Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Dua Murid Biksu Gila


__ADS_3

Akan tetapi Setan Kipas Merah sudah menjauh pergi, dan saat ini dia sudah sampai di dermaga. Kemudian pemuda itu melompat ke dalam sebuah perahu dan mulailah dia mendayung dengan cepat membelah sungai Yang.


Guru dan dua orang muridnya itupun mencari perahu dan terus melakukan pengejaran.


Biksu Ji adalah seorang pendeta yang selain berwatak aneh dan berjiwa pendekar juga seorang yang berhati-hati dalam memilih murid.


Sebelumnya Biksu Ji tidak pernah mempunyai murid, tapi setelah kejadian tujuh belas tahun yang lalu ketika ia dan Kwe Cheng si bocah tua nakal yang gagal membela keluarga Xiao Chen dan melihat Sa Shuang si pendekar tongkat sakti, mengambil Xiao Yu sebagai muridnya.


Karena itulah dia mengambil keputusan untuk mencari murid berbakat, sebagai seorang Pendekar yang menempuh hidup suci. Biksu Ji mempunyai perangai yang Arif dan bijaksana, dan dia mengajarkannya pada kedua muridnya.


Biksu Ji memilih dua orang anak laki-laki sebagai muridnya. Murid pertama ialah Han Wen seorang anak laki-laki yatim piatu berusia delapan tahun waktu pertama kali menjadi murid Biksu Ji. Dan untuk murid kedua adalah Tan Li anak laki-laki pertama pemilik toko pakaian, yang itu berarti dia kakak kandung Ling Ling. Yang mempunyai nama aslinya Tan Ling.


Dalam mengajar para muridnya, Biksu Ji menyesuaikan dengan bakat masing-masing, ia memberikan ilmu pedang tunggal untuk Han wen serta pedang ganda untuk Tan Li.


Selama lima belas tahun ia mendidik kedua orang muridnya itu sehingga mereka memperoleh ilmu silat yang tinggi serta jarang menemui tandingannya di antara orang orang muda jagoan di aman itu.


Tan Li yang merupakan kakak dari Tan Ling atau Ling Ling, yang sengaja pulang karena mendengar kabar kekacauan di kota Ang Keng akibat ulah setan kipas merah.


Setelah mendengar sepak terjang setan kipas merah, mereka berencana menjebak Setan kipas merah. Tan Li yang mempunyai bentuk tubuh kecil dan wajahnya cantik yang sama persis dengan adiknya Ling Ling, dengan sengaja menyamar sebagai adiknya untuk menjebak si Setan kipas merah.


Dan rencana itu mereka lakukan pada waktu mereka melihat kedatangan setan kipas merah yang hendak menuju ke toko pakaian milik ayah Tan Li.


Tan Li menggantikan posisi adiknya Tan Ling yang sedang melayani pembeli setelah melayani Xiao Yu.


Dan saat ini Biksu Ji dan kedua muridnya melakukan pengejaran pada si setan kipas merah.


...***...


Sementara itu, dengan hati yang teramat kesal, Setan kipas merah terus mendayung perahunya pulang ke tempat tinggal gurunya di Istana Tengah hutan.


Walaupun lukanya tidak berat tapi untuk melawan biksu Ji serta kedua orang muridnya secara sendirian, setan kipas merah merasa tidak mampu. Jadi dia harus melaporkan kepada gurunya soal munculnya musuh besar gurunya itu.


Malam telah berganti fajar, setan kipas merah sudah menepi dan naik ke daratan. Kemudian dia 00menarik perahu kecilnya ke darat pula.


Baru saja ia lari beberapa meter jauhnya, dari kanan kiri berlompatan keluar penjaga yang bersenjata lengkap, bahkan seorang penjaga membentaknya.

__ADS_1


"Siapa kau ...!" bentak salah satu penjaga itu.


"Bodoh..! buka matamu lebar-lebar! Minta mampus ya kalian?" balas setan kipas merah dengan perasaan dongkol.


