Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Xiao Yu Melawan Thian Sung ll


__ADS_3

Maka bergeraklah rantingnya, bukan langsung menangkis pedang melainkan pada sepersepuluh detik setelah pedang menyambar lewat pengelakannya, rantingnya meluncur menotok pergelangan tangan yang memegang pedang.


Totokan bukan sembarangan totokan, melainkan totokan dari jurus ilmu Tongkat sakti. Sehingga kalau mengenai sasaran, biarpun orang selihai Thian Sung tentu akan melepaskan pedangnya jika tidak urat nadinya akan putus.


Thian Sung mengenal bahaya itu, maka dengan cepat ia menarik tangannya dan berhentilah putaran pedangnya. Namun tidak berhenti begitu saja, sambil menarik tangan ia menggerakkan pergelangan tangan dan pedangnya dari atas menyambar ke bawah, mengancam leher Xiao Yu dengan bacokan dahsyat yang mengeluarkan suara berdesing.


"Sing...!"


Kembali Xiao Yu dengan mudahnya


mengelak cepat dan sinar bergulung gulung dari gerakan rantingnya yang melakukan serangan balasan yang bertubi-tubi mengurung semua gerakan tubuh Thian Sung.


Kini panglima Thian Sung sangat kerepotan sekali, sibuk mengelak dan menangkis karena ia maklum betapapun kecilnya ranting itu, namun sekali ia tersentuh, akan celakalah dia.


Thian Sung menggertak gigi dan memutar pedang untuk melindungi tubuh, pedangnya seolah-olah berubah menjadi benteng baja yang menyelimuti dirinya.


Makin lama makin seru pertandingan itu, makin dahsyat dan berjalan cepat sekali sehingga dalam waktu tidak berapa lama mereka saling serang sebanyak lima puluh jurus.


Keduanya merasa kagum dan harus mengakui bahwa baru sekali ini mereka menghadapi lawan yang benar-benar hebat.


Bagi Xiao Yu, baru pertama kali ini ia menghadapi lawan yang benar-benar tangguh, yang dapat menandingi jurus tongkat saktinya sampai lima puluh jurus.


Sebaliknya Thian Sung yang melakukan pertandingan entah berapa ribu kali selama ia hidup, harus mengakui pula bahwa belum pernah ia menghadapi lawan seorang gadis dan semuda Pendekar tanpa gelar dengan kepandaian sehebat itu.


Makin lama Thian Sung menjadi makin penasaran dengan kelihaian seorang gadis yang bernama Xiao Yu ini bahkan biarpun dia murid Sa Shuang sekalipun, gadis ini belum lahir ketika dirinya sudah menjadi jagoan.


"Hiaaaaaaat.......!"


Dengan hati penuh kemarahan dan penasaran Thian Sung mengeluarkan seruan nyaring dan menerjang dengan mempercepat gerakannya.


Tubuhnya yang tinggi besar sampai lenyap terbungkus gulungan


sinar pedangnya yang membentuk lingkaran- lingkaran yang lebar.


"Hopppp hiaaaaa....!"


Xiao Yu mengimbanginya dan terdengarlah lengking panjang kemudian lenyap pula bentuk tubuh pendekar sakti ini, terbungkus sinar kehijauan dari ranting yang diputar dengan cepat.

__ADS_1


Yang tampak kini hanya dua gulungan sinar saling membelit, saling tindih saling himpit dan hanya kadang kadang tampak bayangan tubuh mereka atau berkelebatnya kaki yang menginjak tanah menimbulkan debu yang mengebul di sekeliling tempat itu.


Saking hebatnya hawa sakti yang keluar dari dua gulungan sinar itu daun daun pohon yang berdekatan melayang layang turun dengan gagang yang cepat seperti dibabat dengan senjata yang tajam.


"Sing.....!"


"Plak..... Plakk...... Brettt......!"


Tidak ada yang dapat mengikuti jalannya pertandingan dengan jelas, bahkan dua orang sakti seperti setan kipas merah dan Siok Lee juga menjadi pening menyaksikan pertandingan itu dan berusaha mengikuti dengan pandangan mata.


Tahu-tahu kini keduanya terlempar ke belakang gulungan sinar yang baru saja lenyap.


"Bukkk....!"


"Sial...!'


Dan Thian Sung jatuh terduduk dengan kerasnya, menyumpah dan meraba paha kirinya. Belakang pahanya tampak karena celananya telah robek kulit paha itu terdapat guratan membiru.


