
Pada sore hari, Gwat Kong datang membawa secawan besar air jernih.
Sambil memegangi cawan itu ia berkata,
"Bagaimana, apakah kalian masih juga berkeras kepala?" tanya Gwat Kong yang menatap tajam pada Xiao Yu dan juga Siok Lan yang menatapnya dengan rasa benci yang mendalam.
"Kau adalah seorang pendekar yang menyeleweng daripada kebenaran. Sudah bulat keputusan kami, lebih baik mati sebagai seorang gagah dari pada hidup seperti kau, seorang pengkhianat pengecut!" seru Siok Lan dengan geram.
"Panglima bau yang terkutuk ! Biar berpakaian begitu namun lebih jahat dari pada iblis, lebih keji dan hina dari pada semua penjahat yang paling hina!" seru Xiao Yu yang sangat kesal.
Gwat Kong tertawa dan minum air dari cawan sampai air itu tertumpah. Siok Lan dan Yu Lee yang menoleh ke arah Gwat kong dan mau tidak mau harus
menelan ludah yang tidak ada lagi, akan tetapi kekerasan hati mereka dapat mengatasi keinginan ini dan mereka membuang muka.
"Baik, kalian memang lebih suka sengsara!" gerutu kakek itu lalu memerintahkan murid-muridnya.
"Jaga mereka baik baik, biarkan malam ini mereka menderita terus, besok baru kita seret mereka ke kota raja. Dan bagaimana yang mencari Pui San dan San Bwee?" tanya Gwat Kong yang menatap murid-muridnya satu persatu.
"Sudah guru, kita cari ke mana-mana tidak ada guru." ucap salah satu murid Gwat Kong dengan sedikit ketakutan.
"Bodoh! cepat cari lagi. Bukankah tadipun mereka ikut berjaga!" seru Gwat Kong yang kemudian meninggalkan tempat itu dan diikuti oleh beberapa muridnya.
Siok Lan dan Xiao Yu saat ini ditinggal dan dijaga dari jauh, sampai malam.
"Kakak Lan, akan kulepaskan ikatan ini. Kalau sudah bebas, biar aku melarikan diri ke selatan, memancang mereka mengejarku agar engkau dapat melarikan diri, sebaliknya engkau lari ke barat dan masuklah ke hutan." usul Xiao Yu dengan berbisik.
"Tidak ! Aku tidak mau berpisah dari sampingmu, Yu'er. Kita berdua sudah keracunan, tinggal menanti mati. Kalau matipun, aku ingin bersamamu!"seru Siok Lan yang tak rela kekasihnya berjuang sendirian.
"Kakak Lan." ucap Xiao Yu yang terharu.
"Baiklah kita lari bersama mudah mudahan dapat melarikan diri dalam gelap. Jika Tuhan menghendaki kita akan berhasil." lanjut ucap Xiao Yu yang kemudian mulai berusaha melepaskan ikatan yang membelenggu mereka.
Biarpun ia tidak berani mengerahkan tenaga dalamnya, karena hal ini berarti akan membuat racun di punggungnya menyebar. Tapi karena tubuh pemuda ini tergembleng sejak kecil sehingga dia memiliki otot yang kuat.
__ADS_1
Setelah berusaha beberapa lama, akhirnya jari jari tangannya berhasil merenggut lepas ikatan tangannya. Ia masih membelakangi Siok Lan ketika ia mulai berusaha membebaskan kekasihnya. Ia melakukan hal ini secara diam-diam tidak berani merobah kedudukan karena tahu bahwa mereka diawasi orang-orang perguruan Kim hong dari jauh.
Setelah bebas, keduanya berdiri diam beberapa lama untuk membiarkan jalan darah di pergelangan tangan pulih kembali.
"Sekarang.....!" bisik Xiao Yu dan sambil menggandeng tangan kekasihnya, pemuda ini lalu mengajak Siok Lan lari dari tempat itu.
Keduanya tidak berani mempergunakan tenaga dalam karena hal ini pun akan mencelakakan mereka, maka mereka hanya lari dengan menggunakan otot-otot kaki saja.
"Heii, mau lari ke mana kalian!" seru
dua orang muda itu lari ke arah selatan dan muncullah empat orang murid perguruan Kim hong yang menjaga di selatan.
