Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Panglima pengganti di Markas An Bun


__ADS_3

Sebaliknya para pejuang sudah amat lelah, semalam suntuk melakukan perjalanan sehabis berperang mati-matian.


Untung bahwa di situ selain ada Yang Tek, Gui Song, Han Wen dan Tan Li yang gagah perkasa, terdapat pula Setan kipas merah yang baru datang dari markas An Bun dan mengamuk bagaikan seekor naga sehingga sepak terjangnya membangkitkan semangat para pejuang.


Dan pada saat riuhnya pertempuran, muncullah pasukan pengemis sabuk merah dipimpin sendiri oleh ketuanya Ang Han. Munculnya pasukan pengemis ini merupakan tanda kehancuran bagi para prajurit Mongol.


Ketika perang selesai dengan robohnya seluruh anggota pasukan Mongol, barulah pejuang melihat bahwa diantara mereka terdapat pula Siok Lan si bayangan Dewa yang telah mereka kenal.


Tentu saja Ang Han dan anak buahnya merasa tidak enak bertemu dengan pemuda ini, juga anak buah A Bhok terutama sekali Cui Hwa.


Tapi Siok Lan tidak peduli dan tak kenal takut karena dasar wataknya yang rlang jenaka, ia tidak perduli melihat wajah yang cemberut itu mengarah kepadanya.


Namun dia tersenyum rlang ia menyambut uluran tangan Han Wen dan Tan Li yang tersenyum padanya.


"Sungguh bahagia bagi kami dapat bertemu dengan Bayangan Dewa yang terkenal di seluruh dunia persilatan.Julukan itu memang tepat sekali buat saudara Siok, karena anda sangat tampan bak para dewa!" puji Tan Li.


"Wah-wah, siapa tidak melihat sepak terjangmu tadi ketika mengamuk! Aku masih kalah jauh, dan kamu menyebutku adik? Ah, aku melihat kamu tidak lebih tua dari pada aku, bukankah begitu, kak Han Wen?" balas Siok Lan sembari mengulas senyumnya.


Dua pemuda murid biksu Ji ini menjadi gembira dan senang sekali kepada Siok Lan yang bersikap demikian polos dan ramah jenaka. Dan dengan cepat mereka menjadi sahabat baik.


Siok Lan telah membuktikan bahwa dia ikut berjuang melawan penjajah, bahkan pernah dijadikan tawanan penting. Di samping kenyataan ini, juga mereka semua masih menghormati kakek pemuda ini, yaitu Siok Lee yang terkenal sebagai mantan pejuang besar.


Demikianlah, pendekar muda-muda yang perkasa itu berkumpul dalam sebuah pasukan pejuang yang kuat dan mereka ini bersama


pasukannya membuat pasukan An bun kocar-kacir.


Apalagi setelah kematian Panglima Han Siang disusul oleh kematian kematian para prajurit lainnya yang hampir terjadi setiap malam.Tentu saja semua pembunuhan gelap ini dilakukan oleh setan kipas merah yang dibantu oleh para pejuang seperti Cui Hwa, Ang Han, Han Wen, Tan Li, Yang Tek, Gui Siong dan tidak ketinggalan pula Siok Lan.


Selain mereka muncul pula secara diam-diam Pendekar tanpa gelar.


Hal ini di ketahui ketika pada suatu malam, mereka, termasuk pula setan kipas merah yang mendengar lengking yang jauh lebih tinggi dan kuat dari pada lengking yang ia keluarkan kemudian melihat bayangan putih berkelebat memasuki benteng An bun dan disusul dengan suara hiruk-pikuk dan geger di dalam benteng lalu kelihatan asap mengebul di sebelah kanan dan kiri benteng.

__ADS_1


Kemudian, kembali bayangan putih berkelebat tak jauh dari tempat mereka bersembunyi, lalu turun dan melepaskan dua orang gadis tawanan yang telah berhasil diselamatkannya, kemudian sekali


berkelebat bayangan itu lenyap.


Ditinggalkannya dua orang gadis tawanan itu di dekat tempat para pejuang bersembunyi menunjukkan bahwa pendekar besar itu telah tahu di mana mereka bersembunyi.


"Xiao Yu....!" panggil Han Wen dan Tan Li yang hampir berbarengan dengan Yang Tek dan Gui Siong.


"Ahh, Pendekar tanpa gelar ! Kenapa tidak bergabung dengan kami?" tanya Ang Han ketua perkumpulan pengemis sabuk sutra merah dengan suaranya yang parau dan nyaring.


"Pendekar tanpa gelar!" setan kipas merah juga memanggilnya.


