
Bercita-cita keliling Eropa akhirnya terwujud. Meskipun harus membayar terlebih dahulu dengan dua syarat dari Finn.
Persyaratan pertama, Sandra wajib memakai gaun tidur seksi pemberian Vivian. Itu untuk sepanjang waktu selama berada di Resor.
Kedua, setiap sore berenang dengan sang suami di kolam renang pribadi menggunakan bikini. Dan, hal tersebut selalu berujung pada hasrat asmara membara.
Namun, semua tak menjadi soal lagi ketika Finn menepati janji. Menurut pada apa pun keinginan Sandra.
Bahkan, Finn kelewat peka. Selalu menarik sang istri memasuki toko-toko berkelas. Meminta Sandra memilih dan membelikan semua barang mahal tersebut. Memang suami idaman para wanita.
Wanita pencinta Shopping dan traveling itu sontak senang bukan main. Tak pernah ia bermimpi bisa membeli apa pun sesuka hati.
Di tangan mereka sudah penuh dengan kantong belanjaan. Mulai dari merek Elvih. Sampai brand ternama dengan ciri khas paper bag berwarna orange. Semua berisi sepatu, baju, kacamata, tas, dan aksesori lainnya.
“Finn, tas kecil itu lucu. ”Kemudian, melirik sang suami. “Boleh aku beli?”
Sandra meminta izin terlebih dahulu. Karena, tas tersebut memiliki harga cukup fantastis.
“Kalau kamu suka, jangan terlalu banyak berpikir. Beli saja. Oke. Aku pasti sanggup membayar apa pun yang kamu mau.” Finn membelai puncak kepala Sandra seraya tersenyum.
Sandra menatap Finn. “Kamu terbaik.”
Finn tersenyum melihat polah Sandra. Sang istri bukan hanya membeli tas tadi, melainkan menambah menu item lain yaitu parfum.
Sandra merupakan wanita yang begitu menjaga harum tubuhnya. Parfum pun tak pernah tertinggal di dalam tas.
“Finn, aku beli banyak parfum untuk kita. Wangi sepanjang hari itu harus. Dan, kamu tahu, ini pertama kalinya aku beli dengan harga mahal sekali. Juga tidak perlu menabung. Itu berkat kamu. I love you, My Sweet Husband.”
“Apa pun untukmu. Jangan lupa nanti malam kamu harus memberiku jatah double.” Finn mengerling.
“Malam ini akan aku beri yang spesial untukmu.” Sandra balas mengerling.
“Wow! Aku tak sabar menunggu malam nanti, Baby.” Finn tersenyum sumringah.
Sandra mengangguk kemudian menarik sang suami. “Ayo, Finn. Kita cari makan. Aku lapar.”
__ADS_1
Finn mengangguk.
🌺🌺🌺
Dua minggu menjelajah Eropa, tak terasa lusa sudah harus kembali ke Tanah Air. Memulainya dari Kota Paris dan mengakhiri di kota yang sama juga. Sandra yang menginginkan hal tersebut.
Berhubung ini hari terakhir, Finn dan Sandra memanfaatkan waktu untuk pergi ke Disneyland Paris. Menikmati hari sampai malam.
Berjalan selalu bersisian dan bergandengan tangan. Wajah ceria pun tercetak jelas dengan senyum tiada henti mengembang.
“ELARD!”
Sandra dan Finn berhenti berjalan kemudian menoleh. Seorang wanita cantik berlari kecil ke arah sang ceo seraya merentangkan tangan ke kiri dan kanan.
Namun, dengan cekatan Sandra memasang badan di depan Finn. Kemudian, mendorong tubuh wanita bertubuh tinggi dan langsing itu agar menjauh.
“Baby.” Finn memeluk Sandra dari belakang dengan melingkarkan kedua tangan di perutnya. Lalu, melangkah mundur.
Finn takut terjadi baku hantam. Mengingat Sandra adalah tipikal wanita berani dan bisa sedikit ilmu bela diri.
“El, kamu masih ingat aku, ‘kan? Angel. Pacar kesayangan kamu dulu sewaktu kita di Bandung. Aku sudah satu tahun tinggal di Paris. Lusa aku fashion show.” Wanita itu mengabaikan Sandra. Ia memilih fokus kepada Finn dan terus berceloteh.
Finn mengernyit. Demi apa pun, ia tak mengingat wanita di depannya itu. Terlalu banyak perempuan di masa lalu membuat sang ceo lupa.
Lagi pula, Finn pun enggan untuk menghafal wajah mereka. Kalau sudah putus, ya, sudah. Selamat tinggal. Menurut sang ceo, buat apa mengingat mantan, membuang-buang waktu.
“Maaf, aku tidak ingat.”
“Kau sombong sekali. Takut pacar barumu marah?”
“Wanita ini bukan pacarku.”
__ADS_1
“Ah, hanya one night stand.”
Ingin rasanya Sandra mencakar wajah mulus Angel. Namun, ia tahan. Sengaja. Mau tahu apa reaksi dan jawaban sang suami.
Finn tersenyum. Kemudian, di depan Angel mencium bibir Sandra beberapa saat. Melepasnya. Lalu, menatap wanita yang merupakan seorang model itu.
“Wanita cantik ini istriku. Kita berdua sedang honeymoon. Dan ... siapa tadi namamu?”
“Angel,” sahut sang mantan menahan kesal.
“Ya, itu. Aku memang benar-benar tidak mengingatmu sama sekali. Maaf. Lagi pula, jika pun benar. Masa lalu sudah terlewat. Lupakanlah. Permisi.” Sebagai bentuk sopan santun, Finn tersenyum.
Kemudian, meraih tangan Sandra seraya berucap lembut, “Ayo, Baby. Kita kembali ke Hotel. Aku sudah tidak sabar ingin bercinta denganmu.”
Angel menatap kepergian sejoli tersebut dengan tatapan heran sekaligus jengkel. Di tambah mendengar kalimat terakhir sang mantan. Semakin membuatnya dongkol.
Tiba di hotel, wajah Sandra terlihat tidak bersahabat. Finn menyentuh pun langsung wanita itu tepis.
“Cemburu? Kamu masih jauh lebih cantik dan menarik. Punya istri nyaris sempurna begini, masa aku mendua. Tidak akan pernah.”
“Jangan sentuh!” ketus Sandra seraya menepis lagi tangan Finn yang sudah parkir di pinggang.
Finn mengembuskan napas lelah. Kenapa, ya? Dua wanita yang aku cinta punya hobi sama, merajuk. Sandra dan Mami tiada bedanya, batin sang ceo merasa heran sekaligus lucu.
“Baby, mau apa? Kita belanja lagi, mau?”
“Tidak mau.”
“Apa salahku? Perasaan tadi aku sudah bertindak dengan benar.”
Sandra menghampiri Finn dan memberi tatapan membunuh.
Refleks Finn mundur. Ia cukup ngeri melihat pandangan Sandra yang cukup bengis.
Sandra mengucapkan kata-kata yang membuat Finn seketika melongo. Kemudian, tanpa sadar tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“FINN!”