Yang lain-lain juga melihat kedua orang itu lari, akan tetapi karena mereka semua sudah maklum akan akibat racun buatan Gwat Kong, mereka memandang rendah dua orang muda itu yang tidak mungkin lagi mempergunakan tenaga dalam mereka.
Inilah yang menyebabkan mereka menjaga di tempat masing masing dan menyerahkan kepada empat orang saudara mereka yang menjaga di selatan untuk menangkap kembali dua orang tawanan itu.
Jika saja Xiao Yu dan Siok Lan dapat bergerak dan mempergunakan hawa sakti tubuhnya seperti biasa, jangankan hanya empat orang murid perguruan Kim hong, biar ada empat puluh orang sekalipun tentu dapat ia atasi dengan mudah.
Akan tetapi mereka kini terpaksa hanya mengandalkan tenaga kasar tangan kaki mereka, bahkan kegesitan mereka, banyak berkurang karena tidak dapat menggunakan tenaga dalamnya.
Xiao Yu mempergunakan ilmu silatnya, mengelak dan membalas, akan tetapi pukulan tenaga kasar tidak mempengaruhi empat orang murid perguruan Kim hong yang sudah terlatih itu.
Siok Lan marah dan menerjang maju, dalam hatinya hendak sekali serang menewaskan empat orang lawan lunak itu. Karena marahnya ia terlupa dan dalam penyerangannya ini ia mengerahkan tenaga dalamnya.
"Bagh...bugh....!"
Dua orang pengeroyok roboh dengan kepala pecah terkena pukulan tangan Siok Lan, akan tetapi pemuda itu menjerit dan roboh, muntah darah.
Xiao Yu terkejut sekali, dengan cepat berjongkok hendak menolong kekasihnya. Saat itu dipergunakan oleh dua orang murid perguruan Kim hong yang lain untuk menyerang Xiao Yu dan membuat Yu Lee terguling guling, gadis itu mengalami luka di punggung nya yang sangat hebat. Akhirnya gadis inipun pingsan di samping kekasihnya, Siok Lan.
Tiba-tiba ada bayangan putih yang melayang dan terdengar teriakan yang mengerikan.
"Hiiiiiii........!"
__ADS_1
Dan dua orang perguruan Kim hong tadi yang roboh tak bergerak lagi, mati seperti dua orang temannya yang terbunuh oleh Siok Lan.
Bayangan putih ini bukan lain adalah Setan kipas merah yang dengan cepat menyambar tubuh Xiao Yu dan Siok Lan, lalu melompat dan menghilang di dalam gelap.
"Kejar...!"
"Tangkap...!"
Ributlah orang-orang perguruan Kim hong. Mereka menyalakan obor dan mereka ini dipimpin oleh Gwat Kong yang marah lalu melakukan pengejaran.
Gerakan setan kipas merah sangatlah cepat sekali dalam sekejap dia sudah lenyap dan para anggota perguruan Kim hong kebingungan mencari sampai menyelusuri diseluruh hutan.
Jauh dipinggir hutan diantara para pencari ini menemukan mayat dua orang saudara mereka yaitu Pui San dan San Bwee.
"Apakah yang telah terjadi? Siapa yang membunuh mereka?" bisik para anggota perguruan Kim Hong satu sama yang lainnya dengan rasa penasaran.
Pembunuh kedua orang murid perguruan Kim hong itu tak lain adalah setan kipas merah yang sekarang ini sudah memakai pakaian serba putih.
Setan kipas merah telah membantu Siok Lee dan saat ini mengejar juga mencari Siok Lan yang melarikan diri. Karena jarak diantara mereka amat jauh setan kipas merah tidak tahu ke mana arah perginya Siok Lan.
Kemudian dia melewati hutan di mana Siok Lan ditawan, kemudian ia melihat berkelebatnya dua orang manusia.
Dengan cepat setan kipas merah menyelinap dan mengintai, kemudian mengendap-endap menghampiri ketika mendengar suara pria dan wanita bersenda gurau, karena rasa penasarannya.
Kiranya dua bayangan itu adalah Pui San dan San Bwee.
...~NR~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...