
Dengan cepat setan kipas merah menyelinap dan mengintai, kemudian mengendap-endap menghampiri ketika mendengar suara pria dan wanita bersenda gurau, karena rasa penasarannya.
Kiranya dua bayangan itu adalah Pui San dan San Bwee, yang sedang membicarakan Siok Lan dan juga Xiao Yu.
"Ah, kakak San! pasti kakak sangat tertarik pada Pendekar tanpa gelar itu ya?" tanya Pui San yang menggoda kakak seperguruannya itu.
"Kau gila! Kaukira aku tertarik kepada pendekar nggak jelas itu! Perempuan tapi berdandan kayak laki-laki! Huh, biar dia cantik tapi jauh jika dibandingkan dengan kamu adikku, bagaikan bumi dan langit. Jangan-jangan kamu yang tertarik kepada Siok Lan, adik Pui?" jawab sekaligus tanya San Bwee yang penasaran.
"Cih sama laki-laki galak dan sombong itu? Oh tidak! Kau tahu betapa besar cinta dan setiaku kepadamu!" bisik Pui San yang kini keduanya saling bertatapan secara mesra.
"Kenapa guru mengharapkan mereka. Terutama Pendekar tanpa gelar yang merupakan pendekar wanita, yang sangat berbahaya bagi kita. Kalau dia sampai bebas finansial menjadi beban kita dalam perjalanan membantu pemerintah?" tanya San Bwee yang penasaran.
"Ah mereka itu ladang emas kita, mereka orang-orang berpengaruh pada orang-orang dari golongan aliran putih. Tapi mereka sanga keras kepala apa lagi pemuda galak itu. Orang orang macam mereka lebih baik lekas dibunuh, karena kalau sampai terlepas dapat menimbulkan kekacauan," jawab dan ucap Pui San.
"Mana mungkin terlepas? Kau tahu sendiri kalau mereka sudah terkena racun lima macam buatan guru, apalagi di tusukkan pada jalan darah di punggung seperti mereka itu tentu akan mati kalau tidak ditolong oleh guru sendiri. Mereka itu terpaksa harus menakluk kalau tidak mau mati. Andai kata dapat lolos juga tentu mati. Siapa orangnya mau menolong? racun itu hanya dapat disembuhkan dengan jalan jarumnya dicabut dengan mulut dan kemudian menggunakan tenaga dalam juga racunnya dapat disedot keluar dengan pengerahkan tenaga dalam yang tinggi. Akan tetapi penyedotnya tentu akan mati dan siapa mau mengobati mereka secara begitu. Kecuali hanya suhu yang tahu cara mengobatinya, sedangkan kita sendiri saja tidak
diberi tahu akan rahasia penyembuhan racun buatan guru itu," ucap San Bwee yang tentu saja sangat jelas didengarkan oleh Setan kipas merah.
Kini Ia tahu bahwa Siok Lan dari Yu Lee tertawan musuh dan telah terluka hebat, berada di ambang pintu kematian. Marahlah setan kipas merah, dan kemudian terdengar suara melengking seperti suara setan ketika ia meloncat dari balik semak semak rumpun kembang itu disusul jeritan mengerikan dari dia orang murid perguruan Kim Hong itu.
"Hiiiii......!"
"Aaarrgh...!"
Setan kipas merah lalu memasuki hutan mencari keberadaan kedua orang sahabatnya itu. Akhirnya ia melihat Xiao Yu dan Siok Lan berusaha melarikan diri dan dikeroyok empat orang anak murid perguruan Kim hong.
__ADS_1
.
Ia terheran heran menyaksikan kelemahan dua orang itu, padahal ia tahu bahwa orang-orang dari perguruan Kim hong tidak ada apa-apanya bagi mereka.
Melihat betapa Siok Lan yang menyerang dengan pengerahan mengerahkan tenaga dalamnya lalu roboh sendiri muntah darah, mengertilah Dewi Suling bahwa dua orang itu telah keracunan hebat sehingga tidak boleh mengerahkan sinkang dan mengertilah ia mengapa dua orang itu kelihatan begitu lemah.
Maka ia cepat turun tangan membunuh dua orang perguruan Kim hong dan menyambar tubuh kedua orang itu yang dikempitnya dengan kedua lengan lalu ia meloncat dan melarikan diri dengan cepat.