Kiranya ranting dengan ilmu tongkat sakti itu telah membuktikan keampuhannya, yaitu dapat menerjang tubuh belakang lawan dari depan.


Biarpun hanya terobek celananya dan tergurat kulitnya namun hal ini cukup mengagetkan Thian Sung, kemudian ia meloncat ke belakang yang diikuti pula oleh Xiao Yu.


Kini mereka saling berhadapan agak jauh, terpisah kurang lebih sepuluh meter. Kembali seperti tadi pada saat awal pertandingan mereka saling pandang dengan sinar mata tajam. Hanya tampak perbedaan pada keduanya Xiao Yu agak berubah wajahnya, agak pucat tetapi sikapnya masih tenang, tidak tampak napasnya terengah, juga hanya pada leher dan dahinya saja agak basah oleh peluh.


Sementara itu Thian Sung kelihatan marah, muka penuh dengan keringat yang masih menetes, napasnya pun terengah-engah.


"Kau hebat, Pendekar tanpa gelar! Akan tetapi jangan senang dulu, kau lihat seranganku!" seru panglima Thian Sung yang tiba tiba panglima itu mengeluarkan suara gerengan yang seperti harimau marah, keluar dari perut melalui kerongkongannya.


"Ggrrr...!"


Tubuh nya melayang ke atas, lalu menukik ke depan tangan kirinya bergerak dengan cepat.


"Cat....cat.....cat.....cat....!"


Tujuh batang senjata lempar mengeluarkan suara berkerincingan ketika menyambar ke bawah, ke arah Xiao Yu yang membuat gadis itu terkejut sekali.


Di serang dari jarak begitu dekat dengan ancaman senjata lempar dan pedang musuh, yang memang benar-benar tidak boleh dibuat main-main.

__ADS_1


Xiao Yu mengelak, lalu menjatuhkan diri bergulingan, akan tetapi setiap saat menghadap ke atas, mengelak lagi dan ketika pedang lawan datang menyambar.


Kemudian gadis itu menangkis dari samping dengan rantingnya, meminjam tenaga lawan ini untuk mencelat ke atas bangun berdiri dan pada saat terakhir, dengan


pukulan Sinar sakti. Gadis itu berhasil menjatuhkan senjata lempar yang menyusul paling akhir.


"Yaaaaaa......!"


Serangan hebat itu gagal dan dengan seruan kecewa, tiba-tiba panglima itu menggulingkan diri, terus kini bergulingan ke arah Xiao Yu, tangan kirinya tetap bergerak.


"Cat....cat.....cat.....cat....!"


Dan kembali tujuh batang senjata lempar menyambar ke arah gadis itu, kini dari bawah menyambar ke arah bagian bagian tubuh terpenting lalu disusul tubuhnya sendiri mencelat ka atas menyusul serangan tujuh batang senjata lempar itu dengan babatan pedangnya.


Hebat bukan main serangan tujuh batang senjata lempar itu, lebih berbahaya dari pada jurus pertama yang menyerang dari atas tadi.


Xiao Yu menyadari kalau ia menghadapi saat yang gawat, terutama sekali oleh susulan serangan pedang yang membebat, cepat mengerahkan tenaga dalamnya, disalurkan ke arah ranting di tangannya lalu dari samping ia menangkis, terus menggunakan tenaga menempel dan mendorong pedang lawan, menambah tenaga luncuran pedang sehingga pedang itu menyeleweng ke kiri dan membabat lengan Thian Sung yang sebelah kiri.


Karena cepatnya sehingga sulit untuk diduga dan sukar pula diikuti dengan pandangan mata. Tujuh batang senjata lempar itu dapat dielakkan oleh Xiao Yu dan dikebut dengan pukulan Sinar sakti.


Akan tetapi kiranya panglima tua itu masih menyembunyikan sebatang senjata lempar lagi yang dengan jari jari tangan kiri disentil sedemikian rupa sehingga senjata lempar itu yang menyambar ke dada.


Xiao Yu yang sedang mengerahkan tenaga menempel pedang dan modorong, kaget dan miringkan tubuhnya.


"Capp.... crokk.....!"


Thian Sung mengeluarkan teriakan serak seperti suara binatang liar, tangan kiri nya sebatas pergelangan tangan telah terbabat putus oleh pedangnya sendiri sehingga ia terhuyung huyung ke belakang.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2