitu Ruang CEO.


Dari kejauhan Sandra melihat meja Roy kosong. Ia pikir, asisten Finn pasti berada di ruang sang suami. Karena, pintu tersebut sedikit terbuka.


Sandra melangkah dengan tak sabar. Mendorong pintu, tetapi senyum yang tadi mengembang seketika memudar melihat pemandangan di dalam ruangan. Sang suami tengah saling berhadapan bersama seorang wanita dengan jarak cukup dekat.


“Honey!” panggil Sandra.


Kedua orang tersebut secara spontan mengalihkan pandangan ke arah Sandra. Saat itu juga adik dari Tristan itu menampilkan wajah terkejut.

__ADS_1


“Kak Kanaya!” seru Sandra. Syok!


Challenge, kuy. Kalo sudah 20 komentar. Aku lanjut hari ini 😊


__ADS_2