Semua ini terdengar dan tampak oleh Siok Lan yang berdebar-debar jantungnya. Kiranya benar Pendekar tanpa gelar itu muncul secara rahasia. Seperti yang telah disampaikan oleh Yu Tian segala perasaan bencinya terhadap pendekar itu.


Tampak pula olehnya betapa munculnya pendekar itu yang hanya sebentar membuat Han Wen dan Tan Li menundukkan kepala dan sama sekali tidak bergerak.


"Harap semuanya kembali ke hutan, di sini berbahaya. Aku telah membunuh panglima mereka yang baru, karena panglima itu kejam. Hormatku kepada semua teman yang gagah perkasa. Lain waktu aku akan mengunjungi kalian semuanya di hutan!" seru Pendekar tanpa gelar yang dengan jurus meringankan tubuhnya melayang menjauh dari rombongan para pejuang itu.


Memang semenjak bersama diantara para pejuang, setan kipas merah selalu menjauhkan diri, hanya bersatu dikala menghadapi musuh.


Itu dikarenakan dia segan karena kelakuannya diwaktu sebelum insyaf.


"Tan Li, siapakah sebetulnya Pendekar tanpa gelar itu, apa benar namanya Xiao Yu? Kemunculannya seperti setan saja!" tanya Siok Lan dengan menggerutu pada saat mereka berjalan menuju ke hutan.


Laki-laki tampan anak pemilik toko pakaian itu menghela napas panjang.


"Ahhhh, siapa orangnya dapat mengikuti gerak-gerik seekor naga terbang di angkasa yang amat sakti itu. Dia adalah seorang pendekar wanita yang pada masa kini tiada duanya. Dan jangan sekali kali kau menyebutnya seperti setan karena dia adalah seorang pendekar besar dan budiman!" jawab Tan Li yang sesekali menatap Siok Lan.


"Pendekar besar apa! Budiman apanya! Aku anggap dia hanya seorang yang sombong!" seru Siok Lan ini dengan nada marah dan agak keras sehingga Han Wen menengok dengan mata terbelalak.


"Sssst, eh saudara Siok Lan, jangan berkata demikian ! Dia amat sakti, mungkin sekarang juga dapat mendengarkan kata-katamu !" bisik Han Wen yang memperingatkan Siok Lan,

__ADS_1


"Biar saja dia dengar, aku tak takut sama sekali!" seru Siok Lan dengan kesal.


Sementara Han Wen dan Tan Li hanya dapat saling pandang! Untung mereka jalannya agak berjauhan dengan rombongan lainnya, jadi para pejuang yang lain tidak dapat mendengar betapa Siok Lan memaki maki si pendekar tanpa gelar itu.


Malam hari Siok Lan tidak dapat tidur. Hatinya gelisah kalau ia memikirkan Yu Tian. Mengapa sampai begitu lamanya pelayannya itu tidak muncul.


Dan mengapa pula Pendekar tanpa gelar yang jelas-jelas seorang gadis itu seolah-olah selalu menghindarkan diri darinya.


Menurut Tan Li sudah beberapa kali selama ini Pendekar Cengeng menemui para pejuang, bahkan mengatur siasat bersama-sama mereka.


Perjuangan mereka berhasil dengan baik. Sudah tiga kali semenjak Panglima Han Siang dibunuh setan kipas merah, panglima-panglima baru yang menjabat sebagai komandan di An bun, dapat mereka bunuh sehingga sekarang kabarnya kota raja mengirimkan seorang panglima yang selain amat lihai ilmunya juga tidak kejam seperti panglima panglima yang lain.


Panglima baru ini yang namanya Thian Sung adalah bekas panglima kerajaan adalah orang tokoh besar yang berilmu tinggi.


Panglima Sung Thian menerima tugas di An bun ia segera mengambil langkah-langkah penting.


Pertama-tama ia menurunkan perintah dan peringatan tegas terhadap semua perajurit agar tidak lagi menangkapi gadis-gadis, bahkan para gadis yang masih ditahan semua dibebaskan, mendapat pesangon dan dikirim pulang ke kampung masing-masing.


Langkah kedua yang amat penting telah pula diambilnya yaitu memperbaiki jaminan bagi kaum pekerja paksa. Mereka ini tentu saja tidak mendapat upah, akan tetapi setidaknya, jaminan hidup bagi mereka dicukupi setiap hari mendapat makan dan cara bekerja diatur secara bergilir.


Tindakan ini amat menguntungkan pemerintah Goan sendiri, karena setelah para pekerja mendapat makan cukup dan istirahat cukup, dan kinerja mereka meningkat.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2