Setan kipas merah mengerti kalau keadaan dua orang itu amat berbahaya, tapi ia harus lebih dahulu menyelamatkan diri mereka dari pengejaran orang-orang dari perguruan Kim hong yang ia tahu diketuai oleh Gwat Kong.
Setan kipas merah lari terus semalam itu tak pernah berhenti, keluar masuk hutan dan naik turun gunung. Setelah malam berganti pagi dan matahari telah bersinar, ia tiba di dalam sebuah hutan yang liar.
Barulah ia berhenti menurunkan dua orang itu dari kempitannya dan merebahkan mereka di atas tanah berumput. Dan mulailah ia memeriksa mereka yang masih pingsan, ketika ia menemukan jarum yang menancap di punggung dan melihat betapa kulit dan daging sekitar luka itu hitam kehijauan, setan kipas merah sangat terkejut sekali.
Setan kipas merah juga tahu akan racun karena gurunya, Siauw Bo juga adalah seorang ahli racun pula. dan iapun ahli menggunakan jarum jarum beracun. Akan tetapi baru sekarang ia menyaksikan akibat racun yang begini hebatnya.
Untuk menyedot racun ini, hanyalah dapat dilalukan dengan pertolongan batu dari pegunungan putih. Kalau disedot dengan mulut mempergunakan tenaga dalam, resikonya jika akan berhasil juga akan sedemikian bebatnya sehingga kalau memasuki mulut si penyedot, tentu ia akan mati.
Setan kipas merah memandang wajah Xiao Yu yang sedang pingsan dan nampak sekali tenang dan aura kecantikannya tetap terpancar walaupun keadaannya sangat mengkhawatirkan.
"Yu'er! andai saja kamu menerimaku?" gumam dalam hati Setan kipas merah yang terus memandangi pujaan hatinya itu yang sedang tak berdaya.
Tak berapa lama dia memandang ke arah Siok Lan, laki-laki yang memandang ke arah Siok Lan. Laki-laki tampan yang menjadi saingannya.
"Saudara Lan, kamu memang pantas bersanding dengan Yu'er. Kamu tampan dan tidak kotor seperti diriku ini." gumam dalam hati Setan kipas merah yang terus menatap wajah Siok Lan yang juga tak berdaya itu.
__ADS_1
Dia memang sama sekali tidak patut bersanding dengan Yu Lee. Teringat ia akan semua perbuatannya di masa muda, jantungnya terasa hendak putus. Dia dahulu jahat, jahat sekali. Dia telah kotor, tak mungkin dicuci bersih sehingga patut menjadi pendamping Xiao Yu.
Makin dipikir, makin nelangsa hatinya dan tanpa ragu-ragu lagi, ia lalu membungkuk, merobek baju Siok Lan yang ia miringkan tubuhnya, kemudian menempelkan mulutnya pada luka di punggung Siok Lan.
Setan kipas merah menahan napas, mengerahkan tenaga dalamnya untuk menyedot luka itu sampai mulutnya terasa beku.Setelah itu setan kipas merah meludahkan darah biasa yang mengandung racun itu, kemudian menyedot lagi.
Terus berulang kali, hingga akhirnya darah yang disedotnya adalah darah merah yang segar.
Kepala setan kipas merah terasa pening dan pandangan matanya berkunang, mulutnya kaku tak dapat di gerakkan. Lidahnya mengembung hampir memenuhi mulut.
Mukanya berubah agak kehijauan. Ia cepat meninggalkan tubuh Siok Lan yang ia tahu telah terbebas daripada cengkeraman maut, lalu ia bersila bersemadi mengatur napas, berusaha menghirup sebanyaknya hawa segar dan berusaha menentang racun yang mulai menguasainya.
Setelah kepalanya tidak begitu pening lagi dan ia telah dapat memulihkan tenaganya ia lalu menghampiri tubuh Yu Lee yang masih rebah terlentang. Ia mendorong miring tubuh laki laki yang dicintainya ini, dibuka bajunya dan dikecupnya luka itu, seperti tadi ia menggigit jarum mencabutnya keluar.
"A...apa?"
Laki-laki yang telah insyaf itu sangatlah terkejut saat mendapati kenyataan bahwa luka di punggung Yu Lee lebih berat dari pada luka di punggung Siok Lan.
...~NR~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...