"Ah, ampun tuan muda! Ampunkan hamba di dalam gelap ini mana hamba bisa mengenali tuan muda Siauw Hu, Karena saat ini yang mulia Ratu memerintahkan agar penjagaan


diperketat, sebab dikhawatirkan datangnya musuh yang akan menolong tawanan. Maka kami melakukan penjagaan ketat sambil bersembunyi." jelas penjaga itu.


"Tahanan? siapakah orangnya, berani benar masuk ke istana tengah hutan?" tanya setan kipas merah yang penasaran.


"Seorang gadis yang luar biasa, sampai para perompak buaya merah tak bisa mengalahkannya. Baru Setelah yang mulia Ratu sendiir yang turun tangan, dia bisa ditawan di ruangan latihan." jawab penjaga lainnya.


"Siapa gadis itu? sampai-sampai guru melawannya sampai ke ruang latihan?"ucap setan kipas merah yang bertanya keheranan.


Kalau sampai gadis itu harus dikalahkan gurunya di dalam ruang latihan, berarti gurunya tak kuat melawan dan perlu dengan bantuan alat-alat rahasia di ruang latihan.


"Alangkah hebatnya kepandaian gadis itu?" gumam dalam hati setan kipas merah yang semakin penasaran.


"Entahlah, tuan muda kami tidak tahu namanya. Yang jelas dia saat ini ada di dalam kamar tamu, sesuai perintah yang mulia ratu. Dan gadis itu memakai pakaian berwarna merah muda." jelas para penjaga.


"Hm, menarik juga! sebaiknya aku ke istana tengah hutan sekarang juga!" seru setan kipas merah yang kemudian melesat menuju ke arah istana tengah hutan.


...***...


Melihat perahu kecil setan kipas merah di darat serta melihat pula tembok bangunan yang besar mereka lalu mendaratkan perahu dan berlompatan memasuki hutan.


"Kita harus berhati-hati dan membagi tugas."


kata Han Wen.


"Awas....!" seru Tan Li yang melihat


dari belakang berhamburan senjata rahasia yang banyak sekali.


Dua pemuda itu sudah sejak tadi memegang pedangnya masing-masing, dan dengan cepat mambalikkan tubuh memutar senjata mereka sehingga terdengar bunyi trang trang ketika senjata-senjata rahasia itu tersampok berjatuhan.

__ADS_1


Biksu Ji tahu bahwa senjata-senjata rahasia itu dilemparkan oleh orang-orang berkepandaian biasa saja, ia cuma menggerakkan tangan kirinya menangkap lalu melemparkannya kembali ke arah dari mana datangnya senjata itu.


"Seeet ....!"


"Jleb...!"


"Ahhh...!"


"Aaarrgh..!"


Terdengar jeritan-jeritan dari dalam gelap sebab termakan senjata rahasianya sendiri. Kemudian bermunculan keluar belasan orang tinggi besar, mereka adalah perompak buaya merah yang ditugaskan menjaga di wilayah itu.


Sebelumnya mereka sudah melihat pendaratan tiga orang itu, akan tetapi mereka sengaja membiarkan mereka memasuki daerah dekat mereka. Setelah itu baru mereka turun tangan dan menghujankan senjata rahasia.


Alangkah kaget dan marah hati mereka ketika serangan gelap itu gagal, bahkan sebaliknya tiga orang teman mereka roboh.


Obor dinyalakan dan berkilauanlah senjata mereka ketika menyerbu tiga orang tersebut.


Namun sial nasib para perompak buaya merah itu. Mereka ini seperti segerombolan nyamuk menerjang api.


Begitu biksu Ji menggerakkan tongkatnya dan kedua orang muridnya menggerakkan pedang dalam waktu beberapa menit saja mereka sudah roboh tak dapat bangun kembali.


"Jelas saja di sini sarang setan kipas merah dan kaki tangnnya. Kita bagi tugas, kalian berdua menyerbu dari kanan sana, saya dari kiri. Dengan demikian kita memotong jalan keluar mencegah dia melarikan diri. Dia sudah terluka, tentu kalian cukup kuat mengatasinya." perintah biksu Ji.


"Baik guru!" jawab Han Wen dan Tan Li yang bersamaan.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


"


__ADS_2